<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>OLAHRAGA &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/olahraga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Jan 2023 11:53:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>OLAHRAGA &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Membentuk Karakter Peserta Didik melalui Pendidikan Jasmani dan Olahraga</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/10/membentuk-karakter-peserta-didik-melalui-pendidikan-jasmani-dan-olahraga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2023 11:53:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Sukri Heriyanto]]></category>
		<category><![CDATA[Guru SMP Negeri 1 Salatiga]]></category>
		<category><![CDATA[Membentuk Karakter Peserta Didik]]></category>
		<category><![CDATA[OLAHRAGA]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Jasmani]]></category>
		<category><![CDATA[SMP Negeri 1 Salatiga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=412173</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, DUNIA pendidikan terus mengalami perubahan setiap waktu. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya perubahan zaman, perubahan arah politik, perubahan kebiasaan, dan masih banyak lagi. Seperti halnya pada kondisi pandemi Covid—19 lalu, pendidikan mengalami perubahan agar dapat beradaptasi dan tetap terjaga keberlangsungannya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian pendidikan adalah proses pengubahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, DUNIA pendidikan terus mengalami perubahan setiap waktu. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya perubahan zaman, perubahan arah politik, perubahan kebiasaan, dan masih banyak lagi. </p>
<p>Seperti halnya pada kondisi pandemi Covid—19 lalu, pendidikan mengalami perubahan agar dapat beradaptasi dan tetap terjaga keberlangsungannya.</p>
<p>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Bahkan pendidikan juga dapat diartikan sebagai proses, cara, dan perbuatan mendidik. </p>
<p>Sementara itu, jika pendidikan dikaitkan dengan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam bentuk fisik, mental, serta emosional. </p>
<p>Sebagai sebuah mata pelajaran PJOK merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, serta penghayatan nilai-nilai sikap, mental, emosional, sportivitas, spiritual, dan sosial, serta pembiasaan pola hidup sehat yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang. </p>
<p>Bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berpikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat. Selain itu, pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga, dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.</p>
<p>Kegiatan olahraga setiap komponen yang terlibat memiliki fungsi dan peran masing-masing. Ada pemain atau atlet, pelatih, wasit, dan penonton. </p>
<p>Masing-masing memiliki peran yang berbeda, dan tidak ada yang tumpang tindih, misalnya menjadi pemain sekaligus wasit, atau wasit sekaligus penonton. Karena kejelasan peran tersebut, maka secara ethics, olahraga dapat digunakan sebagai alat dalam membangun karakter bangsa. </p>
<p>Pemain, pelatih, wasit, dan penonton, ketika berada di lapangan mematuhi peraturan yang berlaku. Kesadaran mematuhi aturan tersebut menumbuhkan sikap disiplin, sportif, dan bertanggung jawab. </p>
<p>Seseorang yang melakukan aktivitas tersebut secara berulang-ulang, maka akan menumbuhkan kesadaran taat pada aturan yang berlaku, dan akhirnya memunculkan kebiasaan untuk hidup disiplin, sportif, dan bertanggung jawab, terhadap apa yang dia lakukan. </p>
<p>Karakter seseorang akan kelihatan dari kehidupan sehari-hari. Sikap jujur, disiplin, sportif, kerja sama, dan bertanggung jawab dibangun melalui perilaku, “bukan teoritik.” Dengan demikian, intervensi yang dapat dilakukan adalah merancang kegiatan berupa aktivitas tertentu yang berbentuk pelaksanaan kegiatan, misalnya berbentuk festival, lomba atau pertandingan. </p>
<p>Karakter bukan berbentuk teoritik, melainkan penerapan dari pengetahuan “baik” yang sudah dimiliki dalam bentuk kegiatan praktis di lapangan. Pengambangan karakter dapat dilakukan melalui aktivitas tertentu, misalnya, simulasi permainan, bermain, dan aktivitas lain yang dilakukan secara praktis.</p>
<p>Selain itu, guru pendidikan jasmani dapat mengajarkan pendidikan karakter di luar jam pelajaran pada saat ekstrakurikuler, kegiatan pramuka, organisasi klub olahraga sekolah dengan melihat peluang yang tepat dalam pendekatan individu. Harapannya, pendidikan jasmani dan olahraga merupakan laboratorium bagi pengalaman manusia. </p>
<p>Oleh sebab itu, guru pendidikan jasmani harus mencoba mengajarkan pendidikan karakter dalam proses belajar mengajar, yang mengarah pada kesempatan untuk membentuk karakter anak. Hal itu yang penulis lakukan sebagai guru PJOK di SMP Negeri 1 Salatiga. (igi1/ida)</p>
<p>Guru SMP Negeri 1 Salatiga</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Erlina Puji Apriyanti, Dari Atlet Bola Voli ke Bola Tangan</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/02/erlina-puji-apriyanti-dari-atlet-bola-voli-ke-bola-tangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2023 14:03:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Features]]></category>
		<category><![CDATA[Atlet Bola Voli]]></category>
		<category><![CDATA[Bola Tangan]]></category>
		<category><![CDATA[Erlina Puji Apriyanti]]></category>
		<category><![CDATA[OLAHRAGA]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[UNNES]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411278</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, ERLINA Puji Apriyanti menyukai olahraga sejak SMP sampai sekarang. Mulai dari bola voli, bola basket, hingga bola tangan (handball). Selama duduk di bangku SMP, ia tidak menyia-nyiakan waktunya untuk bermain-main. Hal itu ia pergunakan untuk menekuni apa yang disukai. “Sejak SMP sebenarnya aku sudah suka dengan dunia olahraga. Yang pertama aku tekuni bola voli,” [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, ERLINA Puji Apriyanti menyukai olahraga sejak SMP sampai sekarang. </p>
<p>Mulai dari bola voli, bola basket, hingga bola tangan (handball). Selama duduk di bangku SMP, ia tidak menyia-nyiakan waktunya untuk bermain-main. </p>
<p>Hal itu ia pergunakan untuk menekuni apa yang disukai.  </p>
<p>“Sejak SMP sebenarnya aku sudah suka dengan dunia olahraga. Yang pertama aku tekuni bola voli,” ungkap Erlina kepada RADARSEMARANG.COM. </p>
<p>Setelah duduk di bangku kelas 1 SMA, ia banting setir ke bola basket. </p>
<p>Hal itu dikarenakan antusias siswa mengikuti ekstrakurikuler bola voli di sekolahnya tidak banyak peminat. Ia pun mengikuti ekskul bola basket yang banyak peminatnya. </p>
<p>Beberapa kali ia memperkuat tim basket sekolahnya mengikuti turnamen antarsekolah.   </p>
<p>“Saat itu, aku juga pernah ditawarin untuk bermain handball dan diajak main di PON 2016, tapi aku masih keukeh di bola basket,” ungkapnya.</p>
<p>Baru setelah kelas 3 SMA, ia akhirnya pindah haluan ke handball karena ada sedikit motivasi yang membuatnya merambah ke cabang olahraga tersebut.</p>
<p>Didampingi sang kakak yang juga atlet handball, alumnus dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini pun berhasil mendapatkan gelar pertamanya di Kejurprov handball di Tegal pada 2016.  </p>
<p>“Ya, dulu motivasinya kalau menang bakal dibelikan sepatu, ya siapa yang tidak mau sepatu kan,” tuturnya sambil tersenyum. </p>
<p>Sejak itu, prestasi demi prestasi diraih Erlina. Di antaranya, juara II Kejurprov 2017, juara II Kejurprov Senior 2018 dan juara II Pra PON 2019. Sampai saat ini, gadis kelahiran 1998 ini masih aktif di cabang olahraga tersebut meski hanya sebagai pengurus tim. </p>
<p>“Saat ini masih mengurus tim buat persiapan Popda U-17 serta pembentukan tim buat Pra-Porprov,” katanya. (nun/aro)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
