<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sekolah kebanjiran &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/sekolah-kebanjiran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Jan 2023 01:54:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>sekolah kebanjiran &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ribuan Buku Sekolah di Kendal Rusak Terendam Banjir</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/11/ribuan-buku-sekolah-di-kendal-rusak-terendam-banjir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2023 01:54:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Kendal]]></category>
		<category><![CDATA[buku rusak]]></category>
		<category><![CDATA[buku terendam banjir]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah kebanjiran]]></category>
		<category><![CDATA[top]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=412186</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Kendal &#8211; Ribuan buku di sejumlah sekolah di Kabupaten Kendal rusak akibat terendam banjir akhir tahun lalu. Bahkan, kerugiannya mencapai Rp 500 juta. Di sekolah yang terdampak banjir, buku-buku pelajaran ini dijemur. Salah satunya di SD Negeri 1 Brangsong. Para guru bergantian menjemur buku yang kondisinya masih layak di halaman sekolah. Rata-rata buku yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Kendal</em></strong> &#8211; Ribuan buku di sejumlah sekolah di Kabupaten Kendal rusak akibat terendam banjir akhir tahun lalu. Bahkan, kerugiannya mencapai Rp 500 juta. Di sekolah yang terdampak banjir, buku-buku pelajaran ini dijemur. Salah satunya di SD Negeri 1 Brangsong.</p>
<p>Para guru bergantian menjemur buku yang kondisinya masih layak di halaman sekolah. Rata-rata buku yang rusak ini adalah inventaris perpustakaan sekolah yang tidak bisa diselamatkan saat banjir.</p>
<p>Kepala SD Negeri 1 Brangsong Siti Alfiyah mengatakan, ada beberapa sarpras sekolah yang terkena dampak banjir. Seperti buku pelajaran, alat peraga, hingga alat-alat elektronik.</p>
<p>Menurutnya, banjir akhir tahun lalu merupakan yang terparah selama 8 tahun silam. Pihaknya berharap, ada bantuan pemerintah untuk sarpras sekolah yang terkena dampak banjir.</p>
<p>&#8220;Ini sudah hari ke sembilan menjemur buku di halaman sekolah. Selain buku juga banyak siswa yang seragam dan sepatunya rusak. Karena mereka juga terkena banjir,&#8221; ujarnya kepada <em>RADARSEMARANG.COM,</em> Selasa (10/1).</p>
<p>Tak hanya di SD Negeri 1 Brangsong, beberapa sekolah yang terkena dampak parah akibat banjir ini meliputi SMP Negeri 1 Brangsong, SD Negeri 2 Kebonadem, dan SD Negeri 1 Sumberejo, Kaliwungu. Kondisi kerusakannya berbeda-beda. Ada yang pagar sekolah roboh, sarpras rusak, ruang kelas rusak, hingga pintu rusak.</p>
<p>Data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, ada 48 SD, 8 SMP, dan 7 PAUD di Kabupaten Kendal yang terdampak banjir. Sebagian besar mengalami rusak ringan. Adapun yang terdampak rusak berat, yakni di wilayah Kecamatan Kaliwungu dan Brangsong.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terdampak Banjir, 19 SMA/SMK di Semarang Gelar Pembelajar Daring</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/04/terdampak-banjir-19-sma-smk-di-semarang-gelar-pembelajar-daring/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2023 01:25:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[BANJIR]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah kebanjiran]]></category>
		<category><![CDATA[semarang banjir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411420</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang – Sebanyak 19 SMA/SMK Negeri sederajat di Jateng menggelar pembelajaran secara daring. Hal ini dilakukan akibat sekolah yang banjir dan rusak akibat curah hujan yang tinggi. Kepala Disdikbud Jateng, Uswatun Khasanah mengatakan yang terdampak banjir paling banyak di cabdin 13, dengan lima sekolah.. Kendati demikian, pihaknya mengaku tidak ada yang menunda pembelajaran semester [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> – Sebanyak 19 SMA/SMK Negeri sederajat di Jateng menggelar pembelajaran secara daring. Hal ini dilakukan akibat sekolah yang banjir dan rusak akibat curah hujan yang tinggi.</p>
<p>Kepala Disdikbud Jateng, Uswatun Khasanah mengatakan yang terdampak banjir paling banyak di cabdin 13, dengan lima sekolah.. Kendati demikian, pihaknya mengaku tidak ada yang menunda pembelajaran semester genap ataupun memperpanjang masa libur. “Pembelajaran tetap berjalan dan yang dilakukan secara jarak jauh maksimal satu minggu sampai surut,” katanya.</p>
<p>Ia menambahkan memang beberapa sekolah sudah masuk. 19 sekolah yang menggelar daring berada di delapan cabang dinas (cabdin) pendidikan wilayah. Cabdin 1 ada SMAN 10 Semarang dan SMKN 10 Semarang. Cabdin 2, SMK N 1 Sayung, SMAN 1 Sayung, SMAN 1 Karangtengah, dan SMAN 1 Karanganyar.</p>
<p>Di Cabdin 4 di SMA N 1 Grobogan. Cabdin 9 di SLB N Mandiraja Banjarnegara. Cabdin 10 yang terdampak di SMAN 2 Kroya, SMAN 1 Patimuan, SMAN 1 Rawalo, dan SMAN Kampung Laut. Cabdin 11 di SMA N 2 Tegal. Cabdin 12 di SMA N 1 Sragi Pekalongan, Cabdin 13 di SMAN 2 Kendal, SMAN 2 Pekalongan, SLBN Pekalongan, SMK N 1 Pekalongan, dan SMKN 3 Pekalongan.  “Data masih terus bergerak dan ada sekolah yang mulai surut. Adapula yang sudah melakukan pembelajaran,” ujarnya.</p>
<p>Uswatun mengaku pihaknya terus mendata sekolah yang terdampak. Kerjasama dengan BPBD setempat dan masyarakat juga dilakukan untuk mengamankan peralatan elektronik serta buku besar dan rapor. “Guru dan staf juga tetap masuk membersihkan dan penyelamatan aset sekolahan,” akunya.</p>
<p>Kepala SMK N 10 Ardan Sirodjuddin mengatakan pembelajaran tatap muka (PTM) dilaksanakan mulai Selasa (3/1). Meskipun masih ada beberapa siswa yang terdampak banjir dan tidak bisa mengikuti PTM. “Sementara kalau ada anak yang terkena dampak (belum surut), kita beri izin tidak berangkat. Tapi persentasenya berapa saya belum ngecek, yang pasti tidak signifikan (banyak),” ungkapnya.</p>
<p>Ia mengaku ada 6 lab dan 8 ruang kelas yang terendam air. Ketinggian air bervariasi, mulai 15 sentimeter di ruang kelas dan 50 sentimeter ketika di halaman. Namun kondisi saat ini sudah berangsur surut. “Saat ini sudah surut, sudah dibersihkan, mulai normal pembelajaran. Cuma ruang praktek (lab) yang belum jalan karena kabel komputernya tergenang air, jadi belum berani dinyalakan,” akunya. <strong>(kap/fth)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sekolah Diterjang Banjir, Guru dan Siswa SDN 1 Kebondalem Kendal Kerja Bakti Bersihkan Lumpur</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/02/sekolah-diterjang-banjir-guru-dan-siswa-sdn-1-kebondalem-kendal-kerja-bakti-bersihkan-lumpur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2023 07:40:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BANJIR]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Kendal]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Brangsong]]></category>
		<category><![CDATA[SD Negeri 1 Kebondalem]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah kebanjiran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411249</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Kendal — Banjir yang melanda wilayah Kendal menyisakan lumpur dan sampah. Salah satunya di SD Negeri 1 Kebondalem, Kecamatan Brangsong. Lumpur nampak memenuhi ruang kelas dan halaman sekolah. Alhasil, para siswa yang baru masuk hari pertama, diajak untuk bersih-bersih sekolah. Mereka bergotong-royong membersihkan sisa endapan lumpur akibat banjir di akhir tahun. Menggunakan air dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Kendal</em></strong> — Banjir yang melanda wilayah Kendal menyisakan lumpur dan sampah. Salah satunya di SD Negeri 1 Kebondalem, Kecamatan Brangsong.<br />
Lumpur nampak memenuhi ruang kelas dan halaman sekolah. Alhasil, para siswa yang baru masuk hari pertama, diajak untuk bersih-bersih sekolah.</p>
<p>Mereka bergotong-royong membersihkan sisa endapan lumpur akibat banjir di akhir tahun. Menggunakan air dari saluran irigasi, anak-anak ini membersihkan halaman sekolah.<br />
Sementara sejumlah barang yang ada di dalam ruang kelas dan ruang guru banyak yang rusak dan tidak bisa diselamatkan. Kegiatan belajar mengajar sendiri terpaksa diliburkan.</p>
<p>Oleh pihak sekolah, siswa kelas 1-2 melaksanakan pembelajaran secara dalam jaringan (daring). Sementara siswa kelas 3-6 membantu guru dan karyawan membersihkan sisa banjir yang merendam sekolah.</p>
<p>Siswa bergotong royong dengan cara mengambil air menggunakann ember di saluran irigasi untuk membersihkan halaman dan ruang kelas.</p>
<p>Kepala SDN 1 Kebonadem, Ani Purwanti mengatakan ketinggian air yang merendam sekolah mencapai 1,5 meter. “Semua ruang kelas termasuk ruang guru terendam. Akibatnya banyak buku dan peralatan sekolah yang terendam tidak bisa diselamatkan,” katanya, Senin (2/1/2023).</p>
<p>Bahkan aset buku-buku di ruang perpustakaan ikut terendam. Sehingga banyak buku yang rusak akibat diterpa banjir .</p>
<p>Kondisi yang sama juga terlihat di SD Negeri 2 Kebonadem yang terendam banjir besar. Sejumlah guru terlihat menyelamatkan barang sekolah yang tidak terendam banjir, sementara buku dan peralatan sekolah yang terendam air rusak. Alias tidak bisa diselamatkan.<strong> (bud/bas)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
