<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Guru Matematika &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/guru-matematika/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Jan 2023 14:27:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>Guru Matematika &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Belajar Matematika untuk Generasi Z yang Menyenangkan dengan Flipped Classroom</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/23/belajar-matematika-untuk-generasi-z-yang-menyenangkan-dengan-flipped-classroom/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2023 14:27:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Matematika]]></category>
		<category><![CDATA[Dini Harwidi]]></category>
		<category><![CDATA[Flipped Classroom]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Z]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Matematika]]></category>
		<category><![CDATA[SMKN 2 Godean]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=413771</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Sebagai pendidik kita harus mampu menyelaraskan metode pengajaran dengan generasi saat ini yang dikenal dengan generasi Z. Yaitu mereka yang lahir di atas tahun 1995. Generasi ini sangat dekat dengan teknologi. Maka menjadi pengajar dituntut untuk tidak hanya memiliki PCK (Pedagogical Content Knowledge) -yaitu acuan pengetahuan dan skill dasar yang harus dimiliki pengajar &#8211; [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, Sebagai pendidik kita harus mampu menyelaraskan metode pengajaran dengan generasi saat ini yang dikenal dengan generasi Z. Yaitu mereka yang lahir di atas tahun 1995. </p>
<p>Generasi ini sangat dekat dengan teknologi. Maka menjadi pengajar  dituntut untuk tidak hanya memiliki PCK (Pedagogical Content Knowledge) -yaitu acuan pengetahuan dan skill dasar yang harus dimiliki pengajar &#8211; namun juga diperlukan aspek technological knowledge sehingga aspek TPACK (Technology Pedagogical Content Knowledge) yang diperlukan pengajar.</p>
<p>Namun itu bukanlah segalanya. Teknologi merupakan alat yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pengalaman bermakna dalam proses belajar mengajar. 	</p>
<p>Untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik untuk dapat menimba ilmu adalah tugas seorang pendidik yaitu  menciptakan ekosistem untuk mau belajar, menciptakan pengalaman yang kontekstual dan  menciptakan rasa keingintahuan yang besar (curiousity). </p>
<p>Dalam menunjang hal tersebut, maka dapat diterapkan metode Flipped Classroom dalam pembelajaran. </p>
<p>Flipped Classroom adalah model dimana dalam proses belajar mengajar, siswa mempelajari materi pelajaran di rumah sebelum kelas dimulai dan kegiatan belajar mengajar di kelas berupa mengerjakan tugas, berdiskusi tentang materi atau masalah yang belum dipahami siswa (Yulietri dkk, 2015). </p>
<p>Model pembelajaran Flipped Classroom adalah pembelajaran yang mengombinasikan antara pembelajaran di dalam kelas dengan pembelajaran di luar kelas dengan tujuan memaksimalkan kegiatan pembelajaran. Aktivitas belajar yang biasanya dilakukan di kelas menjadi dilakukan di rumah. </p>
<p>Sebaliknya, aktivitas belajar yang biasanya dilakukan di rumah menjadi dilakukan di kelas. </p>
<p>Guru sebagai fasilitator mengemas materi pembelajaran dalam bentuk digital berupa video untuk dipelajari siswa di rumah sehingga siswa sudah lebih siap belajar ketika di kelas. Video adalah media yang digunakan sebagai input untuk belajar mandiri karena dapat diakses dan memungkinkan siswa untuk berhenti dan menonton kembali konten sesuai kebutuhan. Teks dan audio juga dapat digunakan sebagai konten untuk menyampaikan materi dan memastikan siswa sepenuhnya siap untuk kelas sinkron. </p>
<p>Pada pembelajaran matematika di SMK Negeri 2 Godean kelas XII Tata Boga dengan metode Flipped Clasroom mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan lebih bermakna. Karena dilaksanakan dengan meminimalkan jumlah instruksi langsung oleh guru kepada siswa dalam mengajarkan materi dan memaksimalkan waktu berinteraksi satu sama lain dalam membahas permasalahan terkait. </p>
<p>Selaras dengan generasi Z, karakteristik belajar dengan metode Flipped Classroom adalah:  pertama, sarana untuk meningkatkan interaksi dan waktu kontak pribadi antara siswa dan guru. Kedua, memberikan siswa ruang untuk bertanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri. </p>
<p>Ketiga, ruang kelas dimana guru bukan disebut sebagai orang bijak di atas panggung melainkan memberi panduan di sisi siswa. Keempat, mencampurkan instruksi langsung dengan pembelajaran kontruktivis. Kelima, kelas yang siswanya tidak hadir, tidak akan ketinggalan pelajaran. </p>
<p>Keenam, kelas tempat konten diarsipkan secara permanen untuk ditinjau dan diperbaiki. Ketujuh, kelas tempat semua siswa terlibat di dalam pembelajarannya. Delapan, tempat semua siswa menerima pendidikan yang dipersonalisasi. </p>
<p>Manfaat yang dapat dirasakan dalam pembelajaran matematika dengan metode Flipped Classroom di SMK Negeri 2 Godean adalah siswa memiliki kepercayaan diri dan keterlibatan dalam pembelajaran lebih tinggi. Sehingga mampu mengembangkan keterampilan belajar individual yang lebih efektif. Ketika siswa menghadapi suatu masalah dalam proses belajar, mereka harus mencari solusi dan menyelesaikan masalah tersebut secara independen. (ut/lis)</p>
<p>Guru Matematika SMKN 2 Godean, Sleman, DIY</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mudahnya Memahami Volume Bola dengan Media Pasir</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/01/mudahnya-memahami-volume-bola-dengan-media-pasir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2023 16:50:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Matematika]]></category>
		<category><![CDATA[Media Pasir]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN 2 Gringsing]]></category>
		<category><![CDATA[Subari]]></category>
		<category><![CDATA[Volume Bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411353</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Matematika adalah ilmu tentang bilangan-bilangan, hubungan antarbilangan, dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1990 : 566). Sedangkan hakikat matematika menurut Soejadi (2000 :11), memiliki objek tujuan abstrak, bertumpu pada kesepakatan, berpola pikir deduktif. Dengan kata lain materi pelajaran matematika adalah ilmu pengetahuan dengan objek kajian yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, Matematika adalah ilmu tentang bilangan-bilangan, hubungan antarbilangan, dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1990 : 566). </p>
<p>Sedangkan hakikat matematika menurut Soejadi (2000 :11), memiliki objek tujuan abstrak, bertumpu pada kesepakatan, berpola pikir deduktif. </p>
<p>Dengan kata lain materi pelajaran matematika adalah ilmu pengetahuan dengan objek kajian yang bersifat abstrak. Sehingga untuk menyampaikan materi-materi matematika tersebut perlu media khusus agar mudah dipahami. </p>
<p>Media akan membantu siswa berasosiasi kepada materi yang disampaikan guru, yang tadinya abstrak menjadi konkret. </p>
<p>Di dalam melaksanakan proses pembelajaran matematika, ada salah satu prinsip yang harus diperhatikan yaitu peserta didik dapat belajar dengan baik bila mendapat penguatan langsung  pada setiap langkah yang dilakukan pada proses belajar. </p>
<p>Penguasaan yang sempurna dari setiap langkah yang dilakukan peserta didik akan membuat proses belajar lebih berarti (Soekamto dan Winataputra, 1997).</p>
<p>Materi menentukan volume bangun ruang bola adalah abstrak. Peserta didik secara umum mengalami kesulitan memahami volume bola. </p>
<p>Untuk menentukan volume pada bangun bola perlu cara yang berbeda sebagai penguatan langsung pada langkah pembelajaran agar penguasaan siswa berarti.  Perlunya sarana yang membantu peserta didik berpikir secara konkret. Sehingga peserta didik dapat belajar dengan cara mengamati bentuk, berpikir logis dan sekaligus beraktivitas secara langsung dengan benda konkret.</p>
<p>Hal serupa juga dialami peserta didik di SMPN 2 Gringsing Batang, mengalamai kesulitan ketika mempelajari materi volume bola. Permukaan bola yang lengkung sulit diukur langsung, tidak seperti sisi datar yang lain. Maka muncul ide bagaimana bisa membuktikan volume bola, yaitu menggunakan media pasir. </p>
<p>Disamping pasir dibutuhkan media lain, yaitu kerucut dan bola. Dalam pembelajaran volume bola, diharapkan peserta didik tidak hanya disajikan rumus yang sudah jadi kemudian menggunakan rumus itu untuk menjawab soal atau menyelesaikan masalah soal cerita. Tetapi peserta didik diarahkan seakan-akan dialah yang menemukan rumus itu. Metode pembelajaran ini dinamakan sebagai inkuiri.</p>
<p>Sesuai panduan buku pegangan siswa, sudah tertulis rumus luas bola, yaitu    (dibaca: empat pertiga dikalikan phi dikalikan r dipangkatkan tiga). Jika kita uraikan maka volume bola adalah 4 kali volume kerucut atau 4 kali   (dibaca : sepertiga dikalikan phi dikalikan r dipangkatkan tiga). Dimana phi ( ) adalah besarnya 3,14 (r) sebagai ketetapan perbandingan antara keliling dan diameter lingkaran. Sedangkan r adalah jari-jari lingkaran bola.</p>
<p>Dari konsep yang sudah ada tersebut perlu kita perlu mengajak peserta didik bereksplorasi mencari rumus volume bola. Untuk menemukan rumus volume bola kita mencoba menggali materi pada bangun ruang sebelumnya yaitu volume kerucut. </p>
<p>Dari materi sebelumnya kita telah menentukan volume kerucut adalah   (dibaca : sepertiga dikalikan phi dikalikan r dikuadratkan dikalikan t). Dimana phi ( ) adalah besarnya 3,14 (r) sebagai ketetapan perbandingan antara keliling dan diameter lingkaran. Sedangkan r adalah jari-jari lingkaran alas kerucut dan t adalah tinggi kerucut. </p>
<p>Dengan menggunakan volume kerucut inilah nantinya peserta didik akan menemukan rumus volume bola. </p>
<p>Kegiatan awal, peserta didik didampingi praktik langsung kemudian mencatat hasilnya. Kita siapkan media pasir, kerucut dan setengah bola kosong. Isi penuh kerucut dengan pasir. </p>
<p>Selanjutnya pasir kita tuangkan ke dalam media bangun setengan bola. Sekali tuang ternyata baru setengah volume setengah bola. Dua kali pasir dituangkan ke dalam bangun setengah bola, hasilnya tepat terisi penuh. Artinya dua kali volume kerucut sama dengan volume setengah bola.</p>
<p>Jika dua kali volume kerucut sama dengan volume setengah lingkaran, maka kesimpulannya empat kali volume kerucut sama dengan volume satu bola. Jika kita tulis dengan rumus maka volume bola adalah  empat kali volume kerucut. Volume  bola = 4x  atau vb=  .</p>
<p>Dalam pembelajaran pembuktian dengan media pasir secara kongkret, menjadi sarana yang mudah untuk bisa memahamkan dan meyakinkan peserta didik pada volume bola. (bt/lis)</p>
<p>Guru Matematika SMPN 2  Gringsing Kabupaten Batang </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
