<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BENCANA &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/bencana/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Jan 2023 04:03:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>BENCANA &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Longsor Lagi, Giliran Terjadi di Lebakbarang</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/07/longsor-lagi-giliran-terjadi-di-lebakbarang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2023 04:03:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BANJIR]]></category>
		<category><![CDATA[BENCANA]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolsek Lebakbarang Iptu Calim]]></category>
		<category><![CDATA[LONGSOR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411857</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Selama sepekan pertama tahun 2023 Ka¬bupaten Pekalongan masih diwarnai bencana. Banjir dan longsor. Terbaru, longsor terjadi di Desa Tembelanggunu¬ng, Kecamatan Lebakb¬arang. Terhitung, pekan ini saja sudah terjadi tujuh kali longsor di Kota Santri. Sebelumnya, longsor terjadi di Desa Tlo¬gopakis (Petungkriyo¬no), Brengkolang (Ka¬jen), Pekiringan Age¬ng (Kajen), Pungangan (Doro), Lambur (Ka¬ndangserang), Windur¬ojo (Kesesi). Longsor [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Selama sepekan pertama tahun 2023 Ka¬bupaten Pekalongan masih diwarnai bencana. Banjir dan longsor. Terbaru, longsor terjadi di Desa Tembelanggunu¬ng, Kecamatan Lebakb¬arang. </p>
<p>Terhitung, pekan ini saja sudah terjadi tujuh kali longsor di Kota Santri. Sebelumnya, longsor terjadi di Desa Tlo¬gopakis (Petungkriyo¬no), Brengkolang (Ka¬jen), Pekiringan Age¬ng (Kajen), Pungangan (Doro), Lambur (Ka¬ndangserang), Windur¬ojo (Kesesi).</p>
<p>Longsor di Tembelang¬gunung terjadi pada Jumat (6/1) se¬kitar pukul 05.30. Sepeti enam peristiwa yang sudah terjadi, longsor tebing di Tembelanggunung ini juga menyebabkan akses tertutup.</p>
<p>&#8220;Longsor menutup aks¬es dari Lebakbarang menuju Paninggaran, tidak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat,&#8221; ujar Kapolsek Lebakbarang Iptu Calim.</p>
<p>Polisi, TNI, bersama warga akhirnya beke¬rja bakti membersihk¬an material longsor secara manual. Sebab jalur itu merupakan akses utama warga beraktivitas ke pasar maupun ladang.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah sudah bersih dan sudah bi¬sa dilewati lagi. Ta¬pi kalau hujan seper¬tinya akan licin. Ka-mi harap pengendara hati-hati,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Begitu pun enam per¬istiwa longsor lain yang sudah terjadi belakangan ini. </p>
<p>Meski demikian, beberapa longsor ada yang men¬impa rumah warga den¬gan tingkat kerusakan bervariasi.&#8217;</p>
<p>Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Ra¬hardjo mengatakan, beberapa waktu ke depan potensi be¬ncana masih mengancam Kota Santri. Baik di wilayah pesisir maupun pegunungan. Se-bab, kata dia, berda¬sarkan BMKG hujan de¬ngan intensitas ting¬gi masih akan terjadi dalam bulan ini.</p>
<p>&#8220;Kami imbau semua wa¬rga di mana pun wasp¬ada. Yang di pegunun¬gan, masih berpotensi longsor, yang di pesisir masih sangat mungkin banjir. Sege¬ra mengungsi ke temp¬at aman saat hujan lebat berjam-jam,&#8221; pe¬sannya. (nra/zal)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Efek Hujan Lebat, 23 Bencana Terjadi di Kabupaten Semarang</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/05/efek-hujan-lebat-23-bencana-terjadi-di-kabupaten-semarang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2023 09:09:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BANJIR]]></category>
		<category><![CDATA[banjir ungaran]]></category>
		<category><![CDATA[BENCANA]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[TANAH LONGSOR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411646</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Ungaran – Efek hujan lebat yang melanda wilayah Kabupaten Semarang pada Rabu (4/1/2023) sejak siang hingga malam berdampak pada beberapa titik wilayah. Mulai dari banjir yang disebabkan oleh melupanya air sungai hingga tanah longsor. Berdasarkan data yang diperoleh dari BPBD Kabupaten Semarang terdapat 23 titik bencana yang terjadi di hari tersebut. Termasuk titik wilayah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Ungaran</em></strong> – Efek hujan lebat yang melanda wilayah Kabupaten Semarang pada Rabu (4/1/2023) sejak siang hingga malam berdampak pada beberapa titik wilayah. Mulai dari banjir yang disebabkan oleh melupanya air sungai hingga tanah longsor.</p>
<p>Berdasarkan data yang diperoleh dari BPBD Kabupaten Semarang terdapat 23 titik bencana yang terjadi di hari tersebut. Termasuk titik wilayah yang terkena banjir ataupun tanah longsor. Pihak BPBD Kabupaten Semarang sudah melakukan pelaporan kepada Bupati Semarang terkait daerah mana saja yang berimbas.</p>
<p>“Ini kita juga akan membagi tim satgas yang nantinya akan berpencar ke seluruh titik untuk melakukan evakuasi yang belum terselesaikan,” ungkap Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Semarang.</p>
<p><span id="more-411646"></span></p>
<p>Pihaknya juga akan memfokuskan semua sumber daya manusia yang tergabung dalam satgas maupun kru  baik dari pegawai ASN ataupun pegawai outsourcing untuk melakukan penanganan. Namun terdapat beberapa orang yang masih berada di kantor untuk bagian administrasi agar tetap berjalan.</p>
<p>Hingga saat ini Kamis (5/1) para petugas satgas BPBD Kabupaten Semarang masih melakukan penanganan dan evakuasi di titik wilayah yang masih bermasalah. Seperti di wilayah Dusun Kaligawe  Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur yang saat ini masih terdapat material longsor. Pihak BPBD Kabupaten Semarang sudah mengirimkan alat berat berupa ekskavator.</p>
<p>“Selain itu di Sumowono juga terdapat satu titik longsor yang menutup jalan. Tim BPBD bersama relawan dan petugas lainnya melakukan evakuasi material dan pembersihan jalan hingga pukul 2 dini hari tadi,” katanya.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Selain itu, di beberapa titik akibat luapan sejumlah aliran sungai berdampak pada kerusakan fasilitas umum seperti jembatan dan gorong-gorong. Terdapat satu jembatan yang rusak akibat diterjang derasnya air sungai di wilayah Kelurahan Lodoyong Kecamatan Ambarawa.</p>
<p>“Sementara terdapat empat rumah warga yang rusak akibat banjir dan tanah longsor,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, wilayah yang terdampak tanah longsor berada di Kecamatan Sumowono, Kecamatan Ambarawa, Kecamatan Bandungan, Kecamatan Ungaran Barat, Kecamatan Ungaran Timur.</p>
<p>Sedangkan titik banjir akibat luapan air sungai berada di Kelurahan Ungaran Kecamatan Ungaran Barat, Perum Cemara Ungaran, Perum Sidosari Amaya, Ungaran Barat, Sumowono dan Ungaran Timur. <strong>(nun/bas)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>657 Bencana Terjadi di Wonosobo Sepanjang Tahun 2022, Didominasi Tanah Longsor</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/04/657-bencana-terjadi-di-wonosobo-sepanjang-tahun-2022-didominasi-tanah-longsor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2023 01:44:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BENCANA]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Wonosobo]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Wonosobo]]></category>
		<category><![CDATA[TANAH LONGSOR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411437</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Wonosobo &#8211; Sepanjang 2022, sebanyak 657 bencana terjadi di Kabupaten Wonosobo. Dari ratusan bencana itu, tanah longsor masih mendominasi. Beruntung dari sejumlah bencana tersebut tidak ada korban jiwa. Kepala BPBD Kabupaten Wonosobo Bambang Triyono menjelaskan sedikitnya ada 13 jenis bencana yang dicatat oleh BPBD Wonosobo. Namun yang paling mendominasi yakni bencana tanah longsor. Longsor [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Wonosobo</em></strong> &#8211; Sepanjang 2022, sebanyak 657 bencana terjadi di Kabupaten Wonosobo. Dari ratusan bencana itu, tanah longsor masih mendominasi. Beruntung dari sejumlah bencana tersebut tidak ada korban jiwa.</p>
<p>Kepala BPBD Kabupaten Wonosobo Bambang Triyono menjelaskan sedikitnya ada 13 jenis bencana yang dicatat oleh BPBD Wonosobo. Namun yang paling mendominasi yakni bencana tanah longsor. Longsor terjadi di 15 kecamatan. &#8220;Ada sebanyak 518 kejadian bencana tanah longsor di sepanjang tahun ini. Baik yang berskala kecil maupun sedang,&#8221; katanya Selasa (3/1).</p>
<p>Disusul dengan bencana kebakaran rumah dengan 64 kejadian, angin kencang (35), banjir (28), tanah bergerak (10), dan gempa bumi (4). Sementara untuk kebakaran lahan, kekeringan, sksi teror, konflik sosial, wabah dan pandemi, serta gagal teknologi tidak terjadi sepanjang tahun ini. &#8220;Beruntung dari seluruh kejadian tersebut tidak ada satupun korban jiwa,&#8221; akunya.</p>
<p>Jika dibanding 2021 lalu, jumlah bencana meningkat drastis. Nyaris menyentuh angka 100 persen. &#8220;Karena dari data kami di tahun 2021 itu hanya berkisar di angka 300 dari keseluruhan bencana yang terjadi. Tapi di tahun ini hanya bencana tanah longsor saja sudah mencapai 500 lebih,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Ia pun memaklumi banyaknya kejadian tanah longsor itu memang fenomena yang sering terjadi dari tahun ke tahun. Apalagi daerah topografi Kabupaten Wonosobo yang dikelilingi pegunungan.</p>
<p>Bambang berharap di 2023 ini masyarakat sudah lebih sadar mengenai konsep mitigasi bencana. Terutama saat terjadi bencana tanah longsor di daerah yang rawan.</p>
<p>&#8220;Kami juga akan lebih gencar lagi penggalangan relawan mengingat jumlah SDM kami sangat terbatas. Kehadiran relawan yang tersebar di seluruh wilayah sangat membantu kerja kami dalam memitigasi, evakuasi kebencanaan di Kabupaten Wonosobo,&#8221; ujarnya. <strong>(git/ton)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
