<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>demam berdarah dengue &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/demam-berdarah-dengue/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2023 02:08:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>demam berdarah dengue &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ada 53 Kasus DBD di Kendal, Lima Meninggal</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/30/ada-53-kasus-dbd-di-kendal-lima-meninggal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2023 02:08:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<category><![CDATA[DBD Kendal]]></category>
		<category><![CDATA[demam berdarah dengue]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=414410</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Kendal – Sepanjang januari 2023, tercatat 53 warga Kendal terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). Dari jumlah itu, lima warga dinyatakan meninggal dunia. Jumlah kasus DBD meningkat drastis pasca banjir yang terjadi akhir tahun 2022. Bahkan, sepanjang 2022 ada 457 kasus DBD dan 29 di antaranya meninggal. Pemkab sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah DBD. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Kendal</em></strong> – Sepanjang januari 2023, tercatat 53 warga Kendal terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). Dari jumlah itu, lima warga dinyatakan meninggal dunia.</p>
<p>Jumlah kasus DBD meningkat drastis pasca banjir yang terjadi akhir tahun 2022. Bahkan, sepanjang 2022 ada 457 kasus DBD dan 29 di antaranya meninggal.</p>
<p>Pemkab sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah DBD. Tetapi masih belum bisa menyelesaikan persoalan. Salah satunya dengan menggencarkan fogging.  Meskipun fogging memang tidak bisa menghilangkan nyamuk aedes aegypti seratus persen.</p>
<p>&#8220;Harus didukung masyarakat dengan 3M Plus. Menguras, menutup, mendaur ulang, plus memakai kelambu untuk tidur juga menggunakan obat anti nyamuk,&#8221; kata Kepala Dinkes Kendal Abidin.</p>
<p>Ia menambahkan, ada 28 desa yang bakal dilakukan fogging. Tersebar di Kecamatan Patebon, Brangsong, Weleri, Kaliwungu, Cepiring, Kaliwungu Selatan, dan Kecamatan Kendal. &#8220;Pasca banjir memang kasus meningkat, jadi kami gencarkan fogging untuk desa-desa yang kemarin terdampak banjir dan ada kasus DBD,&#8221; tambahnya.  <strong>(dev/fth)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspada, Muncul Kasus Leptospirosis di Kabupaten Magelang</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/13/waspada-muncul-kasus-leptospirosis-di-kabupaten-magelang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2023 03:10:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[demam berdarah dengue]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Kabupaten Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[leptospirosis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=412529</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Mungkid &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang mewaspadai sejumlah penyakit yang muncul di tengah cuaca ekstrem saat ini. Selain demam berdarah dengue (DBD), muncul penyakit leptospirosis. &#8220;Sudah muncul di Kecamatan Sawangan pada September 2022 lalu,&#8221; kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Magelang Budi Suprastowo kepada RADARSEMARANG.COM Kamis, (12/1). Ia menjelaskan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Mungkid</em> </strong>&#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang mewaspadai sejumlah penyakit yang muncul di tengah cuaca ekstrem saat ini. Selain demam berdarah dengue (DBD), muncul penyakit leptospirosis.</p>
<p>&#8220;Sudah muncul di Kecamatan Sawangan pada September 2022 lalu,&#8221; kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Magelang Budi Suprastowo kepada <em>RADARSEMARANG.COM</em> Kamis, (12/1).</p>
<p>Ia menjelaskan, penyakit tersebut biasanya menyerang ke pedesaan yang notabene punya persawahan. Kasus pertama yang muncul di Kabupaten Magelang salah satunya dialami oleh seorang petani.</p>
<p>&#8220;Jadi punya luka luar kemudian terkontaminasi kuman dari kencing tikus itu,&#8221; terangnya.</p>
<p>Gejala yang dialami, kata dia, tidak jauh beda dengan DBD. Badan mengalami demam disertai nyeri otot di sekujur tubuh. Parahnya, dapat menyerang organ vital manusia yakni ginjal.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Antisipasi DBD, Dinkes Salatiga Lakukan Fogging</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/12/antisipasi-dbd-dinkes-salatiga-lakukan-fogging/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2023 01:42:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<category><![CDATA[demam berdarah dengue]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kesehatan Kota Salatiga]]></category>
		<category><![CDATA[dkk salatiga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=412322</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Salatiga &#8211; Warga yang dirawat berkait kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ada tiga orang. Namun, Dinas Kesehatan Kota Salatiga menegaskan belum ada yang meninggal karena penyakit tersebut. Kepala DKK Salatiga Zuraidah menuturkan, dari laporan yang diterima, saat ini ada tiga yang dirawat di RS. Namun semuanya berstatus suspek (dicurigai) DBD. &#8220;Untuk menegakkan diagnosa dibutuhkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Salatiga</em></strong> &#8211; Warga yang dirawat berkait kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ada tiga orang. Namun, Dinas Kesehatan Kota Salatiga menegaskan belum ada yang meninggal karena penyakit tersebut.</p>
<p>Kepala DKK Salatiga Zuraidah menuturkan, dari laporan yang diterima, saat ini ada tiga yang dirawat di RS. Namun semuanya berstatus suspek (dicurigai) DBD.</p>
<p>&#8220;Untuk menegakkan diagnosa dibutuhkan hasil pemeriksaan lengkap. Trombosit, hematokrit dan lain lain,&#8221; terang Zuraidah kepada Radar Semarang.</p>
<p>Disinggung tentang kabar adanya warga meninggal DBD, ia menegaskan jika penyebab kematian bisa disampaikan jika sudah ada laporan resmi berdasar hasil pemeriksaan dan laboratorium.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>457 Kasus DBD, 29 Orang Meninggal</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/07/457-kasus-dbd-29-orang-meninggal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2023 06:50:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[bencana banjir]]></category>
		<category><![CDATA[demam berdarah dengue]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Demam Berdarah]]></category>
		<category><![CDATA[Musim Hujan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411830</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, KENDAL &#8211; Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kendal melonjak tajam selama 2022. Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat, setidaknya ada 457 kasus warga terserang DBD. Dengan 9 orang di antaranya meninggal dunia. Kasus tertinggi terjadi sepanjang September hingga Desember 2022. Yakni dengan jumlah 247 kasus dan 16 orang meninggal dunia. Sementara daerah dengan jumlah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, KENDAL &#8211; Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kendal melonjak tajam selama 2022. Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat, setidaknya ada 457 kasus warga terserang DBD. Dengan 9 orang di antaranya meninggal dunia.</p>
<p>Kasus tertinggi terjadi sepanjang September hingga Desember 2022. Yakni dengan jumlah 247 kasus dan 16 orang meninggal dunia. Sementara daerah dengan jumlah kasus tertinggi yakni Kecamatan Patebon 56 kasus, Boja 43 kasus, Kaliwungu Selatan 42 kasus, Gemuh 42 kasus, Kota Kendal 37 kasus, dan Kaliwungu 36 kasus.</p>
<p>Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kendal Siswanto mengatakan, selama 2022 kasus DBD melonjak tajam dibanding 2021 yang hanya 84 kasus dan satu orang meninggal. Penyebab naiknya kasus ini karena musim hujan dan banyaknya genangan air di tempat cuci tangan (semasa Covid-19) yang terbengkalai.</p>
<p>&#8220;Tingginya kasus ini juga dampak dari musim hujan dan bencana banjir yang terjadi waktu lalu. Dan kita terus tingkatkan pelayanan untuk pengobatan penderita DBD,&#8221; katanya kepada RADARSEMARANG.COM Jumat (6/1).</p>
<p>Siswanto menambahkan, per 6 Januari 2023 sudah ada 16 kasus DBD dan 2 di antaranya meninggal dunia. Tingginya kasus DBD di awal tahun ini, harus menjadi perhatian khusus untuk Pemkab dan masyarakat Kendal. Artinya, penyakit DBD tidak bisa hanya ditangani oleh Dinkes maupun tim kesehatan. Melainkan, butuh peran masyarakat untuk mengendalikan meluasnya DBD.</p>
<p>&#8220;Penderita DBD lintas usia. Jadi bayi juga ada, lansia, maupun usia produktif,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Masyarakat diminta untuk terus menerapkan bisa terus menerapkan 3M plus. Yakni menguras penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan memanfaatkan kembali barang bekas. Selain itu, pada musim pancaroba mendatang dimungkinkan bakal terjadi lonjakan untuk kasus DBD di Kabupaten Kendal. </p>
<p>&#8220;Fogging sebenarnya bukan solusi. Tapi harus ada peran aktif masyarakat untuk mencegah DBD. Kalo cuma fogging saja ya percuma,&#8221; tambahnya. (dev/fth)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
