<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kecamatan Borobudur &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/kecamatan-borobudur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jan 2023 08:03:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>Kecamatan Borobudur &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Geger! Pria Asal Jagakarsa Ditemukan Tewas di Rumah Kontrakan Dusun Brojonalan Borobudur</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/24/geger-pria-asal-jagakarsa-ditemukan-tewas-di-rumah-kontrakan-dusun-brojonalan-borobudur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2023 08:03:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wanurejo]]></category>
		<category><![CDATA[Dusun Brojonalan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Mayat]]></category>
		<category><![CDATA[peristiwa kabupaten magelang]]></category>
		<category><![CDATA[top]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=413752</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Mungkid &#8211; Warga Dusun Brojonalan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur dikejutkan dengan penemuan mayat laki-laki di dalam rumah kontrakan oleh pemiliknya pada Selasa siang  sekitar pukul 11.00 (24/1). Pantauan RADARSEMARANG.COM di lokasi, rumah berbentuk joglo bercat putih itu terpasang police line. Didepan rumah terdapat rak tersusun satu pasang sepatu, dua sandal rumah dan satu lagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Mungkid</em></strong> &#8211; Warga Dusun Brojonalan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur dikejutkan dengan penemuan mayat laki-laki di dalam rumah kontrakan oleh pemiliknya pada Selasa siang  sekitar pukul 11.00 (24/1).</p>
<p>Pantauan<em> RADARSEMARANG.COM</em> di lokasi, rumah berbentuk joglo bercat putih itu terpasang police line. Didepan rumah terdapat rak tersusun satu pasang sepatu, dua sandal rumah dan satu lagi sandal outdoor. Saat mengitari rumah yang telah tertutup rapat itu bau busuk masih tercium.</p>
<p>Kapolresta Magelang Kombes Pol Ruruh Wicaksono mengungkap identitas mayat tersebut bernama Cakra Arya Kusuma, 57. Warga asal Jagakarsa, Jakarta Selatan. &#8220;Langsung dibawa ke rumah sakit untuk di autopsi,&#8221; terangnya.</p>
<p>Pihaknya juga telah mengantongi seorang saksi. Tak lain adalah rekan korban yang menjumpai korban tergeletak di dalam rumahnya.</p>
<p>Sebelumnya saksi juga mencium aroma tak sedap yang menyengat disekitar rumahnya. Lantas memanggil tetangga untuk menemui lewat pintu belakang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Baru 35 Persen Desa Produksi Sandal Upanat</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/08/baru-35-persen-desa-produksi-sandal-upanat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2023 04:26:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[sandal upanat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411943</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Mungkid &#8211; Seiring rencana diizinkannya pengunjung naik ke struktur Candi Borobudur dalam waktu dekat, seluruh desa di Kecamatan Borobudur dianjurkan memproduksi sandal upanat. Hanya 35 persen dari seluruh desa di Kecamatan Borobudur yang sudah tancap gas memproduksi sandal. Ketua UMKM Upanat BUMDesma Muh Zamzami mengungkapkan, meski hanya 35 persen jumlah tersebut tergolong meningkat. Satu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Mungkid</em></strong> &#8211; Seiring rencana diizinkannya pengunjung naik ke struktur Candi Borobudur dalam waktu dekat, seluruh desa di Kecamatan Borobudur dianjurkan memproduksi sandal upanat. Hanya 35 persen dari seluruh desa di Kecamatan Borobudur yang sudah tancap gas memproduksi sandal.</p>
<p>Ketua UMKM Upanat BUMDesma Muh Zamzami mengungkapkan, meski hanya 35 persen jumlah tersebut tergolong meningkat. Satu bulan sebelumnya hanya terdapat dua desa yang memproduksi sandal upanat. Yakni Desa Borobudur dan Tuksongo.</p>
<p>&#8220;<em>Alhamdulillah</em> sekarang mulai tumbuh tempat produksi di desa lainnya. Salah satunya melalui penyelenggaraan pelatihan,&#8221; katanya <em>kepada RADARSEMARANG.COM </em>di Desa Tuksongo, Jumat (6/1).</p>
<p>Disebutkan, beberapa desa yang mulai memproduksi sandal upanat di antaranya Desa Wanurejo, Kembanglimus, Ngargogondo, Wringinputih, Karangrejo, dan Karanganyar. Sehingga, masih ada 13 desa yang belum memulai. &#8220;Nanti ada lima tahap pelatihan dan baru berjalan satu kali. Harapannya orang berbeda supaya nanti merata,&#8221; jelas Zamzami.</p>
<p><span id="more-411943"></span></p>
<p>Produksi sandal upanat, kata dia, hanya khusus untuk wisatawan yang hendak naik ke struktur candi melalui TWC. Tidak boleh dijual secara bebas di manapun lantaran sudah memiliki hak paten. &#8220;Kalau produk imitasinya boleh. Namun dengan merek dan material yang berbeda,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Sejauh ini, pihaknya memproduksi sekitar 100 per hari. Proses pembuatannya secara manual dan memberdayakan tetangga sekitar. Sandal upanat terdiri dari dua macam. Untuk perempuan dan laki-laki dengan beragam ukuran mulai dari 37-45.</p>
<p>Dengan dibatasi 1.200 wisatawan per hari yang naik ke struktur candi, menurutnya 20 desa Borobudur bisa memenuhi permintaan tersebut. Jika ternyata masih kurang, produksi sandal Upanat akan diperluas ke kecamatan sekitar. <strong>(mia/lis)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
