<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kriminalitas semarang &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/kriminalitas-semarang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2023 02:07:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.1</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>kriminalitas semarang &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kasus Penyerangan Siswa SMKN 5 Semarang, 13 Siswa Diamankan, Tiga Ditahan</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/27/kasus-penyerangan-siswa-smkn-5-semarang-13-siswa-diamankan-tiga-ditahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2023 02:07:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[kriminalitas semarang]]></category>
		<category><![CDATA[PEMBACOKAN]]></category>
		<category><![CDATA[SMK Negeri 5 Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[tawuran pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[tawuran semarang]]></category>
		<category><![CDATA[top]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=414093</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Kasus penyerangan terhadap siswa SMK Negeri 5 Semarang oleh sekelompok remaja tak dikenal akhirnya terungkap. Sebanyak 13 remaja yang terlibat berhasil diamankan oleh anggota Satreskrim Polrestabes Semarang. Mereka juga berstatus pelajar SMK di Kota Semarang. &#8220;Yang diamankan ada 13 orang. Tapi yang diduga sebagai pelaku utama pembacokan hanya tiga orang. Satu di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Kasus penyerangan terhadap siswa SMK Negeri 5 Semarang oleh sekelompok remaja tak dikenal akhirnya terungkap.</p>
<p>Sebanyak 13 remaja yang terlibat berhasil diamankan oleh anggota Satreskrim Polrestabes Semarang. Mereka juga berstatus pelajar SMK di Kota Semarang.</p>
<p>&#8220;Yang diamankan ada 13 orang. Tapi yang diduga sebagai pelaku utama pembacokan hanya tiga orang. Satu di antaranya masih di bawah umur,&#8221; ungkap Suseno dari LBH Ratu Adil yang mendampingi para pelaku saat dikonfirmasi <em>RADARSEMARANG.COM</em>, Kamis (26/1).</p>
<p>Tiga orang yang diduga sebagai pelaku pembacokan tersebut berinisial RBS, warga Tandang, Kecamatan Tembalang, serta RP dan MHS, keduanya warga Plamongan, Pedurungan.</p>
<p>Suseno menyebutkan, ke-13 pelajar itu berhasil diamankan di rumah masing-masing pada dua hari yang lalu.</p>
<p>&#8220;Mereka juga anak STM (SMK). Yang tiga orang pelaku pembacokan ditahan, kasusnya dilanjut, diproses hukum. Kalau lainnya sebagai saksi, tapi tetap dikenakan wajib lapor,&#8221; katanya.</p>
<p>Pria yang berprofesi sebagai pengacara ini menambahkan, tiga orang yang diproses hukum tersebut mendapatkan pendampingan hukum dari LBH Ratu Adil.</p>
<p>Selain itu, anggota LBH Ratu Adil Guntur Kresna Hadi Saputra juga ditunjuk sebagai pendamping hukum ketiga pelaku yang ditahan.</p>
<p>&#8220;Kita dari LBH Ratu Adil sudah mendapatkan mandat sebagai pendamping kuasa hukum. Ketiga pelaku dijerat pasal berbeda. Ada yang dikenakan KUHP pasal 351 dan pasal 170 tentang pengeroyokan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dijelaskan, aksi penyerangan itu terjadi di depan SMK Negeri 5 Semarang  Jalan Dr Cipto, Semarang, Jumat (20/1) lalu usai jam pembelajaran sekolah.</p>
<p>Akibat penyerangan ini, dua siswa mengalami luka bacok. Selain di depan SMKN 5, pembacokan juga dilakukan di Jalan Jolotundo, Sambirejo, Gayamsari.</p>
<p>&#8220;Dari keterangan klien kami, motifnya tantang-tantangan melalui WA (<em>WhatsApp</em>). Biasa semacam <em>geng-gengan</em>,&#8221; katanya.</p>
<p>Terpisah, Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lumbantoruan membenarkan adanya penangkapan tersebut. Sekarang ini, masih dalam pemeriksaan lebih lanjut. &#8220;Sudah diamankan, tiga pelaku sudah ditahan,&#8221; ujarnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Pelaku Pengeroyokan dan Pembacokan di Karaoke Dargo Masih Buron</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/25/tiga-pelaku-pengeroyokan-dan-pembacokan-di-karaoke-dargo-masih-buron/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2023 02:14:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[karaoke dargo]]></category>
		<category><![CDATA[KRIMINALITAS]]></category>
		<category><![CDATA[kriminalitas semarang]]></category>
		<category><![CDATA[PEMBACOKAN]]></category>
		<category><![CDATA[top]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=413821</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Delapan pelaku penyerangan di kawasan Ruko Karaoke Dargo, Semarang Timur yang diamankan ternyata dua di antaranya kakak beradik. Keduanya berperan sebagai pelaku pembacokan. Sekarang ini, tiga pelaku lainnya masih terus diburu. &#8220;Kasus pelaku penyerangan ini ada sebelas orang, delapan sudah berhasil ditangkap, tiga masih kami kejar,&#8221; kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Delapan pelaku penyerangan di kawasan Ruko Karaoke Dargo, Semarang Timur yang diamankan ternyata dua di antaranya kakak beradik. Keduanya berperan sebagai pelaku pembacokan. Sekarang ini, tiga pelaku lainnya masih terus diburu.</p>
<p>&#8220;Kasus pelaku penyerangan ini ada sebelas orang, delapan sudah berhasil ditangkap, tiga masih kami kejar,&#8221; kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar saat di Mapolrestabes Semarang, Selasa (24/1) kemarin.</p>
<p>Delapan pelaku yang diamankan adalah DT, 17; Eri, 18; Nanda,19; Dino Kurnioawan,19; Didi Kurniawan,19; Widyanto Saputra, 28; IS,18; dan Noval, 19. Mereka merupakan warga Kampung Tambakmulyo, Tambaklorok, Semarang Utara.</p>
<p>Pelaku berhasil diamankan anggota Polrestabes Semarang, Senin (23/1) sekitar pukul 00.30. Kejadian ini, petugas juga turut mengamankan dua senjata tajam jenis celurit.</p>
<p>&#8220;Dari delapan orang yang diamankan, tiga pelaku berperan melakukan pembacokan terhadap korban,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Tiga pelaku pembacokan tersebut, dua orang di antaranya adalah kakak beradik, yakni Dino Kurniawan dan Didi Kurniawan. Peristiwanya berawal dari pelaku Widyanto mendapat kabar dari pelaku Fajar, bahwa pelaku Danu ketika membeli rokok dipelototi oleh gerombolan korban.</p>
<p>&#8220;Motifnya, karena merasa tidak nyaman diperhatikan oleh kelompok korban. Kemudian melakukan penyerangan menggunakan sajam dan membacok sejumlah korban,&#8221; jelasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Diserang Gerombolan Bersajam, Lima Warga Semarang Masuk RS</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/24/diserang-gerombolan-bersajam-lima-warga-semarang-masuk-rs/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2023 01:44:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[kriminalitas semarang]]></category>
		<category><![CDATA[penyerangan]]></category>
		<category><![CDATA[senjata tajam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=413687</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Penyerangan yang dilakukan gerombolan orang tak dikenal menggunakan senjata tajam (sajam) kembali terjadi. Kali ini, terjadi di Komplek Ruko Dargo, Kebonagung, Kecamatan Semarang Timur, Minggu (22/1) sekitar pukul 03.05. Akibat kejadian ini, lima orang mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit (RS). Korban di antaranya, Toni Susilo, 30, warga Karang Kebon Utara, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Penyerangan yang dilakukan gerombolan orang tak dikenal menggunakan senjata tajam (sajam) kembali terjadi. Kali ini, terjadi di Komplek Ruko Dargo, Kebonagung, Kecamatan Semarang Timur, Minggu (22/1) sekitar pukul 03.05. Akibat kejadian ini, lima orang mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit (RS).</p>
<p>Korban di antaranya, Toni Susilo, 30, warga Karang Kebon Utara, Sarirejo, Semarang Timur; Gunawan Wibisono, 23, Kebonagung, Semarang Timur; Dodik Prasetyo, 30, warga Bugangan, Semarang Timur; Irvan Erianto, 20, warga Karangingas, Siwalan, Gayamsari; dan satunya belum teridentifikasi.</p>
<p>Tiga orang mengalami luka bacok di bagian punggung dan lengan. Kemudian dua orang mengalami luka bacok di pergelangan tangan dan punggung. Sebagian lainnya berhasil menyelamatkan diri.</p>
<p>Salah satu korban, Gunawan Wibisono menjelaskan, kejadian itu terjadi ketika dirinya sedang asyik nongkrong bersama teman-temannya.</p>
<p>Kemudian, datang gerombolan remaja dari arah tempat karaoke dengan membawa senjata tajam jenis clurit, langsung menyerangnya dan teman-temannya.</p>
<p>&#8220;Datang langsung menyerang. Saya posisi duduk di tengah, lagi enak-anakan gitaran dibacok kena lengan tangan kanan. Orangnya masih muda-muda, sekitaran 20-an tahun, lebih dari 10 orang,&#8221; ungkapnya saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (23/1) kemarin.</p>
<p>Korban lainnya, Dodik Prasetyo menambahkan, akibat luka bacok yang didapat, dirinya harus mengalami 17 jahitan. Saat dibacok dirinya sedang asyik bernyanyi sambil gitaran.</p>
<p>&#8220;Saya pas nengok langsung dibacok. Kena punggung dan perut kanan total 17 jahitan. Yang di punggung hampir tembus ke paru-paru luka bacoknya,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara, saksi mata Junaidi menjelaskan, para korban sempat berpapasan dengan para pelaku yang membawa senjata tajam. Kemudian para korban sempat pindah lokasi nongkrong, namun malah dikejar oleh para pelaku.</p>
<p>&#8220;Korban lari semua, tapi ada yang kena bacok lima orang. Yang parah dua orang. Gak tahu masalahnya apa. Sebenarnya gak ada yang dicari. Tapi pas pelaku teriak, katanya gak terima dilihatin pas lewat,&#8221; imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tepergok, Maling Babak Belur Dihajar Massa</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/19/tepergok-maling-babak-belur-dihajar-massa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2023 02:50:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[KRIMINALITAS]]></category>
		<category><![CDATA[kriminalitas semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Maling]]></category>
		<category><![CDATA[Pencurian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=413186</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Nasib nahas dialami Dian Muhanto, 35, warga Bulu Lor, Semarang Utara. Ia babak belur dihajar massa karena diduga hendak melakukan pencurian. Kejadiannya di Jalan Batan Sawo, Kelurahan Miroto, Semarang Tengah, Selasa (17/1) sekitar pukul 05.00. Ternyata aksinya, sudah dilakukan di berbagai TKP lain. Informasi yang diperoleh, kejadian ini pelaku hendak melakukan aksi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Nasib nahas dialami Dian Muhanto, 35, warga Bulu Lor, Semarang Utara. Ia babak belur dihajar massa karena diduga hendak melakukan pencurian.</p>
<p>Kejadiannya di Jalan Batan Sawo, Kelurahan Miroto, Semarang Tengah, Selasa (17/1) sekitar pukul 05.00. Ternyata aksinya, sudah dilakukan di berbagai TKP lain.</p>
<p>Informasi yang diperoleh, kejadian ini pelaku hendak melakukan aksi pencurian di sebuah rumah warga. Tapi ketahuan dan sempat terjadi baku hantam dengan korbannya. Pelaku sempat kabur dan terjatuh.</p>
<p>Kemudian diteriaki maling hingga terdengar warga. Akhirnya dikejar dan sesampainya di tepi sungai tepatnya di samping Taman Batan Miroto Kota Semarang pelaku berhasil diamankan warga dan sempat dihakimi.</p>
<p>&#8220;Dicurigai mau mencuri, tapi ketahuan warga dan dimassa,&#8221; ungkap Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Indra Romantika kepada <em>RADARSEMARANG.COM</em> Selasa (17/1) kemarin.</p>
<p>Pelaku juga ditelanjangi, yang tertinggal melekat di tubuhnya hanya celana dalam. Sempat menjadi tontonan warga sekitar yang mengetahui kejadian ini.</p>
<p>Selanjutnya dilaporkan ke kepolisian. Kemudian pelaku diamankan petugas dan dibawa ke Mapolsek Semarang Tengah untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut guna pengembangan.</p>
<p>Kapolsek membeberkan, belum mengetahui barang yang akan dicuri pelaku. Menurutnya, saat ini masih dilakukan pemeriksaan.</p>
<p>Sedangkan barang bukti yang turut diamankan dari pelaku di antaranya ada sebuah handphone dari tangan pelaku. Namun, diindikasi handphone tersebut hasil kejahatan di tempat lain.</p>
<p>&#8220;Pelaku yang sudah diamankan di Polsek Semarang Tengah, dibawa ke kantor, dilaksanakan penyelidikan. Handphone yang digunakan itu, ternyata identik dengan kasus 365 di Jalan Bima,&#8221; bebernya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gerombolan Pemuda bersenjata Tajam Rusak Rumah Warga Cinde Raya Semarang</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/16/gerombolan-pemuda-bersenjata-tajam-rusak-rumah-warga-cinde-raya-semarang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2023 01:37:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[KRIMINALITAS]]></category>
		<category><![CDATA[kriminalitas semarang]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda bersenjata tajam]]></category>
		<category><![CDATA[penyerangan]]></category>
		<category><![CDATA[top]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=412789</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Gerombolan pemuda bersenjata tajam membuat ulah di Jalan Cinde Raya, Jomblang, Kecamatan Candisari, Minggu (15/1) sekitar pukul 05.30. Mereka menyerang dan merusak rumah Arya Dimas. Para pelaku membacoki pintu rumah dengan senjata tajam. Menurut keterangan Arya Dimas, penyerangan itu terjadi ketika dirinya pulang dari bermain bersama Rian, anaknya. Tak berselang lama, melintas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Gerombolan pemuda bersenjata tajam membuat ulah di Jalan Cinde Raya, Jomblang, Kecamatan Candisari, Minggu (15/1) sekitar pukul 05.30. Mereka menyerang dan merusak rumah Arya Dimas. Para pelaku membacoki pintu rumah dengan senjata tajam.</p>
<p>Menurut keterangan Arya Dimas, penyerangan itu terjadi ketika dirinya pulang dari bermain bersama Rian, anaknya. Tak berselang lama, melintas gerombolan pelaku di depan rumahnya. Para pelaku lalu berhenti dan menyerang Rian yang sedang duduk di atas motor.</p>
<p>&#8220;Saya sama Rian pulang main. Saya lewat <em>lengkong</em>, mau ambil duit. Rencana mau keluar lagi membeli makan. Tiba-tiba Rian diserang. Anak saya lari minta tolong masuk ke dalam rumah. Pintu saya tutup,&#8221; ceritanya kepada <em>RADARSEMARANG.COM</em>, Minggu (15/1).</p>
<p>Kejadian ini sempat terekam CCTV di sekitar lokasi. Pelaku rata-rata masih usia muda. Mereka berboncengan sepeda motor tanpa mengenakan helm. Wajah mereka terlihat jelas.</p>
<p>Ada pelaku perempuan. Mereka dengan beringas turun dari motor sembari membawa senjata tajam. Para pelaku mengajar Rian yang berusaha menyelamatkan diri ke dalam rumah.</p>
<p>Menurut Arya Dimas, Rian berhasil masuk rumah sebelum pelaku berhasil mengejarnya. Pelaku sempat mengganjal pintu rumah menggunakan celurit, dan berusaha masuk ke dalam rumah. Beruntung, pelaku tidak berhasil masuk lantaran pintu diganjal empat orang dari dalam rumah.</p>
<p>&#8220;Di dalam rumah ada empat orang menahan pintu dari dalam. Ada kakak, opa sama om. Ketika mau pergi, motor Rian dirusak, dibacoki, yang <em>mbacok-mbacok</em> sekitar lima orang,&#8221; bebernya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelaku Penculikan Bocah SD di Semarang Utara Residivis Penggelapan Motor</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/13/pelaku-penculikan-bocah-sd-di-semarang-utara-residivis-penggelapan-motor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2023 02:42:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[KRIMINALITAS]]></category>
		<category><![CDATA[kriminalitas semarang]]></category>
		<category><![CDATA[PENCULIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[Residivis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=412503</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Susanto, 64, warga Pandansari, Kota Semarang, pelaku penculikan bocah berusia delapan tahun, berinisial W, warga Semarang akhirnya mendekam di ruang tahanan Mapolrestabes Semarang. Ternyata pria tersebut seorang residivis kasus penggelapan. Keluar penjara tahun 2019 lalu. &#8220;Yang bersangkutan merupakan residivis dan pernah menjalani hukuman di beberapa tempat di Kota Semarang dan Klaten,&#8221; kata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Susanto, 64, warga Pandansari, Kota Semarang, pelaku penculikan bocah berusia delapan tahun, berinisial W, warga Semarang akhirnya mendekam di ruang tahanan Mapolrestabes Semarang. Ternyata pria tersebut seorang residivis kasus penggelapan. Keluar penjara tahun 2019 lalu.</p>
<p>&#8220;Yang bersangkutan merupakan residivis dan pernah menjalani hukuman di beberapa tempat di Kota Semarang dan Klaten,&#8221; kata Kasatreskrim Polrestabes, AKBP Donny Lumbatoruan saat di Mapolrestabes Semarang, Kamis (12/1) kemarin.</p>
<p>Tersangka berambut putih tersebut telah ditetapkan tersangka. Namun, bukan kasus penculikan. Melainkan kasus pencurian motor. Sebab, saat membawa bocah tersebut, juga mengambil motor milik orang tua W, Setiawan Santoso.</p>
<p>&#8220;Dalam kasus ini, pelaku diduga melakukan pencurian kendaraan bermotor. Sedangkan unsur penculikannya belum bisa terpenuhi,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Setiawan hadir bersama isterinya di Mapolrestabes Semarang. Menurutnya, tersangka awalnya datang ke warungnya untuk minta minum air putih. Setelah itu, Susanto minta karung bekas yang tergeletak di sebuah pohon besar dekat warung saya.</p>
<p>&#8220;Saya berikan. Silahkan pak kalau mau diambil. Kemudian pelaku pergi dan datang kembali setelah pukul 03.30. Datang ke warung untuk minta tolong diantar mengambil rongsokan. Sudah kami antarkan,&#8221; katanya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Pencuri Minibus Elf Ditembak</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/13/dua-pencuri-minibus-elf-ditembak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2023 02:27:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[KRIMINALITAS]]></category>
		<category><![CDATA[kriminalitas semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian Isuzu Elf]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=412489</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Polrestabes Semarang bergerak cepat menindaklanjuti laporan pencurian kendaraan  roda empat jenis minibus Isuzu Elf di Jalan Sriwijaya, Semarang Selatan, Senin (9/1) lalu. Hanya dalam tiga hari, dua orang diduga pelaku berhasil diamankan. Keduanya,  Angga Harry Prasetyo alias Ari, 31, warga Tlogotumpi, Brambang, Karangawen, Kabupaten Demak dan Sunarto alias Kituk, 46, warga Dempel, Pilang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Polrestabes Semarang bergerak cepat menindaklanjuti laporan pencurian kendaraan  roda empat jenis minibus Isuzu Elf di Jalan Sriwijaya, Semarang Selatan, Senin (9/1) lalu.</p>
<p>Hanya dalam tiga hari, dua orang diduga pelaku berhasil diamankan. Keduanya,  Angga Harry Prasetyo alias Ari, 31, warga Tlogotumpi, Brambang, Karangawen, Kabupaten Demak dan Sunarto alias Kituk, 46, warga Dempel, Pilang Wetan, Kecamatan Kebonagung, Demak.  Keduanya terpaksa ditembak kakinya karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap.</p>
<p>Pelaku Angga ditangkap di rumahnya sekitar pukul 01.00. Hasil pengembangan, petugas berhasil mengamankan pelaku Sunarto juga di rumahnya sekitar pukul 02.00.</p>
<p>Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan korban Haretta Diyah Indrihastuti, warga Jalan Genuk Karanglo, Tegalsari Kecamatan Candisari ke Polrestabes Semarang, Senin (9/1).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mantan Lurah Sambirejo Pemalsu Surat Dituntut Dua Tahun Bui</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/12/mantan-lurah-sambirejo-pemalsu-surat-dituntut-dua-tahun-bui/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2023 10:24:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[kriminalitas semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Lurah sambirejo]]></category>
		<category><![CDATA[pemalsu sertifikat]]></category>
		<category><![CDATA[sertifikat tanah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=412449</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Mantan Lurah Sambirejo Kecamatan Gayamsari Kota Semarang, Purwoko dituntut bersalah melakukan pemalsuan surat secara bersama-sama dengan terdakwa Achmad Ansori. &#8220;Menuntut majelis hakim menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun,&#8221; ujar Jaksa Penuntut Umum Yogi Budi Aryanto di Pengadilan Negeri Semarang, Kamis (12/1). Ia menyatakan, pertimbangan yang memberatkan yakni terdakwa saat memberikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Mantan Lurah Sambirejo Kecamatan Gayamsari Kota Semarang, Purwoko dituntut bersalah melakukan pemalsuan surat secara bersama-sama dengan terdakwa Achmad Ansori.</p>
<p>&#8220;Menuntut majelis hakim menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun,&#8221; ujar Jaksa Penuntut Umum Yogi Budi Aryanto di Pengadilan Negeri Semarang, Kamis (12/1).</p>
<p>Ia menyatakan, pertimbangan yang memberatkan yakni terdakwa saat memberikan keterangan di persidangan berbelit-belit sehingga kesulitan mengungkap fakta.</p>
<p>Selain itu, tidak ada perdamaian dimana korban Santosari tidak memaafkan perbuatan pemalsuan surat. Serta akibat tindak pidana itu, pihak ketiga yang akan menyewa objek tanah tersebut membatalkan.</p>
<p>&#8220;Akibatnya korban mengalami kerugian sebesar Rp 1,5 miliar,&#8221; ungkapnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cerita Pilu Bocah SD di Semarang Diculik, Sehari Diajak Keliling hanya Dikasih Makan Daun</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/11/cerita-pilu-bocah-sd-di-semarang-diculik-sehari-diajak-keliling-hanya-dikasih-makan-daun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2023 01:50:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ANAK SD DICULIK]]></category>
		<category><![CDATA[kriminalitas semarang]]></category>
		<category><![CDATA[PENCULIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[top]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=412183</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Para orang tua perlu lebih waspada untuk selalu menjaga putra-putrinya. Pasalnya, pelaku penculikan gentayangan di Kota Semarang. Seperti yang dialami W. Bocah kelas 3 SD itu kemarin sempat diculik. Beruntung, dia berhasil ditemukan polisi dan pelakunya tertangkap. Setiawan tampak masih shock. Seharian anaknya, W, menghilang dibawa orang tak dikenal. Kejadiannya Selasa (10/1) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Para orang tua perlu lebih waspada untuk selalu menjaga putra-putrinya. Pasalnya, pelaku penculikan gentayangan di Kota Semarang. Seperti yang dialami W. Bocah kelas 3 SD itu kemarin sempat diculik. Beruntung, dia berhasil ditemukan polisi dan pelakunya tertangkap.</p>
<p>Setiawan tampak masih <em>shock</em>. Seharian anaknya, W, menghilang dibawa orang tak dikenal. Kejadiannya Selasa (10/1) subuh sekitar pukul 03.30.</p>
<p>Saat itu, ia berada di tempat usahanya di Jalan Hasanuddin, dekat Stasiun Poncol, Semarang Utara. Tiba-tiba datang seorang pria menghampirinya.</p>
<p>&#8220;Saat itu, saya mau <em>tutupan</em> warung dan pulang. Datang pelaku dan langsung mengajak salaman lalu ngobrol tentang ilmu-ilmu. Istri saya nanggapi. Tak lama kemudian, pelaku minta diantar mengambil barang rongsokan. Saya antar di dekat jamu Borobudur Hasanuddin,&#8221; ungkapnya kepada <em>RADARSEMARANG.COM</em> di Mapolsek Semarang Utara, , Selasa (10/1).</p>
<p>Awalnya, Setiawan tak menaruh curiga. Setelah diantar naik sepeda motor, pelaku kembali mengajak ngobrol hingga akhirnya peristiwa dugaan penculikan itu terjadi.</p>
<p>&#8220;Tahu-tahu anak sama dan motor hilang. Sebenarnya saya sempat melihat dia pergi naik motor, tapi saya tidak bisa ngomong, mulut seperti terkunci. Saya lalu berusaha mencari ke sana ke sini, tapi tidak ketemu,&#8221; ceritanya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aksi Pecah Kaca Sasar Mobil di Halaman Rumah</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/10/aksi-pecah-kaca-sasar-mobil-di-halaman-rumah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2023 01:57:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[KRIMINALITAS]]></category>
		<category><![CDATA[kriminalitas semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Pecah kaca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=412119</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Aksi kejahatan pecah kaca kembali terjadi di Kota Semarang. Kali ini pelaku beraksi di perumahan Puri Anjasmoro, Kelurahan Tawangsari, Semarang Barat. Sasarannya bukan mobil yang terparkir di tepi jalan umum, tapi di dalam halaman rumah. Pelaku berhasil menggasak piranti bagian depan mobil, seperti dashboard dan satu set panel mobil Toyota Vellfire. Berdasarkan pantauan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Aksi kejahatan pecah kaca kembali terjadi di Kota Semarang. Kali ini pelaku beraksi di perumahan Puri Anjasmoro, Kelurahan Tawangsari, Semarang Barat.</p>
<p>Sasarannya bukan mobil yang terparkir di tepi jalan umum, tapi di dalam halaman rumah. Pelaku berhasil menggasak piranti bagian depan mobil, seperti dashboard dan satu set panel mobil Toyota Vellfire.</p>
<p>Berdasarkan pantauan wartawan <em>RADARSEMARANG.COM</em>, rumah yang menjadi sasaran aksi kejatan tersebut tampak tertutup pagar besi kombinasi tembok setinggi kurang lebih 1,5 meter. Rumah tersebut tampak luas, bertingkat dua.</p>
<p>&#8220;Iya, tadi pagi ada rame-rame, ada polisi di rumah itu. Ada mobil Inafis juga. Kaca mobil samping bagian belakang pecah. Dengar-dengar yang dicuri itu bagian dasboard depan,&#8221; ungkap salah satu pekerja bangunan yang sedang beraktivitas di dekat rumah korban, Senin (9/1).</p>
<p>Semetara, Kapolsek Semarang Barat, Kompol Dicky Hermansyah membenarkan adanya kejadian ini. Kapolsek juga menyebutkan, korban atau pemilik kendaraan tersebut berinisial BKG. &#8220;Iya, ditangani Polsek (Semarang Barat). Ini (pelaku) masih dalam penyelidikan. Modusnya pecah kaca,&#8221; ungkapnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
