<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Guru Bahasa Inggris &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/guru-bahasa-inggris/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Jan 2023 14:47:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>Guru Bahasa Inggris &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menguatkan Nilai Pendidikan yang Berkarakter Setelah Pandemi dengan 3R</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/20/menguatkan-nilai-pendidikan-yang-berkarakter-setelah-pandemi-dengan-3r/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2023 14:47:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Bahasa Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Nilai Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Shanti Anggrahini]]></category>
		<category><![CDATA[SMK Negeri 2 Bawang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=413409</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, SAAT ini, pendidikan di Indonesia diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan di Indonesia terbagi ke dalam tiga jalur utama, yaitu formal, nonformal, dan informal. Pendidikan juga dibagi ke dalam empat jenjang, yaitu anak usia dini, dasar, menengah, dan tinggi. Dominasi penekanan belajar di rumah selama dua tahun karena [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, SAAT ini, pendidikan di Indonesia diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan di Indonesia terbagi ke dalam tiga jalur utama, yaitu formal, nonformal, dan informal. Pendidikan juga dibagi ke dalam empat jenjang, yaitu anak usia dini, dasar, menengah, dan tinggi. </p>
<p>Dominasi penekanan belajar di rumah selama dua tahun karena pandemi kepada peserta didik, membuat banyak peserta didik yang mengalami learning loss atau pandemic slide. Itu juga terjadi di sekolah penulis SMK Negeri 2 Bawang, Kabupaten Banjarnegara. Peserta didik harus benar-benar mendapat “kawalan” akibat hilangnya keterampilan akademik dan pengetahuan selama pandemi. </p>
<p>Guru harus berubah, menganalisis, memberi metode yang sesuai dengan kondisi anak. Karena sejatinya, menariknya sebuah pembelajaran berpengaruh terhadap antuasias peserta didik dan juga berpengaruh terhadap daya tangkap peserta didik.</p>
<p>3R bisa dilakukan dan menjadi jawaban yang ditunggu-tunggu oleh sistem pendidikan di Indonesia dalam menghadapi masalah ini. Pandemi sudah berlalu, namun imbasnya masih terasa sampai sekarang. Rebuild merupakan program membangun potensi guru di Indonesia dengan mempermudah penyediaan pelatihan atau kegiatan yang bisa meningkatkan soft skill dan hard skill yang dimiliki guru. </p>
<p>Apalagi guru yang mengajar di SMK, sebaiknya menerapkan konsep 3R dalam pembelajarannya, wajib mengikuti magang dan perlu dibekali pemahaman mengenai apa yang dibutuhkan dunia industri saat ini. Dan saya sebagai guru bahasa Inggris, ketika menerapkan pola 3R dalam kegiatan belajar dan mengajar merasakan imbasnya. </p>
<p>Tidak hanya semangat, antusiasme, serta nilai yang meningkat, tapi karakter dan pola pikir peserta didik berubah, serta tercipta “positive vibe” di kelas yang diampu. Bukankah itu yang selama ini diinginkan para guru?</p>
<p>Kurangnya pemahaman guru mengenai dunia usaha dan dunia industri, membuat apa yang mereka ajarkan hanya bersifat kilasan materi dan terkadang peserta didik tidak dibekali cara membangun ulang mindset bagaimana cara berjalan orang sukses? Dan bagaimana komunikasi yang aktif dan berkelas. </p>
<p>Apalagi terkadang guru lupa memberi pelajaran hidup tentang cara mengasah intuisi, cara bermimpi tinggi, cara bersabar ketika mimpi tidak sejalan dan segudang ilmu yang tidak akan pernah ada dalam kurikulum merdeka sekalipun.</p>
<p>Penguatan atau reinforcement mutlak dan wajib dilakukan setelah dilakukannya rebuild. Reinforcement di sini tidak sekadar penguatan ketika pembelajaran berlangsung, namun justru harus berkesinambungan dan dilanjutkan di lingkungan sekolah, social, serta di lingkungan keluarga. Stronger reinforcement terlihat sederhana, namun  mempunyai pengaruh yang sangat penting bagi peserta didik. Peserta didik yang dihargai setiap kerja kerasnya (bukan hanya bersifat numerik alias nilai yang bagus) saja, pandangan positif peserta didik tentang kegagalan pun perlu diapresiasi. </p>
<p>Dan program yang ketiga yaitu Reward. Respon positif (reward) bertujuan agar tingkah laku yang sudah baik frekuensinya akan berulang atau bertambah. Sedang respon yang negatif (punishment) bertujuan agar tingkah laku yang kurang baik itu frekuensinya berkurang atau hilang. </p>
<p>Baik guru, lingkungan sekolah, keluarga, dan juga lingkungan sosial di Indonesia harus belajar banyak melihat kelebihan seseorang dibandingkan kekurangannya, termasuk cara menilai peserta didik yang kita ajar. </p>
<p>Kita perlu melatih dan mengajarkan konsep “keras terhadap diri sendiri, lunak terhadap orang lain” kepada peserta didik kita. Tunjukkan pada mereka cakrawala luas pendidikan yang menginspirasi. Karena belajar, bukan melulu sekadar putaran angka. Selalu akan ada pelangi setelah hujan datang. Mari sukseskan pendidikan di Indonesia dengan 3R. (*)</p>
<p>Guru Bahasa Inggris SMK Negeri 2 Bawang, Kabupaten Banjarnegara</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembelajaran Simple Present Tense Lebih Mudah dengan Matching Pattern</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/20/pembelajaran-simple-present-tense-lebih-mudah-dengan-matching-pattern/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2023 13:51:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Bahasa Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Marsiti]]></category>
		<category><![CDATA[Matching Pattern]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran Simple Present Tense]]></category>
		<category><![CDATA[SMP Negeri 1 Tersono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=413407</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam potensi dalam potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respons. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia bisa menunjukkan perubahan perilakunya. Dan belajar adalah terjadinya perubahan mental pada diri siswa (Dimiyati dan Mudjoyono, 2013). Media pembelajaran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam potensi dalam potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respons. </p>
<p>Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia bisa menunjukkan perubahan perilakunya. Dan belajar adalah terjadinya perubahan mental pada diri siswa (Dimiyati dan Mudjoyono, 2013). </p>
<p>Media pembelajaran merupakan salah satu cara atau alat bantu yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Hal ini untuk merangsang pola pembelajaran agar dapat menunjang keberhasilan proses belajar mengajar, sehingga proses belajar-mengajar dapat berjalan efektif untuk mencapai target yang direncanakan (Surayya, 2012).</p>
<p>Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara sistematis yang terdiri langkah-langkah untuk mengefektifkan pembelajaran. Cara ini dibuat dalam bentuk kongkrit, sehingga mudah diaplikasikan secara harafiah.  Metode dapat disebut juga dengan “cara“ (Muhibbin syah ,1995).</p>
<p>Berdasarkan pegertian itu, maka metode pembelajaran adalah cara kerja sistematis yang memudahkan pembelajaran. Karena penggunaan implementasi spesifik yang terdiri atas langkah-langkah kongkrit. Tujuannya agar proses pembelajaran berjalan efektif, dan tentunya memberikan dampak yang positif.</p>
<p>Berfungsi sebagai alat bantu mengajar berupa wahana yang mengandung materi pembelajaran dan menyalurkannya dengan cara yang lebih efektif dan efisien. Sehingga mampu merangsang siswa agar dapat menyerapnya dengan lebih baik. </p>
<p>Di kelas VIII, materi yang akan penulis ajarkan adalah  Simple Present Tense. Materi ini sangat menarik, namun siswa medapatkan kesulitan ketika bertemu dengan kata kerja imbuhan s/es atau (verb s/es) dengan yang tanpa imbuhan s/es.</p>
<p>Penulis tertarik dengan metode Matching Pattern dalam mempermudah siswa membedakan kata kerja dengan imbuhan s/es. Sebelum masuk dalam pembelajaran, terlebih dahulu  akan penulis jelaskan pengertian metode  Matching Pattern. </p>
<p>Metode ini adalah pembelajaran yang dalam prosesnya menggunakan instrumen gambar dalam penyajiannya. Fungsinya merangsang siswa menganalisa dan mengekpresikan dalam bentuk deskripsi. Deskripsi gambar berupa pemaknaan dan interprestasi siswa tentang makna gambar yang disajikan.  </p>
<p>Pertama, penulis menyiapkan gambar yang sesuai pembelajaran gambar ini berupa dua kolom. Kolom kiri untuk verba 1+ s/es, sedangkan kolom kanan untuk kata kerja To be do (tanpa s/es).  Kedua, penulis menempelkan tulisan subyek He, She, It di kolom kiri, dan We, They, I dan You di kolom kanan.   Ketiga, kita mempersiapkan tulisan verba. Contoh : play , study .run , read, listen, write ,sing, eat, drink, dan sebagainya.  </p>
<p>Keempat, siswa diberi petunjuk dan diberi kesempatan memperhatikan dan menganalisa dan menganalisa gambar.  Kelima, membentuk work of group dua atau tiga siswa untuk menganalisa dan berdiskusi tentang menjodohkan gambar tersebut. Keenam, selesai siswa berdiskusi, setiap kelompak mengambil dua kertas yang bertuliskan verba dan menempelkan gambar tersebut pada kolom sebelah kanan atau kiri sesuai petunjuk. Demikian juga kelompok lain juga melakukkan hal yang sama.</p>
<p>Setelah selesai, setiap kelompok menyampaikan pendapatnya. Kita membahasnya bersama dan ada penjelasan dari penulis. Metode ini sangat mempermudah siswa memahami materi yang kita berikan. Siswa lebih mudah menjodohkan kata kerja yang sesuai dengan subjeknya.</p>
<p>Dengan metode Matching Pattern, siswa SMP Negeri 1 Tersono, Kabupaten Batang menjadi antusias dalam belajar bahasa Inggris dengan materi Present Tense. Peserta didik dengan mudah bisa menentukan subject dan verb (kata kerja)-nya. Kelas menjadi hidup karena adanya kerja sama tim. Kerja cepat dan akurat. </p>
<p>Penulis  sangat senang sekali ternyata metode Matching Pattern sangat membantu pembelajaran Simple Present Tense menjadi lebih sukses dan menyenangkan. (*)</p>
<p>Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 1 Tersono, Kabupaten Batang</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
