<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>banjir ungaran &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/banjir-ungaran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jan 2023 12:13:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>banjir ungaran &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Air Sungai Meluap Akibat Hujan Lebat, Lima Dusun di Banyubiru Terendam Banjir</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/19/air-sungai-meluap-akibat-hujan-lebat-lima-dusun-di-banyubiru-terendam-banjir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2023 12:13:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banir]]></category>
		<category><![CDATA[banjir banyubiru]]></category>
		<category><![CDATA[banjir ungaran]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Meluap]]></category>
		<category><![CDATA[top]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=413269</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Ungaran &#8211; Lima dusun di Desa Ngrapah Kecamatan Banyubiru terendam banjir akibat luapan air sungai Kamis (19/1). Luapan sungai tersebut akibat air kiriman dari wilayah atas sekitar Pegunungan Telomoyo yang diguyur hujan. Hujan dengan intensitas tinggi sekitar pukul 13.00 WIB yang turun di wilayah Wirogomo, Telomoyo, dan Pager Gedok mengakibatkan Sungai Klegung dan Sungai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM,<em> Ungaran</em></strong> &#8211; Lima dusun di Desa Ngrapah Kecamatan Banyubiru terendam banjir akibat luapan air sungai Kamis (19/1). Luapan sungai tersebut akibat air kiriman dari wilayah atas sekitar Pegunungan Telomoyo yang diguyur hujan.</p>
<p>Hujan dengan intensitas tinggi sekitar pukul 13.00 WIB yang turun di wilayah Wirogomo, Telomoyo, dan Pager Gedok mengakibatkan Sungai Klegung dan Sungai Galeh mendapatkan kiriman air dengan jumlah banyak. Tingginya debit air sungai hingga meluap dan merendam ratusan rumah.</p>
<p>Koordinator Lapangan BPBD Kabupaten Semarang, Prapto Nugroho, mengatakan lima dusun tersebut Dusun Ngogak, Dusun Ngendo, Dusun Nglembu, Dusun Ngrapah, dan Dusun Mendut.</p>
<p>Penyebab luapan sungai tersebut karena di perbatasan Desa Brongkol dan Desa Ngrapah terdapat sungai yang berada di Desa Ngrapah menyempit. Akibatnya terjadi luapan air sungai ketika hujan deras.</p>
<p>&#8220;Bahkan kemarin terjadi tanggul yang jebol dan sudah kita upayakan buat tanggul sementara dari karung pasir dan bambu. Dan jebol lagi hari ini, &#8221; katanya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Efek Hujan Lebat, 23 Bencana Terjadi di Kabupaten Semarang</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/05/efek-hujan-lebat-23-bencana-terjadi-di-kabupaten-semarang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2023 09:09:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BANJIR]]></category>
		<category><![CDATA[banjir ungaran]]></category>
		<category><![CDATA[BENCANA]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[TANAH LONGSOR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411646</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Ungaran – Efek hujan lebat yang melanda wilayah Kabupaten Semarang pada Rabu (4/1/2023) sejak siang hingga malam berdampak pada beberapa titik wilayah. Mulai dari banjir yang disebabkan oleh melupanya air sungai hingga tanah longsor. Berdasarkan data yang diperoleh dari BPBD Kabupaten Semarang terdapat 23 titik bencana yang terjadi di hari tersebut. Termasuk titik wilayah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Ungaran</em></strong> – Efek hujan lebat yang melanda wilayah Kabupaten Semarang pada Rabu (4/1/2023) sejak siang hingga malam berdampak pada beberapa titik wilayah. Mulai dari banjir yang disebabkan oleh melupanya air sungai hingga tanah longsor.</p>
<p>Berdasarkan data yang diperoleh dari BPBD Kabupaten Semarang terdapat 23 titik bencana yang terjadi di hari tersebut. Termasuk titik wilayah yang terkena banjir ataupun tanah longsor. Pihak BPBD Kabupaten Semarang sudah melakukan pelaporan kepada Bupati Semarang terkait daerah mana saja yang berimbas.</p>
<p>“Ini kita juga akan membagi tim satgas yang nantinya akan berpencar ke seluruh titik untuk melakukan evakuasi yang belum terselesaikan,” ungkap Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Semarang.</p>
<p><span id="more-411646"></span></p>
<p>Pihaknya juga akan memfokuskan semua sumber daya manusia yang tergabung dalam satgas maupun kru  baik dari pegawai ASN ataupun pegawai outsourcing untuk melakukan penanganan. Namun terdapat beberapa orang yang masih berada di kantor untuk bagian administrasi agar tetap berjalan.</p>
<p>Hingga saat ini Kamis (5/1) para petugas satgas BPBD Kabupaten Semarang masih melakukan penanganan dan evakuasi di titik wilayah yang masih bermasalah. Seperti di wilayah Dusun Kaligawe  Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur yang saat ini masih terdapat material longsor. Pihak BPBD Kabupaten Semarang sudah mengirimkan alat berat berupa ekskavator.</p>
<p>“Selain itu di Sumowono juga terdapat satu titik longsor yang menutup jalan. Tim BPBD bersama relawan dan petugas lainnya melakukan evakuasi material dan pembersihan jalan hingga pukul 2 dini hari tadi,” katanya.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Selain itu, di beberapa titik akibat luapan sejumlah aliran sungai berdampak pada kerusakan fasilitas umum seperti jembatan dan gorong-gorong. Terdapat satu jembatan yang rusak akibat diterjang derasnya air sungai di wilayah Kelurahan Lodoyong Kecamatan Ambarawa.</p>
<p>“Sementara terdapat empat rumah warga yang rusak akibat banjir dan tanah longsor,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, wilayah yang terdampak tanah longsor berada di Kecamatan Sumowono, Kecamatan Ambarawa, Kecamatan Bandungan, Kecamatan Ungaran Barat, Kecamatan Ungaran Timur.</p>
<p>Sedangkan titik banjir akibat luapan air sungai berada di Kelurahan Ungaran Kecamatan Ungaran Barat, Perum Cemara Ungaran, Perum Sidosari Amaya, Ungaran Barat, Sumowono dan Ungaran Timur. <strong>(nun/bas)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga dan Siswa Bersihkan Endapan Lumpur Sisa Banjir Akibat Luapan Sungai Kaligarang</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/05/warga-dan-siswa-bersihkan-endapan-lumpur-sisa-banjir-akibat-luapan-sungai-kaligarang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2023 07:08:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BANJIR]]></category>
		<category><![CDATA[banjir ungaran]]></category>
		<category><![CDATA[MTs NU ungaran]]></category>
		<category><![CDATA[SMK NU Ungaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411638</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Ungaran – Pasca banjir akibat luapan Sungai Kaligarang sejumlah warga dan siswa MTs dan SMK NU Ungaran melakukan pembersihan sisa lumpur endapan bajir. Dari pantauan RADARSEMARANG.COM, sisa lumpur pasca banjir yang terjadi kemarin sudah mulai dibersihkan oleh warga dan murid MTs dan SMK NU Ungaran. Sedangkan debit air Sungai Kaligarang sudah menurun dengan arus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Ungaran</em></strong> – Pasca banjir akibat luapan Sungai Kaligarang sejumlah warga dan siswa MTs dan SMK NU Ungaran melakukan pembersihan sisa lumpur endapan bajir.</p>
<p>Dari pantauan <em>RADARSEMARANG.COM</em>, sisa lumpur pasca banjir yang terjadi kemarin sudah mulai dibersihkan oleh warga dan murid MTs dan SMK NU Ungaran. Sedangkan debit air Sungai Kaligarang sudah menurun dengan arus yang cukup kencang. Di bawah jembatan penghubung antara Kecamatan Ungaran Barat dan Kota Ungaran tersebut masih terdapat sampah-sampah yang tersangkut di antara tiang penyangga jembatan.</p>
<p><span id="more-411638"></span></p>
<p>Sementara kondisi MTS dan SMK NU Ungaran sudah bersih dari sisa-sisa sampah ataupun lumpur dari dampak banjir tersebut. Sejumlah siswa juga ikut membantu untuk membersihkan lumpur yang masih mengendap di jalan depan sekolah mereka.</p>
<p>“Kalau banjir seperti ini sudah biasa disini, kalau hujan pasti meluap. Tapi banjir yang kemarin itu paling besar daripada yang kemarin-kemarin,” ungkap Waka Pembangunan MTs NU Ungaran, Zainal Mutaqin.</p>
<p>Walaupun luapan air Sungai Kaligarang mengalir dengan deras dan melumpuhkan akses jalan di depan sekolah. Air yang masuk ke lingkungan sekolah tidak terlalu tinggi, karena kondisi bangunan sekolah yang tinggi serta terdapat saluran air yang membuat genangan air tersebut cepat surut.</p>
<p>“Yang terdampak disini selain area gerbang yang tergenang di toilet juga tergenang mas,” katanya.</p>
<p>Zainal mengaku banjir akibat luapan air Sungai Kaligarang biasa terjadi di wilayah tersebut. Jika terjadi hujan yang cukup lebat maka debit air sungai cepat untuk naik dan meluap ke jalan. Namun saat ini di area wilayah tersebut untuk saluran air atau drainase sudah diperbaiki. Sehingga genangan air tidak berlangsung lama dan cepat untuk surut.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Salah satu siswa kelas dua SMK NU Ungaran, Rahmat, mengatakan ia bersama teman-temannya berinisiatif untuk izin setengah hari membantu membersihkan lumpur dan pasir yang masih menutupi jalan. Derasnya air luapan tidak sampai masuk ke dalam area sekolah dan di waktu itu sudah tidak terdapat siswa yang berada di area sekolah.</p>
<p>“<em>Alhamdulillah</em> air tidak sampai masuk ke dalam mas, meskipun yang di depan MTs kedalaman sekitar satu meter,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, salah satu warga, Sugimah juga terlihat masih membersihkan lumpur yang berada di area halaman depan rumah. Ketinggian air yang merendam rumah milikinya hingga setinggi lutut orang dewasa.</p>
<p>“Ya pasti terganggu mas pas luapan air datang itu. Terus ini lumpurnya juga sampai masuk kedalam rumah,” jelasnya.</p>
<p>Rumah dan warung miliknya menjadi salah satu bangunan yang terdampak akibat luapan air sungai yang deras. Untuk sementara, informasi yang diperoleh terdapat 35 warga yang terdampak dalam kejadian kemarin. <strong>(nun/bas)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sungai Kaligarang Meluap, Akses Jalan Depan MTs dan SMK NU Ungaran Terendam</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/04/sungai-kaligarang-meluap-akses-jalan-depan-mts-dan-smk-nu-ungaran-terendam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2023 14:01:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BANJIR]]></category>
		<category><![CDATA[banjir ungaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligarang]]></category>
		<category><![CDATA[kaligarang meluap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411502</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Ungaran &#8211; Curah hujan yang tinggi menyebabkan air Sungai Kaligarang meluap Rabu (4/1/2023). Dan mengakibatkan Jalan Kaligarang, Kelurahan Ungaran, Kecamatan Ungaran Barat tidak bisa dilalui. Derasnya luapan air Sungai Kaligarang membuat jalan di depan MTs dan SMK NU Ungaran tersebut terendam dengan ketinggian kurang lebih satu meter. Warga yang berada di dekat lokasi kejadian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Ungaran</em></strong> &#8211; Curah hujan yang tinggi menyebabkan air Sungai Kaligarang meluap Rabu (4/1/2023). Dan mengakibatkan Jalan Kaligarang, Kelurahan Ungaran, Kecamatan Ungaran Barat tidak bisa dilalui.</p>
<p>Derasnya luapan air Sungai Kaligarang membuat jalan di depan MTs dan SMK NU Ungaran tersebut terendam dengan ketinggian kurang lebih satu meter. Warga yang berada di dekat lokasi kejadian langsung menutup jalan menuju jalan tersebut.</p>
<p>Beberapa relawan dan petugas BPBD juga terlihat langsung berada di lokasi untuk melakukan evakuasi. Selain itu juga mengamankan lokasi agar tidak dilalui oleh warga.</p>
<p>&#8220;Beberapa titik juga terdampak akibat meluapnya air Sungai Kaligarang, &#8221; ungkap Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Semarang, Juwair Suntara.</p>
<p>Tidak hanya jalan depan, luapan air sungai Kaligarang juga merendam beberapa rumah di sekitar SMK NU Ungaran. Namun luapan air Sungai Kaligarang tidak berlangsung lama dan saat ini sudah surut.</p>
<p>&#8220;Kami tadinya ingin mengevakuasi beberapa murid dan memadamkan aliran listrik. Namun luapan air sungai cepat surut,&#8221; katanya.</p>
<p>Salah satu warga, Slamet, mengungkapkan di wilayah yang dekat Sungai Kaligarang sering terjadi banjir ketika curah hujan tinggi. Dan setiap tahun pasti terjadi banjir seperti saat ini yang terjadi.</p>
<p>&#8220;Sering terjadi mas kalau banjir di sekitar sini. Soalnya dekat dengan Sungai Kaligarang. Jadinya kalau meluap ya banjir mas, &#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha saat meninjau lokasi banjir, mengimbau kepada warga sekitar sungai selalu waspada. Dimana saat ini curah hujan sangat tinggi dan kemungkinan akan masih terjadi di hari selanjutnya.</p>
<p>&#8220;Jadi yang tinggal di bantaran sungai harus terus waspada. Jika terjadi hujan deras kami mohon untuk selalu siap mengantisipasi, &#8221; jelasnya.</p>
<p>Ia juga berpesan agar warga langsung melaporkan kejadian kepada warga yang lain ataupun relawan yang stand by agar cepat dibantu. Dan pihak pemkab akan segera mengkomunikasikan terkait pengerukan Sungai Kaligarang.</p>
<p>&#8220;Kami nanti akan segera komunikasikan, karena Sungai Kaligarang ini bukan merupakan kewenangan kita, &#8221; katanya. <strong>(nun/bas)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
