<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Desa Sidorejo &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/desa-sidorejo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2023 02:05:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>Desa Sidorejo &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Batang Bangun Tiga Lumbung Pangan</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/31/batang-bangun-tiga-lumbung-pangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2023 02:05:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[dana alokasi khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Sidorejo]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tersono Kecamatan Tersono]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Gringsing]]></category>
		<category><![CDATA[Lumbung Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Batang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=414516</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Batang &#8211; Pemkab Batang membangun tiga lumbung pangan di tiga kecamatan. Tempat tersebut dibuat untuk ketahanan pangan dan penanganan inflasi. Tiap lumbung mendapatkan anggaran Rp 1 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Tiga lumbung pangan itu berada di Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Desa Tersono Kecamatan Tersono, dan Desa Wonobodro Kecamatan Blado. Pj Bupati Batang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Batang</em></strong> &#8211; Pemkab Batang membangun tiga lumbung pangan di tiga kecamatan. Tempat tersebut dibuat untuk ketahanan pangan dan penanganan inflasi. Tiap lumbung mendapatkan anggaran Rp 1 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK).</p>
<p>Tiga lumbung pangan itu berada di Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Desa Tersono Kecamatan Tersono, dan Desa Wonobodro Kecamatan Blado. Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki meresmikan tiga lumbung pangan itu di Desa Sidorejo melalui Gapoktan Tunggorono, Senin (30/1).</p>
<p>Desa tersebut menjadi lumbung pangan terbesar di Kabupaten Batang dengan luasan lahan 150 hektare untuk tanaman padi. Sementara di Kecamatan Gringsing punya 2.075 hektare lahan pangan.</p>
<p>&#8220;Harapannya dengan lumbung pangan ini, Kabupaten Batang mempunyai cadangan pangan yang sementara ditunda penjualannya untuk mencukupi kebutuhan di Batang,&#8221; ujar Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki.</p>
<p>Di Desa Tersono, lumbung pangan dikelola oleh Gapoktan Subur Makmur. Sedangkan di Desa Wonobodro dikelola Gapoktan Gunungsari. Tiga tempat itu dipilih karena punya lahan yang siap sebagai cadangan pangan. Mengingat lahannya sangat produktif, seperti di Desa Sidoarjo yang bisa panen empat kali dalam setahun.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dispaperta Kabupaten Batang Susilo Heru Yuwono mengatakan, produksi gabah kering panen dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Mulai tahun 2020 produksinya 235 ribu ton, tahun 2021 turun 21 persen menjadi 185 ribu ton.</p>
<p>Sedangkan tahun 2022 data hasil panen belum keluar. Namun demikian Pemkab Batang masih khawatir dengan besarnya penurunan produksi gabah kering.</p>
<p>Salah satu penyebabnya adalah kerusakan lahan pertanian. Karena pembangunan jalan tol Batang-Semarang dan rob yang merendam 400 hektare lahan pertanian di Desa Denasri Wetan, Denasri Kulon, dan Kasepuhan, Kecamatan Batang.</p>
<p>Tahun 2021, 185 ribu ton gabah kering panen bisa menjadi 95 ribu ton beras. Sementara itu, kebutuhan pangan untuk konsumsi masyarakat Batang mencapai 72 ribu ton per tahun.</p>
<p>&#8220;Perlunya antisipasi cadangan pangan ini sudah kami siapkan, karena jika KIT Batang mulai beroperasi pastinya konsumsi beras per tahun di Kabupaten Batang akan meningkatkan,&#8221; ujarnya. <strong>(yan/zal)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tanggul Sungai Cabean Longsor 60 Meter</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/19/tanggul-sungai-cabean-longsor-60-meter/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2023 02:59:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Sidorejo]]></category>
		<category><![CDATA[Dukuh Singopadu]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Karangawen]]></category>
		<category><![CDATA[LONGSOR]]></category>
		<category><![CDATA[Tanggul Sungai Cabean]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=413196</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Ungaran – Tanggul Sungai Cabean sepanjang 60 meter di Dukuh Singopadu, Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen longsor. Sekarang hanya menyisakan tanggul sekitar 3 meter. Longsornya tanggul akibat derasnya arus sungai akibat hujan lebat beberapa hari terakhir. Untuk mengantisipasi jebolnya tanggul susulan, personel Babinsa Koramil Karangawen Serda Ahmad Jumadi bersama Bhabinkamtibmas Aipda Tri Widodo mengecek dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Ungaran</em></strong> – Tanggul Sungai Cabean sepanjang 60 meter di Dukuh Singopadu, Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen longsor. Sekarang hanya menyisakan tanggul sekitar 3 meter.</p>
<p>Longsornya tanggul akibat derasnya arus sungai akibat hujan lebat beberapa hari terakhir. Untuk mengantisipasi jebolnya tanggul susulan, personel Babinsa Koramil Karangawen Serda Ahmad Jumadi bersama Bhabinkamtibmas Aipda Tri Widodo mengecek dan memonitoring lokasi tanggul longsor.</p>
<p>Babinsa Serda Ahmad Jumadi mengatakan,  sebelumnya di kawasan longsor sebagian sudah dibangun revetment retaining wall atau tembok penahan tanggul. Hal itu untuk memperkuat tanggul sehingga tidak mudah tergerus air sungai.</p>
<p>“Namun, karena debit air sungai yang cukup banyak beberapa hari terakhir, maka tanggul mengalami longsor sepanjang 60 meter,” katanya.</p>
<p>Babinsa berencana akan melaporkan ke komando atas dan berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa terkait penanganan bencana tersebut. Karena penanganannya membutuhkan partisipasi dan keterlibatan semua pihak, terutama Pemerintah Kabupaten Demak.</p>
<p>“Sudah laporkan, harapannya bisa dikoordinasikan di tingkat Forkopimda Kabupaten Demak, mengingat langkah penanganan longsor ini membutuhkan biaya yang cukup besar,” tambahnya. <strong>(hib/fth)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
