<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Desa Mertoyudan &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/desa-mertoyudan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2023 02:33:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>Desa Mertoyudan &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tumpukan Sampah di Jalan Salak, Pembuang Santai Lemparkan Sampah</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/27/tumpukan-sampah-di-jalan-salak-pembuang-santai-lemparkan-sampah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2023 02:33:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi Prayudan Estate]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Mertoyudan]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Salakan Desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=414114</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Mungkid – Pemerintah Desa Mertoyudan akan menyiapkan lahan dan bekerja sama dengan pengembang untuk membangun TPS-3R. Hal ini terkait adanya persoalan sampah yang berserakan di Jalan Salakan Desa/Kecamatan Mertoyudan. Sementara ini sampah yang berceceran di bahu jalana akan dimasukkan. &#8220;Nantinya juga akan diawasi oleh linmas untuk memantau masyarakat luar yang hendak membuang sampah,&#8221; ujar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Mungkid</em></strong> – Pemerintah Desa Mertoyudan akan menyiapkan lahan dan bekerja sama dengan pengembang untuk membangun TPS-3R. Hal ini terkait adanya persoalan sampah yang berserakan di Jalan Salakan Desa/Kecamatan Mertoyudan. Sementara ini sampah yang berceceran di bahu jalana akan dimasukkan.</p>
<p>&#8220;Nantinya juga akan diawasi oleh linmas untuk memantau masyarakat luar yang hendak membuang sampah,&#8221; ujar Kepala Desa Mertoyudan Eko Sungkono kepada <em>RADARSEMARANG.COM </em>ditemui di kantornya, Kamis (26/1).</p>
<p>Ia membenarkan tempat sampah itu milik PT Damai Putra pengembang perumahan Bumi Prayudan Estate. Sehingga memang dikhususkan untuk warga perumahan tersebut.</p>
<p>Warga seringkali memergoki pembuang sampah di depan gerbang. Bahkan dengan santainya melintas dan melemparkan sampahnya tanpa rasa malu dan bersalah. Selain sepeda motor pernah ada mobil pikap yang membawa tumpukan sampah. &#8220;Selain sampah rumah tangga juga banyak sampah sisa dari restoran,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sejak Oktober lalu sebenarnya ada kesepakatan antara pengembang, pihak desa, dan DLH Kabupaten Magelang. Karena maraknya pembuangan sampah dari luar, lalu diputuskan untuk menutup dengan pagar beserta pemasangan baliho peringatan. &#8220;Itupun tidak dipedulikan oleh oknum masyarakat yang buang di situ. Malah dari luar Desa Mertoyudan,&#8221; jelas Eko.</p>
<p>Diakui Desa Mertoyudan belum mempunyai tempat pengolahan sampah. Kendati demikian di setiap desa sudah terdapat tempat sampah yang nantinya diambil oleh petugas DLH untuk dibawa ke TPS Pasuruhan. &#8220;Baru direncanakan dibangun TPS. Pihak desa menyediakan lahan dan pembangunannya oleh pengembang,&#8221; paparnya.</p>
<p>Namun kesepakatan belum kunjung terealisasi lantaran pengembang hanya mau membangun atapnya. Padahal, kata dia, berdasarkan Perda Kabupaten Magelang No 1 Tahun 2022 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman pengembang wajib menyediakan fasilitas umum. &#8220;Dalam hal ini seperti pengolahan sampah dan pemakaman,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sementara, Kepala Dusun Bumi Prayudan Isbudi mengungkapkan lokasi tempat sampah tersebut terbatas. Hanya cukup untuk warga perumahan Bumi Prayudan Estate. &#8220;Sehari saja satu ton lebih, kalau ditambah dari luar tidak bisa,&#8221; pungkasnya. <strong>(mg12/mia/lis)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jorok, Sampah Berserakan di Jalan Salakan Mertoyudan</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/23/jorok-sampah-berserakan-di-jalan-salakan-mertoyudan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2023 04:39:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Mertoyudan]]></category>
		<category><![CDATA[Dusun Banyanan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Mertoyudan]]></category>
		<category><![CDATA[SAMPAH]]></category>
		<category><![CDATA[sampah berserakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=413583</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Mungkid &#8211; Persoalan sampah muncul di salah satu titik Jalan Salakan perbatasan antara Dusun Kalisari dengan Dusun Banyanan, Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan. Tumpukan sampah berserakan hampir memakan setengah ruas jalan. Diduga, sampah tersebut berasal dari orang yang melintas lalu membuang secara sembarangan. Pantauan Jawa Pos Radar Semarang di lokasi memang terdapat pengolahan sampah. Namun akses masuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Mungkid</em></strong> &#8211; Persoalan sampah muncul di salah satu titik Jalan Salakan perbatasan antara Dusun Kalisari dengan Dusun Banyanan, Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan.</p>
<p>Tumpukan sampah berserakan hampir memakan setengah ruas jalan. Diduga, sampah tersebut berasal dari orang yang melintas lalu membuang secara sembarangan.</p>
<p>Pantauan <em>Jawa Pos Radar Semarang</em> di lokasi memang terdapat pengolahan sampah. Namun akses masuk dari jalan ditutup rapat dengan pagar besi. Di sisi kanan kiri terdapat tumpukan sampah sekitar lebih dari 10 meter.</p>
<p>Bungkus plastik warna-warni berisi sampah dan limbah rumah tangga. Bagian paling bawah mengering dan membusuk. Ketika melintas bau tak sedap pun bertebaran. Hal itu membuat pengguna jalan yang melintas merasa risih. Selain mengganggu drainase saat hujan aroma busuk meresahkan warga.</p>
<p>&#8220;Iya saya heran kenapa berserakan (sampah itu). Meskipun bukan warga sini tapi saya punya bangunan di sini dan sangat terganggu,&#8221; kata Hari, pemilik Abu Bilal Park yang berada di seberang lokasi sampah yang berceceran.</p>
<p>Padahal di pagar besi tersebut tertulis larangan di baliho &#8220;Bukan Tempat Pembuangan Sampah Umum&#8221;. Bahkan secara gamblang juga tertera penjelasan Perda Kabupaten Magelang no 7 Tahun 2017 Tentang Pengelolaan Sampah. Selain itu tempat pengelolaan sampah tersebut terawasi CCTV selama 24 jam.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya itu masuk dan punyanya pihak PT. Bumi Prayudan. Dan memang bukan tempat pembuangan sampah umum,&#8221; kata salah satu warga Dusun Dampit, Salakan, Mertoyudan yang enggan disebutkan namanya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
