<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/plt-wali-kota-semarang-hevearita-gunaryanti-rahayu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2023 05:23:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemkot Lakukan Panen Raya Padi Demplot, Gandeng Lembaga Riset</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/28/pemkot-lakukan-panen-raya-padi-demplot-gandeng-lembaga-riset/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2023 05:23:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gandeng Lembaga Riset]]></category>
		<category><![CDATA[Hasil Panen Padi]]></category>
		<category><![CDATA[Panen Raya Padi Demplot]]></category>
		<category><![CDATA[Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=414286</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemkot Semarang berhasil menanam padi demonstrasi plot (demplot) di wilayah Cangkiran beberapa waktu lalu. Jumat (27/1) kemarin melakukan panen raya yang dipimpin oleh Plt Wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di lahan persawahan Cangkiran, Kelurahan Cangkiran, Mijen, Jumat (27/1). “Alhamdulillah bisa dipanen. Kami uji coba demplot padi. Awalnya lahan sawah 1 hektare [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemkot Semarang berhasil menanam padi demonstrasi plot (demplot) di wilayah Cangkiran beberapa waktu lalu. </p>
<p>Jumat (27/1) kemarin melakukan panen raya yang dipimpin oleh Plt Wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di lahan persawahan Cangkiran, Kelurahan Cangkiran, Mijen, Jumat (27/1). </p>
<p>“Alhamdulillah bisa dipanen. Kami uji coba demplot padi. Awalnya lahan sawah 1 hektare menghasilkan padi 1 ton, tetapi setelah dilakukan demplot padi dengan diberi tambahan nutrisi menghasilkan 5,2 ton gabah kering,” katanya usai melakukan panen.</p>
<p>Mbak ita –sapaan akrab Plt Wali Kota Semarang- menerangkan, padi yang dihasilkan dari inovasi demplot bisa mencapai kuantitas dan kualitas yang optimal. Karena telah disesuaikan dengan kondisi geografis sawah Cangkiran. </p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Semarang menggandeng Kodim 0733/BS Kota Semarang dan lembaga riset PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) untuk berkolaborasi meningkatkan mutu pertanian dan perkebunan di Kota Semarang. </p>
<p>“Harapannya bisa memberikan manfaat dan penghasilan lebih untuk kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya di lahan seperti ini, tapi bisa bagi hasil dengan tanah bengkok. Ke depan bisa dikembangkan tanaman keras serta buah-buahan multikultural. Karena Semarang memang banyak potensinya,” jelasnya</p>
<p>Sementara itu, Komandan Kodim 0733/BS Kota Semarang Honi Havana menjelaskan, selain panen padi, sehari sebelumnya telah dilaksanakan panen jagung yang hasilnya dijual pada BUMN dan BUMP sehingga keuntungan bagi para petani lebih terjamin. </p>
<p>“Selain padi, kami berhasil panen jagung. Kami akan melakukan kerjasama secara konkret untuk dikembangkan lagi di Tembalang dan daerah lainnya,” tambahnya. (den/ida)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelantikan Mbak Ita akan Dihadiri Megawati</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/28/pelantikan-mbak-ita-akan-dihadiri-megawati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2023 02:17:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=414202</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, SEMARANG &#8211; Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Senin (30/1) lusa, Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu bakal dilantik menjadi wali kota definitif. Mbak Ita –sapaan akrabnya&#8211; bakal dilantik langsung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernuran Jateng. Yang istimewa, Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarnoputri Putri bakal hadir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, SEMARANG &#8211; Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Senin (30/1) lusa, Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu bakal dilantik menjadi wali kota definitif. </p>
<p>Mbak Ita –sapaan akrabnya&#8211; bakal dilantik langsung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernuran Jateng. Yang istimewa, Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarnoputri Putri bakal hadir secara langsung. </p>
<p>Ditemui RADARSEMARANG.COM, Jumat (27/1) kemarin, Mbak Ita meminta doa agar pelantikan berjalan lancar, karena persiapan dilakukan sudah cukup lama.</p>
<p>&#8220;Kalau persiapan, sudah support Pak Sekda Iswar Aminuddin, Asisten, dan teman-teman OPD. Persiapan sudah lama, tinggal menunggu waktu saja. Insya’Allah Senin akan dilantik. Mohon doanya bisa berjalan lancar,&#8221; katanya kepada  koran ini.</p>
<p>Mbak Ita meminta apresiasi dari stakeholder bisa berupa paket sembako yang akan dibagikan kepada warga yang membutuhkan. </p>
<p>Apalagi saat ini setelah dihantam Covid-19 dan banyak terjadi bencana, menurut Mbak Ita, paket sembako akan lebih bermanfaat.</p>
<p>&#8220;Itu imbauan saja. Saya kira lebih bermanfaat. Nanti bisa disumbangkan. Misalnya, ke yatim piatu, korban bencana, masyarakat yang tidak mampu, dan tenaga kebersihan pemkot,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Meskipun memberikan imbauan, Mbak Ita tidak melarang jika ada yang mengirim karangan bunga. Namun Mbak Ita meminta kiriman karangan bunga hanya sebatas di kawasan Gedung Gradhika Bhakti Praja, kantor DPRD Provinsi Jawa Tengah, dan Balai Kota Semarang.</p>
<p>&#8220;Kalau dari kolega, orang terdekat, OPD, ya monggo. Tapi tidak keluar dari Gradhika, dan sekitar balai kota saja,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Terkait kehadiran Megawati, Mbak Ita memastikan jika Presiden ke-5 RI ini akan hadir. Pihaknya pun telah mendapatkan informasi dari Jakarta terkait kedatangan Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut.</p>
<p>&#8220;Bu Mega rencana hadir. Kami dapat informasi dari Jakarta. Alhamdulillah, Ibu Mega berkenan rawuh di Semarang,&#8221; ucap Mbak Ita.</p>
<p>Hadirnya Megawati ini, menurutnya, sebagai kehormatan. Karena hadir langsung dan menjadi support baginya menjalani jabatan baru sebagai wali kota. </p>
<p>&#8220;Tidak bisa disampaikan dengan kata-kata. Ini anugerah yang terindah bagaimana beliau memberikan support, bisa rawuh di Semarang,&#8221; ungkapnya. </p>
<p>Menurut informasi, Megawati akan hadir pada pukul 11.00. Selanjutnya, Mbak Ita akan dilantik pada pukul 11.30 oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. </p>
<p>Pada pukul 13.00, dilakukan jamuan makan bersama antara Wali Kota Semarang yang dilantik dengan Megawati. Pada pukul 15.00, Megawati bertolak menuju Bandara Ahmad Yani Semarang untuk kembali ke Jakarta.</p>
<p>Selanjutnya, Mbak Ita menuju Balai Kota Semarang dan akan disambut oleh jajaran Pemerintah Kota Semarang dan digelar acara tasyukuran pelantikan Wali Kota Semarang bersama DPRD, Forkompinda, tokoh masyarakat, dan para perangkat daerah Kota Semarang. Selain itu, juga dihadiri oleh Kepala LKPP RI, Hendrar Prihadi, sekaligus ramah tamah dan pisah sambut.</p>
<p>&#8220;Kalau PR ya pengentasan banjir. Selain itu, juga pengentasan kemiskinan, lalu ada stunting dan ketahanan pangan,&#8221; katanya. (den/aro)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mbak Ita Ajarkan Urban Farming di Sekolah</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/21/mbak-ita-ajarkan-urban-farming-di-sekolah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2023 03:41:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Mbak Ita Ajarkan Urban Farming di Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu]]></category>
		<category><![CDATA[Urban Farming]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=413439</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ketahanan pangan di Kota Semarang coba diwujudukan pemkot dengan menggencarkan pertanian perkotaan atau urban farming. Program ini juga menyasar kalangan pendidikan. Tujuannya tak lain untuk mengantisipasi adanya resesi sekaligus menekan inflasi. Salah satu yang sudah menerapkan adalah SMP Negeri 11 Semarang. Bahkan sekolah ini sudah memetik hasilnya dengan memanen ikan dan sayuran. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ketahanan pangan di Kota Semarang coba diwujudukan pemkot dengan menggencarkan pertanian perkotaan atau urban farming. </p>
<p>Program ini juga menyasar kalangan pendidikan. Tujuannya tak lain untuk mengantisipasi adanya resesi sekaligus menekan inflasi.  </p>
<p>Salah satu yang sudah menerapkan adalah SMP Negeri 11 Semarang. Bahkan sekolah ini sudah memetik hasilnya dengan memanen ikan dan sayuran. </p>
<p>Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Jumat (20/1) kemarin, berkesempatan untuk mengikuti panen serta melakukan penananam. Hadir Plt Kepala Dinas Pendidikan Suwarto dan Kepala Dinas Pertanian Hernowo Budi Luhur.</p>
<p>Mbak Ita –sapaan akrabnya&#8211;menerangkan, jika urban farming saat ini masuk dalam kurikulum Merdeka Belajar yang memiliki porsi sekitar 20 persen. Meskipun porsinya masih kecil, lanjut Mbak Ita, adanya urban farming ini bisa digunakan sebagai pencegahan terjadinya krisis pangan.</p>
<p>“Kita ajak anak-anak untuk belajar bertani. Tujuannya, tak lain untuk mengatasi krisis pangan dan menekan inflasi. Selain itu, juga bisa menanamkan pendidikan karakter, karena dari bibit hingga panen mereka harus sabar untuk merawat,” katanya usai melakukan panen ikan dan penananam sayur di SMP Negeri 11 Semarang, Jumat (20/1).</p>
<p>Selain peserta didik, gerakan menanam di sekolah ini juga bisa dimanfaatkan siswa untuk melakukan hal serupa di rumah atau lingkungan sekitar. Salah satunya di pekarangan ataupun halaman rumah. Orang tua siswa pun diharapkan ikut berperan aktif.</p>
<p>“Harapan saya, orang tuanya juga mau ikut menanam. Apalagi filosofi dari gerakan menanam selain manfaat secara nyata adalah karakter anak akan timbul, anak-anak akan lupa dengan gadget,” ujarnya.</p>
<p>Tak hanya dinikmati untuk keluarga, hasil bertani urban farming mulai dari sayuran, beternak ikan, dan sejenisnya, akan mengurangi pengeluaran keluarga. Bahkan, jika ditekuni, hasilnya akan berlebih, dapat dijual dan menjadi penghasilan tambahan. </p>
<p>“Presiden sudah mewanti-wanti untuk masalah pangan yang berpotensi terjadinya inflasi serta krisis pangan,” lanjut Mbak Ita.  </p>
<p>Diperinci Mbak Ita, sebagaimana disampaikan presiden, empat bahan pangan pemicu inflasi adalah beras, telur, daging, dan tomat. “Alhamdulillah dengan bertanam, kita tidak akan panik kalau harga cabai atau tomat melambung. Tinggal petik di pekarangan saja bisa dimasak,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Mbak Ita, kesadaran untuk bercocok tanam di Kota Semarang saat ini sudah mengalami peningkatan. Pihaknya pun berencana akan membuat gerakan menanam serentak dari tingkat kelurahan. Tujuannya, selain ketahanan pangan, tentu sebagai resapan saat musim hujan tiba.</p>
<p>“Nanti akan kita lakukan penanaman serentak sampai tingkat kelurahan. Nanti juga daerah aliran sungai yang banjir, akan kita tanami juga,” katanya.</p>
<p>Kepala SMP Negeri 11 Semarang Dwi Astuti Indriyanti menjelaskan, jika sekolah yang dipimpin saat ini memilki program kegiatan PM6, yakni Program Menanam, Merawat, Memupuk, Memanen, Memasak, dan Makan Bersama, guna menekan stunting di lingkungan sekitar sekolah, serta mewujudkan ketahanan pangan.</p>
<p>“Kita bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan untuk penyediaan bibit. Anak-anak juga sangat antusias, bahkan setiap istirahat mereka selalu mengecek tanaman yang ditanan,” tuturnya.</p>
<p>Pada penanaman kali ini, lanjut dia, ada 800 bibit yang ditanam mulai dari bibit bayam, kangkung, sawi, tomat, terong dan cabai. Nantinya setelah dipanen, maka pihak sekolah bersama paguyuban orang tua akan memasak hasil panen dan memakan bersama.</p>
<p>“Harapan kami mengurangi stunting bagi anak SMP Negeri 11, jadi kami harap ini bisa menumbuhkan karakter anak-anak agar mempunyai tanggung jawab minimal bagi diri sendiri dulu,” katanya. (den/aro)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selain Penanganan Banjir, Kedaulatan Pangan Jadi Prioritas Pembangunan Pemkot Semarang di 2023</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/14/selain-penanganan-banjir-kedaulatan-pangan-jadi-prioritas-pembangunan-pemkot-semarang-di-2023/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2023 05:38:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kedaulatan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Penanganan Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu]]></category>
		<category><![CDATA[Prioritas Pembangunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=412642</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, SEMARANG &#8211; Kedaulatan pangan menjadi prioritas pembangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tahun ini, selain penanganan banjir. Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, kedaulatan pangan menjadi bagian yang urgent di 2023. Seperti yang selalu disampaikan Presiden Jokowi terkait masalah resesi global. “Kalau sudah mandiri pangan, daulat pangan, maka bisa mengurangi dampak-dampak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, SEMARANG &#8211; Kedaulatan pangan menjadi prioritas pembangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tahun ini, selain penanganan banjir. Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, kedaulatan pangan menjadi bagian yang urgent di 2023. Seperti yang selalu disampaikan Presiden Jokowi terkait masalah resesi global. </p>
<p>“Kalau sudah mandiri pangan, daulat pangan, maka bisa mengurangi dampak-dampak yang akan terjadi di tahun ini,&#8221; ujar Mbak Ita &#8211;sapaan akrab Hevearita&#8211; di sela pertemuan dengan Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K), Jumat (13/1) siang.</p>
<p>Pertemuan tersebut dalam rangka refleksi akhir tahun 2022 sekaligus membahas prioritas pembangunan Kota Semarang di tahun 2023. &#8220;Ya Alhamdulillah ini pertemuan dengan DP2K refleksi tahun 2022. Kemudian bagaimana rencana kita untuk 2023,” katanya. </p>
<p>Mbak Ita mengatakan, ada beberapa hal yang butuh masukan dari DP2K yang belum dilaksanakan, di antaranya tentang ketahanan pangan, penataan Johar, kemudian terkait penanganan banjir.</p>
<p>&#8220;Saya sudah bilang kepada DP2K untuk concern support selain banjir adalah kedaulatan pangan di mana ini menjadi bagian yang urgent di 2023. Seperti Pak Jokowi selalu sampaikan adalah masalah resesi global. “</p>
<p>Ia berharap, DP2K dapat terus menjadi partner strategis Pemkot Semarang dalam mengawal pembangunan, mengingat tahun ini akan banyak dilakukan pembangunan infrastruktur dalam upaya penanggulangan banjir. Setelah lebaran, kata Mbak Ita, akan dilakukan pembangunan tanggul laut yang nyambung dari Semarang &#8211; Sayung. </p>
<p>“Kemudian pengendalian di hulu, kita tergantung dengan Kabupaten Semarang. Caranya adalah duduk bersama, baik dengan Kabupaten Semarang maupun Kabupaten Demak. Kami berpikir untuk dibangun waduk,&#8221; tutur Mbak Ita.</p>
<p>Adanya DP2K Kota Semarang ini menjadi indikator bahwa Pemerintah Kota Semarang memiliki komitmen yang tinggi terhadap pembangunan di Kota Semarang, dengan melihat berbagai aspek, serta memperhatikan masukan-masukan dari berbagai unsur yang dibutuhkan agar dapat berjalan bersama. (BBS/aro)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lomba Kampung Hebat 2023 Kembali Digelar, Diikuti 177 Kelurahan, Ada Empat Kategori</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/07/lomba-kampung-hebat-2023-kembali-digelar-diikuti-177-kelurahan-ada-empat-kategori/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2023 03:15:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[lomba kampung hebat]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411824</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, SEMARANG &#8211; Gelaran event Kampung Hebat yang diinisiasi RADARSEMARANG.COM dan Pemkot Semarang kembali digelar mulai Januari 2023 ini. Akan ada tiga kategori baru yang dilombakan, yakni Kampung Urban Farming, Kampung Pro Lingkungan, dan Kampung Sehat. Sedangkan satu kategori lainnya adalah kategori lama, yakni Kampung Kreatif dan Inovatif. Sosialisasi Lomba Kampung Hebat 2023 digelar RADARSEMARANG.COM [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, SEMARANG &#8211; Gelaran event Kampung Hebat yang diinisiasi RADARSEMARANG.COM dan Pemkot Semarang kembali digelar mulai Januari 2023 ini. Akan ada tiga kategori baru yang dilombakan, yakni Kampung Urban Farming, Kampung Pro Lingkungan, dan Kampung Sehat. Sedangkan satu kategori lainnya adalah kategori lama, yakni Kampung Kreatif dan Inovatif.</p>
<p>Sosialisasi Lomba Kampung Hebat 2023 digelar RADARSEMARANG.COM kepada 16 camat dan kepala OPD, serta 177 lurah yang mengikuti rapat secara online, sebelum rapat TEPRA di Gedung Moch Ichsan lantai 8, Jumat (6/1). Rapat dipimpin Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu. </p>
<p>Hadir Sekda Kota Semarang Iswar Aminuddin, Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Nana Storada Dwi Martadi; Asisten Pemerintahan Mukhamad Khadhik, dan Asisten Administrasi Umum Masdiana Safitri.</p>
<p>&#8220;Kita bersama pemkot akan memulai lagi Lomba Kampung Hebat. Karena antuasiasme warga yang tinggi. Setiap roadshow diikuti sedikitnya 5 ribu peserta, dan harus dilaksanakan berkesinambungan. Karena fokusnya adalah menggerakkan masyarakat,&#8221; kata Direktur RADARSEMARANG.COM Baehaqi.</p>
<p>Kampung Hebat 2023, lanjut dia, merupakan implementasi dari konsep bergerak bersama yang dimulai dari wilayah terkecil, yakni RT dan RW.  </p>
<p>Menurut Baehaqi, Kota Semarang yang maju saat ini tidak akan bisa bertambah maju jika warga tidak bergerak bersama.</p>
<p>&#8220;Jadi, kami ingin program bergerak bersama, gotong royong bisa terus dilanjutkan. Tujuannya tak lain untuk membuat Semarang semakin hebat, dan merangsang inovasi dari masyarakat untuk membuat kampungnya lebih baik,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Baehaqi menjelaskan, Lomba Kampung Hebat tahun ini diperluas dengan kategori baru, yakni Kampung Urban Farming, yang tujuannya mendukung ketahanan pangan, di mana warga bisa memanfaatkan lahan yang ada untuk pertanian. Kategori baru lainnya adalah Kampung Pro Lingkungan, tujuannya menggerakkan penghijauan di Ibu Kota Jateng ini.</p>
<p>&#8220;Kategori lainnya adalah Kampung Kreatif Inovatif  dan Kampung Sehat.  Kita coba merangsang munculnya UMKM dengan inovasi yang murni lahir dari bawah,&#8221; paparnya.</p>
<p>Tim juri, lanjut dia, juga akan lebih diperkuat dengan menggandeng akademisi serta pejabat setara eselon II ataupun III dari Pemkot Semarang. Sementara untuk pendaftaran peserta akan dimulai pada 9 Januari sampai 20 Januari mendatang.</p>
<p>Berbeda dengan tahun lalu, di mana camat memilih kampung yang akan berlomba, tahun ini semua kelurahan diminta untuk mengirimkan satu RW dengan satu kategori. Nantinya akan dilakukan penilaian secara administratif, sehingga benar-benar dipilih kampung yang berkualitas. </p>
<p>&#8220;Januari ini kita mulai, Mei nanti akan diumumkan pemenang saat HUT Kota Semarang,&#8221;katanya.</p>
<p>Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Iswar Aminuddin meminta seluruh lurah dan camat untuk mempersiapkan wilayahnya dengan baik dan berpartisipasi mengikuti gelaran Lomba Kampung Hebat 2023. </p>
<p>&#8220;Harus dipersiapkan, saya minta tidak sekadar inovasi, tapi harus ada kreativitas di sana untuk memajukan kampungnya,&#8221; tandasnya. (den/aro)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinar Indah Banjir, Anak-Anak dan Wanita Diungsikan ke Balai Diklat</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/07/dinar-indah-banjir-anak-anak-dan-wanita-diungsikan-ke-balai-diklat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2023 02:39:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BANJIR]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar Indah]]></category>
		<category><![CDATA[perumahan Dinar Indah]]></category>
		<category><![CDATA[Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411822</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, BANJIR bandang yang terjadi di Perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Jumat (6/1) sore kemarin, mengejutkan aparat Pemkot Semarang. Pasalnya, baru selesai menangani banjir di wilayah Genuk, Gayamsari, dan Tugu, bencana banjir kembali datang. Bahkan, kali ini lebih dahsyat karena sampai menelan korban jiwa. Kemarin, selesai rakor TEPRA dengan kepala OPD, camat dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, BANJIR bandang yang terjadi di Perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Jumat (6/1) sore kemarin, mengejutkan aparat Pemkot Semarang. </p>
<p>Pasalnya, baru selesai menangani banjir di wilayah Genuk, Gayamsari, dan Tugu, bencana banjir kembali datang. Bahkan, kali ini lebih dahsyat karena sampai menelan korban jiwa.</p>
<p>Kemarin, selesai rakor TEPRA dengan kepala OPD, camat dan lurah kemarin, Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama Forkompinda Kota Semarang langsung mendatangi lokasi banjir. </p>
<p>Mbak Ita –sapaan akrab Plt wali kota—tiba di lokasi sekitar pukul 18.30. Ia sempat berbincang dengan warga korban banjir. Mbak Ita sendiri pada banjir 2021 juga datang ke Perumahan Dinar Indah.</p>
<p>Selain karena tanggul Sungai Pengkol jebol, perumahan ini juga merupakan daerah cekungan. </p>
<p>“Ini terjadi karena daerah cekungan, sehingga kerap terendam banjir dan diperparah dengan tanggul sungai yang jebol,” kata Mbak Ita saat berbincang dengan salah satu warga.</p>
<p>Menurut Mbak Ita, seharusnya pihak pengembang perumahan harus bertanggungjawab. Namun menurut informasi yang dihimpun, pihak pengembang sudah kabur lama. Selain itu, aset yang ada di perumahan tersebut juga belum diserahkan ke Pemkot Semarang. </p>
<p>“Karena cekungan, jalan keluarnya ya direlokasi,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan,  jebolnya tanggul Sungai Pengkol di dekat Perumahan Dinar Indah ini dikarenakan curah hujan yang tinggi dan kiriman air dari Ungaran. Total korban yang terdampak banjir bandang ini sebanyak 37 KK atau 184 jiwa.</p>
<p>“(hujan deras) Dua hari yang lalu hampir meluap, tapi tidak sampai banjir. Dinar Indah ini memang langganan banjir kalau curah hujan tinggi,” bebernya.</p>
<p>Karena berkali-kali banjir, Mbak Ita meminta warga untuk pindah, karena lokasi berada di daerah cekungan sungai yang cukup rawan.  </p>
<p>“Alhamdulillah tadi mereka akhirnya mau pindah setelah beberapa waktu yang lalu tidak mau,” katanya.</p>
<p>Mbak Ita mengaku sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, karena Sungai Pengkol merupakan wewenang pemerintah pusat. Namun Pemkot Semarang melalui DPU akan membuat tanggul sementara.</p>
<p>“Kita sudah berkoordinasi dengan BBWS, aliran sungai ini ke Pucang Gading dan Sungai Babon, saya minta warga tetap waspada, karena curah hujan masih tinggi. Tadi DPU bilang, air dari bendungan Ungaran sudah mulai surut,” katanya.</p>
<p>Kemarin, Pemkot Semarang sudah melakukan sejumlah tindakan, seperti mengirimkan batuan logistik dan bantuan makanan. Dapur umum yang seharusnya ditutup kemarin sore, kembali diaktifkan. </p>
<p>“Di balai kota masih ada dapur umum yang seharuanya sudah tutup sore ini (kemarin), mendengar ini akhirnya dapur umum menyiapkan sampai malam ini (tadi malam). Kami langsung kirim,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Para korban banjir, lanjut Mbak Ita, akan diungsikan ke Gedung Diklat milik Pemerintah Kota Semarang tidak jauh dari lokasi kejadian. </p>
<p>“Anak-anak dan wanita nanti dibawa ke Balai Diklat. Kebutuhan makanan akan kami cukupi.Tadi juga ada korban jiwa, katanya berkebutuhan khusus, dan saudaranya sedang bekerja. Tapi sudah diurus ke RSWN,”katanya. (den/aro)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
