<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SMA Negeri 1 Temanggung &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/sma-negeri-1-temanggung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jan 2023 14:23:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>SMA Negeri 1 Temanggung &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tingkatkan Kedisiplinan Siswa melalui Konseling dengan Teknik Reinforcement</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/05/tingkatkan-kedisiplinan-siswa-melalui-konseling-dengan-teknik-reinforcement/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2023 14:23:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Durotun Nafisah]]></category>
		<category><![CDATA[Guru BK]]></category>
		<category><![CDATA[Kedisiplinan Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Konseling]]></category>
		<category><![CDATA[SMA Negeri 1 Temanggung]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik Reinforcement]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411624</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Dalam penerimaan siswa baru pada tahun 2022 masih menggunakan sistem penerimaan jalur zonasi. Siswa yang diterima di sekolah berdasarkan jarak tempuh yang terdekat dari rumah ke sekolah. Sehingga dengan sistem penerimaan jalur zonasi tersebut sekolah tidak dapat menyaring siswa yang mempunyai potensi maupun nilai akademik yang tinggi. Dari 60 persen siswa yang diterima melalui [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, Dalam penerimaan siswa baru pada tahun 2022 masih menggunakan sistem penerimaan jalur zonasi. Siswa yang diterima di sekolah berdasarkan jarak tempuh yang terdekat dari rumah ke sekolah. Sehingga dengan sistem penerimaan jalur zonasi tersebut sekolah tidak dapat menyaring siswa yang mempunyai potensi maupun nilai akademik yang tinggi. </p>
<p>Dari 60 persen siswa yang diterima melalui sistem zonasi mempunyai karakteristik yang heterogen. Karakteristik siswa yang heterogen  tersebut di antaranya berbeda dalam kepribadian, kecerdasan, akhlak, keterampilan. </p>
<p>Karakteristik yang heterogen tersebut  berdampak pada ketidakdisiplinan siswa, baik tidak disiplin dalam mengikuti proses belajar maupun mematuhi peraturan sekolah. </p>
<p>Hal semacam tersebut terjadi pada kelas  X  SMAN 1 Temanggung  yang penerimaan siswa barunya menggunakan sistem zonasi.</p>
<p>Ketidakdisiplinan siswa dalam mematuhi peraturan sekolah tersebut sangat mengganggu proses pembelajaran di sekolah, sehingga kedisiplinan perlu ditegakkan agar selalu menjadi sekolah yang nyaman  dan tertib. </p>
<p>Menurut R.I Sarumpaet (1990: 101) disiplin ialah suatu aturan dan tata tertib yang digunakan dalam menjalankan sebuah sekolah atau rumah tangga. Setiap sekolah maupun rumah tangga harus mempunyai kedisiplinan. </p>
<p>Menurut Moeliono (1993 : 208) disiplin artinya ketaatan (atau kepatuhan kepada peraturan dan tata tertib, atau norma, dll). Dari pengertian tersebut kedisiplinan dapat dilihat dari ketaatan (kepatuhan) siswa tehadap aturan yang berkaitan dengan proses pembelajaran di sekolah yang meliputi jam masuk sekolah, kepatuhan siswa berpakaian, kepatuhan dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah.</p>
<p>Sikap kedisiplinan pada siswa kelas X tersebut di atas sekarang sudah mulai menurun. Hal tersebut dilihat dari pengamatan banyak siswa kelas X  yang  tidak disiplin dengan melanggar tata tertib sekolah. Di antaranya datang ke sekolah terlambat,  membuat surat izin palsu. Membolos dan tidak bersemangat pada mata pelajaran tertentu. </p>
<p>Ketidakdisiplinan tersebut dapat mengganggu proses pembelajaran dan menyebabkan hasil yang dicapai tidak maksimal. Oleh karena itu perlu ada upaya yang efektif  bagi guru BK untuk mengatasi permasalahan kedisiplinan siswa yaitu  melalui konseling dengan teknik reinforcement (penguatan) untuk menerapkan disiplin terhadap siswa agar terciptanya lingkungan belajar yang kondisif. </p>
<p>Menurut Moh Uzer Usman (2010: 80) penguatan (reinforcment) adalah segala bentuk respons bersifat verbal maupun nonverbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa yang bertujuan untuk memberikan informasi ataupun umpan balik (feedback) bagi siswa atas perbuatannya sebagai suatu tindakan dorongan ataupun koreksi. </p>
<p>Penguatan dapat dilakukan secara verbal dan nonverbal, dengan prinsip kehangatan dan keantusiasan, kebermaknaan dan menghindari penggunaan respons negatif. </p>
<p>Konseling dengan  teknik reinforcement siswa yang tidak disiplin diberikan bimbingan untuk bertingkah laku yang sesuai dengan aturan yang ditegakkan di sekolah. Setelah siswa berubah perilakunya diberikan penguatan dalam bentuk penghargaan atau pujian terhadap perubahan perilaku yang baik tersebut. </p>
<p>Teknik ini memberikan penguatan yang arahnya memberikan dorongan, tanggapan atau hadiah bagi siswa yang telah berubah perilaknya menjadi disiplin dan merasa dihormati serta diperhatikan. </p>
<p>Contoh guru memberikan kepercayaan  dan tanggung kepada siswa untuk mengajak teman-temannya satu kelas untuk menegakkan kedisiplinan terhadap peraturan sekolah maupun dalam mengikuti proses pembelajaran. Berdasarkan contoh tersebut, konseling dengan teknik reinforcement yang dilakukan guru BK dapat meningkatkan kedisiplinan siswa dalam mematuhi peraturan sekolah dan  mengikuti proses belajar mengajar. </p>
<p>Konseling dengan teknik reinforcement dapat membuat siswa menjadi bangga terhadap perubahan perilaku siswa ke arah kedisiplinan sehingga siswa akan selalu mempertahankan perilaku yang baik dan siswa mampu menciptakan suasana lingkungan sekolah yang nyaman. </p>
<p>Siswa bahkan mampu memahami dan menyadari bahwa kedisiplin itu penting untuk keberhasilan yang dalam mencapai masa depan yang lebih baik.  (ut/lis)</p>
<p>Guru BK SMA Negeri 1 Temanggung</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>CTL  Berbantuan Moodle Tingkatkan Minat Belajar Notasi Algoritma</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/04/ctl-berbantuan-moodle-tingkatkan-minat-belajar-notasi-algoritma/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2023 13:09:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Contextual Teaching And Learning]]></category>
		<category><![CDATA[CTL]]></category>
		<category><![CDATA[Guru SMA]]></category>
		<category><![CDATA[MINAT BELAJAR]]></category>
		<category><![CDATA[Minat Belajar Notasi Algoritma]]></category>
		<category><![CDATA[Notasi Algoritma]]></category>
		<category><![CDATA[SMA Negeri 1 Temanggung]]></category>
		<category><![CDATA[Yusanti Woroastuti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411514</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Informatika merupakan mata pelajaran yang mengenalkan ilmu komputer dan seni pemrograman untuk siswa SMA dengan keberagaman latar belakang dan pengalaman teknologi. Notasi algoritma merupakan materi SMA kelas X yang dirasa masih sulit bagi sebagian siswa. Notasi algoritma merupakan notasi yang digunakan untuk menuliskan langkah-langkah dalam pembuatan suatu program menggunakan bahasa pemrograman. Notasi algoritma mempelajari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, Informatika merupakan mata pelajaran yang mengenalkan ilmu komputer dan seni pemrograman untuk siswa SMA dengan keberagaman latar belakang dan pengalaman teknologi. </p>
<p>Notasi algoritma merupakan materi SMA kelas X yang dirasa masih sulit bagi sebagian siswa. </p>
<p>Notasi algoritma merupakan notasi yang digunakan untuk menuliskan langkah-langkah dalam pembuatan suatu program menggunakan bahasa pemrograman. </p>
<p>Notasi algoritma mempelajari bentuk-bentuk dasar algoritma dan penulisan notasi algoritma harus dituliskan sesuai kaidah sehingga mudah dimengerti dan diterjemahkan.</p>
<p>Berdasarkan pengalaman penulis dalam mengajar materi Notasi Algoritma kelas X di SMA Negeri 1 Temanggung, pada saat menggunakan metode ceramah terlihat bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa tidak sesuai yang diharapkan yaitu rata-rata kelas masih berada di bawah KKM. </p>
<p>Siswa cenderung pasif dalam menjawab pertanyaan guru. Rendahnya hasil belajar siswa ditengarai karena penggunaan model dan media yang belum optimal yang dilakukan penulis dalam menuntaskan materi tersebut. </p>
<p>Penggunaan model yang konvensional berupa ceramah dan media yang kurang variatif dianggap menjadi bagian dari permasalahan di atas. Minat belajar sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. </p>
<p>Menurut  Slameto  (2013)  minat  memiliki  pengaruh  besar  terhadap  belajar  baik proses maupun hasilnya, yaitu bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai  dengan  minat  siswa,  siswa  tidak  akan  belajar  dengan  sebaik-baiknya,  karena tidak ada daya tarik baginya. Minat mempunyai peran penting terhadap kegiatan belajar siswa sebab dengan minat akan melakukan sesuatu yang diminatinya.</p>
<p>Siswa yang berminat terhadap pembelajaran informatika akan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh dan senang mengikuti pelajaran. Selain itu, dapat menyelesaikan setiap tugas dan  kesulitan-kesulitan dalam belajar. </p>
<p>Salah satu solusi yang dianggap tepat adalah dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Model pembelajaran CTL membantu guru dalam mengaitkan antara materi yang dipelajarinya dengan situasi kehidupan nyata siswa dan mendorong siswa mengaitkan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. </p>
<p>Pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat mengembangkan dan meningkatkan kreativitas anak dalam memecahkan suatu masalah yang ada di lingkungannya. Karena dengan berpikir kreatif melibatkan rasa ingin tahu dan bertanya murid sehingga permasalahan ini terpecahkan dengan mengembangkan antar-permasalahan dengan konteks kehidupan nyata yang dihadapinya (Elaine, 2006).</p>
<p>Tahapan dalam penggunaan model pembelajaran CTL yang dilakukan adalah penulis menjelaskan kompetensi yang harus dicapai siswa dan pentingnya materi ajar Notasi Algoritma dalam kehidupan. Kemudian siswa dibagi menjadi kelompok yang beranggotakan 4 orang setiap kelompok. </p>
<p>Tiap kelompok ditugaskan melakukan observasi mengenai notasi algoritma yang telah ditentukan penulis yang berkaitan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui instrumen observasi atau angket siswa diminta mencatat berbagai hal yang ditemukan. Siswa mendiskusikan hasil temuan mereka sesuai kelompok masing-masing. Kemudian dilanjutkan presentasi. Setelah selesai, siswa menyimpulkan hasil observasi dan diskusi.</p>
<p>Berdasarkan hasil pengamatan ketika diskusi siswa sangat antusias mengemukakan ide dan pendapatnya. Siswa yang merasa kurang, menjadi terbantu oleh siswa yang lebih menguasai dan moodle sebagai sarana pendukung . Pembelajaran pun terasa menyenangkan. </p>
<p>Tidak terkesan bosan. Ketika presentasi terlihat kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah.</p>
<p>Pembelajaran dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning berbantuan moodle mampu menggerakkan siswa dalam pembelajaran yang awalnya pasif kemudian menjadi aktif dan terlibat langsung dalam pembelajaran. </p>
<p>Selain itu, hasil penilaian harian siswa juga meningkat. Hal ini menunjukkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning berbantuan moodle dapat meningkatkan minat siswa dalam belajar. (mj/lis)</p>
<p>Guru SMA Negeri 1 Temanggung</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Hasil Belajar Ekonomi melalui Model CTL Berbantuan MPI Moodle</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/03/tingkatkan-hasil-belajar-ekonomi-melalui-model-ctl-berbantuan-mpi-moodle/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2023 13:34:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[contextual teaching learning]]></category>
		<category><![CDATA[Dwi Retnani]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Hasil Belajar Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Media Pembelajaran Interaktif]]></category>
		<category><![CDATA[Model CTL]]></category>
		<category><![CDATA[MPI Moodle]]></category>
		<category><![CDATA[SMA Negeri 1 Temanggung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411397</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Pembelajaran merupakan proses interaksi antara siswa dengan guru serta sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran yang dilaksanakan dengan menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan materi serta media yang mendukung akan mempengaruhi pada keberhasilan kegiatan pembelajaran. Model Contextual Teaching Learning (CTL) dalam pembelajaran ekonomi berbantuan media pembelajaran interaktif (MPI) moodle di SMA N 1 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, Pembelajaran merupakan proses interaksi antara siswa dengan guru serta sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. </p>
<p>Pembelajaran yang dilaksanakan dengan menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan materi serta media yang mendukung akan mempengaruhi pada keberhasilan kegiatan pembelajaran. </p>
<p>Model Contextual Teaching Learning (CTL) dalam pembelajaran ekonomi berbantuan media pembelajaran interaktif (MPI) moodle di SMA N 1 Temanggung diperlukan karena beberapa materi ekonomi membutuhkan keterlibatan siswa untuk menemukan materi yang dipelajari. </p>
<p>Dan menghubungkannya dengan kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. </p>
<p>Sejak pandemi Covid -19, proses pembelajaran di SMA N 1 Temanggung dibantu dengan e-learning moodle. Proses penyelenggaraan e-learning membutuhkan sebuah LMS yang berfungsi untuk mengatur tata laksana penyelenggaraan pembelajaran, di dalam model e-learning (Priowijanto, 2010). </p>
<p>Salah satu learning management system (LMS) yang biasa digunakan untuk mengembangkan e-learning adalah Moodle. Moodle merupakan perangkat lunak open source yang mendukung implementasi e-learning dengan paradigma terpadu dimana berbagai fitur penunjang pembelajaran dengan mudah dapat diakomodasi dalam suatu portal e-learning (Surjono, 2011). </p>
<p>MPI moodle digunakan sebagai media dalam pembelajaran ekonomi di SMA N 1 Temanggung karena ketersediaan plugin dan fitur moodle lengkap dan memadai untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ) maupun pembelajaran tatap muka 100%. </p>
<p>MPI moodle dapat diakses dengan mudah oleh guru maupun siswa untuk saling berinteraksi dalam suatu kelas secara online. </p>
<p>Guru lebih mudah memantau dan mengkoordinir siswa karena terjadwal di kelas ini. Beragam cara untuk pemberian materi pembelajaran maupun evaluasi pembelajaran. </p>
<p>Pemanfaatan MPI moodle juga memudahkan siswa untuk mengakses materi yang diberikan guru dan memudahkan siswa dalam mengikuti evaluasi pembelajaran ekonomi.</p>
<p>Penggunaan MPI moodle dengan model pembelajaran CTL dapat membuat siswa lebih aktif dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru, sehingga hasil belajar juga meningkat. </p>
<p>Menurut Djamarah dan Zein (2010) Contextual Teaching Learning (CTL) adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar yang bertujuan untuk merangsang anak agar aktif belajar, baik secara individual ataupun secara kelompok. </p>
<p>Menurut Hamdayama (2014), metode pemberian tugas belajar atau Contextual Teaching Learning (CTL) memiliki beberapa tujuan, antara lain memperdalam pengertian siswa terhadap pelajaran yang telah diterima. Melatih siswa ke arah belajar mandiri, siswa dapat membagi waktu terluang untuk menyelesaikan tugas. </p>
<p>Melatih siswa untuk menemukan sendiri cara-cara yang tepat untuk menyelesaikan tugas. Memperkaya pengalaman-pengalaman di sekolah melalui kegiatan-kegiatan di luar kelas.</p>
<p>Model CTL dalam pembelajaran ekonomi berbantuan MPI moodle di SMA N 1 Temanggung diperlukan karena dalam proses pembelajaran dan pemberian evaluasi melalui MPI moodle memudahkan siswa dalam memahami materi dan pemberian evaluasi pembelajaran, siswa juga tidak enggan dalam mengumpulkan tugas, perpanjangan waktu dalam pengumpulan tugas lewat moodle juga dapat dilakukan ketika terjadi kendala dalam pengumpulan tugas, sehingga dengan model CTL berbantuan MPI moodle ini dapat melihat kemampuan siswa dalam menyerap materi yang diberikan, selain itu siswa juga lebih serius dalam belajar dan mengerjakan evaluasi sehingga diharapkan siswa memperoleh hasil belajar maksimal. (mj/lis)</p>
<p>Guru Ekonomi SMA Negeri 1 Temanggung</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
