<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TAHUN BARU &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/tahun-baru/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Jan 2023 04:19:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>TAHUN BARU &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wisatawan Booking Jauh-Jauh Hari, Hotel di Semarang Penuh Semua saat Malam Tahun Baru</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/01/wisatawan-booking-jauh-jauh-hari-hotel-di-semarang-penuh-semua-saat-malam-tahun-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2023 04:19:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[hotel semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Malam Tahun Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Okupansi]]></category>
		<category><![CDATA[pergantian tahun]]></category>
		<category><![CDATA[TAHUN BARU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411109</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM &#8211; Seiring meredanya pandemi Covid-19, pemerintah pun menghapus kebijakan pembatasan masyarakat. Ini cukup berdampak positif pada sektor wisata di Kota Semarang. Terutama okupansi hotel semakin berangsur normal, bahkan meningkat saat malam pergantian tahun Sabtu (31/12). Beberapa hotel berbintang di Ibu Kota Jateng sudah full okupansi. Wisatawan sudah memesan kamar jauh-jauh hari sebelum berkunjung ke [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM</strong> &#8211; Seiring meredanya pandemi Covid-19, pemerintah pun menghapus kebijakan pembatasan masyarakat. Ini cukup berdampak positif pada sektor wisata di Kota Semarang. Terutama okupansi hotel semakin berangsur normal, bahkan meningkat saat malam pergantian tahun Sabtu (31/12).</p>
<p>Beberapa hotel berbintang di Ibu Kota Jateng sudah full okupansi. Wisatawan sudah memesan kamar jauh-jauh hari sebelum berkunjung ke Semarang. Salah satunya di Hotel Santika Premiere Semarang, okupansinya hampir penuh. “Pemesanan kamar jauh-jauh hari sebelum malam pergantian tahun. Bisa dibilang saat ini hotel kami okupansinya hampir penuh,&#8221; kata Marcom Santika Premiere Semarang Anna Maria.</p>
<p>Dibandingkan awal pandemi Covid-19 dan tahun 2021 lalu, okupansi kali ini lebih tinggi. Penghapusan kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat menjadi momentum bagi masyarakat untuk menikmati berbagai objek wisata di Kota Semarang. &#8220;Animonya sangat besar, lebih tinggi dari tahun lalu. Mayoritas tamu yang datang pun dari luar kota yang sengaja ingin berlibur ke Semarang,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Khusus malam pergantian tahun ini, kata Anna, pihak hotel menggelar program <em>gala dinner</em> dan <em>live music</em> untuk menghibur tamu yang datang. Dengan program menarik ini, akan menjadi magnet bagi tamu hotel. Apalagi promo tersebut hanya dijual sangat kompetitif. &#8220;Kami juga ada <em>games</em> dan lainnya serta hadiah <em>door prize</em> bagi tamu yang beruntung,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Okupansi yang tinggi juga terjadi di Hotel Room Inc. Hotel bintang tiga ini ramai dipesan wisatawan yang berlibur ke Semarang saat malam pergantian tahun. Apalagi paket promo yang dijual cukup murah.</p>
<p>Memang tidak ada pesta kembang api, tapi diganti dengan acara hiburan dan <em>games</em>. Ternyata animo wisatawan masih tetao tinggi untuk menikmati pergantian tahun di Ibu Kota Jateng. &#8220;Okupansi hotel sangat tinggi, hanya tersisa beberapa kamar saja dengan tipe <em>deluxe</em>,&#8221; kata Assisten Marcom Room Inc Sherly Tamoly.</p>
<p>Demikian halnya dengan Hotel Ciputra Semarang. Hotel di Kawasan Simpang Lima ini menjadi jujukan wisatawan untuk menginap. Apalagi pihak hotel memiliki program acara yang cukup meriah yakni pesta kembang api.</p>
<p>&#8220;Okupansi mencapai 95 persen. Kami optimistis full saat malam Sabtu (31/12). Program buat gala dinner pun sudah <em>full booking</em>. Puncaknya pesta kembang api saat malam pergantian tahun,&#8221; kata Shela Tiara, marcom Hotel Ciputra Semarang.</p>
<p>Shela menerangkan, jika dibandingkan tahun lalu, tahun ini okupansi hotel lebih meningkat. Bahkan okupansi mengalami kenaikan sejak awal Desember lalu, di angka 90 persen per hari. &#8220;Awal bulan dominasinya masih perjalanan dinas atau plat merah. Pertengahan bulan lebih keluarga yang ingin berlibur ke Semarang,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jateng Bambang Mintosih menjelaskan, jika okupansi hotel di tahun ini jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu, di angka 80 persen. &#8220;Perbedaannya angat jauh, okupansi hotel di Kota Semarang saat Nataru tahun ini hampir mencapai 100 persen,&#8221; katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon.</p>
<p>Benk -begitu akrab disapa- menerangkan, sebelumnya capaian okupansi kamar hotel terjadi jelang perayaan Natal. Namun okupansi kembali naik jelang libur tahun baru. &#8220;Rabu (28/12) meninggi lagi, apalagi <em>booking</em> hotel sudah banyak dilakukan untuk merayakan pergantian tahun di Kota Semarang,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Kata Benk, meski permintaan kamar hotel tinggi, PHRI Jateng sepakat hotel boleh menaikkan harga kamar tapi tidak lebih dari 20 persen dibandingkan hari biasa. &#8220;Boleh naik, tapi nggak lebih 20 persen,&#8221; tegasnya. <strong>(den/ida)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tahun Baru, Semarang Dikepung Banjir</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/01/tahun-baru-semarang-dikepung-banjir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2023 04:04:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[banjir semarag]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Lama]]></category>
		<category><![CDATA[Kota lama banjir]]></category>
		<category><![CDATA[semarang banjir]]></category>
		<category><![CDATA[TAHUN BARU]]></category>
		<category><![CDATA[top]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411097</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang – Penghujung tahun 2022 menjadi hari kelabu bagi warga Kota Semarang. Saat warga akan merayakan tahun baru 2023, banjir besar melanda Ibu Kota Jateng ini. Hujan deras yang mengguyur sejak pukul 00.00 sampai pukul 08.00 pagi, Sabtu (31/12), menyebabkan hampir semua kecamatan di Kota Semarang dilanda banjir dan genangan air. Banjir terparah terjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> – Penghujung tahun 2022 menjadi hari kelabu bagi warga Kota Semarang. Saat warga akan merayakan tahun baru 2023, banjir besar melanda Ibu Kota Jateng ini. Hujan deras yang mengguyur sejak pukul 00.00 sampai pukul 08.00 pagi, Sabtu (31/12), menyebabkan hampir semua kecamatan di Kota Semarang dilanda banjir dan genangan air. Banjir terparah terjadi wilayah Kecamatan Tugu, Semarang Barat, Semarang Utara, Gayamsari, Ngaliyan, dan Genuk.</p>
<p>Di Kecamatan Tugu, banjir merendam sejumlah permukiman warga di Mangkang Wetan, Mangkang Kulon dan Mangunharjo. Sedangkan di Kecamatan Ngaliyan, wilayah Kelurahan  Wonosari yang paling parah.</p>
<p>Pantauan <em>RADARSEMARANG.COM</em>, banjir mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 07.30 pagi. Kondisi ini diperparah dengan hujan yang tak kunjung reda, sehingga dampak banjir semakin meluas bahkan sempat membuat Jalan Pantura Semarang-Kendal lumpuh.</p>
<p>Data yang dihimpun, untuk Mangkang Wetan banjir melanda RW 1, 2, 3, 5 ,6, dan 7. Banjir hampir merata juga terjadi di Kelurahan Mangkang Kulon dan Mangunharjo karena limpasan air Sungai Plumbon yang belum dinormalisasi oleh pemerintah pusat.</p>
<p>Di Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, banjir terjadi di Perumahan Mangkang Indah, yakni RW 1 dan 2. Lalu di RW 4 Pasar Mangkang, dan terparah adalah di RW 7 atau Jalan Kuda yang merupakan wilayah cekungan. Bahkan banjir di kawasan ini setinggi dada orang dewasa. &#8220;Banjir mulai masuk ke RW 1 sekitar pukul 07.30, ada beberapa rumah yang tergenang dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter,&#8221; kata Nomo Prasetyo, Ketua RT 2 RW 1 Kelurahan Mangkang Wetan.</p>
<p>Banjir juga merendam Jalan Pantura Semarang – Kendal. Kondisi ini membuat puluhan kendaraan yang nekat melintas <em>ngadat</em> karena terendam air. Ketinggian air di Jalan Pantura mencapai paha orang dewasa.</p>
<p>Ketua RW 7 Kelurahan Wonosari Mashudi menjelaskan, banjir di wilayahnya mencapai setinggi dada orang dewasa atau sekitar satu meter. Selain karena curah hujan tinggi, kata dia, drainase dari perkampungan ke Sungai Beringin belum maksimal lantaran masih dalam tahap normalisasi dan pembangunan. &#8220;Ini drainase masih proses pembangunan dan belum maksimal, pipa sedot dan pompa air belum bisa diungsikan,&#8221; jelas pria yang akrab disapa Prentul ini.</p>
<p>Data sementara, jumlah rumah warga yang terdampak di wilayah ini sekitar 60 sampai 80 kepala keluarga (KK). Namun pihaknya masih belum bisa mendata secara pasti lantaran belum melakukan tinjauan ke semua wilayahnya. &#8220;Sekitar 60 sampai 80 KK, tapi ini masih data sementara. Semoga hujan cepat reda,&#8221; harapnya.</p>
<p>Banjir kemarin juga merendam kawasan Kota Lama dan Stasiun Tawang. Di Kota Lama ketinggian banjir sepaha orang dewasa. Kafe ataupun rumah makan di kawasan tersebut pun terpaksa tutup karena terendam banjir.</p>
<p>Kondisi Stasiun Semarang Tawang terjadi genangan air cukup tinggi yang mengakibatkan pelayanan <em>boarding</em> penumpang dipindahkan di area pintu keluar stasiun. Genangan air juga terlihat di Stasiun Poncol yang membuat masyarakat kesulitan masuk ke area dua stasiun besar di Ibu Kota Jateng ini.</p>
<p>Di wilayah Semarang bagian Timur, Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) meluber. Akibatnya, sejumlah permukiman warga terendam. Seperti di dekat perbatasan rel Cilosari, Kemijen dan Purwosari, Tambakrejo, banjir meluber ke jalan raya. Bahkan, di salah satu pintu air di Purwosari, tidak kuat menahan derasnya air. Ketinggian air di Kelurahan Tambakrejo mencapai 50 sentimeter hingga 1 meter.</p>
<p>Di bawah tol Kaligawe ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Lalu lintas relatif sepi karena banyak pengendara tidak berani melintas. Apalagi di Jalan Kaligawe Raya arah Genuk, termasuk di depan RSI Sultan Agung ketinggian air mencapai satu meter.</p>
<p>Banjir dan genangan air juga melanda wilayah Kelurahan Siwalan,  Kecamatan Gayamsari. Menurut Lurah Siwalan  Niken Nugrahaeni, air masuk ke permukiman warga sekitar pukul 07.30. Ketinggian air antara 15- 30 sentimeter.</p>
<p>Menurut Niken, sebanyak 1.000 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Pihaknya membuka dapur umum sementara di RW 3. &#8220;Di RW 3 sudah dibuka dapur umum untuk warga terdampak banjir,&#8221; katanya.</p>
<p>Camat Gayamsari M Agus Junaidi menjelaskan setidaknya ada tiga kelurahan wilayahnya yang dilanda banjir. Yakni, Kelurahan Tambakrejo, Sawah Besar, dan Gayamsari (Jalan Gajah Raya.</p>
<p>Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo turun ke lapangan mengecek banjir di Semarang, Sabtu (31/12) siang jelang sore. Pada pagi harinya, Ganjar juga sudah melakukan pengecekan di beberapa titik. Namun guna memastikan kondisi terkini, Ganjar pun kembali melakukan peninjauan ke lapangan. Pada kesempatan itu, Ganjar mengecek Pos Lantas Simpang Lima, Stasiun Poncol dan Tawang hingga Pasar Johar.</p>
<p>Di Pasar Johar, saat Ganjar datang, banjir sudah surut. Para pedagang yang ada di sana mengatakan, pompa berjalan dengan baik. sehingga banjir di kawasan Pasar Johar pun tidak berlangsung lama.</p>
<p>“Besok masih akan seperti ini, malah diperkirakan lebih lama lagi. Masyarakat berhati-hati. Nanti malam tahun baru melihat cuacanya, tidak bagus, hujan deras tidak usah keluar,” tegas Ganjar.</p>
<p>Setelah berkeliling di tengah kota, Ganjar kemudian menuju ke Rumah Pompa Kali Sringin di Trimulyo. Jalan menuju ke rumah pompa Sringin di sepanjang jalan arah Semarang-Demak, tepatnya di depan RSI Sultan Agung. Banjir menggenang dan menyebabkan kemacetan.</p>
<p>Di lokasi ini, Ganjar mendapati dua unit pompa tidak berfungsi. Laporan petugas, dua pompa tersebut rusak akibat kebocoran oli hidrolis. Perbaikan direncanakan pagi kemarin, namun teknisinya belum datang. Ganjar pun meminta petugas untuk menghubunginya. “Iya pompanya nggak jalan yang satu rusaknya sudah agak lama, yang satunya baru kemarin. Maka kalau kondisinya darurat seperti ini saya minta diperbaiki cepet,” tegas Ganjar seusai tinjauan.</p>
<p>Ganjar mengatakan, BMKG telah memprediksi cuaca esktrem seperti ini akan berlangsung hingga 3 Januari 2023. Tim teknis, lanjut Ganjar, harus selalu siap dan siaga. “Kalau kita tidak cepat memperbaiki itu cukup bahaya. Tadi malam juga kami minta seluruh pompa-pompa portable itu diaktifkan, karena ini kejadiannya merata,” ujarnya.</p>
<p>Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Badan Meteorologi, Klimatolog dan Geofisika untuk membantu rekayasa cuaca. “Kita coba minta agar dilakukan rekayasa cuaca, diintervensi, kemarin kita sudah sampaikan kondisi kedaruratan ini,” ujar Ganjar seusai meninjau Stasiun Tawang.</p>
<p>Tidak hanya banjir, akibat hujan yang mengguyur Kota Semarang selama tujuh jam lebih, menyebabkan longsor. Di Jalan Pawiyatan Luhur, Kelurahan Bendan Duwur, Kecamatan Gajahmungkur terjadi longsor. Pohon bambu tumbang hingga menutup jalan.  Evakuasi memakan waktu cukup lama karena pohon bambu cukup rimbun dan panjang. Dimulai pukul 09.00, selesai pukul 12.15.</p>
<p>Selain aparat kepolisian, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang juga turun tangan. Dengan mobil <em>crane</em> dan gergaji mesin, evakuasi pohon menjadi lebih cepat. Setelah selesai, pohon dan daun bambu diangkut mobil bak sampah yang sudah berjaga. Evakuasi selesai, lalu lintas pun kembali normal.</p>
<p>Lurah Bendan Duwur Wahyu Mahardi mengatakan, dalam insiden ini tidak ada korban jiwa. Hanya saja menganggu lalu lintas. &#8220;<em>Alhamdulillah</em> kami bersama-sama <em>stakeholder</em> sudah bergerak bersama dilakukan pembersihan dan evakuasi longsor, agar lalu lintas kembali normal,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Camat Gajahmungkur Ade Bhakti juga tampak memantau bencana ini. Ia mengungkapkan, di wilayahnya terdapat belasan titik bencana longsor dan pohon tumbang. Ia merinci di Kelurahan Gajahmungkur ada 7 titik, Kelurahan Bendan Duwur ada 2 titik, Kelurahan Bendungan ada 3 titik, dan Kelurahan Lempongsari ada 2 titik kejadian. &#8220;Ada 14 titik kejadian, macam-macam longsor dan pohon tumbang. Yang parah itu di Kelurahan Gajahmungkur longsor mengenai rumah. Itu sudah kami evakuasi,&#8221; bebernya. <strong>(den/fgr/ifa/aro)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
