<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BOROBUDUR &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/borobudur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Jan 2023 02:53:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.1</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>BOROBUDUR &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Terapkan Sistem Zonasi Candi Borobudur</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/10/terapkan-sistem-zonasi-candi-borobudur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2023 02:53:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BOROBUDUR]]></category>
		<category><![CDATA[sistem zonasi]]></category>
		<category><![CDATA[wisata Candi Borobudur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=412148</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Mungkid – PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan &#38; Ratu Boko (TWC) akan menerapkan sistem zonasi di kawasan Candi Borobudur. Hal ini agar seluruh kepentingan, dari konservasi, spiritual, edukasi, hingga komersil bisa beriringan sejalan. Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Edy Setijono mengatakan, penerapan tersebut akan menjadikan antar kepentingan dapat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Mungkid</em></strong> – PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan &amp; Ratu Boko (TWC) akan menerapkan sistem zonasi di kawasan Candi Borobudur. Hal ini agar seluruh kepentingan, dari konservasi, spiritual, edukasi, hingga komersil bisa beriringan sejalan.</p>
<p>Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Edy Setijono mengatakan, penerapan tersebut akan menjadikan antar kepentingan dapat lebih tertata. Terutama terkait jalur yang digunakan.</p>
<p>“Jadi, mendatang tidak ada lagi yang tabrakan karena jalurnya sudah kami tata ulang. Mereka punya lokasi masing-masing. Misalnya kegiatan spiritual, pasti lokasinya di situ. Kemudian kegiatan lainnya akan menyesuaikan,” ujar Edy.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Okupansi Balkondes Naik 100 Persen</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/09/okupansi-balkondes-naik-100-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2023 03:01:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Balkondes]]></category>
		<category><![CDATA[Balkondes Tuksongo]]></category>
		<category><![CDATA[BOROBUDUR]]></category>
		<category><![CDATA[Karanganyar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=412015</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Mungkid &#8211; Jumlah pengunjung Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Tuksongo dan Karanganyar pada 2022 naik hingga 100 persen dibanding tahun sebelumnya. Sempat berkurang saat pandemi, kini sudah mendapatkan pendapatan hingga miliaran rupiah. Pengelola Balkondes Tuksongo Andi Ahmad mengatakan, target pengunjung pada 2022 tercapai. Pendapatan kotor yang masuk ke pengelola mencapai Rp 2,3 miliar. “Di tahun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Mungkid</em></strong> &#8211; Jumlah pengunjung Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Tuksongo dan Karanganyar pada 2022 naik hingga 100 persen dibanding tahun sebelumnya. Sempat berkurang saat pandemi, kini sudah mendapatkan pendapatan hingga miliaran rupiah.</p>
<p>Pengelola Balkondes Tuksongo Andi Ahmad mengatakan, target pengunjung pada 2022 tercapai. Pendapatan kotor yang masuk ke pengelola mencapai Rp 2,3 miliar. “Di tahun 2023 sedang menarget pengembangan fasilitas dan tempat. Kemudian akan menjaring lebih banyak tamu lagi, dengan okupansi penginapan 70 persen,” ujarnya.</p>
<p>Balkondes Tuksongo yang berlokasi 2 kilometer dari Kawasan Candi Borobudur memiliki beberapa fasilitas. Di antaranya paket wisata, kuliner, penginapan, ruang pertemuan, pemandangan Candi Borobudur dan gunung yaitu Merapi, Merbabu, Sumbing serta Menoreh. “Kuliner di sini ada mi lethek dari bahan pohon aren, kemudian gula aren, dan cendhol buat dawet,” katanya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jumlah Wisatawan yang Berkunjung ke Candi Borobudur Tahun 2022 Tak Penuhi Target</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/02/jumlah-wisatawan-yang-berkunjung-ke-candi-borobudur-tahun-2022-tak-penuhi-target/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2023 06:56:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BOROBUDUR]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411240</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Mungkid – Kunjungan wisatawan ke Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) di tahun 2022 lalu masih belum mencapai target yang dibebankan sebanyak 1,6 juta pengunjung baik asing maupun domestik. Beberapa faktor menjadi penyebab masih belum tercapainya target kunjungan ke TWCB tahun 2022 tersebut. General Manager (GM) Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) Jamaludin Mawardi mengatakan, hingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Mungkid</em></strong> – Kunjungan wisatawan ke Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) di tahun 2022 lalu masih belum mencapai target yang dibebankan sebanyak 1,6 juta pengunjung baik asing maupun domestik. Beberapa faktor menjadi penyebab masih belum tercapainya target kunjungan ke TWCB tahun 2022 tersebut.</p>
<p>General Manager (GM) Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) Jamaludin Mawardi mengatakan, hingga akhir Desember 2022 kemarin, target kunjungan wisatawan tidak dapat terpenuhi.</p>
<p>Dari target 1,6 juta wisatawan hanya mencapai 1,49 juta wisatawan, atau masih kurang sekitar delapan persen. “Jadi kami masih belum bisa mencapai 100% target yang dibebankan,” ungkapnya kepada wartawan.</p>
<p>Jamaludin menyampaikan, tidak tercapainya target di tahun 2022 lalu, disebabkan beberapa hal. Salah satunya, dengan adanya isu kenaikan harga tiket masuk Candi Borobudur yang mencapai angka Rp 750.000 per orang dan ini menjadi polemik di masyarakat.</p>
<p>“Stigma harga tiket masuk ke Candi Borobudur yang mahal sebesar Rp 750.000 per orang tersebut, ternyata masih dipersepsi oleh wisatawan. Sedangkan, kenyataan di lapangan tidak ada kenaikan tiket harga masuk,” terangnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, selain masalah harga tiket. Belum boleh naiknya wisatawan ke Candi Borobudur menjadi salah satu penyebab menurunnya minat wisatawan ke Borobudur. Jamaludin mengatakan, kunjungan tertinggi di Candi Borobudur itu di angka 9.000 sampai 10.000.</p>
<p>“Tertinggi kita puncaknya hanya di 11.000 pada waktu libur natal dan tahun baru kemarin 27 Desember 2022 lalu. Angka ini jauh dari yang kita targetkan, yakni picknya itu di angka 24 ribu wisatawan,” ucapnya.</p>
<p>Sementara itu, di tahun 2023 ini target kunjungan yang ingin dicapai oleh Taman Wisata Candi Borobudur di angka 2,2 juta kunjungan, baik wisatawan lokal maupun asing. Dengan adanya target ini, Jamaludin berharap, di tahun 2023 sudah ada izin naik ke tubuh bangunan Candi Borobudur. Hal ini pastinya akan menambah daya pikat wisatawan ke Borobudur.</p>
<p>“Selain itu, kita juga akan meningkatkan berbagai promosi dan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder baik daerah hingga kementerian,” ujarnya. <strong>(rfk/bas)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Soto Kopi Kabupaten Magelang, Usung Konsep Keluarga Megah di Tengah Kolam</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/01/soto-kopi-kabupaten-magelang-usung-konsep-keluarga-megah-di-tengah-kolam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2023 04:38:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[BOROBUDUR]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Mungkid]]></category>
		<category><![CDATA[Ngrajek]]></category>
		<category><![CDATA[Ngrajek II]]></category>
		<category><![CDATA[Soto Kopi]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Borobudur Jalan Mayor Kusen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411124</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM &#8211; Butuh tempat bersantai untuk membuat pikiran fresh dan plong?  Soto Kopi menjadi salah satu pilihan tepat. Tempat ini sangat indah, mengusung konsep keluarga dan berada di tengah kolam. Tempat ini sangat asyik buat bersantai bareng keluarga. Selain itu, bisa menikmati kulineran seakan mengapung di tengah kolam ikan.  Soto Kopi terletak di Kawasan Wisata [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM</strong> &#8211; Butuh tempat bersantai untuk membuat pikiran <em>fresh</em> dan plong?  Soto Kopi menjadi salah satu pilihan tepat. Tempat ini sangat indah, mengusung konsep keluarga dan berada di tengah kolam.</p>
<p>Tempat ini sangat asyik buat bersantai bareng keluarga. Selain itu, bisa menikmati kulineran seakan mengapung di tengah kolam ikan.  Soto Kopi terletak di Kawasan Wisata Borobudur Jalan Mayor Kusen, Ngrajek II, Ngrajek, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Tiga kilometer ke arah Borobudur dari Gerbang Singa Palbapang. Resto dengan nuansa Jawa klasik ini menawarkan keasrian dan keindahan ala pedesaan. Apalagi tempat makan berada di tengah kolam ikan.</p>
<p>Sampai di area parkir tampak rumah kecil dan akses jalan menuju kolam. Nuansa Jawa kental dimulai dari gerbang masuk. Kemudian melewati jembatan bambu berkanopi yang dihadapkan dengan rumah Joglo. Di sebelah barat terdapat sejumlah gazebo seakan mengambang di tengah kolam.</p>
<p>&#8220;Cocok untuk keluarga makan sembari bercengkrama. Selain itu pengunjung juga bisa memberi makan ikan,&#8221; kata Manager Soto Kopi Prabu kepada <em>RADARSEMARANG.COM</em>.</p>
<p>Pemandangan kian sejuk dengan berbagai tanaman dan pohon di sekitar kolam. Ditambah tiupan angin sepoi-sepoi dari persawahan sekitar. Panas terik pun lenyap, kalah dengan panorama resto. Ada delapan gazebo, lima berukuran kecil berkapasitas enam dan tiga berukuran besar berkapasitas 25 orang, dan gazebo sedang berkapasitas 15 orang. Ada juga lesehan bisa memuat sampai 60 orang. “Keseluruhan bisa menampung 200 orang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Soto Kopi beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 22.00. Biasanya ramai pengunjung saat jam makan siang dan setelah maghrib. Rata-rata pengunjung rombongan keluarga yang hendak memanfaatkan waktu untuk <em>quality time</em>. &#8220;<em>Ya</em> memang kita sasarannya sesuai konsep resto yaitu family,&#8221; jelas Prabu.</p>
<p>Menu istimewa tentu soto dari berbagai nusantara dan menawarkan berbagai jenis kopi. Di antaranya, soto Lobak Bandung, Koya Lamongan, Lesah Magelang, dan Susu Betawi. Selain itu, ada beragam menu umum sesuai lidah masyarakat.  Termasuk menu kopi mulai dari olahan robusta, arabika, hingga kopi susu.  &#8220;Kita juga menyediakan sayuran, daging, dan ikan. Selain itu juga beragam minuman tradisional dan <em>snack</em>,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebagai spesialis menu soto dan kopi, ke depan pihaknya akan menyediakan menu yang lebih lengkap. Terutama jenis soto yang ada di nusantara. Selain itu juga berbagai jenis kopi. &#8220;Orientasinya nanti kesana (kuliner soto nusantara) tapi kita baru bisa menyediakan beberapa yang ada di Indonesia,&#8221; ujarnya. <strong>(mia/fth)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
