<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pemprov jateng &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/pemprov-jateng/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Jan 2023 04:03:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>pemprov jateng &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cegah Wabah PMK, Jateng Vaksinasi 2,4 Juta Ternak</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/29/cegah-wabah-pmk-jateng-vaksinasi-24-juta-ternak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2023 04:03:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[pemprov jateng]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit mulut dan kuku]]></category>
		<category><![CDATA[PMK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=414333</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Ungaran – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menargetkan vaksinasi terhadap 2,4 juta ekor sapi pada 2023 ini. Hal ini untuk mencegah penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak berkuku belah. Hal tersebut disampaikan Asisten Ekonomi Pembangunan Jateng sekaligus Wakil Ketua Satgas PMK Jateng Sujarwanto Dwiatmoko saat Kick Off Pengendalian dan Penanggulangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Ungaran</em></strong> – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menargetkan vaksinasi terhadap 2,4 juta ekor sapi pada 2023 ini. Hal ini untuk mencegah penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak berkuku belah.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Asisten Ekonomi Pembangunan Jateng sekaligus Wakil Ketua Satgas PMK Jateng Sujarwanto Dwiatmoko saat Kick Off Pengendalian dan Penanggulangan PMK 2023 di Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT Nyawiji Ki Semar, Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang Sabtu (28/1).</p>
<p>“Kami berharap Provinsi Jateng secepatnya dapat terbebas dari penyakit tersebut”, ujar Sujarwanto.</p>
<p>Ia mengatakan, Jateng adalah sentra produsen sapi terbesar nomor dua setelah Jawa Timur.</p>
<p>Menurutnya dampak dari PMK tidak hanya menginfeksi ternak, namun juga berdampak pada perekonomian daerah dan pendapatan peternak, serta kebutuhan pangan hewani masyarakat.</p>
<p>Data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jateng, populasi hewan rentan atau dapat tertular PMK di Jateng sebanyak 8.286.530 ekor.</p>
<p>Jumlah itu terdiri atas sapi potong sebanyak 1,87 juta ekor, sapi perah sekitar 142.510 ekor, kerbau sebanyak 58.190 ekor, 3,79 juta ekor, domba sebanyak 2,33 juta ekor dan babi sebanyak 88.290 ekor.</p>
<p>“Ternak tersebut dipelihara 2,17 juta penduduk Jateng. Jika dikalkulasikan, nilai aset ternak di Jateng ini Rp 43,75 tiriliun, sehingga penanganan PMK dan penyakit hewan lainnya mendapatkan etensi khusus dari Pemerintah Provinsi Jateng,” urainya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jateng Agus Wariyanto mengungkapkan, vaksinasi untuk 2,4 juta ekor ternak diperuntukan bagi ternak yang belum divaksin maupun vaksin lanjutan.</p>
<p>Hingga kini, total pelaksanaan vaksinasi PMK telah mencapai 1.359.801 dosis atau 91,2 persen dari distribusi vaksin yang diterima dari Kementerian Pertanian.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemprov Jateng Fokus Genjot Layanan Perlindungan Anak</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/27/pemprov-jateng-fokus-genjot-layanan-perlindungan-anak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2023 02:15:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[DP3A Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[pemprov jateng]]></category>
		<category><![CDATA[SIMFONI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=414097</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) berfokus menggenjot layanan perlindungan pada anak. Baik secara terintegratif dan kolaboratif. Salah satu upaya yang dilakukan adalah bersinergi bersama membangun desa ramah anak. Berdasarkan data kompilasi SIMFONI tahun 2022 oleh DP3A Jateng tercatat ada 1.224 kekerasan anak. Sebanyak 245 laki-laki dan 979 perempuan. Sedangkan untuk perkawinan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) berfokus menggenjot layanan perlindungan pada anak.</p>
<p>Baik secara terintegratif dan kolaboratif. Salah satu upaya yang dilakukan adalah bersinergi bersama membangun desa ramah anak.</p>
<p>Berdasarkan data kompilasi SIMFONI tahun 2022 oleh DP3A Jateng tercatat ada 1.224 kekerasan anak. Sebanyak 245 laki-laki dan 979 perempuan. Sedangkan untuk perkawinan anak di Jateng tahun 2020 sebanyak 12.972 dan tahun 2022 sebanyak 5.554 kasus.</p>
<p>Karena itu, Pemprov Jateng melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jateng bersinergi dengan Unicef dan Yayasan Setara berfokus untuk menggenjot program kegiatan Safe and Friendly Environment for Children (SAFE4C).</p>
<p>Salah satunya untuk mendukung terciptanya penguatan lingkungan yang aman serta ramah bagi anak di Jateng.</p>
<p>“Kami di tahun 2023 itu kepingin lebih kolaboratif untuk mengatasi problem-problem di Jateng. Karena sebenarnya sasarannya di titik yang sama ya kebanyakan ada di desa,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno usai membuka kegiatan Rapat Koordinasi dan Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan Perlindungan Anak di Jateng di Hotel Grasia, Kamis (26/1).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
