<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kelenteng &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/kelenteng/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Jan 2023 05:17:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>Kelenteng &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Fungsikan Kelenteng sebagai Pusat Kegiatan Sosial</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/23/fungsikan-kelenteng-sebagai-pusat-kegiatan-sosial/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2023 05:17:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Muntilan.]]></category>
		<category><![CDATA[Kelenteng]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum TITD Hok An Kiong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=413614</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM &#8211; Sudah puluhan tahun Budi Raharjo menjadi Ketua Umum TITD Hok An Kiong. Sebuah kelenteng yang berada di pusat keramaian Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Usianya 77 tahun. Namun ia masih energik beraktivitas. Kelenteng tersebut memiliki hiolo (tempat abu dupa) terbesar se-Asia Tenggara. Selain itu terdapat ruangan khusus terpampang foto KH Abdurrahman Wahid atau Gus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM</strong> &#8211; Sudah puluhan tahun Budi Raharjo menjadi Ketua Umum TITD Hok An Kiong. Sebuah kelenteng yang berada di pusat keramaian Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Usianya 77 tahun. Namun ia masih energik beraktivitas.</p>
<p>Kelenteng tersebut memiliki hiolo (tempat abu dupa) terbesar se-Asia Tenggara. Selain itu terdapat ruangan khusus terpampang foto KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Bapak pluralisme yang dianggap juga bapak kaum Tionghoa.</p>
<p>Kamis (19/1) sore wartawan ini singgah ke Jalan Pemuda No.100, Dusun Balerejo, Desa Muntilan. Jalan ini adalah rute menuju Kelenteng Hok An Kiong yang bersejarah. Berdiri sejak 1878.</p>
<p>Sepanjang jalan masuk terlukis garis merah bertepian kuning terbentang dari gerbang menuju kelenteng. Terpampang papan kayu beraksara China. Tampak pula ornamen lampion dan patung naga.</p>
<p>Budi Raharjo duduk santai berbaju biru muda dan celana jeans. Pemilik nama Tionghoa Wong Kim Tjong itu mempersilakan wartawan menuju kediamannya. Masuk melalui pintu kanan bersimbol naga dan ketika keluar nanti melalui pintu bersimbol harimau.</p>
<p>Sehari-hari, Pak Budi -sapaan akrabnya- berdagang. Mengurus toko besi yang tak jauh dari kelenteng sekaligus menjadi rumahnya. Rutinitas itu telah dijalani puluhan tahun. Panggilan dan kesadaran sosial membuatnya rela mengabdi memajukan kelenteng.</p>
<p>&#8220;Pertama ya kepilih aja. Lama-lama jiwa pengabdian itu tumbuh,&#8221; katanya kepada <em>RADARSEMARANG.COM</em>.</p>
<p>Imlek tahun lalu baginya sangat berkesan. Karena mendapat kado istimewa foto Gus Dur dari MWC NU Kecamatan Muntilan. Akhirnya disediakan ruangan khusus. Diberikan altar khusus dan karpet hijau khas ormas NU.</p>
<p>Menurutnya menjadi pemimpin tidak boleh seenaknya. Harus menjadi teladan. Ditambah tanggung jawab memperbaiki sesuatu yang dianggap salah. &#8220;Ketika ada umat yang kurang sopan atau pas kita luruskan dan perbaiki,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Saat pandemi pula pihaknya juga berkegiatan sosial dengan membagikan beras 30 ton kepada masyarakat. &#8220;Agenda tahunan itu penuh, terutama kegiatan sosial. Tidak pernah kekurangan dan selalu ada yang ngasih&#8221; tandasnya.</p>
<p>Perawatan kelenteng pun banyak. Biasanya dana berasal dari umatnya. Mulai dari kebersihan hingga minyak untuk lentera penerangan. Setiap altar terdapat dua penerangan. Menyala nonstop seharian.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berharap Musim Tembakau Baik di Tahun Kelinci Air</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/23/berharap-musim-tembakau-baik-di-tahun-kelinci-air/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2023 04:42:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dharma Nugraha Kecamatan Parakan]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Temanggung]]></category>
		<category><![CDATA[Kelenteng]]></category>
		<category><![CDATA[TITD Dharma Nugraha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=413587</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Temanggung – Kelenteng atau Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Dharma Nugraha Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung menggelar sembahyang pada malam terakhir tahun imlek 2573. Sekretaris Umum TITD Dharma Nugraha Suhandoko Tanusubroto mengatakan, memasuki tahun baru imlek 2574 dengan simbol kelinci air. Pada akhir tahun harimau air ini, dia mengucapkan syukur karena sampai saat ini masih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Temanggung</em></strong> – Kelenteng atau Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Dharma Nugraha Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung menggelar sembahyang pada malam terakhir tahun imlek 2573.</p>
<p>Sekretaris Umum TITD Dharma Nugraha Suhandoko Tanusubroto mengatakan, memasuki tahun baru imlek 2574 dengan simbol kelinci air.</p>
<p>Pada akhir tahun harimau air ini, dia mengucapkan syukur karena sampai saat ini masih dikarunia kesehatan. Sehingga, semuanya dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.</p>
<p>Dia berharap pada tahun yang akan datang, yaitu tahun kelinci air, bisa diberikan pikiran yang jernih, hati yang lapang, semangat yang menyala-nyala dan tak kunjung padam. Sehingga, semua hal dapat terselesaikan sesuai harapan.</p>
<p>“Makna kelinci air, sesuai sifat dari kelinci yang suka melompat-lompat, tahun ini curah hujan tetap tinggi, akan tetapi pada saat musim tembakau, kami berharap akan ada panas. Sehingga tembakau bisa baik,” katanya Sabtu (21/1) malam.</p>
<p>Selanjutnya, Suhandoko menceritakan, kelenteng ini sudah sangat kuno, karena kelahirannya berkaitan dengan perang Diponegoro pada tahun 1825 sampai 1830. Kapan tepatnya kelenteng ini dibangun, ia mengaku tidak tahu secara pasti.</p>
<p>Hanya saja, kelenteng ini sempat terbakar, kemudian direhab. Pada akhir rehab, ada sebuah laporan sumbangan keuangan. Pada laporan tersebut bertahun 1852.</p>
<p>“Oleh karena itu, kami selalu menyebutkan bahwa kelenteng ini sudah ada sejak tahun 1852,” jelasnya. <strong>(din/ton)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kelenteng dan Patung Dewa Dibersihkan</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/18/kelenteng-dan-patung-dewa-dibersihkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2023 03:21:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dharma Nugraha Parakan Temanggung]]></category>
		<category><![CDATA[Kelenteng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=413075</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Temanggung – Kelenteng atau Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Dharma Nugraha Parakan, Temanggung melakukan bersih-bersih dan memasang atribut jelang peringatan tahun baru Imlek Selasa (17/1). Sejumlah kegiatan telah disiapkan selama rangkaian perayaan Imlek. Sekretaris Umum TITD Dharma Nugraha Suhandoko Tanusubroto menjelaskan, kemarin berlangsung kegiatan bersih-bersih kelenteng, yang sebelumnya telah diawali dengan sembahyang bersama mengantar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Temanggung</em></strong> – Kelenteng atau Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Dharma Nugraha Parakan, Temanggung melakukan bersih-bersih dan memasang atribut jelang peringatan tahun baru Imlek Selasa (17/1). Sejumlah kegiatan telah disiapkan selama rangkaian perayaan Imlek.</p>
<p>Sekretaris Umum TITD Dharma Nugraha Suhandoko Tanusubroto menjelaskan, kemarin berlangsung kegiatan bersih-bersih kelenteng, yang sebelumnya telah diawali dengan sembahyang bersama mengantar para dewa naik ke langit.</p>
<p>Sehingga, semua patung yang dibersihkan itu diyakini kosong. Para dewa masih laporan ke langit.</p>
<p>Kemudian, nanti pada tanggal 4 imlek atau 25 Januari mendatang, mereka akan sembahyang lagi menyambut kedatangan arwah dewa untuk ditempatkan di altar masing-masing.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
