<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Urban Farming &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/urban-farming/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2023 02:40:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>Urban Farming &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gecarkan Urban Farming di Kantor Pemerintahan dan Sekolah</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/30/gecarkan-urban-farming-di-kantor-pemerintahan-dan-sekolah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2023 02:40:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hevearita Gunaryanti Rahayu]]></category>
		<category><![CDATA[mbak ita dilantik]]></category>
		<category><![CDATA[pelantikan mbak ita]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=414413</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang – Pemkot Semarang mulai menggencarkan program urban farming di kantor pemerintahan dan sekolah. Kick off gerakan tersebut dilakukan oleh Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di kantor Kecamatan Genuk, Sabtu (28/1). Dan dilakukan serentak di perkantoran 177 kelurahan dan sekolahan. Semua elemen masyarakat diharapkan ikut melakukan gerakan menanam. Peran stakeholder, baik dari BUMN, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em> –</strong> Pemkot Semarang mulai menggencarkan program <em>urban farming</em> di kantor pemerintahan dan sekolah. <em>Kick off</em> gerakan tersebut dilakukan oleh Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di kantor Kecamatan Genuk, Sabtu (28/1). Dan dilakukan serentak di perkantoran 177 kelurahan dan sekolahan.</p>
<p>Semua elemen masyarakat diharapkan ikut melakukan gerakan menanam. Peran stakeholder, baik dari BUMN, BUMD serta perbankan juga sangat diperlukan dalam membangun Kota Semarang. Dalam kesempatan itu, Mbak Ita-sapaan akrabnya- menanam pohon tabebuya dan pule.</p>
<p>“Kita libatkan semua komponen masyarakat untuk bergerak bersama. Pekan lalu kita buat gerakan memasak menu sehat untuk ibu hamil, balita sebagai pemenuhan gizi. Kita saat ini mengajak elemen masyarakat melakukan gerakan menanam dan penghijauan, &#8221; ujarnya.</p>
<p>Dengan gerakan serentak yang dilakukan, ia berharap Kota Semarang semakin &#8216;ijo royo-royo&#8217;, bebas banjir, longsor dan bencana serta ketahanan pangan bisa terus terjaga.</p>
<p>“Upaya penghijauan ini sengaja kita galakkan agar Semarang menjadi adem, karena kita tahu suhu di Semarang cukup panas,” tambahnya.</p>
<p>Genuk sengaja dipilih sebagai pusat gerakan menanam, kerja masal dan <em>kick off urban farming</em>, mengingat wilayah tersebut cukup parah terdampak banjir.</p>
<p>“Semoga gerakan membersihkan sampah di lingkungan masing-masing ini bisa menjadi kebiasaan yang rutin dilakukan masyarakat,“ pungkasnya. <strong>(den/zal)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>112 Siswa SDN Sampangan 01 Belajar Urban Farming</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/25/112-siswa-sdn-sampangan-01-belajar-urban-farming/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2023 03:50:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot semarang]]></category>
		<category><![CDATA[SDN 4 Sampangan 01]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=413878</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Program urban farming menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ketahanan pangan. Hal itu yang tengah digencarkan Pemkot Semarang. Tidak hanya menyasar warga permukiman, tapi juga di lingkungan pendidikan. Pihak sekolah juga diminta mengenalkan dan mengajarkan anak didiknya mengenai urban farming. Seperti yang dilakukan SDN 4 Sampangan 01 kemarin (24/1). Sebanyak 112 anak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em> </strong><em>&#8211; </em>Program <em>urban farming</em> menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ketahanan pangan. Hal itu yang tengah digencarkan Pemkot Semarang. Tidak hanya menyasar warga permukiman, tapi juga di lingkungan pendidikan.</p>
<p>Pihak sekolah juga diminta mengenalkan dan mengajarkan anak didiknya mengenai <em>urban farming</em>.</p>
<p>Seperti yang dilakukan SDN 4 Sampangan 01 kemarin (24/1). Sebanyak 112 anak dari kelas 1 dan kelas melakukan pembelajaran langsung dengan mengunjungi Kelompok Wanita Tani (KWT) Puspitasari. Terlihat siswa antusias belajar cara menanam dan merawat tanaman.</p>
<p>Sebut saja Adinda Trinidaputri, Ivan, Zifen, dan Nabila. Mereka tergabung dalam satu kelompok, antusias menanam biji cabai, kangkong, sawi, dalam polibag. Setelah menanam di KWT, mereka pun membawa hasil tanamannya.</p>
<p>&#8220;Ini sangat asyik dan menyenangkan. Setelah ini saya mau menanam di rumah,&#8221; tutur siswi yang tinggal di Menoreh Timur V RT 1 RW 1 ini.</p>
<p>Sementara itu, salah satu wali murid, Diyah terlihat serius memperhatikan buah hatinya yang asyik menanam cabai.</p>
<p>&#8220;Tadi yang ditanam cabai dulu, lalu kangkung. Dikasih biji sawi untuk disemai. Anak-anak sangat antusias. Ini sangat bermanfaat agar mereka menanam di rumah dan di sekolah,&#8221; kata ibu dari Zio, siswa kelas 1 A ini.</p>
<p>Sementara itu, guru kelas 4 SDN Sampangan 01, Yosi Aprilia Kusumaningrum menjelaskan, kunjungan ke KWT ini bertujuan untuk kewirausahaan.</p>
<p>&#8220;Hasil yang kita tanam ini akan kami jual, tetapi untuk saat ini kami kan memperkenalkan menanam dulu agar para siswa mengetahui cara menanam, pembibitan, dan merawat dengan benar,&#8221; katanya didampingi Kepala SD Negeri Sampangan 01, Iswandi.</p>
<p>Ke depan pihak sekolah akan menggelar <em>urban farming</em> di lahan belakang sekolah seluas 100 meter dengan menggunakan polibag. &#8220;Kami berharap ini menjadi bekal bagi para murid untuk berwirausaha maupun berwiraswasta,&#8221; katanya. <strong>(fgr/zal)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mbak Ita Ajarkan Urban Farming di Sekolah</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/21/mbak-ita-ajarkan-urban-farming-di-sekolah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2023 03:41:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Mbak Ita Ajarkan Urban Farming di Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=413439</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ketahanan pangan di Kota Semarang coba diwujudukan pemkot dengan menggencarkan pertanian perkotaan atau urban farming. Program ini juga menyasar kalangan pendidikan. Tujuannya tak lain untuk mengantisipasi adanya resesi sekaligus menekan inflasi. Salah satu yang sudah menerapkan adalah SMP Negeri 11 Semarang. Bahkan sekolah ini sudah memetik hasilnya dengan memanen ikan dan sayuran. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ketahanan pangan di Kota Semarang coba diwujudukan pemkot dengan menggencarkan pertanian perkotaan atau urban farming. </p>
<p>Program ini juga menyasar kalangan pendidikan. Tujuannya tak lain untuk mengantisipasi adanya resesi sekaligus menekan inflasi.  </p>
<p>Salah satu yang sudah menerapkan adalah SMP Negeri 11 Semarang. Bahkan sekolah ini sudah memetik hasilnya dengan memanen ikan dan sayuran. </p>
<p>Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Jumat (20/1) kemarin, berkesempatan untuk mengikuti panen serta melakukan penananam. Hadir Plt Kepala Dinas Pendidikan Suwarto dan Kepala Dinas Pertanian Hernowo Budi Luhur.</p>
<p>Mbak Ita –sapaan akrabnya&#8211;menerangkan, jika urban farming saat ini masuk dalam kurikulum Merdeka Belajar yang memiliki porsi sekitar 20 persen. Meskipun porsinya masih kecil, lanjut Mbak Ita, adanya urban farming ini bisa digunakan sebagai pencegahan terjadinya krisis pangan.</p>
<p>“Kita ajak anak-anak untuk belajar bertani. Tujuannya, tak lain untuk mengatasi krisis pangan dan menekan inflasi. Selain itu, juga bisa menanamkan pendidikan karakter, karena dari bibit hingga panen mereka harus sabar untuk merawat,” katanya usai melakukan panen ikan dan penananam sayur di SMP Negeri 11 Semarang, Jumat (20/1).</p>
<p>Selain peserta didik, gerakan menanam di sekolah ini juga bisa dimanfaatkan siswa untuk melakukan hal serupa di rumah atau lingkungan sekitar. Salah satunya di pekarangan ataupun halaman rumah. Orang tua siswa pun diharapkan ikut berperan aktif.</p>
<p>“Harapan saya, orang tuanya juga mau ikut menanam. Apalagi filosofi dari gerakan menanam selain manfaat secara nyata adalah karakter anak akan timbul, anak-anak akan lupa dengan gadget,” ujarnya.</p>
<p>Tak hanya dinikmati untuk keluarga, hasil bertani urban farming mulai dari sayuran, beternak ikan, dan sejenisnya, akan mengurangi pengeluaran keluarga. Bahkan, jika ditekuni, hasilnya akan berlebih, dapat dijual dan menjadi penghasilan tambahan. </p>
<p>“Presiden sudah mewanti-wanti untuk masalah pangan yang berpotensi terjadinya inflasi serta krisis pangan,” lanjut Mbak Ita.  </p>
<p>Diperinci Mbak Ita, sebagaimana disampaikan presiden, empat bahan pangan pemicu inflasi adalah beras, telur, daging, dan tomat. “Alhamdulillah dengan bertanam, kita tidak akan panik kalau harga cabai atau tomat melambung. Tinggal petik di pekarangan saja bisa dimasak,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Mbak Ita, kesadaran untuk bercocok tanam di Kota Semarang saat ini sudah mengalami peningkatan. Pihaknya pun berencana akan membuat gerakan menanam serentak dari tingkat kelurahan. Tujuannya, selain ketahanan pangan, tentu sebagai resapan saat musim hujan tiba.</p>
<p>“Nanti akan kita lakukan penanaman serentak sampai tingkat kelurahan. Nanti juga daerah aliran sungai yang banjir, akan kita tanami juga,” katanya.</p>
<p>Kepala SMP Negeri 11 Semarang Dwi Astuti Indriyanti menjelaskan, jika sekolah yang dipimpin saat ini memilki program kegiatan PM6, yakni Program Menanam, Merawat, Memupuk, Memanen, Memasak, dan Makan Bersama, guna menekan stunting di lingkungan sekitar sekolah, serta mewujudkan ketahanan pangan.</p>
<p>“Kita bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan untuk penyediaan bibit. Anak-anak juga sangat antusias, bahkan setiap istirahat mereka selalu mengecek tanaman yang ditanan,” tuturnya.</p>
<p>Pada penanaman kali ini, lanjut dia, ada 800 bibit yang ditanam mulai dari bibit bayam, kangkung, sawi, tomat, terong dan cabai. Nantinya setelah dipanen, maka pihak sekolah bersama paguyuban orang tua akan memasak hasil panen dan memakan bersama.</p>
<p>“Harapan kami mengurangi stunting bagi anak SMP Negeri 11, jadi kami harap ini bisa menumbuhkan karakter anak-anak agar mempunyai tanggung jawab minimal bagi diri sendiri dulu,” katanya. (den/aro)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembelajaran Urban Farming Diberi Porsi 20 Persen</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/17/pembelajaran-urban-farming-diberi-porsi-20-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2023 01:53:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Disdik Kota Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[KOTA SEMARANG]]></category>
		<category><![CDATA[PKBM]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=412923</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang mulai memasukan urban farming menjadi kurikulum muatan lokal di pendidikan kesetaraan. Khususnya di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan sekolah swasta. Sebelumnya, urban farming sudah masuk sebagai kurikulum di sekolah negeri. Plt Kepala Disdik Kota Semarang Suwarto mengatakan setelah memberikan sosialisasi di sekolah negeri. Pihaknya memberikan pengajaran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang mulai memasukan urban farming menjadi kurikulum muatan lokal di pendidikan kesetaraan.</p>
<p>Khususnya di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan sekolah swasta. Sebelumnya, urban farming sudah masuk sebagai kurikulum di sekolah negeri.</p>
<p>Plt Kepala Disdik Kota Semarang Suwarto mengatakan setelah memberikan sosialisasi di sekolah negeri. Pihaknya memberikan pengajaran di PKBM.</p>
<p>Menurutnya adanya urban farming menjadi mata pelajaran pada kurikulum merdeka untuk membangkitkan bakat, minat, dan karakter siswa. &#8220;Nanti porsi pembelajaran urban farming sebanyak 20 persen untuk kearifan lokal,&#8221; ujarnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
