<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pendidikan Karakter &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/pendidikan-karakter/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2023 14:49:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>Pendidikan Karakter &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Tunas Bangsa</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/26/pentingnya-pendidikan-karakter-bagi-tunas-bangsa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2023 14:49:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Guru SD Negeri Denasri Wetan 02]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Karakter]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Karakter Bagi Tunas Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[SD Negeri Denasri Wetan 02]]></category>
		<category><![CDATA[Tunas Bangsa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=414079</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Pendidikan merupakan bagian dari kehidupan manusia yang bersifat primer. Pendidikan adalah pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi memungkinkan secara otodidak. Pendidikan menjadi pijakan kuat bagi individu untuk melangkah menghadapi setiap perubahan sepanjang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, Pendidikan merupakan bagian dari kehidupan manusia yang bersifat primer. Pendidikan adalah pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi memungkinkan secara otodidak.</p>
<p>Pendidikan menjadi pijakan kuat bagi individu untuk melangkah menghadapi setiap perubahan sepanjang waktu. Pendidikan dapat kita peroleh di mana dan kapan saja. Di Indonesia terdapat tiga jenis Pendidikan, Pendidikan Formal, Pendidikan Nonformal, serta Pendidikan Informal. </p>
<p>Pendidikan Formal yaitu Pendidikan yang berjenjang dan terstruktur dimulai dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Pendidikan nonformal yaitu jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. </p>
<p>Meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan. Sedangkan, pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.</p>
<p>Di era globalisasi, setiap individu membutuhkan pendidikan pengetahuan umum dan juga penanaman pendidikan karakter. Pendidikan karakter sangat erat hubungannya dengan pendidikan moral. Dimana tujuannya membentuk kemampuan individu, serta menanamkan nilai-nilai karakter, berakhlak mulia, bermoral, beretika serta berbudaya secara terus-menerus untuk menyempurnakan kehidupan kearah yang lebih baik. </p>
<p>Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional tahun 2005-2025 (UU No. 17 Tahun 2007) dijelaskan prioritas pembangunan nasional adalah mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia, bermoral, beretika serta berbudaya. Salah satu upaya untuk merealisasikannya adalah dengan cara memperkuat jati diri dan karakter melalui pendidikan.</p>
<p>Sebagai guru kelas II SDN Denasri Wetan 02 Kabupaten Batang, penulis mengamati perkembangan teknologi yang sangat pesat menjadi tantangan baru bagi guru dalam menanamkan pendidikan karakter. Hal ini dikarenakan pemanfaatan teknologi menjadikan kunci utama dalam nilai karakter peserta didik. </p>
<p>Kurangnya pengawasan terhadap peserta didik  dalam memanfaatkan teknologi dapat mengakibatkan turunnya moral, ilmu pengetahuan yang kurang, bahkan karakter peserta didik adalah karena penyimpangan penggunaan teknologi dan internet. Pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, namun menjadi tanggungjawab setiap orang tua.</p>
<p>Dalam mewujudkan pendidikan karakter yang baik dalam upaya membangun dan menguatkan karakter bangsa, Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia telah merumuskan delapan belas nilai-nilai yang harus ditanamkan dalam diri warga Indonesia, khususnya peserta didik. </p>
<p>Delapan belas nilai-nilai tersebut di antaranya religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, serta tanggung jawab. </p>
<p>Adapun upaya yang dapat dilakukan guru dalam penanaman pendidikan karakter, antara lain, sekolah dapat mengadakan kegiatan upacara bendera dengan tertib dan hikmat untuk menanamkan dan menumbuhkan nilai-nilai karakter. </p>
<p>Guru berupaya memberikan kepada semua siswa untuk berani menyampaikan pendapatnya di kelas, melalui kegiatan diskusi dan pengambilan keputusan secara demokratis. Mengintegrasikan nilai-nilai karakter dengan kegiatan-kegiatan yang  diprogramkan sekolah dalam rangka terus menanamkan dan menumbuhkan nilai-nilai karakter.</p>
<p>Pendidikan karakter sangatlah penting bagi masyarakat. Khususnya bagi tunas-tunas yang akan menjadi generasi penerus bangsa. Melalui pendidikan karakter, akan dapat dihasilkan kader-kader pemimpin bangsa yang memiliki komitmen kuat untuk memajukan bangsa dan negara. Memiliki identitas yang jelas, dan tidak terbawa arus globalisasi yang cenderung lebih mengutamakan hal-hal yang bersifat jangka pendek, hedonistik, individualistik, dan materialistik. (bt/fth)</p>
<p>Guru SD Negeri Denasri Wetan 02, Kabupaten Batang</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Senyum dan Ucap Salam Guru Sambut Siswa Bagian dari Pendidikan Karakter</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/13/senyum-dan-ucap-salam-guru-sambut-siswa-bagian-dari-pendidikan-karakter/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2023 13:39:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Guru SD Negeri Rawobelang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Karakter]]></category>
		<category><![CDATA[SD Negeri Rawobelang]]></category>
		<category><![CDATA[Sri Astuti]]></category>
		<category><![CDATA[Ucap Salam Guru Sambut Siswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=412601</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, SEKOLAH sebagai salah satu lembaga pendidikan berperan dalam pembentukan karakter generasi bangsa yang unggul. Untuk membentuk karakter siswa dengan akhlak dan budi pekerti yang luhur akan tercipta kedisiplinan. Namun karakter tersebut harus ditanamkan sejak kecil melalui pembiasaan dan keteladanan. Misal kebiasaan senyum dan ucap salam oleh guru saat menyambut kedatangan siswa di pintu gerbang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, SEKOLAH sebagai salah satu lembaga pendidikan berperan dalam pembentukan karakter generasi bangsa yang unggul. Untuk membentuk karakter siswa dengan akhlak dan budi pekerti yang luhur akan tercipta kedisiplinan. Namun karakter tersebut harus ditanamkan sejak kecil melalui pembiasaan dan keteladanan.</p>
<p>Misal kebiasaan senyum dan ucap salam oleh guru saat menyambut kedatangan siswa di pintu gerbang sekolah, tentu menjadi contoh bagi siswa-siswa agar datang lebih awal. Menjadikan siswa datang tepat waktu, supaya tidak telat dan selalu bersemangat dalam mengikuti pembelajaran setiap hari.</p>
<p>Senyum dan mengucap salam para guru ini juga untuk menumbuhkan rasa hormat terhadap orang lain, terutama terhadap yang lebih tua, sehingga tercipta suasana yang harmonis antara warga sekolah baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan luar sekolah. </p>
<p>Kebiasaan ucap salam di depan pintu gerbang menyambut peserta didik dan senyum guru terhadap peserta didik merupakan salah satu contoh atau keteladanan dari para guru untuk para peserta didiknya, agar selalu murah senyum dan mengucap salam dengan siapapun baik dengan guru, teman, maupun warga masyarakat lainnya.</p>
<p>Sekolah Dasar (SD) Negeri Rawobelang berada di pedesaan. Tepatnya di jalur penghubung antara Kecamatan Warungasem dengan Kecamatan Batang atau Kecamatan Wonotunggal dengan Kecamatan Batang. Sehingga arus lalu lintgas kendaraan cukup padat setiap harinya. Maka penting sekali peran guru dalam menyambut peserta didik di depan pintu gerbang untuk mengawasi sekaligus membantu peserta didik untuk menyeberang jalan saat ke sekolah maupun saat pulang sekolah.</p>
<p>Di SD Negeri Rowobelang, setiap hari ada dua guru yang ditugaskan untuk menyambut peserta didik di pintu gerbang sekolah. Dengan jumlah guru sebanyak sembilan guru dan satu tenaga Perpustakaan, dalam waktu seminggu bertugas satu kali menyambut peserta didik di depan pintu gerbang. Kegiatan tersebut selalu dimulai sekitar pukul 06.20 sampai pukul 07.00.<br />
Siswa yang datang, baik itu diantar orang tua maupun jalan kaki, bisanya langsung menghampiri guru untuk bersalaman dan menjawab salam dari guru dengan senyuman.</p>
<p>Selain guru mengucap salam dan memberikan senyum kepada peserta didik yang datang, guru juga bertugas mengecek suhu peserta didik. Apabila suhu badan peserta didik normal, langsung diperbolehkan untuk mengikuti pelajaran pada hari itu. Namun apabila suhu tubuh peserta didik tinggi, disarankan untuk beristirahat di rumah dan boleh masuk sekolah jika sudah sehat kembali. </p>
<p>Di SD Negeri Rowobelang juga selalu mengingatkan peserta didik tentang kerapian, baik kerapian rambut maupun kerapian berpakaian. Jika ada peserta didik yang pakaiannya kurang rapi, guru harus menasehati agar rapi. Begitu juga jika ada peserta didik yang berangkat ke sekolah, namun belum merapikan rambutnya, maka guru harus selalu mengingatkan agar peserta didik itu merapikan rambutnya dulu di hari esoknya sebelum berangkat sekolah.</p>
<p>Kini hasilnya patut disyukuri, Alhamdulillah. Ternyata menyambur dengan senyuman dan salam di depan pintu gerbang sekolah yang sudah menjadi rutinitas guru SD Negeri Rowobelang setiap pagi, memiliki efek positif. Bahkan sudah berlangsung dari tahun ke tahun. Semoga para guru selalu diberikan kemudahan dan kesehatan dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari, untuk mencetak generasi penerus perjuangan bangsa yang cerdas dan berakhlak mulia. (gp/ida)</p>
<p>Guru SD Negeri Rawobelang</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
