<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cuaca Ekstrem &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/cuaca-ekstrem/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2023 02:03:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>Cuaca Ekstrem &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Terdampak Cuaca Ekstrem, Ribuan Tanaman Mangrove Rusak</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/06/terdampak-cuaca-ekstrem-ribuan-tanaman-mangrove-rusak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2023 02:03:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BANJIR]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[mangrove rusak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411665</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Ribuan tanaman mangrove rusak terdampak cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini. Selain karena terjangan gelombang laut, tanaman mangrove tersebut juga rusak akibat diterjang kapal tongkang. Diperparah sampah kiriman dari hulu yang bocor hingga ke laut. Pegiat Mangrove di pesisir wilayah Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Sururi mengatakan, sampah tersebut kiriman dari wilayah hulu yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Ribuan tanaman mangrove rusak terdampak cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini. Selain karena terjangan gelombang laut, tanaman mangrove tersebut juga rusak akibat diterjang kapal tongkang. Diperparah sampah kiriman dari hulu yang bocor hingga ke laut.</p>
<p>Pegiat Mangrove di pesisir wilayah Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Sururi mengatakan, sampah tersebut kiriman dari wilayah hulu yang menerjang kawasan pesisir akibat banjir di daerah aliran sungai (DAS) Beringin. Pihaknya sudah membersihkan dan mengumpulkannya.</p>
<p>&#8220;Iya, banyak tanaman yang tertimbun sampah. Sudah berhari-hari saya membersihkannya. Kalau dikalkukasi dengan truk, ya sampai dua truk sampah,&#8221; ungkapnya kepada <em>RADARSEMARANG.COM</em> Kamis (5/1) kemarin.</p>
<p>Sampah tersebut didominasi sampah plastik hasil penggunaan rumah tangga. Ada juga sampah organik, seperti halnya kayu besar yang merusak ekosistem mangrove. Menurutnya, kerusakan mencapai 10 persen dari luasan dua hektare yang dikelola.</p>
<p>&#8220;Sampah-sampahnya ya dibakar. Tapi juga mempertimbangkan arah angin juga. Penanganannya sementara ya tambal sulam mengganti yang rusak. Kemudian pasang bambu pelindung supaya kalau banjir, sampahnya tidak masuk,&#8221; bebernya.</p>
<p><span id="more-411665"></span></p>
<p>Terpisah, pegiat mangrove Tambakrejo, Tanjung Mas, Semarang Utara, Zazid juga menyampaikan gelombang tinggi yang terjadi di pesisir Semarang menyumbang kerusakan tanaman mangrove di Tambakrejo. Kerusakan ini disebabkan diterjang kapal tongkang yang terdampar pada 23 Desember 2022 lalu.</p>
<p>&#8220;Ada seribuan tanaman yang rusak akibat gelombang tinggi ditambah kapal tongkang, merusak kurang lebih 60-70 persen,&#8221; katanya.</p>
<p>Ada juga kerusakan akibat sampah plastik yang menyangkut di akar tanaman mangrove. Sampah tersebut kiriman dari aliran Sungai Banjir Kanal Timur. Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan lurah dan Camat setempat untuk membuat pagar pelindung.</p>
<p>&#8220;Kalau pelindung bambu, lebih bagus sheet pile. Namun ya monggo, kami manut saja. Semoga bisa terealisasi,&#8221; pungkasnya. <strong>(mha/ida)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir Semarang Masih Tinggi, Warga Mengungsi di Musala, Sekolah, dan Balai Kelurahan</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/03/banjir-semarang-masih-tinggi-warga-mengungsi-di-musala-sekolah-dan-balai-kelurahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2023 02:26:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BANJIR]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Buruk]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[korban banjir mengungsi]]></category>
		<category><![CDATA[top]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411290</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang – Banjir masih merendam sejumlah kelurahan di Kecamatan Genuk dan Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Di Kecamatan Genuk, banjir terparah di wilayah Trimulyo dan Genuksari dengan ketinggian air mencapai 75 sentimeter. Banjir juga merendam Jalan Kaligawe Raya hingga menyebabkan kemacetan arus lalu lintas sepanjang 4 km. Di Kecamatan Gayamsari, wilayah terparah di Kelurahan Tambakrejo. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> – Banjir masih merendam sejumlah kelurahan di Kecamatan Genuk dan Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Di Kecamatan Genuk, banjir terparah di wilayah Trimulyo dan Genuksari dengan ketinggian air mencapai 75 sentimeter.</p>
<p>Banjir juga merendam Jalan Kaligawe Raya hingga menyebabkan kemacetan arus lalu lintas sepanjang 4 km. Di Kecamatan Gayamsari, wilayah terparah di Kelurahan Tambakrejo. Di wilayah ini, sedikitnya 2.000 rumah warga terdampak banjir, dan 17 KK mengungsi di balai kelurahan dan musala.</p>
<p>Lurah Trimulyo Sugito menuturkan, banjir kali ini merupakan yang terbesar. Hampir seluruh wilayahnya direndam banjir sejak Sabtu (31/12) lalu. Rumah warga yang terendam mencapai ribuan. &#8220;Jumlah warga yang terdampak sekitar 1.200 KK. Ada yang bertahan di rumah, sekolah, dan musala,&#8221; katanya.</p>
<p>Sejauh ini bantuan makanan sudah berdatangan. Namun untuk mengambilnya warga harus menembus genangan banjir setinggi perut orang dewasa. “<em>Ya</em>, harus susah payah begini, <em>Mas</em>,” kata Siti, salah satu warga saat mengambil paket makanan bantuan.</p>
<p>Banjir di Kelurahan Genuksari juga cukup parah. Kantor kelurahan, puskesmas dan sekolah setempat terendam banjir. Ketinggian air di wilayah ini mencapai 30-70 sentimter.</p>
<p>Lurah Genuksari Sutrisno menjelaskan, ada 11 RW di wilayahnya yang terdampak banjir. Jumlah rumah yang terdampak mencapai 4.000 rumah, termasuk kantor kelurahan, SD Negeri Genuksari dan Puskesmas Genuksari.  &#8220;Yang sampai masuk rumah beberapa saja. Wilayah Gebangsari dan Muktiharjo Lor yang lebih parah,&#8221; katanya.</p>
<p>Camat Genuk Suroto mengatakan, ada ribuan rumah yang terendam di wilayahnya. Tersebar di Kelurahan Genuksari, Gebangsari, Trimulyo, Terboyo Wetan, Muktiharjo Lor, Bangetayu Kulon, dan Banjardowo.  Sedangkan wilayah yang sudah surut, di antaranya Kelurahan Kudu, Karangroto, Bangetayu Wetan, Sembungharjo, Penggaron Lor dan Terboyo Kulon.</p>
<p>Dikatakan, untuk warga yang terdampak banjir, sebagian besar bertahan di rumah masing-masing. Ada pula yang mengungsi di musala atau sekolah. Pihaknya bersama Pemerintah Kota Semarang telah mendirikan dapur umum dan berbagai pelayanan di kantor Kecamatan Genuk. &#8220;Dapur umum, pelayanan kesehatan dan logistik sudah kami dirikan. Kalau ada bantuan, langsung kami salurkan,&#8221; katanya.</p>
<p>Di Kelurahan Tambakrejo, banjir masih merendam wilayah RW 3. Sebanyak 7 Kk mengungsi di balai kelurahan lantaran rumahnya masih tergenang banjir.</p>
<p>Nanik, 35, warga RT 5 RW 3 menjelaskan, jalan di depan rumahnya di Jalan Purwosari V kedalaman air masih mencapai perut orang dewasa atau sekitar 1 meter. Sedangkan di rumahnya, ketinggian air mencapai sepaha. &#8220;Yang di sini (balai kelurahan) semua warga RW 3,&#8221; katanya.</p>
<p>Di Musala Nurul Qomar Kampung Karang Kimpul RT 3 RW 1 Kelurahan Tambakrejo, ada 10 KK yang mengungsi di lantai dua musala.  Salah satunya Ahmad Muzammil, 60. &#8220;Di sini ada 20 orang yang mengungsi, tidurnya ada yang di atas, ada yang di bawah,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Terpisah, Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menuturkan, titik banjir paling kritis saat ini masih di wilayah timur, yakni Kecamatan Pedurungan dan Genuk. Untuk Kecamatan Pedurungan, yang masih tergenang banjir yaitu Tlogosari Kulon dan Muktiharjo Kidul.</p>
<p>Mbak Ita –sapaan akrab Plt wali kota—akan terus mengupayakan untuk melakukan penanganan terhadap wilayah-wilayah yang masih terdampak dengan pencegahan banjir selanjutnya.</p>
<p>&#8220;Saat ini sudah banyak yang surut. Untuk titik-titik yang paling kritis ada di wilayah Kecamatan Pedurungan, yakni Tlogosari, dan Muktiharjo Kidul. Juga di hampir sebagian besar wilayah Kecamatan Genuk mulai Muktiharjo Lor, Genuksari, Kaligawe, dan Trimulyo,&#8221;katanya saat ditemui <em>RADARSEMARANG.COM</em>, Senin (2/1).</p>
<p>Pihaknya mengaku secara intens terus berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali &#8211; Juana untuk menarik air yang masih menggenangi titik kritis, seperti di Pedurungan, Tlogosari, dan Muktiharjo Kidul ke laut dengan bantuan pompa Sringin dan pompa Kali Tenggang.</p>
<p>&#8220;DPU berhasil  mengevakuasi atau memindahkan air dari Sringin ke Tenggang untuk menarik. Karena sebagian ini <em>kan</em> ada yang arah alirannya di Tenggang dan Sringin, dan sepertinya Tenggang ini masih banyak untuk menarik yang Muktiharjo. Karena Muktiharjo dan Tlogosari ini <em>kan</em> muaranya ada di Tenggang. Kalau Sringin ini sudah tinggal yang wilayah Trimulyo dan Genuk,” jelasnya.</p>
<p>Ia juga menjelaskan, penanggulangan banjir di wilayah Sungai Plumbon, Tugu, sudah dilakukan dengan penambalan kisdam dan bronjong oleh Pemkot Semarang yang juga berkolaborasi dengan BBWS.</p>
<p>&#8220;Karena di wilayah Kali Plumbon Mangkang ini tanggulnya jebol di empat titik, tapi kemarin sudah dilakukan penambalan kisdam dan bronjong oleh BBWS itu juga sebagai bentuk bagaimana kita berkolaborasi untuk menanggulangi,&#8221; paparnya</p>
<p>Pemkot, kata dia, juga akan berkoordinasi terkait rencana penambahan pompa air di wilayah Sringin dan Kali Tenggang untuk mempercepat aliran air banjir menuju ke laut.</p>
<p>“Kali Sringin sudah dinormalisasi, tapi sepertinya sudah ada penurunan tanah, jadi wilayah yang semakin tergenang akan semakin tinggi sehingga diperlukan tambahan pompa untuk mempercepat,” katanya.</p>
<p>Kementerian PUPR melalui BBWS, lanjut Mbak Ita, juga melakukan pembangunan <em>sheet pile</em> yang ada di Tambaklorok mulai 9 Desember lalu. Harapannya bisa rampung tahun ini. “Kita harapkan pada tahun ini sudah ada pembangunan-pembangunan dan bisa membantu untuk wilayah Tambaklorok ini nanti tidak terdampak rob lagi,” terangnya.</p>
<p>Terkait pembebasan lahan, menurut Mbak Ita, tidak ada masalah yang berarti. Sehingga dia berharap target pembangunan <em>sheet pile</em> bisa selesai tidak lebih dari satu tahun. &#8220;Selama bisa kita fasilitasi dan tidak ada masalah sosial serta pembebasan lahan, harapan kami tahun ini <em>sheet pile</em> bisa rampung,&#8221; katanya.</p>
<p>Sub Koordinator Operasi Pemeliharaan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Hisyam Ashari menjelaskan pompa portabel telah ditempatkan di daerah rawan genangan.</p>
<p>&#8220;Pompa sejak Sabtu kemarin dalam keadaan <em>on</em> dan tidak ada yang rusak. Untuk itu penanganan di bawah jembatan tol Kaligawe kita upayakan pompa <em>portable</em> untuk menggenjot genangan air,&#8221; bebernya.</p>
<p>Pompa air portabel sebelumnya juga dikirimkan di Stasiun Tawang agar tidak lagi tergenang. Saat ini, Pemkot mempunyai 52 rumah pompa dengan total 119 unit pompa yang telah dipersiapkan untuk menangani banjir.</p>
<p>Selain mengoptimalkan penggunaan pompa, lanjut dia, DPU Kota Semarang juga akan memasang kisdam di sepanjang aliran sungai untuk mencegah limpasan air dan menutup kebocoran tanggul yang ada.</p>
<p>&#8220;Pompa di Sringin dan Tenggang terus berjalan. Bocoran tanggul sungai kita antisipasi dengan kisdam, termasuk di Sungai Plumbon. Tim kami juga diturunkan untuk membersihkan drainase ketika ada jalan yang tergenang,&#8221; katanya. <strong>(fgr/den/mha/aro)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Libur Akhir Tahun, Kunjungan Wisatawan di Kabupaten Semarang Naik 20 Persen</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/02/libur-akhir-tahun-kunjungan-wisatawan-di-kabupaten-semarang-naik-20-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2023 02:06:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[libur natal dan tahun baru]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411160</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Ungaran – Jumlah wisatawan di Kabupaten Semarang melonjak saat libur natal dan tahun baru. Peningkatan mencapai 20 persen. Cuaca ekstrem, tidak menyurutkan wisatawan berlibur dan menghabiskan waktu bareng keluarga. River Tubing Sungai Muncul di Desa Rowoboni Kecamatan Banyubiru salah satunya. Wisatawan bisa menikmati derasnya air Sungai Muncul di musim penghujan. Jumlah pengunjung yang datang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Ungaran</em></strong> – Jumlah wisatawan di Kabupaten Semarang melonjak saat libur natal dan tahun baru. Peningkatan mencapai 20 persen. Cuaca ekstrem, tidak menyurutkan wisatawan berlibur dan menghabiskan waktu bareng keluarga.</p>
<p>River Tubing Sungai Muncul di Desa Rowoboni Kecamatan Banyubiru salah satunya. Wisatawan bisa menikmati derasnya air Sungai Muncul di musim penghujan. Jumlah pengunjung yang datang rata-rata keluarga dan mengalami peningkatan. “Ada kenaikan selama libur natal dan tahun baru, lebih dari persen,” kata Pengelola Fun Tubing Muncul, Sofi Etika Aji.</p>
<p>Ia menambahkan, wisatawan bisa menikmati susur sungai dengan rute sepanjang tiga kilometer dengan kedalaman air mulai dari 50 sentimeter hingga satu meter. Meski musim penghujan air sungai tidak mengalami kebanjiran, hanya debit air bertambah. Pengunjung juga mendapatkan fasilitas berupa dokumentasi, penjemputan, gorengan, dan welcome drink. Pihaknya juga menyediakan sistem paketan bagi pengunjung yang membawa rombongan banyak.  &#8220;Kita tidak ada minimal pengunjung, satu dua pengunjung yang datang akan tetap dilayani, &#8221; ujarnya.</p>
<p>Lonjakan wisatwan juga dirasakan di Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK) di Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran Barat. Selama liburan nataru mengalami kenaikan jumlah pengunjung meski tidak signifikan. Saat hari biasa, pengunjung sekitar 30 hingga 50 orang. Sedangkan weekend bisa sampai 100 pengunjung lebih. &#8220;Kalau asal pengunjung bervariasi, untuk libur nataru mayoritas pengunjung dari luar kota, &#8221; kata Ketua LMDH CLBK, Muhajirin.</p>
<p>Muhajirin menambahkan pihaknya tidak memaksa untuk grafik jumlah pengunjung harus naik drastis. Yang terpenting pihaknya mengutamakan kenyamanan dan keselamatan pengunjung, petugas, dan lainnya. &#8220;Jika cuaca dirasa sangat ekstrem kita ambil langkah untuk menutup wisata demi keselamatan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Heru Subroto, meminta para pengelola wisata alam terutama wisata air untuk memperhatikan perlengkapan keamanan. Pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang terkait sarana prasarana kelengkapan wisata.  &#8220;Ini kita lakukan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan di lokasi wisata,&#8221; akunya. <strong>(nun/fth)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
