<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Guru SD &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/guru-sd/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2023 15:45:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>Guru SD &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tingginya Minat Belajar IPS, Tingkatkan Hasil Belajar Peserta Didik</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/28/tingginya-minat-belajar-ips-tingkatkan-hasil-belajar-peserta-didik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2023 15:45:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Budiharti]]></category>
		<category><![CDATA[Guru SD]]></category>
		<category><![CDATA[Hasil Belajar Peserta Didik]]></category>
		<category><![CDATA[Minat Belajar IPS]]></category>
		<category><![CDATA[SD Negeri 01 Sukoharjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=414319</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, PENDIDIKAN merupakan sarana manusia dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya. Proses pendidikan adalah mempersiapkan seseorang untuk hidup layak di masa depan melalui pengajaran dan pelatihan. Menurut Rusmiati (2017: 23), belajar bukan suatu hasil atau tujuan, melainkan suatu proses atau kegiatan. Artinya, belajar merupakan proses untuk mencapai hasil belajar yang terlihat setelah pembelajaran berakhir. Hasil belajar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, PENDIDIKAN merupakan sarana manusia dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya. Proses pendidikan adalah mempersiapkan seseorang untuk hidup layak di masa depan melalui pengajaran dan pelatihan. </p>
<p>Menurut Rusmiati (2017: 23), belajar bukan suatu hasil atau tujuan, melainkan suatu proses atau kegiatan. Artinya, belajar merupakan proses untuk mencapai hasil belajar yang terlihat setelah pembelajaran berakhir.</p>
<p>Hasil belajar adalah pencapaian bentuk perubahan perilaku atau kemampuan baik dari aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotoris pada siswa yang didapat melalui proses belajar. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan bidang studi yang mempelajari masalah dan gejala sosial di masyarakat untuk membangun dirinya, masyarakat, bangsa, dan lingkungannya. </p>
<p>Gunawan (2013:18) menyatakan, pembelajaran IPS bertujuan membentuk warga negara yang berkemampuan sosial dan yakin akan kehidupannya sendiri di tengah-tengah kekuatan fisik maupun sosial. Pada gilirannya akan menjadi warga negara yang baik serta bertanggung jawab. </p>
<p>Hasil belajar IPS yang rendah dapat dipengaruhi karena kurangnya minat belajar siswa dan anggapan bahwa IPS adalah mata pelajaran yang membosankan. </p>
<p>Minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS yang rendah terlihat ketika di kelas. Pada pembelajaran IPS siswa kurang aktif dan tidak bersungguh-sungguh dalam belajar. Bila siswa tidak memiliki minat dan perhatian yang besar terhadap suatu pelajaran, maka sulit diharapkan siswa mendapatkan hasil yang baik pada pelajaran tersebut. </p>
<p>Menurut Susanto (2014:3-4), guru yang kurang mengikutsertakan siswa dalam proses pembelajaran IPS akan membuat pembelajaran IPS tidak menarik dan terkesan membosankan. Pembelajaran IPS yang tidak menarik dan membosankan, karena dianggap hanya untuk kepentingan sesaat, yang tidak ada manfaat bagi kehidupan sehari-hari di masyarakat. </p>
<p>Menurut Lestari (2015:120), minat belajar merupakan dorongan batin yang tumbuh dari siswa untuk meningkatkan kebiasaan belajar. Minat belajar ini dapat tumbuh ketika siswa ingin memperoleh nilai terbaik atau ingin memenangkan persaingan dalam belajar dengan siswa lainnya. Minat belajar siswa yang rendah akan menimbulkan rasa bosan terhadap kegiatan pembelajaran yang berlangsung.</p>
<p>Adanya hubungan minat belajar dengan hasil belajar sejalan dengan yang dikatakan oleh Nurhasanah &amp; Sobandi (2016: 133). Minat belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar.<br />
Dengan demikian, adanya peningkatan minat belajar pada siswa SD Negero 01 Sukoharjo, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, yang diikuti peningkatan hasil belajarnya. </p>
<p>Artinya, semakin naik minat belajar siswa, berdampak pada hasil belajar siswa yang semakin baik juga. Siswa yang memiliki minat belajar tinggi akan mencurahkan perhatiannya pada pembelajaran yang berlangsung. </p>
<p>Menurut Wulandari, Marhadi&amp;Antosa (2016: 9) menyatakan, untuk meningkatkan hasil belajar siswa, salah satunya menumbuhkan semangat minat belajar itu sendiri. Dengan adanya minat belajar, akan turut serta mengalami proses bagaimana memulai, melaksanakan, dan mengikuti mata pelajaran IPS tersebut.</p>
<p>Minat tidak hanya memengaruhi tingkah laku seseorang, namun juga mendorong seseorang tetap melakukan dan memperoleh sesuatu. Kegiatan belajar siswa akan berjalan lancar apabila ada minat. Ratiana (Fiana, Karsadi, dan Rifai, 2018: 243) mengungkapkan, siswa yang menyukai mata pelajaran IPS, akan menerima pelajaran tersebut dengan senang. (gp/ida)</p>
<p>Guru SD Negeri 01 Sukoharjo, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bermain Peran Tokoh Pewayangan Tingkatkan Hasil Belajar Siswa</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/28/bermain-peran-tokoh-pewayangan-tingkatkan-hasil-belajar-siswa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2023 14:18:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bermain Peran Tokoh Pewayangan]]></category>
		<category><![CDATA[Dariniwati]]></category>
		<category><![CDATA[Guru SD]]></category>
		<category><![CDATA[Hasil Belajar Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[SD Negeri Gebangsari 02]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=414315</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, DI tengah gempuran budaya asing, pelajaran bahasa Jawa untuk anak SDN Gebangsari 02 kelas 6 hasilnya kurang maksimal. Khususnya materi tokoh pewayangan. Hal ini dikarenakan siswa merasa kesulitan ketika diberi tugas untuk menghafalkan nama–nama wayang dan asal-usulnya. Hal ini tentu sangat memprihatinkan guru dan orang tua. Apalagi mereka sudah terlanjur mengidolakan para artis tingkat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, DI tengah gempuran budaya asing, pelajaran bahasa Jawa untuk anak SDN Gebangsari 02 kelas 6 hasilnya kurang maksimal. Khususnya materi tokoh pewayangan. Hal ini dikarenakan siswa merasa kesulitan ketika diberi tugas untuk menghafalkan nama–nama wayang dan asal-usulnya. </p>
<p>Hal ini tentu sangat memprihatinkan guru dan orang tua. Apalagi mereka sudah terlanjur mengidolakan para artis tingkat dunia. Mereka kurang memahami betapa pentingnya menjaga kelestarian budaya daerah/lokal sebagai sumber budaya nasional.</p>
<p>Hal ini memacu guru untuk mencari metode agar peserta didik tertarik sekaligus bisa memahami nama-nama tokoh wayang pada materi kelas 6. Langkah pertama yang guru lakukan adalah memilih siswa sesuai dengan karakter tokoh wayang. Misal untuk Werkudara, dipilih siswa sebagai tokoh yang tinggi dan besar. </p>
<p>Kalau Arjuna, dipilih siswa yang berperawakan kecil, bersih, dan sabar. Mereka disuruh ke depan untuk tampil sesuai dengan nama–nama yang sudah guru tentukan. Ketika guru mengatakan Gatutkaca, maka siswa yang mendapat julukan Gatotkaca tampil di depan di antara barisan wayang lainnya. Begitu seterusnya. </p>
<p>Siswa yang tidak mendapat peran juga wajib memahami bahwa temannya yang bernama Si A mendapatkan peran sebagai tokoh wayang lainnya.</p>
<p>Kemudian masing-masing siswa yang mendapat peran tokoh wayang, memperkenalkan dirinya dan menyebutkan namanya, di mana mereka bertempat tinggal, dan memperkenalkan pasangan serta anak-anak mereka. Ketika menyebutkan nama, peserta didik itu maju ke depan kelas. </p>
<p>Ketika menyebut nama pasangannya, temannya yang mendapat tugas sebagai pasangan tokoh wayang tersebut, maju mendampinginya. Ketika anak-anak si tokoh wayang ini disebutkan, maka mereka juga tampil di belakang ayah ibu mereka. Begitu seterusnya sampai semua tokoh Pandawa Lima tampil semua.</p>
<p>Metode bermain peran berbantuan media wayang merupakan kegiatan pembelajaran yang memberikan kesenangan dan menarik minat peserta didik dalam proses pembelajaran. Ini lebih ditekankan pada caranya, daripada hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut. Suatu inovasi pembelajaran yang mendorong anak aktif dalam kegiatan pembelajaran.</p>
<p>Metode bermain peran memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk bereksplorasi dan berimajinasi dalam memperoleh pengetahuan dan daya pikir yang baik, serta membuka banyak kesempatan bagi anak untuk berkreasi.</p>
<p>Pembelajaran berbantuan media wayang merupakan salah satu strategi agar peserta didik mudah memahami suatu konsep yang abstrak menjadi lebih konkret dan menambah daya tahan ingatan tentang objek belajar yang dipelajari. </p>
<p>Dengan media wayang, peserta didik dapat lebih aktif dan dapat belajar secara menyenangkan. Peserta didik juga dapat belajar melalui benda-benda konkret, sehingga lebih mudah dalam mengutarakan pendapatnya.</p>
<p>Terkait silsilah wayang, guru juga harus bisa memahami dulu silsilah keluarga Pandawa dan Kurawa secara mendetail. Semisal Pandu beristrikan Dewi Kunti mempunyai putra siapa saja. Tapi sebelum Dewi Kunti bersuamikan Pandu, dia bersuamikan Betara Surya dan mempunyai putra Adipati Karna. </p>
<p>Dengan begitu, siswa bisa memahami bahwa sebenarnya Adipati Karna dan Gatutkaca itu masih saudara seibu beda ayah. Sedangkan Nakula Sadewa adalah anak dari Pandu Dewanata beristrikan Dewi Madrim, sehingga anak-anak Pandu ada lima yang disebut Pandawa Lima. </p>
<p>Hal ini dikarenakan pada materi kelas 6 Gatutkaca Gugur diperlukan pemahaman terlebih dahulu siapa Gatutkaca dan siapa Adipati Karna. Sehingga siswa SD Negeri Gebangsari 02 mempunyai konsep dan akan lebih bersemangat untuk belajar bahasa Jawa, khususnya tokoh pewayangan. (gp/ida)</p>
<p>Guru SD Negeri Gebangsari 02</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar Identifikasi Keragaman Budaya dengan Media Tavid</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/24/belajar-identifikasi-keragaman-budaya-dengan-media-tavid/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2023 10:41:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Identifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Guru SD]]></category>
		<category><![CDATA[Isnawati]]></category>
		<category><![CDATA[Keragaman Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Media Tavid]]></category>
		<category><![CDATA[SD Negeri 02 Mojo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=413793</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, PENDIDIKAN Pancasila dan Kewarganegaraan yang selama ini dirasa kurang diminati peserta didik menjadi salah satu faktor penghambat rendahnya hasil belajar peserta didik. Selain itu proses pembelajaran yang cenderung pasif, menjadikan peserta didik merasa cepat bosan dan kurang aktif dalam belajar karena hanya mendengarkan, mencatat materi dan mengerjakan tugas. Dimana ketika ditanya mereka lebih banyak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, PENDIDIKAN Pancasila dan Kewarganegaraan yang selama ini dirasa kurang diminati peserta didik menjadi salah satu faktor penghambat rendahnya hasil belajar peserta didik. </p>
<p>Selain itu proses pembelajaran yang cenderung pasif, menjadikan peserta didik merasa cepat bosan dan kurang aktif dalam belajar karena hanya mendengarkan, mencatat materi dan mengerjakan tugas. Dimana ketika ditanya mereka lebih banyak diam dan malu-malu dalam menjawab pertanyaan yang dilontarkan dari guru.</p>
<p>Bahkan sering terjadi pula ada peserta didik yang asyik bermain dan bercerita dengan temannya tanpa memperhatikan penjelasan materi yang disampaikan guru di kelas. </p>
<p>Permasalahan tersebut membuat penulis sebagai seorang guru menghadapi masalah dalam membangkitkan minat dan meningkatkan pemahaman serta hasil belajar peserta didik pada materi Identifikasi Keragaman Budaya di Lingkungan Sekitar pada mata pelajaran PPKn di kelas IV SD Negeri 02 Mojo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang.</p>
<p>Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka guru harus bisa menemukan solusi yang tepat sehingga minat dan pemahaman serta hasil belajar peserta didik meningkat. </p>
<p>Dengan demikian, tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Penulis mencoba menerapkan media pembelajaran yang tepat dalam belajar identifikasi keragaman budaya di lingkungan sekitar dengan menerapkan media Tavid.</p>
<p>Media Tavid merupakan pembelajaran dengan tayangan video atau film dokumenter yang berkaitan dengan keragaman budaya Indonesia. Diharapkan melalui tayangan video akan lebih memancing minat dan motivasi belajar peserta didik serta menikmati suasana belajar yang lebih menyenangkan. </p>
<p>Adapun langkah-langkah pembelajaran di kelas sebagai berikut, pertama, dalam kegiatan pembuka, a) sebelum peserta didik masuk kelas, guru mengkondisikan peserta didik agar kondusif dan siap belajar; b) guru memberikan salam dan membiasakan ketua kelas untuk memimpin berdoa; c) guru mengajak para peserta didik bernyanyi Bersama salah satu lagu nasional untuk membangkitkan semangat nasionalisme; d) guru mengecek kehadiran peserta didik; e) guru menyampaikan materi dan tujuan pembelajarandilanjutkan dengan pertanyaan singkat yang berkaitan dengan macam-macam budaya daerah untuk mengecek pengetahuan awal peserta didik; f) guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan serta mempersiapkan media pembelajaran berupa tayangan video.</p>
<p>Kedua, Kegiatan Inti, a) guru menampilkan tayangan video dengan laptop dan proyektor; b)guru mempersilahkan untuk menyaksikan tayangan vidioyang disampaikan oleh guru sesuai materi pembelajaran yang berkaitan dengan macam-macam budaya daerah; c) setelah penayangan video, guru menyampaikan pertanyaan terkait tayangan video untuk merangsang peserta didik menyampaikan pendapatnya. </p>
<p>Misalnya, 1) tayangan apakah yang ada di dalam video atau gambar tersebut? 2) Dimanakah lokasi yang ada dalam video tersebut? 3) Bagaimana suasana yang tampak pada video tersebut? 4) Sikap atau perilaku seperti apakah yang dapat kalian teladani dari tayangan yang ada dalam video tersebut? d) Guru mempersilahkan kepada setiap peserta didik untuk menyampaikan pendapatnya tentang video tersebut berdasarkan pertanyaan di atas. e) Kemudian gurumengklarifikasi masalah dengan cara memberikan tanggapan atas pendapat yang disampaikan oleh peserta didikdan mengarahkannya sesuai materi pembelajaran. f) Guru memberikan lembar aktivitas peserta didik yang harus dikerjakan. g) Guru mempersilahkan beberapa peserta didik untuk mempresentasikan lembar aktivitas yang telah dikerjakan.</p>
<p>Ketiga, Kegiatan penutup, a) guru mengapresiasi dan memberikan klarifikasi terhadap seluruh tugas yang sudah dikerjakan oleh peserta didik; b) guru bersama peserta didik melakukan refleksi pembelajaran; dan c) guru menutup pembelajaran. (ips1/ida)</p>
<p>Guru SD Negeri 02 Mojo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Oknum Guru SD Rayakan Malam Tahun Baru Selingkuh dengan Kades, Digerebek Suami di Hotel</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/03/oknum-guru-sd-rayakan-malam-tahun-baru-selingkuh-dengan-kades-digerebek-suami-di-hotel/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2023 07:45:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Guru SD]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Kedes]]></category>
		<category><![CDATA[Perselingkuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411383</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Mungkid &#8211; BS, Oknum Kepala Desa Bumiayu, Kecamatan Kajoran bersama M, oknum guru SD Negeri Bumiayu digerebek saat &#8216;ngamar&#8217; di hotel pada perayaan tahun baru 2023. Penggrebekan itu dilakukan oleh suami M yakni HW yang selama ini menaruh curiga keduanya menjalin hubungan terlarang alias perselingkuhan. Camat Kajoran Pranowo membenarkan, BS dan M digerebek dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Mungkid</em></strong> &#8211; BS, Oknum Kepala Desa Bumiayu, Kecamatan Kajoran bersama M, oknum guru SD Negeri Bumiayu digerebek saat &#8216;ngamar&#8217; di hotel pada perayaan tahun baru 2023. Penggrebekan itu dilakukan oleh suami M yakni HW yang selama ini menaruh curiga keduanya menjalin hubungan terlarang alias perselingkuhan.</p>
<p>Camat Kajoran Pranowo membenarkan, BS dan M digerebek dan ditangkap di Hotel sekitar Pantai Ayah dini hari sekitar pukul 01.00 WIB (1/1/2023). Penggrebekan dilakukan HW bersama aparat Polres Kebumen. &#8220;Kondisinya masih biasa. Posisi saat itu tidak begitu (berhubungan badan, red),&#8221; katanya kepada <em>RADARSEMARANG.COM</em> di Kantor Kecamatan Kajoran Selasa (3/1).</p>
<p>Saat digerebek di kamar nomor 15, lanjutnya, mereka berdua berada di ruangan terpisah. M sedang berada di kamar mandi hanya mengenakan kain batik warna coklat yang menutup dada hingga kaki. Sementara BS mengenakan celana pendek dan kaos tampak kaget ketika aparat datang. &#8220;Sang suami ini sebenarnya sudah curiga sejak beberapa bulan yang lalu,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dijelaskan Pranowo, M adalah guru PPPK di SD Negeri Bumiayu, setelah beberapa tahun menjadi guru honorer. Sementara suaminya bekerja di koperasi sekitar Kaliabu, Salaman. Pernikahan M dengan HW telah dikaruniai dua anak. Sementara Kades Bumiayu seorang duda. Ia cerai hidup dengan istrinya dan juga dikaruniai dua anak. &#8220;Baru berjalan sepertiga periode. Masih menjabat itu hingga 2025,&#8221; terangnya.</p>
<p>Terkait dengan sanksi, pihaknya menunggu kajian dari Bupati dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Magelang. Saat ini masih menunggu pelimpahan berkas dari Polres Kebumen setelah mengamankan barang bukti seperti gawai dan lainnya. &#8220;Kami hanya manut sesuai intruksi saja,&#8221; tandasnya</p>
<p>Sementara, Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Kajoran Muhtadin membenarkan peristiwa tak senonoh yang dilakukan oleh kedua ASN itu. Ia menceritakan, pada Senin (2/1) HW telah mendatanginya dan melaporkan penggrebekan. &#8220;Suaminya M ini sudah punya bukti komplit foto dan video yang ditunjukkan ke saya,&#8221;</p>
<p>Sebelumnya Muhtadin sempat menerima laporan dari salah satu atasannya pada Minggu sore (1/1). Namun ia kurang begitu yakin lantaran belum ada bukti valid. Informasi pun berkembang dan dikuatkan oleh Kepala SD Negeri Bumiayu. Bahwa yang bersangkutan telah diamankan Polres Kebumen. &#8220;Senin HW datang ke saya dan minta ditindaklanjuti,&#8221; terang Muhtadin.</p>
<p>Menurut penuturan HW, kejadian ini sudah sangat keterlaluan. Sebelumnya ia juga merasa sudah ada indikasi perselingkuhan istrinya dengan orang nomor satu di Bumiayu itu. Beberapa bulan terakhir ia kerap membuntuti setiap istrinya pergi dengan alasan lembur atau berkegiatan. &#8220;HW ini merasa sikap M mulai berubah tak lagi menghargai. Sering keluar dengan alasan lembur atau kegiatan lain. Bahkan pulang hingga larut malam,&#8221; jelas Muhtadin.</p>
<p>Ia menambahkan, seharusnya hari ini yang bersangkutan dihadirkan untuk dimintai keterangan. Kabarnya sudah kembali dari Kebumen. Namun belum berani muncul lantaran tekanan sosial dari masyarakat begitu besar. &#8220;Saya pantau di aplikasi SIABA itu Senin masuk. Tapi tidak mengajar hanya absen saja. Hari ini absen tapi diwakilkan oleh adiknya. Sekarang posisinya dimana kita nggak tahu,&#8221; pungkasnya.<strong> (mia/bas)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Quizizz Memudahkan Siswa Latihan ANBK</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/01/quizizz-memudahkan-siswa-latihan-anbk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2022 18:01:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Guru SD]]></category>
		<category><![CDATA[Latihan ANBK]]></category>
		<category><![CDATA[Nadiman]]></category>
		<category><![CDATA[Quizizz]]></category>
		<category><![CDATA[SD Negeri Karangasem 08]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411365</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Menurut surat edaran Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021 bahwa ujian nasional dan ujian kesetaraan ditiadakan. Digantikan dengan asesmen nasional (AN). Berdasarkan Pemendikbudristek Nomor 17 Tahun 2021, asesmen nasional adalah salah satu bentuk evaluasi sistem pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah. AN bertujuan mengukur hasil belajar kognitif, hasil belajar nonkognitif, dan kualitas lingkungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, Menurut surat edaran Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021 bahwa ujian nasional dan ujian kesetaraan ditiadakan. Digantikan dengan asesmen nasional (AN). </p>
<p>Berdasarkan Pemendikbudristek Nomor 17 Tahun 2021, asesmen nasional adalah  salah satu bentuk evaluasi sistem pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah. </p>
<p>AN bertujuan mengukur hasil belajar kognitif, hasil belajar nonkognitif, dan kualitas lingkungan belajar pada satuan pendidikan. Asesmen nasional dilaksanakan dengan berbasis komputer sehingga familiar disebut ANBK. </p>
<p>Bukan hal mudah bagi jenjang sekolah dasar untuk melaksanakan ANBK. Banyak permasalahan muncul di lapangan pertama infrastruktur; tidak semua sekolah memiliki sarana dan prasarana yang memadai terutama jumlah PC/laptop. Kedua, masih banyak guru gaptek. Ketiga, siswa belum terbiasa mengoperasikan komputer/laptop. </p>
<p>Hambatan yang dialami guru dan siswa membuktikan bahwa teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia menjadi masalah dalam bidang pendidikan. Diperparah dengan jumlah sarana komputer/laptop yang dimiliki sekolah tidak memadai. </p>
<p>Hal ini terjadi di SD Negeri Karangasem 08. Tahun 2021, sekolah ini melaksanakan ANBK dengan menumpang pada salah satu SMP terdekat. Karena berstatus menumpang, kesempatan untuk berlatih soal-soal ANBK secara online terbatas. </p>
<p>Untuk itu, penulis berupaya membuat media latihan soal yang memiliki kemiripan bentuk-bentuk soal ketika ANBK berlangsung nanti. Salah satu penerapan teknologi yang dapat digunakan guru untuk melakukan latihan soal ANBK secara daring adalah aplikasi Quizizz. </p>
<p>Yakni sebuah aplikasi daring yang memfasilitasi kuis, ujian maupun pengerjaan soal. Dalam Quizizz terdapat dua prinsip penting, yaitu self-paced dan gamification. Self-paced, yaitu pengerjaan soal di Quizizz akan menyesuaikan dengan kecepatan siswa masing-masing. </p>
<p>Sedangkan gamification, artinya Quizizz berusaha sebisa mungkin supaya siswa tidak bosan dalam mengerjakan soal. Aplikasi ini dipilih sebagai evaluasi pembelajaran karena menurut penelitian Aini (2019) memiliki kelebihan guru dapat melacak siswa yang telah menjawab pertanyaan. </p>
<p>Siswa dapat melihat letak kesalahan dari jawabannya. Siswa juga dapat mengerjakan secara fleksibel di mana dan kapan saja. Soal-soal di Quizizz berasal dari kreativitas guru yang bekerja keras mereview pelajaran untuk menilai pemahaman dan daya serap siswa terhadap materi yang disajikan. </p>
<p>Kelebihan lain adalah setiap siswa menjawab pertanyaan dengan benar maka akan muncul beberapa poin yang didapatkan dalam satu soal dan juga mendapat ranking. </p>
<p>Jika siswa menjawab salah pertanyaan tersebut, akan muncul jawaban yang benar. Jika selesai mengerjakan kuis, pada akhir kuis akan ada tampilan review question untuk melihat kembali jawaban yang kita pilih. Dalam pengerjaan kuis, setiap siswa mendapat daftar pertanyaan yang berbeda dengan siswa lainnya. </p>
<p>Dalam Quizizz terdapat fitur yang memberikan lima jenis soal yaitu pilihan ganda, kotak centang/pilahan ganda komplek, isi bagian yang kosong/ menjodohkan, pemilihan/survei, dan terbuka berakhir/esai. </p>
<p>Dalam membuat soal, guru bisa menambahkan gambar, rekaman suara sendiri, hingga video. Hal ini tentunya sangat cocok terutama bagi siswa sekolah dasar yang dalam pembelajarannya masih berupa benda konkret. </p>
<p>Selain itu, dalam membuat soal maupun menggunakan Quizizz baik guru maupun siswa dapat menggunakan gawai saja. Hal ini tentunya menjadikan Quizizz aplikasi yang praktis dan sangat baik untuk digunakan (Wihartanti, 2019). </p>
<p>Dengan sering berlatih soal ANBK menggunakan Quizizz, siswa SD Negeri Karangasem 08 menjadi lebih terampil dalam mengerjakan dan terbiasa menghadapi tipe-tipe soal. </p>
<p>Respons siswa menggunakan survei dengan google form menunjukan bahwa 25 dari 29 peserta didik atau 89% menyatakan setuju bahwa penggunaan Quizizz dapat membantu memahami soal ANBK dan 73% peserta didik menganggap pemanfaatan Quizizz menyenangkan dan tidak membosankan. Siswa juga menjadi terbiasa mengerjakan soal secara langsung menggunakan komputer atau laptop. </p>
<p>Di sisi lain, siswa mampu mengelola waktu untuk mengerjakan soal dengan baik dan akan berdampak baik pada peningkatan nilai ANBK yang diperoleh siswa. (bt/lis)</p>
<p>Guru SD Negeri Karangasem 08 Batang</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
