<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Guru IPA &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/guru-ipa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2023 13:15:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>Guru IPA &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pahami Konsep Tenggelam, Melayang, dan Terapung dengan Eksperimen Terbimbing</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/28/pahami-konsep-tenggelam-melayang-dan-terapung-dengan-eksperimen-terbimbing/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2023 13:15:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Eksperimen Terbimbing]]></category>
		<category><![CDATA[Guru IPA]]></category>
		<category><![CDATA[Melayang]]></category>
		<category><![CDATA[Pahami Konsep Tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[Siti Asiyah]]></category>
		<category><![CDATA[SMP Negeri 20 Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Terapung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=414313</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, DALAM pembelajaran IPA atau sains, peserta didik dituntut untuk terlibat secara fisik maupun mental. Pemberian pengalaman secara langsung pada peserta didik dalam proses pembelajaran IPA sangat penting, untuk mengembangkan kompetensi peserta didik. Sehingga peserta didik dapat bereksplorasi dan memahami alam sekitar secara ilmiah dengan lebih mendalam. Selain mempunyai pengalaman langsung, peserta didik akan menemukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, DALAM pembelajaran IPA atau sains, peserta didik dituntut untuk terlibat secara fisik maupun mental. Pemberian pengalaman secara langsung pada peserta didik dalam proses pembelajaran IPA sangat penting, untuk mengembangkan kompetensi peserta didik. Sehingga peserta didik dapat bereksplorasi dan memahami alam sekitar secara ilmiah dengan lebih mendalam. </p>
<p>Selain mempunyai pengalaman langsung, peserta didik akan menemukan konsep yang ditemukan dan tidak akan terlupakan. Untuk terjadinya proses pembelajaran yang demikian, kita sebagai pendidik atau guru bisa menggunakan metode eksperimen terbimbing.</p>
<p>Metode eksperimen adalah pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara langsung untuk dapat membuktikan mengenai teori dari materi pembelajaran yang didapatkannya sehingga peserta didik menjadi menemukan konsep yang diharapkan dan lebih memahaminya. Menurut Suparno (2007), metode eksperimen dibagi menjadi dua jenis, yaitu eksperimen terencana atau terbimbing dan eksperimen bebas. </p>
<p>Metode eksperimen terbimbing adalah metode yang seluruh jalannya percobaan telah dirancang oleh guru sebelum percobaan dilakukan oleh peserta didik, baik dari langkah-langkah percobaan, peralatan yang harus digunakan, apa yang harus diamati dan diukur, semuanya sudah ditentukan sejak awal.</p>
<p>Metode eksperimen bebas adalah metode eksperimen, di mana guru tidak memberikan petunjuk pelaksanaan percobaan terinci. Dengan kata lain, peserta didik harus lebih banyak berpikir sendiri, bagaimana akan membuat rangkaian, apa yang harus diamati, diukur, dan dianalisis, serta disimpulkan. Dengan percobaan bebas, lebih menantang peserta didik untuk merencanakan percobaan sendiri tanpa banyak dipengaruhi oleh arahan guru. Bahkan dapat membangun kreativitas peserta didik.</p>
<p>Materi tekanan pada zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari adalah materi IPA di kelas VIII SMP. Materi ini meliputi tekanan pada zat padat, zat cair, dan gas. Pada tekanan zat cair yang di dalamnya ada indikator, peserta didik dapat membedakan  tenggelam, melayang, dan terapung. Untuk lebih mudah memahami konsep tenggelam, melayang dan terapung, penulis menggunakan metode eksperimen terbimbing saat proses kegiatan belajar berlangsung di kelas VIII SMP Negeri 20 Semarang. </p>
<p>Peserta didik bersama kelompoknya melakukan eksperimen sesuai lembar kerja yang sudah disiapkan. Dan menuliskan hasil eksperimen yang sudah dilakukan. Di akhir pembelajaran, peserta didik dapat membedakan dan menyimpulkan hasil eksperimen yang sudah dilakukan dengan benar, tentang mengapa benda yang dimasukkan ke dalam zat cair dapat tenggelam, melayang, dan terapung? </p>
<p>Berdasarkan hasil pembelajaran yang sudah dilakukan penulis, metode eksperimen terbimbing dapat digunakan sebagai salah satu pilihan dalam proses pembelajaran IPA di kelas VIII. Peserta didik lebih mudah memahami materi atau konsep, terutama di materi tenggelam, melayang, dan terapung. Hasil belajar siswa pun dapat meningkat. (ips1/ida)</p>
<p>Guru IPA SMP Negeri 20 Semarang</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar Sistem Pernapasan pada Manusia dengan Media Gambar</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/27/belajar-sistem-pernapasan-pada-manusia-dengan-media-gambar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2023 16:31:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Sistem Pernapasan]]></category>
		<category><![CDATA[Guru IPA]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Media Gambar]]></category>
		<category><![CDATA[SMP Negeri 7 Pemalang]]></category>
		<category><![CDATA[Suciati Halimah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=414173</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, KUALITAS pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sistem pendidikan saja, akan tetapi mutu dari tenaga pengajar juga sangat mempengaruhi hal tersebut. Dalam hal ini, adalah pengajar yang mampu menyajikan proses pembelajaran dengan baik sehingga siswa mengerti dan memahami pelajaran yang dipelajarinya. Apalagi dalam mata pelajaran IPA yang notabene menjadi salah satu mata pelajaran yang dianggap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, KUALITAS pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sistem pendidikan saja, akan tetapi mutu dari tenaga pengajar juga sangat mempengaruhi hal tersebut. </p>
<p>Dalam hal ini, adalah pengajar yang mampu menyajikan proses pembelajaran dengan baik sehingga siswa mengerti dan memahami pelajaran yang dipelajarinya. </p>
<p>Apalagi dalam mata pelajaran IPA yang notabene menjadi salah satu mata pelajaran yang dianggap susah, sehingga siswa menjadi malas untuk diajak belajar. </p>
<p>Hal ini merupakan tantangan bagi penulis sebagai guru IPA untuk dapat menyajikan proses pembelajaran IPA yang menarik dan menyenangkan. Sehingga dapat meningkatkan aktivitas belajar sebagaimana yang penulis lakukan di SMP Negeri 7 Pemalang. </p>
<p>Khususnya kelas VIII, yaitu proses pembelajaran IPA pada KD. 3.9 Menganalisis Sistem Pernapasan pada Manusia dan Memahami Gangguan Pada Sistem Pernapasan serta Upaya Menjaga Kesehatan Sistem Pernapasan.</p>
<p>Menurut Hamalik (2009:179) aktivitas belajar merupakan kegiatan yang diakukan oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran. Jadi aktivitas belajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh siswa untuk membangun pengetahuan maupun keterampilan dalam diri dalam kegiatan pembelajaran. </p>
<p>Aktivitas belajar ini akan tercipta dengan melaksanakan proses pembelajaran yang menyenangkan dan salah satunya dengan menggunakan media gambar. Sehingga akan memicu ketertarikan siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran tersebut. </p>
<p>Banyak media yang digunakan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dan salah satunya adalan media gambar. Menurut Angkowo (dalam Poerwanti, 2015:390) berpendapat bahwa media gambar adalah media yang mengombinasikan fakta dan gagasan secara jelas dan kuat melalui kombinasi pengungkapan kata-kata dengan gambar–gambar. </p>
<p>Penggunaan media gambar dalam proses pembelajaran IPA, khususnya dalam materi pernapasan pada manusia akan mampu meningkatkan pemahaman dan daya serap siswa terhadap materi yang dipelajari yaitu pernafasan pada manusia. Media gambar yang digunakan sebaiknya gambar yang berwarna. </p>
<p>Hal ini disebabkan karena gambar yang berwarna akan lebih menarik perhatian. Semua gambar mempunyai arti, uraian, dan tafsiran tersendiri. Karena itu media gambar sangatlah cocok digunakan sebagai media pembelajaran khususnya media pembelajaran IPA pada materi pernafasan. </p>
<p>Hal ini karena pada materi ini banyak sekali bagian–bagian organ tubuh manusia yang tergolong alat-alat pernapasan. Dengan gambar-gambar ini siswa dapat membedakan bentuk dan fungsi dari alat-alat pernafasan tersebut.</p>
<p>Adapun langkah-langkah penggunaan gambar pada proses pembelajaran IPA khususnya pada materi pernafasan pada manusia adalah, 1) guru menyiapkan gambar-gambar alat pernafasan pada manusia sesuai pertumbuhan dan perkembangan siswa. 2) Guru membantu siswa untuk mengamati gambar-gambar yang disajikan pada proses pembelajaran tersebut. 3) Siswa mengamati dan menanyakan hal-hal yang kurang jelas pada saat melakukan pengamatan. 4) Guru mengarahkan perhatian siswa sambil menjelaskan dan menjawab pertanyaan siswa yang belum jelas terkait dengan gambar yang diamati. 5) Siswa dengan dibantu guru mengkonfirmasi materi pernafasan tersebut. 6) Guru memberikan penugasan kepada siswa terkait dengan gambar-gambar pada materi pernafasan pada manusia.</p>
<p>Dengan menggunakan media gambar yang digunakan dalam proses pembelajaran IPA, khususnya KD 3.9 pada materi Pernafasan pada manusia, ini dapat memfasilitasi siswa untuk lebih meningkatkan aktifitas belajarnya hal ini terlihat dengan aktifnya siswa mengikuti proses pembelajarannya. </p>
<p>Dengan demikian diharapkan akan mampu meningkatkan hasil belajar sehingga tujuan belajar akan tercapai dan pembelajaran akan lebih berkesan dan bermakna serta berlangsung  humanis. (*/ida)</p>
<p>Guru IPA SMP Negeri 7 Pemalang </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
