<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kota Salatiga &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/kota-salatiga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Jan 2023 04:14:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>Kota Salatiga &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Banyoe Angkringan Tepi Sawah Unggulkan View Tiga Gunung</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/29/banyoe-angkringan-tepi-sawah-unggulkan-view-tiga-gunung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2023 04:14:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Banyoe Angkringan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Sidorejo]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan Pulutan]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Salatiga]]></category>
		<category><![CDATA[KULINER SALATIGA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=414341</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM &#8211; Banyoe Angkringan ini beralamatkan di Kelurahan Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Mengusung konsep angkringan nusantara, ternyata bisa menarik pengunjung tidak hanya dari Kota Salatiga, tapi dari daerah lain dari luar Kota Salatiga. Banyoe Angkringan yang memiliki luas 1.500 meter persegi serta bangunan tiga lantai ini, setiap harinya bisa menggaet sekitar 1.000 hingga 2.000 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM</strong> &#8211; Banyoe Angkringan ini beralamatkan di Kelurahan Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Mengusung konsep angkringan nusantara, ternyata bisa menarik pengunjung tidak hanya dari Kota Salatiga, tapi dari daerah lain dari luar Kota Salatiga.</p>
<p>Banyoe Angkringan yang memiliki luas 1.500 meter persegi serta bangunan tiga lantai ini, setiap harinya bisa menggaet sekitar 1.000 hingga 2.000 pengunjung.</p>
<p>Rumah makan ini, mengusung view persawahan dengan pemandangan Gunung Telomoyo, Gunung Ungaran, dan Gunung Merbabu. Pastinya, ini menarik perhatian pengunjung.</p>
<p>“Lantai ketiga paling favorit bagi pengunjung baik kalangan muda hingga orang tua. Meski begitu, di lantai bawah yang terdapat tulisan BANYOE, juga menjadi spot favorit untuk berfoto selfi,” kata Public Relation (PR) Banyoe Angkringan Julie.</p>
<p>Tidak hanya pemandangan hamparan sawah nan indah dan cerah, namun aneka makanan nusantara menjadi daya tarik bagi pengunjung. Lain dengan yang lain, ada Nasi Degan dan Nasi Balap Puyung khas dari Lombok.</p>
<p>“Untuk menu nusantara ini selalu berganti menu setiap hari. Meski begitu, tetap ada menu tetap seperti aneka sate dan lauk pauk,” katanya.</p>
<p>Untuk makanan, pihaknya tidak menerima titipan dari luar. Semua dimasak langsung di tempat sehingga selalu fresh.</p>
<p>Ada 20 karyawan dan koki yang siap melayani dan menyediakan menu makanan. Selain itu, para pegawainya sangat komunikatif dengan para pengunjung.</p>
<p>“Para pengunjung yang datang kesini, kami buat betah seperti di rumah sendiri. Kami selalu berusaha berkomunikasi dan mengajak ngobrol para pengujung di sini,” ujarnya.</p>
<p>Suasana pinggir sawah yang sejuk dan adem sangat terasa ketika pengujung masuk ke dalam ruangan. Banyak tanaman di samping kiri kanan bangunan. Tentu menambah asri suasana.</p>
<p>Tidak hanya itu, Banyoe Angkringan kerap menggelar mini event seperti senam bersama dan berbagai lomba.</p>
<p>“Kami berusaha menerima masukan dari para pengunjung seperti varian menu makanan atau kekurangan-kekurangannya bisa disampaikan langsung,” imbuhnya.</p>
<p>Angkringan yang berdiri sejak 22 Desember 2022 ini masih terus menambah beberapa fasiilitas bangunan, seperti arena bermain untuk anak dan beberapa fasilitas lainnya. <strong>(nun/ida)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berkali-kali Uji Coba, Es Krim dari Bahan Tepung Singkong Ini Sempat Dicicipi Menteri Pertanian</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/10/berkali-kali-uji-coba-es-krim-dari-bahan-tepung-singkong-ini-sempat-dicicipi-menteri-pertanian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2023 01:44:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Features]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Salatiga]]></category>
		<category><![CDATA[Singkong]]></category>
		<category><![CDATA[Singkong Olahan Semesta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=412101</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM &#8211; Di Kota Salatiga, singkong memang sudah diolah menjadi aneka menu makanan. Yang terbaru, Joko Mulyono, warga Argomulyo, Salatiga memanfaatkan singkong yang sudah diolah menjadi tepung mocaf dibuat es krim. Inovasi ini menambah bagaimana menikmati singkong dengan cara berbeda. Joko Mulyono adalah pemilik UMKM Singkong Olahan Semesta Kota Salatiga. Ia selalu berinovasi dalam menciptakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM</strong> &#8211; Di Kota Salatiga, singkong memang sudah diolah menjadi aneka menu makanan. Yang terbaru, Joko Mulyono, warga Argomulyo, Salatiga memanfaatkan singkong yang sudah diolah menjadi tepung mocaf dibuat es krim. Inovasi ini menambah bagaimana menikmati singkong dengan cara berbeda.</p>
<p>Joko Mulyono adalah pemilik UMKM Singkong Olahan Semesta Kota Salatiga. Ia selalu berinovasi dalam menciptakan menu kuliner baru dari bahan singkong. Ia semakin tertantang untuk membuat inovasi setelah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah. “Berdasarkan beberapa kegiatan UMKM itu saya memotret kira-kira produk apa yang memiliki nilai diferensiasi dan efisiensi yang tinggi,” katanya kepada <em>RADARSEMARANG.COM</em>.</p>
<p>Berkat olahan singkong, Joko diundang di salah satu acara Kementerian Pertanian RI, yakni pelantikan dan pencanangan sehat dengan pangan lokal. Saat itu, ia harus menciptakan sebuah produk yang memiliki nilai diferensiasi. Akhirnya, ia melakukan riset kecil pemanfaatan singkong untuk bahan baku pembuatan es krim.</p>
<p>“Kenapa es krim? Karena es krim bisa dinikmati oleh semua kalangan. Dan saya ingin singkong bisa dinikmati oleh siapapun,” ujarnya.</p>
<p>Joko mengatakan, kalau pemanfaatan singkong secara murni dalam pembuatan es krim memang tidak mungkin. Karena itu, singkong yang akan dijadikan bahan baku diolah terlebih dahulu menjadi tepung mocaf. Tepung mocaf itu yang nanti akan menjadi bahan subtitusi tepung maizena yang biasanya digunakan untuk pembuatan es krim.  “Karena terdapat beberapa karakteristik tepung mocaf yang sama dengan tepung maizena,” tambahnya.</p>
<p>Dalam melakukan percobaan untuk pembuatan es krim tersebut tidak langsung jadi enak. Percobaan pertama yang ia lakukan masih menghasilkan rasa yang tidak enak pada es krimnya. Dan dengan banyaknya percobaan yang dilakukan, akhirnya mendapatkan resep yang cocok.</p>
<p>Sehingga pada saat kunjungan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo ke Salatiga, produk hasil olahannya langsung diajukan untuk dicicipi. Dan respon yang mencicipi merasa es krim bahan baku singkong tersebut memiliki rasa yang enak. Dari respon itu, membuat motivasinya untuk melanjutkan olahan produk tersebut semakin meningkat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Percantik Alun-Alun Pancasila dengan Anggrek</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/09/percantik-alun-alun-pancasila-dengan-anggrek/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2023 02:47:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Salatiga]]></category>
		<category><![CDATA[PAI]]></category>
		<category><![CDATA[Penjabat Wali Kota Salatiga]]></category>
		<category><![CDATA[Perhimpunan Anggrek Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=412000</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Salatiga &#8211; Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Kota Salatiga menggelar bhakti tanam anggrek di Lapangan Pancasila. Secara simbolik Penjabat Wali Kota Salatiga Sinoeng N Rachmadi, didampingi Ketua TP PKK Denok Respati Sinoeng melakukan penanaman dengan menempel di batang pohon, Lapangan Pancasila. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan didukung Perhimpunan Anggrek Indonesia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Salatiga</em></strong> &#8211; Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Kota Salatiga menggelar bhakti tanam anggrek di Lapangan Pancasila. Secara simbolik Penjabat Wali Kota Salatiga Sinoeng N Rachmadi, didampingi Ketua TP PKK Denok Respati Sinoeng melakukan penanaman dengan menempel di batang pohon, Lapangan Pancasila.</p>
<p>Kepala Dinas Pangan dan Pertanian dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan didukung Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Kota Salatiga. Ada 40 tanaman anggrek yang akan ditanam di pohon di seputaran Lapangan Pancasila atau alun-alun Salatiga.</p>
<p>&#8220;Kita mendapatkan dukungan dari Perhimpunan Anggrek Indonesia yang anggotanya sekitar  90 orang. Ini merupakan aset bagi Kota Salatiga yang harus kita dukung,” kata Henni Mulyani.</p>
<p>Pengurus PAI DPC Salatiga Raya, Sri Subekti menyampaikan terima kasih karena diakomodir Pemerintah Kota Salatiga. “Rasa senang tak terhingga ami rasakan, karena saat ini merasa ada kekeluargaan dan keterikatan. Sehingga memberikan semangat kami dalam menanam anggrek di Salatiga,” tuturnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
