<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tol semarang demak &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/tol-semarang-demak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jan 2023 01:07:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>Tol semarang demak &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tol Semarang–Demak Seksi 2 Siap Beroperasi, Tinggal Menunggu Penetapan Tarif dari Kementerian PUPR</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/24/tol-semarang-demak-seksi-2-siap-beroperasi-tinggal-menunggu-penetapan-tarif-dari-kementerian-pupr/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2023 01:07:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[JALAN TOL]]></category>
		<category><![CDATA[jalan tol Semarang-Demak]]></category>
		<category><![CDATA[Sayung–Demak]]></category>
		<category><![CDATA[Tol semarang demak]]></category>
		<category><![CDATA[top]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=413679</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terus mempercepat pembangunan jalan tol Semarang–Demak. Terutama di seksi 2 (Km 448+994–Km 465+000) ruas Sayung–Demak sepanjang 16,31 km di Semarang, Jawa Tengah. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan, tol Semarang–Demak memiliki panjang 26,40 km. Dibangun dalam 2 seksi melalui skema [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Jakarta</em></strong> – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terus mempercepat pembangunan jalan tol Semarang–Demak. Terutama di seksi 2 (Km 448+994–Km 465+000) ruas Sayung–Demak sepanjang 16,31 km di Semarang, Jawa Tengah.</p>
<p>Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan, tol Semarang–Demak memiliki panjang 26,40 km. Dibangun dalam 2 seksi melalui skema kerja sama badan usaha dengan pemerintah (KPBU).</p>
<p>Seksi 1 untuk ruas Semarang/Kaligawe–Sayung sepanjang 10,39 km merupakan porsi pemerintah dengan alokasi anggaran dari APBN sebesar Rp 10 triliun.</p>
<p>’’Kemudian, untuk seksi 2 ruas Sayung–Demak sepanjang 16,01 km merupakan porsi BUJT dengan nilai investasi Rp 5,934 triliun,’’ ungkapnya.</p>
<p>Menurut Basuki, kehadiran jalan tol yang terhubung dengan area produktif seperti kawasan industri, pariwisata, bandara, dan pelabuhan dapat mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan, saat ini pembangunan tol Semarang–Demak seksi 2 ruas Sayung– Demak telah selesai. Tim evaluasi juga telah melaksanakan evaluasi laik fungsi.</p>
<p>’’Secara administrasi, teknis, dan sistem operasi, jalan tol Semarang–Demak seksi 2 ruas Sayung– Demak dinyatakan laik fungsi sehingga siap dioperasikan untuk umum,’’ ucapnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Proyek Kolam Retensi 250 Hektare untuk Atasi Banjir di Semarang Timur Terkendala Tanah Musnah</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/16/proyek-kolam-retensi-250-hektare-untuk-atasi-banjir-di-semarang-timur-terkendala-tanah-musnah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2023 01:32:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[kolam retensi]]></category>
		<category><![CDATA[KOTA SEMARANG]]></category>
		<category><![CDATA[Mega proyek infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[Tol semarang demak]]></category>
		<category><![CDATA[top]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=412786</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Mega proyek infrastruktur untuk mengentaskan banjir di Kota Semarang bakal dibangun dalam waktu dekat. Mega proyek itu adalah pembangunan Tol Semarang-Demak seksi 1 yang dilengkapi kolam retensi seluas 250 hektare. Kementerian PUPR juga sedang membangun sabuk pantai (sheet pile) di Kawasan Tambak Lorok sepanjang 1 kilometer lebih. Mega proyek ini diperkirakan menelan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Mega proyek infrastruktur untuk mengentaskan banjir di Kota Semarang bakal dibangun dalam waktu dekat.</p>
<p>Mega proyek itu adalah pembangunan Tol Semarang-Demak seksi 1 yang dilengkapi kolam retensi seluas 250 hektare. Kementerian PUPR juga sedang membangun sabuk pantai (<em>sheet pile</em>) di Kawasan Tambak Lorok sepanjang 1 kilometer lebih.</p>
<p>Mega proyek ini diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp 300 miliar guna melindungi kawasan pesisir sekitar Pelabuhan Tanjung Emas dari rob.</p>
<p>Untuk tahapan proyek Tol Semarang &#8211; Demak seksi 1 saat ini sedang dilakukan proses desain ulang lantaran lahan yang digunakan mayoritas tergenang air atau berupa tambak dan pesisir laut. Proyek ini digadang-gadang akan mengentaskan banjir jangka panjang di wilayah Timur Kota Semarang.</p>
<p>&#8220;Untuk jangka panjang, wilayah Timur tentu Sringin dan Tenggang yang jadi rangkaian penyelesaian secara integral. Artinya, jika Tol Semarang-Demak selesai, bisa jadi penyelesaian jangka panjang,&#8221; kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Iswar Aminuddin, belum lama ini.</p>
<p>Iswar menjelaskan, pembangunan Tol Semarang-Demak juga akan dilengkapi dengan kolam retensi seluas 250 hektare. Nantinya, aliran air dari Sringin dan Tenggang akan masuk ke kolam retensi sebelum dibuang ke laut dengan penambahan kapasitas pompa</p>
<p>&#8220;Dari pusat menjelaskan, jika sebelum fisik tol dibangun, akan dilakukan pengerjaan awal berupa kolam retensi. Selain itu, kapasitas pompanya juga akan dinaikkan 2,5 kali lipat menjadi sekitar 30 ribu meter kubik per detik,&#8221; paparnya.</p>
<p>Untuk kendala pembebasan tanah musnah yang ada di Kecamatan Semarang Utara dan Genuk, akan segera diselesaikan sehingga pada 2023 ini proses pembangunan bisa berjalan. &#8220;Target kami tahun ini bisa berprores, sehingga banjir bisa segera dientaskan. Untuk tanah musnah nanti akan diselesikan pusat,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Menurutnya, pembangunan kolam retensi akan dibangun di dekat Tambak Lorok, atau di antara Sungai Sringin dan Tenggang. Kolam retensi ini akan menjadi hilir dari dua sungai tersebut. &#8220;Nanti hilirnya ada di kolam retensi, kemudian akan dipompa keluar,&#8221;jelasnya.</p>
<p>Informasi yang diperoleh <em>RADARSEMARANG.COM</em>, lokasi kolam retensi meliputi wilayah Tambak Lorok, Tanjung Mas, Semarang Utara, serta tiga kelurahan di Kecamatan Genuk, yakni Terboyo Kulon, Terboyo Wetan dan Trimulyo.</p>
<p>Camat Genuk Suroto menyebutkan, di wilayah Kecamatan Genuk yang terdampak kolam retensi maupun <em>sheet pile</em> (tanggul laut) sekitar 170 hektare. Semua yang terdampak dulunya daratan, namun sekarang sudah tergenang air alias tanah musnah.</p>
<p>&#8220;Kalau masih ada warganya akan berbeda ceritanya. Ini sudah berubah tambak ataupun laut,” katanya. Diakuinya, pihaknya tidak menggelar sosialisasi. Namun BPN pernah meminjam aula kecamatan untuk sosialisasi. &#8220;Mereka mempunyai satgas untuk pembebasan tanah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Diakui, banyak warga yang meminta ganti rugi, karena mereka mengantongi sertifikat tanah sekalipun sudah menjadi laut.  &#8220;Karena wujudnya dulunya daratan, ada yang punya letter D, ada yang punya HM. Sekarang warga minta ganti rugi seperti daratan,” jelasnya.</p>
<p>Diakuinya, sosialisasi terakhir belum mengarah ke luas yang terdampak. &#8220;Saat ini, sudah mulai pengukuran, yang sudah ada patoknya sudah diukur, karena sudah diimbau untuk <em>matoki</em>. Tim mulai mengukur dan dicocokkan dengan sertifikat yang mereka punya,&#8221; katanya.</p>
<p>Misalnya, ada sertifikat dengan lahan seluas 6.000 meter persegi, berbeda dengan luas tanahnya 7.000 meter persegi. &#8220;Yang dibayar <em>ya</em> 6.000 meter persegi, yang 1.000 meter persegi disuruh mencari surat lagi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Suroto berharap dengan adanya <em>sheet pile</em> dan kolam retensi, wilayah Kecamatan Genuk terbebas dari banjir. &#8220;Karena semua air akan masuk ke kolam retensi. Nantinya di kolam retensi juga akan dibangun pembangkit listrik,&#8221; katanya.</p>
<p>Lurah Trimulyo Sugito mengungkapkan, saat ini baru proses identifikasi tanah oleh BPN belum selesai. Untuk kolam retensi, kata dia, akan dibangun di laut, tidak masuk RT dan RW. Sehingga tidak ada permukiman warga yang terdampak. &#8220;Semua di wilayah tambak dan laut, baik di Terboyo Wetan, Terboyo Kulon, dan Trimulyo,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dikatakan, kolam retensi akan dibangun di di sebelah utara Kawasan Industri Terboyo atau Makam Growong. &#8220;Kolam retensi dibangun kanan-kiri sebelum tol, kanan kiri  Kali Babon. Nanti di kolam rentensi dilengkapi pompa,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Lurah Tanjung Mas Sony Yudha Putra Pradana menjelaskan, berdasarkan sosialisasi dengan BBWS, di kawasan Tambaklorok memang akan dibangun kolam retensi. &#8220;Yang pasti, pihak BBWS mengatakan tidak akan ada pembebasan lahan di permukiman warga di wilayah kami,&#8221; katanya.</p>
<p>Hal senada diungkapkan Ketua RW 15 Kelurahan Tanjung Mas Slamet Riyanto. Ia mengatakan kolam retensi yang akan dibangun masih berupa lautan. &#8220;Kolam retensi tidak menyentuh permukiman,&#8221; ujarnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tol Semarang-Demak Didesain Ulang</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/04/tol-semarang-demak-didesain-ulang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2023 02:19:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[JALAN TOL]]></category>
		<category><![CDATA[Tol]]></category>
		<category><![CDATA[Tol semarang demak]]></category>
		<category><![CDATA[top]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411460</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang – Proyek Tol Semarang – Demak saat ini masih proses desain ulang. Hal itu diperlukan karena mayoritas lahan yang digunakan berupa air. Butuh re-desain agar pembangunan bisa lebih cepat. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, sebelumnya desain untuk tol Semarang-Demak ini sudah ada, namun ada perubahan. Desain ulang dilakukan setelah ada evaluasi dari percobaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em> –</strong> Proyek Tol Semarang – Demak saat ini masih proses desain ulang. Hal itu diperlukan karena mayoritas lahan yang digunakan berupa air. Butuh <em>re</em>-desain agar pembangunan bisa lebih cepat.</p>
<p>Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, sebelumnya desain untuk tol Semarang-Demak ini sudah ada, namun ada perubahan.</p>
<p>Desain ulang dilakukan setelah ada evaluasi dari percobaan konstruksi oleh pengelola proyek.</p>
<p>Menurutnya, <em>review</em> desain sudah ditemukan, dan bisa disepakati oleh BUJT (Badan Usaha Jalan Tol).  Menurutnya desain ulang tersebut untuk mempercepat metode pelaksanaan pembangunan.</p>
<p>“Ada perubahan desain, tapi targetnya pertengahan Januari ini klir,” katanya saat ditemui di Kota Semarang, Selasa (3/1).</p>
<p>Basuki menambahkan, <em>review</em> desain baru akan diajukan pertengahan bulan ini. “Menurut desainernya, ini akan lebih baik dari general desainnya,” tandas Basuki.</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminuddin menjelaskan, pembangunan Tol Semarang-Demak akan dilengkapi dengan kolam retensi seluas 250 hektare.</p>
<p>Aliran dari Sringin dan Tenggang pun akan masuk ke kolam retensi sebelum dibuang ke laut, dengan penambahan kapasitas pompa.</p>
<p>“Dari Kementerian juga menjelaskan pengerjaan awal yang dilakukan adalah kolam retensi dengan kapasitas pompa yang naik 2,5 kali lipat atau 30 meter kubik per detik,” tambhanya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jalan Tol Demak-Sayung Tetap Buka Gratis hingga Penetapan Tarif</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/03/jalan-tol-demak-sayung-tetap-buka-gratis-hingga-penetapan-tarif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2023 07:49:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[JALAN TOL]]></category>
		<category><![CDATA[tol Demak-Sayung]]></category>
		<category><![CDATA[tol laut]]></category>
		<category><![CDATA[Tol semarang demak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411387</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Demak &#8211; Pasca natal dan tahun baru (nataru), jalan tol Demak-Sayung tetap dibuka secara fungsional hingga ada penetapan tarif. Kendaraan yang lewat tetap gratis. Hal ini disampaikan Humas PT Pembangunan Perumahan (PP) Roby Suwarna, Selasa (3/1/2023). Menurutnya, sampai sekarang, pemerintah belum menetapkan tarif untuk jalan tol Demak-Sayung. &#8220;Jalan tol tetap buka dan free. Karena [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Demak</em></strong> &#8211; Pasca natal dan tahun baru (nataru), jalan tol Demak-Sayung tetap dibuka secara fungsional hingga ada penetapan tarif. Kendaraan yang lewat tetap gratis. Hal ini disampaikan Humas PT Pembangunan Perumahan (PP) Roby Suwarna, Selasa (3/1/2023).</p>
<p>Menurutnya, sampai sekarang, pemerintah belum menetapkan tarif untuk jalan tol Demak-Sayung. &#8220;Jalan tol tetap buka dan free. Karena itu, kita masih menunggu penetapan tarif tersebut. Sampai kapannya kita belum tahu. Yang pasti, tol tetap buka pasca fungsional nataru,&#8221; katanya kepada <em>RADARSEMARANG.COM</em>.</p>
<p>Seperti diketahui, jalan tol Demak-Sayung yang dibuka fungsional sejak 22 Desember 2022 sampai 2 Januari 2023 berdampak positif karena bisa mengurangi potensi kemacetan di jalur Pantura Demak-Sayung dan sebaliknya, utamanya selama nataru.</p>
<p>Jalan tol sepanjang 16 kilometer ini keberadaannya sangat strategis. Selain mempersingkat perjalanan juga berfungsi mengatasi kemacetan. Selama nataru, ribuan kendaraan melalui jalan tol tersebut. Jalan tol ini dibangun sejak akhir 2019.</p>
<p>Yang kemudian dioperasikan secara fungsional untuk membantu mengurai macet Pantura saat pembangunan jembatan Wonokerto. Sempat ditutup sebentar untuk perbaikan atau finishing sebagai hasil evaluasi uji layak fungsi (ULF) pada 15 Desember 2022. Setelah itu, dibuka lagi per 22 Desember 2022 untuk nataru hingga 2 Januari 2023. <strong>(hib/bas)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
