<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>urban mystery &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/urban-mystery/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Jan 2023 04:30:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>urban mystery &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kosong Sejak 1990, Ada Penampakan Pocong dan Kuntilanak di Bekas Bangunan Ponpes</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/29/kosong-sejak-1990-ada-penampakan-pocong-dan-kuntilanak-di-bekas-bangunan-ponpes/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2023 04:30:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Features]]></category>
		<category><![CDATA[Kuntilanak]]></category>
		<category><![CDATA[Merinding]]></category>
		<category><![CDATA[Pocong]]></category>
		<category><![CDATA[Ponpes Al-Fatah Kota Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[top]]></category>
		<category><![CDATA[urban mystery]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=414356</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM &#8211; Ponpes Al-Fatah Kota Semarang sudah kosong dan tak berpenghuni sejak 1990. Konon, bangunan yang sekarang sudah mulai rusak itu angker. Sering ada penampakan pocong dan kuntilanak. Semak belukar tumbuh subur di sebuah bangunan yang rusak. Bekas bangunan masih terlihat, meski sudah rusak tak berbentuk. Aura mistis cukup terasa begitu memasuki kawasan tersebut. Konon, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM</strong> &#8211; Ponpes Al-Fatah Kota Semarang sudah kosong dan tak berpenghuni sejak 1990. Konon, bangunan yang sekarang sudah mulai rusak itu angker. Sering ada penampakan pocong dan kuntilanak.</p>
<p>Semak belukar tumbuh subur di sebuah bangunan yang rusak. Bekas bangunan masih terlihat, meski sudah rusak tak berbentuk. Aura mistis cukup terasa begitu memasuki kawasan tersebut.</p>
<p>Konon, di kawasan itu kerap terlihat sosok makhluk astral. Sejumlah warga pun kerap melihat secara langsung. Ada pocong dan kuntilanak.</p>
<p>&#8220;Memang sering muncul. Dulu, pas masih kecil kalau main di sekitar sana suasananya singup,&#8221; kata salah satu warga Kelurahan Mangkang Kulon, Syahrul, kepada RADARSEMARANG.COM.</p>
<p>Bangunan rusak itu ternyata merupakan bekas Ponpes Al-Fatah yang didirikan Kyai Faqih pada tahun 1965. Berada di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.</p>
<p>Pondok mulai ditinggalkan para santrinya sejak sang kyai wafat sebab tak ada lagi yang mengasuh sejak 1990.</p>
<p>&#8220;Dulu sempat dijadikan sebagai sekolahan. Tapi tersebut hampir setiap hari ada siswa yang mengalami kesurupan. Jadi sekolah telah dipindahkan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Saat masih menjadi pondok, ada beberapa santri yang mengalami sakit. Tapi penyakit itu bukan penyakit biasa.</p>
<p>Selain itu, santri Kiai Faqih tak hanya dari kalangan manusia, tetapi juga jin. Para jin yang ada di sana berasal dari Baghdad dan di sekitar bangunan itu menjadi pusat kerajaannya.</p>
<p>&#8220;Kiai Faqih yang mengasuh pondok, dulu saat ngaji yang diabsen bukan manusia saja, tetapi makhluk halus juga,&#8221; tambah Dahlan, salah satu warga.</p>
<p>Menurut penuturan salah satu warga setempat, Subakir, pernah ada tiga orang yang bermain di sekitar pondok. Mereka menemukan sebuah batu.</p>
<p>Saat hendak didekati, ketiganya malah terpental dan terbang hingga terjatuh di sawah. &#8220;Auranya sekarang memang masih terasa angker,&#8221; tambahnya. <strong>(mg5/mg6/mg7/fth)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ada Penampakan Pocong dan Kuntilanak di Pohon Beringin Bunderan Puri Anjasmoro Semarang</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/23/ada-penampakan-pocong-dan-kuntilanak-di-pohon-beringin-bunderan-puri-anjasmoro-semarang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2023 05:33:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Features]]></category>
		<category><![CDATA[Horor]]></category>
		<category><![CDATA[Merinding]]></category>
		<category><![CDATA[mhoror seamarang]]></category>
		<category><![CDATA[urban mystery]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=413632</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM &#8211; Di Perumahan Puri Anjasmoro Kota Semarang terkenal sebagai perumahan elit yang memiliki lebar jalan cukup luas. Bahkan tiap pertigaan atau perempatan selalu ada taman dan pohon beringinnya. Ada satu pohon beringin yang dianggap mengandung unsur mistis. Puri Anjasmoro Kota Semarang terkenal dengan deretan perumahan elit yang padat penduduk. Apalagi perumahan ini dilengkapi kondisi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM</strong> &#8211; Di Perumahan Puri Anjasmoro Kota Semarang terkenal sebagai perumahan elit yang memiliki lebar jalan cukup luas.</p>
<p>Bahkan tiap pertigaan atau perempatan selalu ada taman dan pohon beringinnya. Ada satu pohon beringin yang dianggap mengandung unsur mistis.</p>
<p>Puri Anjasmoro Kota Semarang terkenal dengan deretan perumahan elit yang padat penduduk.</p>
<p>Apalagi perumahan ini dilengkapi kondisi jalan yang cukup luas, dan banyak taman yang memberikan hawa sejuk. Sangat nyaman bagi siapa saja yang menginginkan ketenangan.</p>
<p>Apalagi sekarang ada banyak <em>coffee shop</em> serta tempat nongkrong lainnya yang cukup diminati banyak orang. Tentunya banyak orang berdatangan dari berbagai penjuru Kota Semarang.</p>
<p>Pada tiap perempatan atau pertigaan jalan dilengkapi dengan taman dan pohon beringin di tengah-tengahnya. Ukurannya berbeda-beda di tiap bundaran.</p>
<p>Tapi ada pohon terbesar pada bundaran pertama. Ternyata pohon ini bagi beberapa orang yang bisa merasakannya, ada unsur mistisnya.</p>
<p>“Sudah banyak kejadian di bundaran ini. Biasanya orang mabuk yang jadi sasarannya. Kebanyakan menganggap di depan itu jalan lurus, tidak terhalang taman,” jelas Jono, tukang parkir di area BRI.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cerita Mistis Makam di FPP Undip, Ada Pocong yang Kerap Ganggu Mahasiswa Usil</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/08/cerita-mistis-makam-di-fpp-undip-ada-pocong-yang-kerap-ganggu-mahasiswa-usil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2023 04:37:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Features]]></category>
		<category><![CDATA[Merinding]]></category>
		<category><![CDATA[top]]></category>
		<category><![CDATA[urban mystery]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411951</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM &#8211; Gedung Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro dikenal sebagai gedung tertua di Undip. Memiliki makam yang cukup luas di belakang area kantin. Di makam ini kerap muncul penampakan pocong, dan kuntilanak. Bahkan, mahasiswa yang suka jahil kerap diganggu dan kesurupan. Makam terlihat rapi dan bersih. Dijaga penjaga makam dan petugas kebersihan. Merupakan pemakaman [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM</strong> &#8211; Gedung Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro dikenal sebagai gedung tertua di Undip. Memiliki makam yang cukup luas di belakang area kantin. Di makam ini kerap muncul penampakan pocong, dan kuntilanak. Bahkan, mahasiswa yang suka jahil kerap diganggu dan kesurupan.</p>
<p>Makam terlihat rapi dan bersih. Dijaga penjaga makam dan petugas kebersihan. Merupakan pemakaman umum Desa Jurang Belimbing dan sudah sangat tua. Makam makam ini diketahui sudah ada sekitar sebelum tahun 1986 jauh sebelum Fakultas Peternakan dan Pertanian dibangun.</p>
<p>“Dulu banyak mahasiswa yang sering kesurupan di area makam. Biasanya mereka kesurupan karena kurang mematuhi aturan kesopanan dengan tertawa terbahak-bahak,&#8221; ujar penjaga kandang sapi FPP.</p>
<p>Kebanyakan korban kesurupannya adalah perempuan. Korban kesurupan biasanya ditangani kyai yang tinggalnya dekat dengan makam tersebut. Tetapi kini beliau sudah meninggal. Sekarang, sudah jarang ada yang kesurupan karena mahasiswanya sudah jarang mengadakan acara disekitar makam gedung belakang dekat makam,&#8221; ujarnya.</p>
<p><span id="more-411951"></span></p>
<p>Jumat wage merupakan weton dari makam Jurang Belimbing. Mulai pukul 17.00 WIB biasanya masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan makam melakukan ritual menyembelih kambing bandot di area makam. Tentunya ketika mendekati malam Jumat wage suasana di sekitar makam FPP belakang mess dan gudang penyimpanan barang semakin mencengkam. Munculnya penampakan dan bau-bau aneh semakin menambah keangkeran. Mulai bau sangit, bau anyir dan bau bunga melati.</p>
<p>Selain itu kerap muncul penampakan pocong dan kuntilanak. Pocong biasanya berdiri di bawah pohon, sedangkan mbak kunti kerap dijumpai terbang sambil tertawa dari pohon yang ada di area makam ke pohon jambu mete yang ada di area kantin FPP. Hal itu ditandai dengan adanya suara burung gagak dan suara burung hantu yang terus mengoceh.</p>
<p>“Pocong itu tidak meloncat loncat seperti yang sering kita lihat di film horor, melainkan kemunculannya dimulai dengan asap yang keluar dari patok kuburan dan terbang setinggi satu meter dari kuburannya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia pernah melihat penampakan dengan raut mukanya berbeda-beda. Ada yang sudah tidak memiliki bola mata, ada yang wajahnya rusak total dan berwarna hitam, ada yang matanya sebesar piring dan tersenyum sinis. &#8220;Rata-rata berperawakan tinggi besar melebihi pohon kamboja yang ada di makam dan kain morinya sudah berwarna coklat usang,” tambahnya.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Salah seorang alumni FPP Undip Pratono menceritakan, selama kuliah, sejumlah temannya mengalami kejadian aneh saat berada di kampus. Terutama saat malam hari ketika dapat giliran jaga kandang untuk praktikum.</p>
<p>Suatu malam, salah satu temannya sedang berada di kandang laboratorium unggas. Lokasinya sekitar 100 meter dari kompleks makam. Ia melihat serombongan orang membawa keranda menuju makam. Awalnya ia mengira ada warga setempat yang meninggal dan malam itu juga dimakamkan. “Tapi ketika diperhatikan, ternyata rombongan orang tersebut tidak berkepala,” kata Pratono yang lulus pada 2004 ini.</p>
<p>Ada juga yang mengalami kejadian aneh lainnya. Waktu kejadian hampir sama, malam hari ketika tugas jaga kandang praktikum. Saat itu, teman Pratono ingin buang air kecil. Ia pun menuju kamar mandi di gedung D yang saat itu sepi. Ketika masuk dan menutup pintu, tiba-tiba ia mendengar ada yang mengetuk pintu.</p>
<p>Selain itu dari lubang ventilasi di atas pintu terasa ada yang menciprati air dari luar ke dalam. Mahasiswa tersebut lantas membuka kembali pintu untuk mencari siapa yang usil. Ketika dilihat di luar, suasana sepi. Tak ada siapapun. Dan ketika ia kembali ke kamar mandi, ternyata lantai masih kering. Tak ada bekas cipratan air seperti yang ia rasakan sebelumnya.</p>
<p>Di lain waktu, seorang mahasiswa juga pernah kesurupan. Perempuan tersebut tiba-tiba mengomel tidak jelas. “Tapi saya selama kuliah belum mengalami sendiri hal-hal aneh, hanya kadang-kadang kalau pas jaga kandang sendirian, terasa agak merinding, walau tidak ada apa-apa. Cuma beberapa teman pernah cerita kalau menemui hal-hal aneh,” kata Pratono. <strong>(mg4/mg2/ton/fth)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
