<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kelenteng Tay Kak Sie &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/kelenteng-tay-kak-sie/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2023 04:26:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>Kelenteng Tay Kak Sie &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tolak Bala dengan Ritual Po Un, Kelenteng Tay Kak Sie Bakar 400 Orang-Orangan dan Replika Kapal</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/28/tolak-bala-dengan-ritual-po-un-kelenteng-tay-kak-sie-bakar-400-orang-orangan-dan-replika-kapal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2023 04:26:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kelenteng Tay Kak Sie]]></category>
		<category><![CDATA[Replika Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Ritual Po Un]]></category>
		<category><![CDATA[Tolak Bala]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=414207</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, SEMARANG &#8211; Setiap tahun dalam penanggalan Imlek, ada pemilik shio yang diyakini punya nasib kurang baik alias ciong. Karena itu, Kelenteng TITD (Tempat Ibadah Tri Dharma) Tay Kak Sie Semarang menggelar upacara Po Un dan Ciswak sebagai tolak bala. Sembahyang Poo Un digelar Jumat (27/1) kemarin. Umat TITD membakar 400 orang-orangan dan replika kapal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, SEMARANG &#8211; Setiap tahun dalam penanggalan Imlek, ada pemilik shio yang diyakini punya nasib kurang baik alias ciong. Karena itu, Kelenteng TITD (Tempat Ibadah Tri Dharma) Tay Kak Sie Semarang menggelar upacara Po Un dan Ciswak sebagai tolak bala. </p>
<p>Sembahyang Poo Un digelar Jumat (27/1) kemarin. Umat TITD membakar 400 orang-orangan dan replika kapal dari kertas.</p>
<p>Sekretaris Yayasan Kelenteng Tay Kak Sie Ivan Eko Harahap menjelaskan Po Un merupakan ritual tolak bala atau tambal nasib. </p>
<p>&#8220;Harapannya, tahun ini yang tidak selaras bisa diselaraskan,&#8221; katanya didampingi Wakil Ketua Budi Nur dan Ketua Yayasan Kelenteng Tay Kak Sie Tanto Hermawan.</p>
<figure id="attachment_414208" aria-describedby="caption-attachment-414208" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://radarsemarang.jawapos.com/wp-content/uploads/2023/01/POUN_NUR-CHAMIM-5_rsz-300x200.jpg" alt="
BAKAR REPLIKA KAPAL: Pemilik shio yang diyakini punya nasib kurang baik alias ciong Kelenteng Tay Kak Sie Semarang menggelar upacara Po Un dan Ciswak sebagai tolak bala, kemarin. (NUR CHAMIM/ RADARSEMARANG.COM)" width="300" height="200" class="size-medium wp-image-414208" srcset="https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2023/01/POUN_NUR-CHAMIM-5_rsz-300x200.jpg 300w, https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2023/01/POUN_NUR-CHAMIM-5_rsz-600x400.jpg 600w, https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2023/01/POUN_NUR-CHAMIM-5_rsz.jpg 696w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-414208" class="wp-caption-text"><br />BAKAR REPLIKA KAPAL: Pemilik shio yang diyakini punya nasib kurang baik alias ciong Kelenteng Tay Kak Sie Semarang menggelar upacara Po Un dan Ciswak sebagai tolak bala, kemarin. (NUR CHAMIM/ RADARSEMARANG.COM)</figcaption></figure>
<p>Sedangkan Ciswak, lanjut dia, merupakan ritual buang sial. &#8220;Masih satu rangkaian tetapi beda. Kalau di tempat kami, Po Un atau tambal nasib, kalau Ciswak lebih ke buang sial,&#8221; jelasnya kepada RADARSEMARANG.COM.</p>
<p>Dijelaskan, ritual Po Un meminta perlindungan untuk tahun kelinci dari yang suci. Ritualnya dimulai dari doa bersama yang dipandu oleh sembilan pendeta. </p>
<p>Para pendeta membacakan parita diiringi satu set alat liamking, seperti tambur, lonceng, dan simbal. Dilanjutkan membakar kertas toakim atau kertas emas, lalu membakar 400 orang-orangan dan replika kapal dari kertas.</p>
<p>Sebanyak 400 orang-orangan terbuat dari kertas ini diberi nama, alamat, dan shio sesuai umat yang memohon berkah. </p>
<p>&#8220;Kemarin kita buka pendaftaran. Agar diselamatkan lah. Agar tahun ini lebih baik,&#8221; kata Ivan.</p>
<p>Wakil Ketua Yayasan Kelenteng Tay Kak Sie Budi Nur menambahkan, ritual Po Un digelar sesuai tanggal almanak, yang sebelumnya mencari tanggal yang baik untuk memohon berkah dan perlindungan. Karena terdapat 12 shio, di mana shio-shio tertentu memiliki ciong besar atau tidak memiliki keselarasan dan bermasalah. </p>
<p>&#8220;Sehingga orang-orangan ini diberi nama mereka yang memiliki shio ciong  besar ini. Kita meminta pengawalan sepanjang tahun ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Adapun shio ciong besar tahun ini, yakni shio kelinci, ayam, tikus, dan kuda. Sedangkan shio kambing, kerbau, dan babi, memiliki ciong kecil.</p>
<p>Para simpatisan yang mengikuti akan mendapatkan berkat setelah mengikuti sembahyang Po Un. &#8220;Berkat ini untuk dimakan bersama-sama dengan keluarga,&#8221; katanya. (fgr/aro)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jelang Imlek, Umat Tridharma Bersihkan Patung dan Gantikan Jubah Dewa-Dewi</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/17/jelang-imlek-umat-tridharma-bersihkan-patung-dan-gantikan-jubah-dewa-dewi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2023 03:28:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[Kelenteng Tay Kak Sie]]></category>
		<category><![CDATA[Pek Kong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=412986</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Setelah ditinggal dewa-dewi ke langit pada ritual Pek Kong naik kemarin, umat Tridharma kini membersihkan arca dan altar. Seperti yang terlihat di Kelenteng Tay Kak Sie kemarin. &#8220;Saat Pek Kong naik itu Dewa-Dewi naik ke langit dan meninggalkan arca serta patungnya. Otomatis arca dan patung itu kosong, jadi kami harus membersihkan agar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em> </b>&#8211; Setelah ditinggal dewa-dewi ke langit pada ritual Pek Kong naik kemarin, umat Tridharma kini membersihkan arca dan altar. Seperti yang terlihat di Kelenteng Tay Kak Sie kemarin.</p>
<p>&#8220;Saat Pek Kong naik itu Dewa-Dewi naik ke langit dan meninggalkan arca serta patungnya. Otomatis arca dan patung itu kosong, jadi kami harus membersihkan agar saat kembali nanti bisa bersih,&#8221; kata Wakil Ketua Kelenteng Tay Kak Sie Budi Nur.</p>
<p>Tidak hanya membersihkan patung dari debu dan mengkilapkan patung, umat juga menggantikan jubah. Sebelum diganti, umat harus berkomunikasi dulu mengenai jubah mana yang akan dipakai.</p>
<p>&#8220;Jadi misal awalnya warna merah, Dewa minta ganti kuning ya kami ganti kuning. Cara komunikasinya dengan berdoa,&#8221; terangnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Antarkan Dewa-Dewi Naik, Laporkan Tingkah Laku Manusia</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/16/antarkan-dewa-dewi-naik-laporkan-tingkah-laku-manusia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2023 03:36:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kelenteng Tay Kak Sie]]></category>
		<category><![CDATA[Sang Sin]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[Toa Pek Kong Naik]]></category>
		<category><![CDATA[top]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=412843</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang – Sebanyak 80 warga Tionghoa gelar sembahyang Toa Pek Kong Naik (Sang Sin) di Kelenteng Tay Kak Sie, Minggu (15/1). Ritual ini dilakukan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. Umat Tri Dhrama satu per satu datang ke kelenteng. Di depan altar mereka mengawalinya dengan memanjatkan doa kepada sang Dewa. Semerbak aroma dupa tercium ketika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> – Sebanyak 80 warga Tionghoa gelar sembahyang Toa Pek Kong Naik (Sang Sin) di Kelenteng Tay Kak Sie, Minggu (15/1). Ritual ini dilakukan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek.</p>
<p>Umat Tri Dhrama satu per satu datang ke kelenteng. Di depan altar mereka mengawalinya dengan memanjatkan doa kepada sang Dewa. Semerbak aroma dupa tercium ketika memasuki kelenteng. Dipimpin oleh Pandita, umat Tri Dharma mulai berdoa, dengan khusyuk.</p>
<p>Pandita membacakan parita suci secara khidmat yang diikuti oleh umat Tri Dharma. Setelah selesai mereka membawa tampah berisikan kertas tengchi untuk dibakar. Api pun mulai menyala dengan asap tipis membumbung ke langit.</p>
<p>Saat itu pula umat Tri Dharma memutar-mutar tampah sebagai pesan bahwa mereka mengirimkan dewa-dewi ke kayangan.</p>
<p>Ketua Yayasan Kelenteng Besar Tay Kak Sie Tanto Hermawan mengatakan, ritual ini diselenggarakan sebagai tradisi mengantarkan dewa dewi ke khayangan. Bakar kertas tangchi dalam tampah ini sebagai simbolis untuk mengantarkan dewa naik.</p>
<p>“Naiknya dewa ini sebagai wujud melaporkan tingkah laku manusia. Di setiap altar dewa dewi kan melihat perbuatan manusia di duniawi ini, dia akan melaporkan ke surga, ke Tuhan, masing-masing perbuatan kita,” tegasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
