<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kecamatan Mertoyudan &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/kecamatan-mertoyudan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2023 02:27:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>Kecamatan Mertoyudan &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tebing Sungai Longsor, Satu Rumah Terancam</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/31/tebing-sungai-longsor-satu-rumah-terancam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2023 02:27:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Deyangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Mertoyudan]]></category>
		<category><![CDATA[LONGSOR]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Elo Dusun Pangonan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=414541</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Mungkid &#8211; Tebing yang berada di pinggir Sungai Elo Dusun Pangonan, Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan longsor. Satu rumah terancam ambruk lantaran hanya berjarak tiga meter dari tepi longsoran. Pantauan RADARSEMARANG.COM, lokasi sudah dipasangi safety line oleh BPBD Kabupaten Magelang. Terbentang sekitar 10 meter mengikuti tepi area longsoran. Sementara tinggi tebing mencapai 30 meter. Sisa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Mungkid</em></strong> &#8211; Tebing yang berada di pinggir Sungai Elo Dusun Pangonan, Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan longsor. Satu rumah terancam ambruk lantaran hanya berjarak tiga meter dari tepi longsoran.</p>
<p>Pantauan <em>RADARSEMARANG.COM</em>, lokasi sudah dipasangi <em>safety line</em> oleh BPBD Kabupaten Magelang. Terbentang sekitar 10 meter mengikuti tepi area longsoran. Sementara tinggi tebing mencapai 30 meter. Sisa tanah dan pohon yang jatuh ke sungai pun masih tampak jelas dari atas.</p>
<p>&#8220;Kejadiannya Jumat kemarin. Bapak saya sempat mendengar gemuruh,&#8221; kata Ahmad Mufid kepada <em>RADARSEMARANG.COM </em>Senin (30/1).</p>
<p>Ia menceritakan, sebelum terjadi longsor, wilayahnya diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Kontur tanah gembur yang berada di belakang rumah itu tak mampu menyerap air. Selain itu memang posisi tebing yang sangat curam. &#8220;Nggak ada penyangganya. Sekitar empat meter tanah yang longsor,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kejadian itu membuat keluarganya cemas. Kini, jarak antara bangunan rumah dengan tebing hanya tiga meter. &#8220;Ya khawatir takutnya nanti semakin melebar ke bangunan,&#8221; ucap Mufid.</p>
<p>Menanggapi hal itu BPBD Kabupaten Magelang melakukan asesmen lokasi. Hasil asesmen awal menunjukkan area tersebut merupakan zona erosi dari kelokan Sungai Elo. Hal itu praktis membuat bahu sungai terus menerus mengalami erosi. Beberapa tahun terakhir daratan dan tebing rentan terkikis.</p>
<p>&#8220;Ada potensi longsor susulan. Sebab ditemukan retakan dan mata air di tebing yang longsor,&#8221; kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Wasono dalam keterangan tertulis.</p>
<p>Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa setempat untuk menentukan langkah lebih lanjut bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS-SO). Mengingat wilayah tersebut rentan dari ancaman erosi Sungai Elo. <strong>(mia/ton)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jorok, Sampah Berserakan di Jalan Salakan Mertoyudan</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/23/jorok-sampah-berserakan-di-jalan-salakan-mertoyudan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2023 04:39:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Mertoyudan]]></category>
		<category><![CDATA[Dusun Banyanan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Mertoyudan]]></category>
		<category><![CDATA[SAMPAH]]></category>
		<category><![CDATA[sampah berserakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=413583</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Mungkid &#8211; Persoalan sampah muncul di salah satu titik Jalan Salakan perbatasan antara Dusun Kalisari dengan Dusun Banyanan, Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan. Tumpukan sampah berserakan hampir memakan setengah ruas jalan. Diduga, sampah tersebut berasal dari orang yang melintas lalu membuang secara sembarangan. Pantauan Jawa Pos Radar Semarang di lokasi memang terdapat pengolahan sampah. Namun akses masuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Mungkid</em></strong> &#8211; Persoalan sampah muncul di salah satu titik Jalan Salakan perbatasan antara Dusun Kalisari dengan Dusun Banyanan, Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan.</p>
<p>Tumpukan sampah berserakan hampir memakan setengah ruas jalan. Diduga, sampah tersebut berasal dari orang yang melintas lalu membuang secara sembarangan.</p>
<p>Pantauan <em>Jawa Pos Radar Semarang</em> di lokasi memang terdapat pengolahan sampah. Namun akses masuk dari jalan ditutup rapat dengan pagar besi. Di sisi kanan kiri terdapat tumpukan sampah sekitar lebih dari 10 meter.</p>
<p>Bungkus plastik warna-warni berisi sampah dan limbah rumah tangga. Bagian paling bawah mengering dan membusuk. Ketika melintas bau tak sedap pun bertebaran. Hal itu membuat pengguna jalan yang melintas merasa risih. Selain mengganggu drainase saat hujan aroma busuk meresahkan warga.</p>
<p>&#8220;Iya saya heran kenapa berserakan (sampah itu). Meskipun bukan warga sini tapi saya punya bangunan di sini dan sangat terganggu,&#8221; kata Hari, pemilik Abu Bilal Park yang berada di seberang lokasi sampah yang berceceran.</p>
<p>Padahal di pagar besi tersebut tertulis larangan di baliho &#8220;Bukan Tempat Pembuangan Sampah Umum&#8221;. Bahkan secara gamblang juga tertera penjelasan Perda Kabupaten Magelang no 7 Tahun 2017 Tentang Pengelolaan Sampah. Selain itu tempat pengelolaan sampah tersebut terawasi CCTV selama 24 jam.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya itu masuk dan punyanya pihak PT. Bumi Prayudan. Dan memang bukan tempat pembuangan sampah umum,&#8221; kata salah satu warga Dusun Dampit, Salakan, Mertoyudan yang enggan disebutkan namanya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
