<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SDN Rowocacing &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/sdn-rowocacing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Jan 2023 15:41:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>SDN Rowocacing &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pembelajaran Tata Surya Asyik dengan Media Video dan Kartu Kata</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/13/pembelajaran-tata-surya-asyik-dengan-media-video-dan-kartu-kata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2023 15:41:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Guru SDN Rowocacing]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu Kata]]></category>
		<category><![CDATA[Media Video]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran Tata Surya]]></category>
		<category><![CDATA[SDN Rowocacing]]></category>
		<category><![CDATA[Yugo Raharjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=412606</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, HASIL belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi, yaitu sisi siswa dan guru. Sisi siswa hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Tingkat perkembangan mental terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Sedangkan sisi guru, upaya dalam peningkatan kualitas proses dari kualitas pendidikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM,  HASIL belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi, yaitu sisi siswa dan guru. Sisi siswa hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. </p>
<p>Tingkat perkembangan mental terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Sedangkan sisi guru, upaya dalam peningkatan kualitas proses dari kualitas pendidikan dapat dilakukan melalui sistem penilaian hasil belajar. </p>
<p>Hasil penilaian yang dibuat oleh guru tentunya tidak terlepas dari proses belajar mengajar oleh guru dan siswa. </p>
<p>Guru yang berperan sebagai pendidik atau pengajar akan berusaha menyampaikan ilmu pengetahuan kepada murid-muridnya atau peserta didik dengan sungguh-sungguh dan giat. Dengan harapan proses belajar mengajar dapat berjalan lancar, kreatif, inovatif, dan menyenangkan sehingga diperoleh hasil belajar siswa yang baik. </p>
<p>Media pembelajaran dipandang sebagai salah satu komponen pembelajaran yang dapat membantu guru dan siswa dalam mencapai suatu tujuan pembelajaran.</p>
<p>Menurut Karim (2014:7), media pembelajaran adalah suatu perantara yang menghubungkan si penyampai pesan dengan si penerima pesan, dalam hal ini pesan berupa materi pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan dalam hal yang berhubungan dengan program pendidikan. </p>
<p>Proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru SDN Rowocacing, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) materi Tata Surya pada kelas 6, saat ini cenderung pada pencapaian target materi kurikulum dan lebih mementingkan pada penghafalan konsep bukan pada pemahaman. </p>
<p>Dalam penyampaian materi, biasanya guru menggunakan metode ceramah yang dalam pelaksanaannya siswa hanya duduk, mencatat, dan mendengarkan apa yang disampaikan guru sehingga suasana pembelajaran menjadi tidak kondusif dan siswa menjadi pasif.</p>
<p>Materi tata surya dapat diajarkan kepada siswa sekolah dasar melalui beberapa metode, model, dan media pembelajaran. </p>
<p>Media pembelajaran bisa dibuat oleh guru sendiri yang tentunya disesuaikan dengan materi, bentuk sederhana, mudah dilakukan dan difahami siswa, sehingga siswa dapat melakukan proses belajar dengan aktif dan gembira. </p>
<p>Dalam materi tata surya pembelajaran pada kelas 6, penulis membuat aksi nyata pembelajaran menggunakan Media video dan kartu kata, dalam mendukung aksi nyata tersebut guru menyiapkan vidio tentang tata surya, gambar planet dalam tata surya, kertas karton sebagai alas, dan kartu kata yang berisi karakteristik planet dalam tata surya. </p>
<p>Setelah semua sudah di siapkan, guru mulai proses pembelajaran dengan langkah-langkah sebagai berikut; Guru menjelaskan materi tata surya melalui vidio, siswa menyimak dan mengamati, setelah video selesai kemudian guru membagi siswa dalam beberapa kelompok yang beranggotakan 4 orang, guru membagikan karton dan media pembelajaran berupa gambar planet dalam tata surya, melalui aba-aba dari guru setiap kelompok berlomba memasangkan susunan planet dalam tata surya dengan tepat pada karton sebagai alasnya, kelompok tercepat dan benar akan diberi kartu kata oleh guru yang berisi karakteristik tiap planet, Tugas kelompok untuk menempelkan kartu kata sesuai dengan gambar tata surya yang sudah tersusun, Kelompok tercepat dan benar dinyatakan sebagai pemenang dan berhak mendapatkan reward dari guru.</p>
<p>Pembelajaran sebagai proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar, dan dengan media pembelajaran yang menyenangkan akan membantu anak mengembangkan kemampuan interaksi dan berkomunikasi dengan baik. </p>
<p>Sebab, dalam belajar tata surya menggunakan kolaborasi vidio dan media kartu kata, siswa tidak hanya belajar materi saja akan tetapi siswa juga diajarkan untuk kerjasama, toleransi, menyampaikan idenya, bernegosiasi, mengungkapkan emosinya secara tepat. (gp/zal)</p>
<p>Guru SDN Rowocacing, Kab. Pekalongan </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu Siswa terhadap Kitab-Nya dengan Metode DL</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/01/menumbuhkan-rasa-ingin-tahu-siswa-terhadap-kitab-nya-dengan-metode-dl/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2023 13:23:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Anisaroh]]></category>
		<category><![CDATA[Direct Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Guru PAIBP]]></category>
		<category><![CDATA[Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu]]></category>
		<category><![CDATA[Metode DL]]></category>
		<category><![CDATA[SDN Rowocacing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411352</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Pembelajaran tradisional yang hanya dengan metode ceramah, membuat siswa tidak bersemangat belajar di kelas. Tidak sedikit siswa menganggap kelas seakan seperti penjara. Sehingga dalam pembelajaran siswa tidak bisa menyerap apa yang telah diberikan guru. Kondisi seperti ini, menyebabkan motivasi belajar siswa hilang. Tidak adanya motivasi dalam diri siswa membuat mereka semakin malas mendengarkan. Apalagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, Pembelajaran tradisional yang hanya dengan metode ceramah, membuat siswa tidak bersemangat belajar di kelas. </p>
<p>Tidak sedikit siswa menganggap kelas seakan seperti penjara. Sehingga dalam pembelajaran siswa tidak bisa menyerap apa yang telah diberikan guru. </p>
<p>Kondisi seperti ini, menyebabkan motivasi belajar siswa hilang. Tidak adanya motivasi dalam diri siswa membuat mereka semakin malas mendengarkan. Apalagi mengerjakan tugas sekolah. Dengan demikian kreativitas siswa tidak akan berkembang.</p>
<p>Pendidikan memegang peranan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Oleh karena itu pendidikan hendaknya dikelola, baik secara kualitas maupun kuantitas. </p>
<p>Sebagian besar metode dan suasana pengajaran di sekolah yang digunakan guru, tampaknya lebih banyak menghambat memotivasi potensi otak. </p>
<p>Menurut Ahmadi (2005 : 52) metode merupakan teknik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa. Baik secara individual atau secara kelompok. Agar pelajaran dapat diserap, dipahami dan dimanfaatkan siswa dengan baik.</p>
<p>Berdasarkan hasil observasi peneliti, hasil belajar siswa kelas V SDN Negeri Rowocacing Kec. Kedungwuni pada materi Mengenal Allah dan Kitab-Nya belum memuaskan. Karena nilai hasil belajar siswa belum mencapai nilai KKM 70.</p>
<p>Beberapa faktor membuat hasil belajar siswa kurang baik. Guru menerapkan model pembelajaran langsung Direct Learning. DI adalah Pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada ketrampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung. </p>
<p>Sintaknya adalah menyiapkan siswa, sajian informasi dan prosedur, latihan terbimbing, refleksi, latihan mandiri, dan evaluasi.</p>
<p>Menurut Sofan Amri dan Iif Khoiru (2010, 43-47)  tujuan dan mempersiapkan siswa antara lain : Pertama, Menjelaskan tujuan. Guru mengkomunikasikan tujuan kepada siswa melalui rangkuman rencana pembelajaran dengan cara menuliskannya di papan tulis, atau menempelkan informasi tertulis pada papan buletin, yang berisi tahap-tahap dan isinya, serta alokasi waktu yang disediakan untuk setiap tahap. </p>
<p>Kedua, Menyiapkan siswa. Kegiatan ini untuk menarik perhatian siswa, memusatkan perhatian siswa pada pokok pembicaraan, dan mengingatkan kembali pada hasil belajar yang telah dimilikinya. Ketiga, Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan menyampaikan informasi dengan jelas. Keempat, Melakukan demonstrasi Pengajaran langsung berpegang teguh pada asumsi bahwa sebagian besar yang dipelajari berasal dari pengamatan terhadap orang lain. Kelima, Menyediakan latihan terbimbing.</p>
<p>Salah satu tahap penting dalam pengajaran langsung adalah cara guru mempersiapkan dan melaksanakan “pelatihan terbimbing”. Keenam, Menganalisis pemahaman dan memberikan umpan balik. Keenam, Memberikan kesempatan latihan mandiri kebanyakan latihan mandiri yang diberikan kepada siswa sebagai fase akhir pelajaran pada pengajaran langsung adalah pekerjaan rumah. </p>
<p>Ketujuh, Strategi Pembelajaran Langsung. Strategi pembelajaran langsung dirancang untuk mengenalkan siswa terhadap mata pelajaran guna membangun minat, menimbulkan rasa ingin tahu, dan merangsang mereka berpikir.</p>
<p>Dari penerapan pembelajaran DL pada siswa, penulis berharap agar siswa dapat secara efektif mengajarkan konsep dan keterampilan-keterampilan, menumbuhkan rasa ingin tahu pembelajar, membuat pembelajar memiliki motivasi yang tinggi. Karena memberikan kesempatan kepada mereka untuk melakukan eksperimen dan menemukan sesuatu untuk diri mereka sendiri. (gp/fth)</p>
<p>Guru PAIBP SDN Rowocacing, Kec. Kedungwuni Kab. Pekalongan</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
