<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Genuk &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/genuk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jan 2023 02:35:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>Genuk &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pastikan Logistik Korban Banjir Aman</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/05/pastikan-logistik-korban-banjir-aman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2023 02:35:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Anggota Komisi VIII DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Genuk]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligawe]]></category>
		<category><![CDATA[Sambirejo]]></category>
		<category><![CDATA[Tlogosari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411544</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori turun langsung memastikan logistik korban banjir di empat titik dapur umum di daerah Sambirejo, Tlogosari, Genuk, dan Kaligawe. Ia ingin memastikan agar semua logistik aman dan semua kebutuhan korban banjir terpenuhi. Selain itu, menggandeng Kementerian Sosial, Bukhori mendistribusikan bantuan senilai Rp 172 juta. “Kami prihatin atas musibah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori turun langsung memastikan logistik korban banjir di empat titik dapur umum di daerah Sambirejo, Tlogosari, Genuk, dan Kaligawe. Ia ingin memastikan agar semua logistik aman dan semua kebutuhan korban banjir terpenuhi.</p>
<p>Selain itu, menggandeng Kementerian Sosial, Bukhori mendistribusikan bantuan senilai Rp 172 juta. “Kami prihatin atas musibah ini. Bantuan ini sebagai wujud perhatian dan tanggung jawab kami selaku wakil rakyat dan bisa meringankan beban warga yang terdampak,&#8221; katanya.</p>
<p>Bukhori menyampaikan apresiasi terhadap Kementerian Sosial yang responsif. Ia juga memuji peran serta masyarakat, dalam hal ini civitas akademika Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), yang telah proaktif membantu warga terdampak banjir di Kaligawe dengan mendirikan dapur umum dan memberdayakan mahasiswanya sebagai relawan bencana.</p>
<p>“Kami mendukung inisiatif baik tersebut, sehingga sebagian logistik seperti telur dan mi instan kami drop di dapur umum Unissula agar bisa diolah dan didistribusikan ke warga yang masih terisolir di Kaligawe,” tambahnya.</p>
<p><span id="more-411544"></span></p>
<p>Rektor Unissula Prof Gunarto MH menyampaikan apresiasi terhadap Bukhori atas kepeduliannya terhadap masyarakat. Komunikasi yang baik dengan Kemensos membuat cepat bisa mengadvokasi bantuan sekaligus mengawal penyalurannya di lapangan. &#8220;Ini merupakan aksi nyata kepedulian terhadap masyarakat,” kata Gunarto.</p>
<p>Bantuan logistik senilai Rp 172 juta yang disalurkan meliputi 1,1 ton telur ayam, 400 dus mi instan, 240 paket makanan anak, 100 lembar selimut, 50 paket kids ware, 75 lembar kasur, serta 300 paket makanan siap saji.<strong> (fth/ida)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir Tambakrejo dan Kaligawe Terparah</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/02/banjir-tambakrejo-dan-kaligawe-terparah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2023 02:03:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BANJIR]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[gayamsari]]></category>
		<category><![CDATA[Genuk]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligawe]]></category>
		<category><![CDATA[semarang banjir]]></category>
		<category><![CDATA[top]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411159</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Banjir masih merendam wilayah Kota Semarang, khususnya di wilayah Semarang bagian timur. Ketinggian air mencapai 50 sentimeter hingga satu meter. Di wilayah Genuk dan Gayamsari, banjir merendam Jalan Kaligawe Raya mulai SPBU Kaligawe hingga pertigaan Terboyo. Yang terparah di bawah jembatan tol Kaligawe dengan ketinggian air mencapai satu meter. Bahkan banjir di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Banjir masih merendam wilayah Kota Semarang, khususnya di wilayah Semarang bagian timur. Ketinggian air mencapai 50 sentimeter hingga satu meter.</p>
<p>Di wilayah Genuk dan Gayamsari, banjir merendam Jalan Kaligawe Raya mulai SPBU Kaligawe hingga pertigaan Terboyo. Yang terparah di bawah jembatan tol Kaligawe dengan ketinggian air mencapai satu meter. Bahkan banjir di kawasan ini mengakibatkan dua truk mogok sejak Sabtu (31/12) hingga Minggu (1/1) kemarin. Praktis, kemarin Jalan Kaligawe Raya lumpuh.</p>
<p>Banjir setinggi 30-75 sentimeter juga masih merendam di wilayah Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari. Setidaknya 2.000 rumah warga terdampak banjir sejak Sabtu (31/12) lalu.</p>
<p>Salah satu warga Tanggungrejo RT 1 RW 5 Kelurahan Tambakrejo Muslikhah mengaku, hingga kemarin rumahnya masih terendam sehingga tidak bisa beraktivitas di dalam rumah. &#8220;Ya Allah Gusti, rumah saya terendam sepaha, Belum dapat bantuan apa-apa,&#8221; keluhnya sambil duduk di atas amben.</p>
<p>Di Jalan Purwosari Raya dan Tanggungrejo Raya, banjir setinggi lutut hingga pinggul orang dewasa. Terpantau dari Gang 1 hingga Gang 8 Purwosari, Tambakrejo, masih tergenang.</p>
<p>Warga RT 4 RW 2 Tambakrejo Heral mengatakan, banjir terjadi sejak Sabtu (31/12). Ditambah hujan deras yang tak kunjung reda, hingga genangan banjir terus bertahan. &#8220;Saya masih mengecek jalan ini Mas, paling tinggi airnya di bawah jembatan tol Kaligawe sampai sedada saya Mas atau 1,5 meter,&#8221; katanya.</p>
<p>Lurah Tambakrejo Sukiswo menjelaskan, lebih dari 2.000 rumah warganya tergenang banjir, mulai RW 1 hingga RW 9. Ketinggian genangan air rata-rata 30-50 sentimeter. &#8220;Saat ini debit air sudah mulai menurun,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kepala UPTD Pompa Wilayah Timur DPU Kota Semarang Nanang Tri Sanyoto, menjelaskan, Sabtu (31/12) malam hujan mengguyur dengan intensitas tinggi sehingga semua wilayah kembali tergenang. Pompa air terpaksa dimatikan karena elevasi air di Kali Tenggang dengan jalan sudah sama tingginya. Sehingga pompa tidak bisa membuang. &#8220;Untuk sementara pompa kita matikan,&#8221; katanya.</p>
<p>Pompa di bawah jembatan tol dimatikan hingga volume Kali Tenggang agak turun. &#8220;Karena di sini terendam, kami takut jika ada korsleting,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Banjir kemarin juga masih merendam wilayah Sawah Besar, Muktiharjo Kidul dan Tlogosari Kulon.</p>
<p>Menurut Mariska Hemas, warga Tlogosari Kulon, rumahnya masih terendam semata kaki. Sedangkan di jalan depan rumah ketinggian air sebetis orang dewasa. “Hujan deras dan katanya sungainya meluap. Ini mulai banyak lumpur di rumah,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, ratusan warga bersama TNI dan Polri melakukan pembersihan kawasan RW 4 Kelurahan Mangunharjo, Minggu (1/1). Hal ini dilakukan karena RW 4 menjadi wilayah terparah banjir di Kecamatan Tugu, Sabtu (31/12) lalu.</p>
<p>Enam tanggul yang jebol di Sungai Plumbon pun dilakukan perbaikan sementara dengan memasang trucuk bambu dan sand bag sebagai tanggul darurat. Pembuatan tanggul darurat ini langsung dikebut Minggu (1/1) lantaran prediksi dari BMKG curah hujan tinggi masih akan terjadi beberapa hari ke depan.</p>
<p>“Kita lakukan kerja bakti bersama warga, TNI –Polri dan pihak Kecamatan Tugu untuk menjaga keselamatan warga dengan menambal tanggul yang jebol di enam titik di Sungai Plumbon,” kata Dandim 0733 Semarang Kolonel Inf. Honi Havana, Minggu (1/1).</p>
<p>Menurut Honi, panjang tanggul yang jebol dan terdampak paling parah adalah di RT 3 RW 4 Kelurahan Mangunharjo, di mana ada sekitar 280 kepala keluarga yang terdampak. Dengan dibuatnya tanggul darurat ini, kata dia, diharapkan tidak terjadi banjir susulan.</p>
<p>“Kita fokus selesaikan hari ini (kemarin, Red) untuk pembangunan tanggul darurat. Kita pikirkan keselamatan warga, karena tanggul yang jebol ini panjangnya sekitar 61 meter dan urgent untuk diperbaiki,” jelasnya.</p>
<p>Honi menerangkan, pihaknya tetap akan menyiagakan pasukan untuk membantu warga membersihkan rumah dari material banjir. “Dua hari kita akan fokus di sini, membantu warga,” tambahnya.</p>
<p>Asikin, Ketua RW 4 Kelurahan Mangunharjo menerangkan, jika banjir di wilayahnya baru surut sekitar pukul 15.00, Sabtu (31/1). Air banjir, kata dia, langsung menyapu semua barang-barang warganya karena banjir datang sangat cepat.</p>
<p>“Ini sudah surut, yang bisa kita lakukan adalah pembersihan material banjir dan menambal tanggul sementara,” tuturnya.</p>
<p>Pantauan RADARSEMARANG.COM, sejumlah warga nampak sibuk membersihkan rumahnya dari material banjir berupa lumpur dan sampah. Pihak Pemkot Semarang melalui Puskesmas Mangkang juga mengirimkan tenaga kesehatan untuk memeriksa warga sakit ataupun terserang gatal-gatal karena banjir.</p>
<p>Selain membuat trucuk bambu sebagai tanggul sementara, warga dibantu TNI-Polri juga berencana membongkar jembatan yang terlalu rendah di RT 3. Jembatan ini sendiri, kerap membuat aliran air tidak lancar karena banyak sampah yang tersangkut, sehingga beban tanggul menjadi cukup berat hingga akhirnya jebol.</p>
<p>“Warga juga sepakat agar jembatan dibongkar agar aliran sungai lancar. Selain itu, kami minta agar pemerintah bisa melakukan normalisasi sungai agar tidak lagi dihantui banjir saat hujan deras,” tambah Asikin.</p>
<p>Dihubungi terpisah Camat Semarang Utara Margo Haryadi menjelaskan, jika di wilayahnya ada sembilan kelurahan yang terdampak banjir, Sabtu (31/12) kemarin. Total ada sekitar 16.373 keluarga terdampak banjir. Sampai Minggu (1/1) kemarin, ada beberapa kelurahan yang masih tergenang.</p>
<p>“Pagi tadi masih ada beberapa kelurahan yang tergenang air, seperti Kelurahan Tanjung Emas, Bandarharjo, Panggung Lor. Namun saat ini sudah berangsur surut,” jelasnya.</p>
<p>Selain rumah warga, lanjut Margo, ada tiga sekolah negeri yang tergenang air. Untuk logistik warga terdampak banjir, Dinas Sosial (Dinsos) telah melakukan distribusi bantuan ke warga terdampak.</p>
<p>“Kita dibantu Dinsos dan relawan membuka dapur umum. Warga yang wilayahnya sudah surut juga sudah kembali ke rumah,” katanya. <strong>(fgr/den/aro)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
