<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tambakrejo &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/tambakrejo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Jan 2023 09:03:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>tambakrejo &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Banjir Semarang Belum Surut, Warga Karang Kimpul Tambakrejo Dirikan Dapur Umum Mandiri</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/03/banjir-semarang-belum-surut-warga-karang-kimpul-tambakrejo-dirikan-dapur-umum-mandiri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2023 09:03:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BANJIR]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[semarang banjir]]></category>
		<category><![CDATA[tambakrejo]]></category>
		<category><![CDATA[top]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411340</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Warga RT 5 RW 1, Kampung Karang Kimpul, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang masih harus berjibaku dengan banjir yang hingga Selasa (3/1/2023) belum surut. Banjir ini bukanlah yang kali pertama terjadi di Tambakrejo. Sebelumnya, pada Februari 2021 juga pernah terjadi banjir. Namun, banjir kali ini lebih parah. Salah satu warga RT [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Warga RT 5 RW 1, Kampung Karang Kimpul, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang masih harus berjibaku dengan banjir yang hingga Selasa (3/1/2023) belum surut.</p>
<p>Banjir ini bukanlah yang kali pertama terjadi di Tambakrejo. Sebelumnya, pada Februari 2021 juga pernah terjadi banjir. Namun, banjir kali ini lebih parah.</p>
<p>Salah satu warga RT 5 RW 1, Kelurahan Tambakrejo, Robianti, 44, mengatakan, rumahnya terendam banjir setinggi 80-90 cm pada Sabtu (31/12). Saat ini, banjir mulai surut dan ketinggian airnya sekitar 15-20 cm.</p>
<p>&#8220;Kalau 2021, tingginya sepaha. Yang kemarin, sampai setinggi perut, tapi sejak Senin (2/1/2023) mulai surut kira-kira 20 cm,&#8221; katanya.</p>
<p>Meskipun dikepung banjir, para warga memilih untuk tetap bertahan di rumah masing-masing. Mayoritas rumah warga berlantai dua. Itulah yang saat ini dijadikan sebagai tempat mereka beraktivitas.</p>
<p>Robianti tak merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Air yang berasal dari PDAM masih mengalir lancar dan tidak bercampur dengan air banjir. Toilet yang digunakan pun tak bermasalah. Akan tetapi, saat banjir Robianti tak memiliki stok bahan makanan.</p>
<p>&#8220;Masak, tidur, mandi, mencuci dan lain-lain itu di lantai 2. <em>Alhamdulillah</em>, hampir semua rumah warga sini juga ada lantai duanya,&#8221; ucapnya saat ditemui <em>RADARSEMARANG.COM</em>, Selasa (3/1/2023).</p>
<p>Selama banjir, Ia mengeluhkan suhu yang cukup dingin karena air menggenang di mana-mana. Tak hanya itu, ia juga khawatir kakinya terkena kutu air. Mobilitasnya pun ikut terganggu karena banjir.</p>
<p>Robianti memiliki 2 anak. Minggu lalu, seharusnya anak keduanya kembali ke pesantren. Namun karena banjir yang mengakibatkan sulitnya akses kendaraan, ia harus menunda keberangkatannya.</p>
<p>&#8220;Karena banjir, motornya nggak bisa keluar. Jadi, rencananya hari ini baru mau balik ke pondok&#8221; kata Robianti.</p>
<p>Kondisi banjir yang tak kunjung surut, membuat warga setempat berinisiatif mendirikan dapur umum mandiri pada Minggu (1/1) pagi. Dana yang digunakan berasal dari uang kas RT. Tak hanya itu, ada juga warga yang memberikan bantuan berupa uang dan bahan makanan.&#8221;<em>Alhamdulillah</em>, warga sini ada kesadaran dan mau saling membantu, gotong royong,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Satu RT yang terdiri dari 31 kepala keluarga ini bergotong royong untuk mengelola dapur umum. Bapak-bapak bertugas mengangkut bantuan berupa bahan-bahan makanan dari jalan raya ke dapur umum. Sedangkan ibu-ibu bertugas untuk memasak.</p>
<p>Saat ini, beberapa warga mulai membersihkan rumah yang sudah tak lagi terendam banjir. Selebihnya, kerja bakti akan dilakukan pada Minggu depan untuk membersihkan selokan dan jalanan dari sisa banjir.</p>
<p>Mihani, 49, salah satu warga RT 5 RW 1 mengaku rumahnya sempat terendam banjir dengan ketinggian hampir 1 meter pada Sabtu, (31/12).</p>
<p>Beberapa warga turut mengalami kesulitan untuk mendapatkan makanan karena sulitnya akses kendaraan. Saat itu, arus listrik juga sempat padam.&#8221;Sekitar sini ada aliran listrik yang sempat nyetrum. Jadi, dari PLN dimatikan sebentar,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Meskipun sudah memiliki stok bahan makanan, ia merasa terbantu dengan adanya dapur umum mandiri. Ia justru tidak pernah ke posko dapur umum dan posko kesehatan yang didirikan Pemkot Semarang. <strong>(mg6/bas)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir Masih Tinggi, Warga Tambakrejo Semarang Mengungsi di Kantor Kelurahan dan Musala</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/02/banjir-masih-tinggi-warga-tambakrejo-semarang-mengungsi-di-kantor-kelurahan-dan-musala/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2023 08:56:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BANJIR]]></category>
		<category><![CDATA[banjir kaligawe]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[tambakrejo]]></category>
		<category><![CDATA[top]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411258</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Banjir yang merendam beberapa wilayah di Semarang mengakibatkan 2.000 rumah di Tambakrejo terdampak. Bahkan 10 keluarga mengungsi di Musala dan tujuh keluarga mengungsi di Kantor Kelurahan Tambakrejo. Di Kantor Kelurahan Tambakrejo lantai dua, terlihat tujuh keluarga. Satu orang masih terlelap tidur. Ada dua akan yang asyik bermain di sekitar dan satu ibu-ibu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Banjir yang merendam beberapa wilayah di Semarang mengakibatkan 2.000 rumah di Tambakrejo terdampak. Bahkan 10 keluarga mengungsi di Musala dan tujuh keluarga mengungsi di Kantor Kelurahan Tambakrejo.</p>
<p>Di Kantor Kelurahan Tambakrejo lantai dua, terlihat tujuh keluarga. Satu orang masih terlelap tidur. Ada dua akan yang asyik bermain di sekitar dan satu ibu-ibu masih membaringkan tubuhnya. Mereka menggunakan kasur yang dibawa dari rumahnya yang tergenang.</p>
<p>Salah satu warga RT 5 RW 3, Nanik, 35, menjelaskan di Jalan Purwosari V, kedalaman air mencapai perutnya atau sekitar satu meter. Sedangkan di rumahnya mencapai sepahanya. Diceritakan, Sabtu malam (31/12) ketika ada hujan lebat, air mulai meninggi di jalanan.</p>
<p>&#8220;Tiba-tiba banjirnya, lalu saya ngecek grup RW kok bisa mengungsi di kantor kelurahan, yaudah saya ngungsi dengan membawa pakaian secukupnya. Barang-barang saya amankan di tempat yang lebih tinggi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Warga lain, Imam, mengaku mengungsi di kantor kelurahan dapat info dari ketua RT. &#8220;Di sini yang mengungsi keluarga besar, ada 14 orang,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, di Musala Nurul Qomar yang memiliki luas 125 meter persegi, Kampung Karang Kimpul RT 3 RW 1 Tambakrejo, ada 10 KK yang mengungsi di lantai 2 musala.<br />
Salah satu warga RT 3 RW 1, Ahmad Muzammil, 60, menjelaskan saat ini banyak warga masih membersihkan rumah karena sudah mulai surut. &#8220;Di sini ada 20 orang yang mengungsi, tidurnya ada yang di atas, ada yang di bawah,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Istri Muzzamil, Supriatun, 57, mengungkapkan rumahnya yang berukuran 4 x 14 meter itu ditempati sejak 30 tahun yang lalu yang saat ini dihuni suaminya saja. &#8220;Biasanya surutnya di rumah seminggu,&#8221; jelas ibu tiga anak ini.</p>
<p>Diakuinya, tiga tahun yang lalu atau saat pandemi pernah terjadi banjir serupa bahkan tiga kali. Bahkan, dirinya harus meninggikan rumahnya setahun sekali. &#8220;Banjir, surut, banjir lagi. Balapan dengan jalannya, kalau jalannya ditinggikan, rumahnya harus ditinggikan,&#8221; katanya.</p>
<p>Berbeda dengan Jamin, 60 yang memilih tinggal di rumah kontrakannya yang berukuran 15 meter persegi. Terlihat pintu rumahnya hanya berukuran satu meter saja.&#8221;Kemarin sepaha, saat ini selutut,&#8221; katanya saat ditemui Senin (2/1).</p>
<p>Dirinya sudah tinggal di rumah tersebut sudah puluhan tahun bersama tujuh orang yang terdiri dari suaminya, kakaknya, adik, dan cucunya, &#8220;Tidurnya di atas, ini kan dijebol untuk tingkat untuk tidur, saya dan suami di pojok,&#8221; katanya. <strong>(fgr/bas)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
