<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tempat Pelelangan Ikan &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/tempat-pelelangan-ikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2023 02:57:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>Tempat Pelelangan Ikan &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Akses TPI Wonokerto Sudah Mulus</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/27/akses-tpi-wonokerto-sudah-mulus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2023 02:57:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Pelelangan Ikan]]></category>
		<category><![CDATA[TPI Wonokerto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=414132</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Kajen &#8211; Jalan menuju ke TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Wonokerto kini mulus. Pemkab Pekalongan telah memperbaiki jalan sepanjang 3,3 kilometer itu dengan sistem beton. Proyek tersebut menelan anggaran Rp 12 miliar. Sebelumnya, jalan tersebut rusak parah selama bertahun-tahun. Akibat sering terendam rob. Aspalnya mengelupas dan berbatu. Padahal itu merupakan akses utama menuju TPI Wonokerto. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Kajen</em></strong> &#8211; Jalan menuju ke TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Wonokerto kini mulus. Pemkab Pekalongan telah memperbaiki jalan sepanjang 3,3 kilometer itu dengan sistem beton. Proyek tersebut menelan anggaran Rp 12 miliar.</p>
<p>Sebelumnya, jalan tersebut rusak parah selama bertahun-tahun. Akibat sering terendam rob. Aspalnya mengelupas dan berbatu. Padahal itu merupakan akses utama menuju TPI Wonokerto.</p>
<p>Pemkab Pekalongan akhirnya menggelontorkan Rp 12 miliar untuk perbaikan. Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyebut, ia tak mau hanya diaspal. Akhirnya dibeton (rigid).</p>
<p>&#8220;Karena kalau aspal, mudah rusak. Saya capek memperbaikinya lagi. Jadi kami beton sekalian biar awet,&#8221; ucapnya saat meresmikan jalan, Rabu (25/1).</p>
<p>Kepala Desa Wonokerto Kulon Rasuli menyampaikan, perbaikan jalan itu tak hanya membuat lamcarnya akses ke TPI Wonokerto. Tapi juga menuju tempat wisata Pantai Wonokerto.</p>
<p>&#8220;Kami lihat, belakangan ini makin banyak pengunjung. Semoga ke depan terus bertambah, sehingga UMKM di sekitar sini juga terangkat,&#8221; harapnya. <strong>(nra/zal)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Produksi Ikan Teri Nasi Terkendala Cuaca Ekstrem</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/19/produksi-ikan-teri-nasi-terkendala-cuaca-ekstrem/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2023 03:32:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[dan TPI Bandengan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Cepiring]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan Kota Kendal]]></category>
		<category><![CDATA[pantura]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Pelelangan Ikan]]></category>
		<category><![CDATA[TPI Gempolsewu Kecamatan Rowosari]]></category>
		<category><![CDATA[TPI Tanggul Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=413200</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Kendal &#8211; Cuaca ekstrem pantai utara jawa (pantura) beberapa pekan ini mengakibatkan nelayan tak melaut. Hal itu berpengaruh pada menurunnya pasokan ikan. Terutama pasokan ikan teri nasi di sejumlah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kendal. Seperti TPI Gempolsewu Kecamatan Rowosari, TPI Tanggul Malang, Kecamatan Cepiring, dan TPI Bandengan, Kelurahan Kota Kendal. Suheri, pengepul ikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Kendal</em></strong> &#8211; Cuaca ekstrem pantai utara jawa (pantura) beberapa pekan ini mengakibatkan nelayan tak melaut. Hal itu berpengaruh pada menurunnya pasokan ikan.</p>
<p>Terutama pasokan ikan teri nasi di sejumlah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kendal. Seperti TPI Gempolsewu Kecamatan Rowosari, TPI Tanggul Malang, Kecamatan Cepiring, dan TPI Bandengan, Kelurahan Kota Kendal.</p>
<p>Suheri, pengepul ikan teri nasi di TPi Bandengan mengatakan, selama musim hujan produksi ikan teri nasi kering rata-rata hanya 1 sampai 2 kuintal per hari. Padahal pada cuaca normal, produksi bisa mencapai 1 ton lebih.</p>
<p>&#8220;Turun drastis, paling satu kuintal, dua kuintal.  Penyebabnya cuaca tidak memungkinkan bagi nelayan dengan perahu kecil untuk melaut,” katanya.</p>
<p>Turunnya produksi menjadikan para pekerja pengolah ikan teri nasi harus libur. “Saat ini hanya ada 5 pekerja. Padahal biasanya perhari lebih dari 20 orang pekerja,” tuturnya.</p>
<p>Meski stok produksi ikan teri nasi menurun, namun harga jual masih stabil. Yakni berkisar 40-45 ribu per kilogram.</p>
<p>Hal senada dikatakan Ngatemo, perajin ikan asin di TPI Tanggul Malang. Ia mengaku tidak dapat berproduksi karena cuaca ekstrim mengakibatkan penurunan produksi ikan dan kegagalan dalam produksi akibat hujan lebat dan banjir. “Dua pekan lebih tidak produksi,&#8221; akunya. <strong>(bud/fth)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
