<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Banjir Semarang &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/banjir-semarang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2023 01:50:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>Banjir Semarang &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dua Perumahan di Ngaliyan Semarang Berdiri di Lahan Hijau</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/17/dua-perumahan-di-ngaliyan-semarang-berdiri-di-lahan-hijau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2023 01:50:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BANJIR]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[KOTA SEMARANG]]></category>
		<category><![CDATA[lahan hijau]]></category>
		<category><![CDATA[SATPOL PP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=412924</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang – Satpol PP Kota Semarang terus melakukan penyisiran penyebab banjir di Semarang bawah beberapa hari terakhir. Hasilnya, dua perumahan di Ngaliyan terindikasi berdiri di lahan hijau. Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, penyisiran perumahan di Kota Semarang terutama di wilayah atas, terus dilakukan pasca terjadi banjir bandang beberapa waktu lalu. Ia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em> –</strong> Satpol PP Kota Semarang terus melakukan penyisiran penyebab banjir di Semarang bawah beberapa hari terakhir. Hasilnya, dua perumahan di Ngaliyan terindikasi berdiri di lahan hijau.</p>
<p>Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, penyisiran perumahan di Kota Semarang terutama di wilayah atas, terus dilakukan pasca terjadi banjir bandang beberapa waktu lalu. Ia menemukan banyak perumahan di wilayah Mijen, namum mereka memiliki izin. Banyak juga perumahan yang belum memiliki izin ditemukan di wilayah Ngaliyan.</p>
<p>“Yang ada di bawah naungan Real Estate Indonesia (REI) ini sudah punya izin lengkap, tapi yang belum tergabung biasanya tidak memiliki izin lengkap. Kita mengidentifikasi ada dua perumahan di Ngaliyan, yakni di sekitar Palir yang berdiri di lahan hijau,” katanya saat ditemui <em>Jawa Pos Radar S</em><em>e</em><em>marang</em>, Senin (16/1).</p>
<p>Fajar menegaskan, pekan ini pihaknya akan melakukan pengecekan dua perumahan ini. Ia mengaku, telah meminta kepada pengembang untuk tidak membangun di kawasan hijau, kecuali Dinas Penataan Ruang (Distaru) berani mengubah daerah tersebut menjadi lahan kuning.</p>
<p>“Saat ini masih dibahas Bu Plt Wali Kota untuk lahannya. Mudah-mudahan nggak banyak yang melanggar,” tuturnya.</p>
<p>Distaru, kata dia, harus memberikan surat peringatan (SP) satu sampai tiga, dan rekomendasi segel jika ada indikasi melanggar aturan.</p>
<p>Pihaknya pun mendesak agar Distaru tegas, jangan sampai pemkot yang terkena getahnya karena banyak warga yang mengeluh kebanjiran lantaran IMB belum ada, tapi sudah dilakukan pembangnan.</p>
<p>“Saya minta Distaru tegas, jangan sampai masyarakat yang dirugikan, belum ada IMB <em>kok</em> dilakukan pembangunan, nanti kami juga yang kena,” ujarnya.  <strong>(den/aro)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ijazah Korban Banjir Rusak, Diganti Surat Keterangan Lulus</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/13/ijazah-korban-banjir-rusak-diganti-surat-keterangan-lulus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2023 02:24:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BANJIR]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Disdik Kota Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[ijazah korban banjir rusak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=412488</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang – Bencana banjir yang menerjang beberapa wilayah di Kota Semarang membuat korban banjir kehilangan dokumen penting, salah satunya ijazah sekolah. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang memfasilitasi pembuatan surat keterangan lulus bagi korban banjir, karena ijazah yang rusak tidak bisa diganti. Plt Kepala Disdik Kota Semarang Suwarto mengatakan, ijazah yang rusak tidak bisa diganti, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> – Bencana banjir yang menerjang beberapa wilayah di Kota Semarang membuat korban banjir kehilangan dokumen penting, salah satunya ijazah sekolah.</p>
<p>Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang memfasilitasi pembuatan surat keterangan lulus bagi korban banjir, karena ijazah yang rusak tidak bisa diganti.</p>
<p>Plt Kepala Disdik Kota Semarang Suwarto mengatakan, ijazah yang rusak tidak bisa diganti, namun pemilik ijazah bisa menggunakan surat keterangan jika kehilangan atau rusak karena bencana.</p>
<p>&#8220;Kita akan fasilitasi, ijazah yang rusak kita beri surat keterangan pengganti ijazah. Dokumennya ada di Disdik dan tinggal kami lakukan pengecekan,&#8221; katanya saat ditemui <em>RADARSEMARANG.COM</em>, Kamis (12/1).</p>
<p>Untuk mendapatkan surat keterangan ini, lanjut dia, korban banjir atau bencana lainnya bisa mengajukan surat permohonan keterangan pengganti ijazah kepada Disdik dengan menyertakan foto.</p>
<p>&#8220;Nanti untuk mengurus bisa koordinasi dengan pihak sekolah atau dengan Disdik langsung,&#8221; jelasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dewan Minta Pemkot Semarang Fasilitasi Relokasi Warga Perum Dinar Indah</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/12/dewan-minta-pemkot-semarang-fasilitasi-relokasi-warga-perum-dinar-indah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2023 02:36:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang]]></category>
		<category><![CDATA[banjir perum dinar indah semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Perum dinar indah semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=412342</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang – Banjir bandang yang terjadi di Perumahan Dinar Indah, Meteseh, Tembalang, Jumat (6/1) lalu, membuat DPRD Kota Semarang angkat suara. Wakil rakyat ini mendesak Pemkot Semarang untuk memfasilitasi relokasi dan melakukan evaluasi perizinan perumahan yang dilakukan pengembang di Ibu Kota Jateng ini. Salah satu yang paling mendasar adalah terkait pendirian perumahan di kawasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em> – </strong>Banjir bandang yang terjadi di Perumahan Dinar Indah, Meteseh, Tembalang, Jumat (6/1) lalu, membuat DPRD Kota Semarang angkat suara.</p>
<p>Wakil rakyat ini mendesak Pemkot Semarang untuk memfasilitasi relokasi dan melakukan evaluasi perizinan perumahan yang dilakukan pengembang di Ibu Kota Jateng ini.</p>
<p>Salah satu yang paling mendasar adalah terkait pendirian perumahan di kawasan rawan bencana. Misalnya dekat dengan tanggul dan lainnya. Tujuannya tak lain agar masyarakat tidak dirugikan oleh pengembang nakal.</p>
<p>“Harus ada eveluasi dari segi tata ruang. Misalnya, perumahan yang dekat dengan sungai. Jika ada talut yang jebol, masyarakat yang akan terdampak. Sehingga perizinan harusnya tidak diberikan,”kata Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Joko Santoso kepada <em>RADARSEMARANG.COM</em>, Rabu (11/1).</p>
<p>Dinas Penataan Ruang (Disatru), kata dia, harus berhati-hati ketika memberikan izin pembangunan. Jika memang memiliki risiko tinggi terhadap bencana ataupun menyalahi aturan, idealnya perizinan tidak usah diberikan. “Kami minta agar Distaru ini berhati-hati ketika mengeluarkan izin, kalau risiko bencana tinggi <em>ya</em> jangan dibuatkan,” tegasnya.</p>
<p>Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang Suharsono juga mendesak agar ada relokasi warga Dinar Indah. Selain itu, juga segera meminta BBWS Pemali-Juana dan DPU Kota Semarang untuk memperkuat tanggul agar warga tidak kembali menjadi korban.</p>
<p>“Idealnya memang direlokasi. Pemkot saya minta bisa memfasilitasi. Apalagi kejadian banjir di Dinar Indah ini selalu terulang,” katanya.</p>
<p>Normalisasi, lanjut dia, juga diperlukan di Sungai Babon. Selain itu, komunikasi dengan Kabupaten Semarang juga diperlukan untuk penanganan banjir yang menyeluruh, yakni dari hulu sampai ke hilir. “Pemkot harus koordinasi intensif dengan Pemkab Semarang dalam penanganan banjir di hilir Sungai Babon yang hulunya ada di Ungaran,” ungkapnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Banjir, Angkut 16 Truk Sampah dari Kali Tenggang</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/12/antisipasi-banjir-angkut-16-truk-sampah-dari-kali-tenggang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2023 02:32:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BANJIR]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Enceng Gondok]]></category>
		<category><![CDATA[SAMPAH]]></category>
		<category><![CDATA[semarang banjir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=412338</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Curah hujan masih tinggi. Potensi banjir pun masih besar. Karena itu, Pemkot Semarang terus melakukan bersih-bersih sungai. Terutama sungai yang alirannya tidak lancar karena dipenuhi  sampah dan tanaman enceng gondok. Salah satunya Sungai Pacar, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari. Permukaan sungai ini banyak ditumbuhi enceng gondok sepanjang kurang lebih 250 meter. Tentu saja, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Curah hujan masih tinggi. Potensi banjir pun masih besar. Karena itu, Pemkot Semarang terus melakukan bersih-bersih sungai. Terutama sungai yang alirannya tidak lancar karena dipenuhi  sampah dan tanaman enceng gondok.</p>
<p>Salah satunya Sungai Pacar, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari. Permukaan sungai ini banyak ditumbuhi enceng gondok sepanjang kurang lebih 250 meter.</p>
<p>Tentu saja, hal ini membuat aliran sungai menjadi tidak lancar. Selain itu, sungai rawan meluap jika banjir. Apalagi banyak sampah plastik <em>nyangkut</em> di ‘hutan’ enceng gondok tersebut.</p>
<p>Kemarin (11/1), petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang mengerahkan alat berat untuk membersihkan tumbuhan air tersebut.</p>
<p>Koordinator Wilayah Timur Bidang SDA DPU Kota Semarang Ari Setiobudi menjelaskan, pembersihan enceng gondok dan sampah dilakukan di tiga lokasi.</p>
<p>Yakni, sungai di Karangroto, Sungai Tenggang Kaligawe, dan Sungai Pacar Kelurahan Tambakrejo.  &#8220;Ini merupakan salah satu penyebab banjir. Karena aliran air menuju pompa penyedot terhambat enceng gondok dan sampah,&#8221; jelasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Percepat Realisasi Tanggul Laut di Pantura</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/09/percepat-realisasi-tanggul-laut-di-pantura/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2023 02:29:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang]]></category>
		<category><![CDATA[banjir musiman]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Gerindra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411992</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Banjir bandang di sejumlah titik di Jateng menjadi persoalan serius dan harus dicarikan solusi jangka panjang. Sebab, rata-rata banjir akibat meluapnya air sungai dan air laut. Termasuk di Kota Semarang. Untuk itu, pembangunan talut di sepanjang pantai utara se-Jateng menjadi salah satu yang harus segera direalisasikan. Sehingga, banjir musiman yang kerap melanda [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, Semarang</strong> &#8211; Banjir bandang di sejumlah titik di Jateng menjadi persoalan serius dan harus dicarikan solusi jangka panjang. Sebab, rata-rata banjir akibat meluapnya air sungai dan air laut. Termasuk di Kota Semarang.</p>
<p>Untuk itu, pembangunan talut di sepanjang pantai utara se-Jateng menjadi salah satu yang harus segera direalisasikan. Sehingga, banjir musiman yang kerap melanda masyarakat bisa segera diatasi.</p>
<p>&#8220;Kami akan mendorong pemerintah pusat turun tangan segera menyelesaikan masalah banjir ini,&#8221; kata Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani saat meninjau korban banjir di Kelurahan Trimulyo, Genuk.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejumlah Titik Tanggul di Sungai Plumbon Kritis</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/09/sejumlah-titik-tanggul-di-sungai-plumbon-kritis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2023 02:14:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Features]]></category>
		<category><![CDATA[BANJIR]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[sungai babon]]></category>
		<category><![CDATA[sungai Plumbon]]></category>
		<category><![CDATA[TANGGUL JEBOL]]></category>
		<category><![CDATA[top]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411982</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Banjir yang terjadi di Kota Semarang selain karena curah hujan tinggi, juga lantaran tanggul sungai yang jebol. Di antaranya, tanggul Sungai Plumbon di Tugu, dan Sungai Pengkol di Meteseh,Tembalang. Lalu, bagaimana dengan kondisi tanggul sungai lainnya? Tingginya sedimentasi Sungai Plumbon ditambah dengan usia tanggul yang cukup tua, membuat hampir semua titik tanggul [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Banjir yang terjadi di Kota Semarang selain karena curah hujan tinggi, juga lantaran tanggul sungai yang jebol. Di antaranya, tanggul Sungai Plumbon di Tugu, dan Sungai Pengkol di Meteseh,Tembalang. Lalu, bagaimana dengan kondisi tanggul sungai lainnya?</p>
<p>Tingginya sedimentasi Sungai Plumbon ditambah dengan usia tanggul yang cukup tua, membuat hampir semua titik tanggul di sungai yang membelah Kelurahan Mangunharjo dan Mangkang Wetan ini masuk dalam kategori kritis.</p>
<p>Tiap curah hujan tinggi, kekuatan tanggul seakan nampak diuji. Beberapa kali titik tanggul sungai ini jebol. Bahkan letaknya berpindah. Jika satu titik jebol lalu dibenahi, titik lainnya menyusul jebol.</p>
<p>Sebelumnya, di wilayah RT 4 RW 4, sekitar November 2022 lalu juga jebol, dan membuat rumah warga tergenang.</p>
<p>Terbaru, jebolnya tanggul di RT 3 RW 4, Sabtu (31/12/2022) lalu, merendam dan memporak-porandakan perkampungan yang letaknya berdekatan dengan bibir tanggul.</p>
<p>&#8220;Memang banyak titik tanggul yang rawan, karena sedimentasi dan usia tanggul yang sudah cukup tua. Warga <em>waswas</em> setiap kali hujan deras,&#8221; kata Camat Tugu Pranyoto kepada <em>RADARSEMARANG.COM</em>, belum lama ini.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Dinar Indah Semarang Harus Panjat Pohon dan Jebol Atap agar Bisa Selamat dari Banjir Bandang</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/08/warga-dinar-indah-semarang-harus-panjat-pohon-dan-jebol-atap-agar-bisa-selamat-dari-banjir-bandang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2023 04:04:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bajir Bandang Perum Dinar Indah Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Perum dinar indah semarang]]></category>
		<category><![CDATA[top]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411922</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Banjir bandang yang terjadi di Perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang Jumat (6/1) petang, menjadi banjir terbesar dalam sejarah warga RT 6 RW 26. Begitu juga dengan warga Perum Arion Mas 6, Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Banjir mengingatkan warga Perumahan Dinar Indah pada peristiwa serupa di 2014. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Banjir bandang yang terjadi di Perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang Jumat (6/1) petang, menjadi banjir terbesar dalam sejarah warga RT 6 RW 26. Begitu juga dengan warga Perum Arion Mas 6, Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.</p>
<p>Banjir mengingatkan warga Perumahan Dinar Indah pada peristiwa serupa di 2014. Pihak pengembang perumahan tidak mau bertanggung jawab, dan memilih menghilang. Kemarin, banjir dahsyat membuat kawasan ini porak-poranda, bahkan ketinggian air limpasan dan jebolnya tanggul dari Sungai Pengkol DAS Babon, mencapai hampir 3 meter.</p>
<p>Seno, salah satu warga menceritakan detik-detik banjir bandang. Air mulai masuk perumahan sekitar pukul 15.00 petang. Pria berusia 52 tahun ini, menjadi saksi jebolnya tanggul. Beruntung koordinator Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) ini masih bisa menyelamatkan diri.</p>
<p>&#8220;Saya sempat melihat sungai posisinya 10 sentimeter dari bibir tanggul. Nggak sampai hitungan menit, tanggulnya jebol dan air datang secara tiba-tiba,&#8221; katanya saat ditemui di Masjid tempat evakuasi warga Sabtu (7/1).</p>
<p><span id="more-411922"></span></p>
<p>Menurutnya alarm <em>early warning system</em> (EWS) yang menjadi tanda peringatan bencana sudah meraung-raung, karena air sungai sudah masuk ke permukiman warga. Saat itu pula, banyak warga yang keluar rumah dan menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.</p>
<p>&#8220;Pompa air juga menyala, tapi aliran air (sungai) sangat deras. Bahkan saya sempat pegangan tiang kabel telepon, kemudian dilempar selang sama anak saya,&#8221; ujarnya sambil menjelaskan kengerian saat banjir melanda.</p>
<p>Setelah itu, Seno berusaha merambat dan naik memanjat pohon, agar tidak terbawa aliran air. Ia masih sempat berusaha menyelamatkan tetangga lainnya yang merupakan lansia. Kala itu, air yang menggenangi perumahan sudah setinggi sekitar 2,5 meter. &#8220;Jebol atap rumah warga, buat nolong. Tapi setelah itu ada evakuasi dari relawan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Menurut informasi yang dihimpun, banjir kerap melanda wilayah Dinar Indah sejak 2014. Konon perumahan ini dibangun sejak 2013 lalu. Musibah banjir juga sempat terjadi pada tahun 2014, 2021 dan paling parah pada Jumat (6/1) kemarin. Selain rumah, ada 20 sepeda motor dan empat mobil milik warga yang juga terendam. &#8220;Tahun 2014 dulu tanggul ya jebol, pengembang tidak tahu ke mana,&#8221; keluhnya.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Maria, korban lainnya, mengaku sempat menyelamatkan salah satu motornya ke daerah yang lebih tinggi. Namun setelah ia mau kembali ke rumah, air bah yang deras sudah menghadang. &#8220;Mungkin kalau tidak manjat dan pegangan, (saya) bisa hanyut. Airnya kenceng banget,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Dari video yang beredar, kedalaman air hampir mencapai atap rumah warga, sehingga warga tidak bisa menyelamatkan barang-barang berharga. &#8220;Iya mas, videonya memang seperti itu, dua meter lebih,&#8221; tuturnya</p>
<p>Mega, warga lainnya, hanya bisa pasrah. Perempuan yang membuka usaha di bidang jahit ini, harus merelakan kain dan mesin jahit yang dia memiliki terendam air. “Tadi tidak sempat membawa apa-apa, beberapa mesin jahit yang saya gunakan untuk kerja juga terendam. Ketinggian air mencapai dua meter lebih,” kata Mega.</p>
<p>Mobil, motor, dan barang elektronik miliknya ataupun korban lainnya terpaksa tidak bisa diselamatkan karena air bah datang dalam hitungan menit, dan langsung menenggelamkan perumahan Dinar Indah. Ia memperkirakan banjir ini, terjadi karena curah hujan di wilayah atas sangat tinggi. “Mungkin banjir kiriman, selain itu juga tanggulnya jebol. Jadi tahun ini sangat parah, bahkan sampai ada korban jiwa,” bebernya.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Sebagian warga Perumahan Dinar Indah kehilangan barang berharga mereka. Akbar, salah satu warga RT 6 RW 26 Kelurahan Meteseh, mengatakan, beberapa alat elektronik miliknya raib terbawa arus. Sisanya rusak terendam air. &#8220;Kami mengutamakan evakuasi anak-anak, keluarga dan orang tua, kalau semuanya sudah aman baru mengevaluasi barang-barang, jadi memang tidak sempat karena air naik sangat cepat,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebagian warga yang rumahnya terendam banjir memilih mengungsi. Seperti Diana, warga RT 6 RW 26 Kelurahan Meteseh. Diana memiliki 3 orang anak yang berumur 8 tahun, 6 tahun, dan 5 tahun. Ketiganya diungsikan di rumah adiknya. &#8220;Anak-anak ngungsi di rumah adik saya, karena saya takut mereka trauma kalau harus menetap di pengungsian umum,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Diana belum sempat mengamankan barang-barangnyaketika ketinggian air sudah mencapai pintu rumah. Surat-surat berharga miliknya ikut terendam banjir, hanya sertifikat tanah yang berhasil diselamatkan. Meski begitu, ia bersyukur lantaran masih diberi kesehatan dan keselamatan hingga kini.</p>
<p>&#8220;Saya berharap kedepannya ada relokasi, karena banjir bisa terjadi kapan saja, apalagi ini bukan kali pertama,&#8221; katanya.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Suasana mencekam juga dialami warga Perum Arion Mas 6, Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Sebab permukiman mereka berada di pinggir sungai yang sama dengan penyebab banjir di Dinar Indah. Bahkan lokasi perumahan ini dikelilingi jalur sungai yang melingkar berbentuk mirip huruf “U”.</p>
<p>“Kali ini banjir yang terparah. Baju, lemari, kulkas dan barang saya lainnya kebanjiran,” tutur Suyatno, warga RT 4 RW 28 Perum Arion Mas 6. Ketinggian air di depan rumahnya sekitar 1 meter. Di titik lain ada yang lebih dari 1,5 meter.</p>
<p>Agung, juga warga RT 4 RW 28, menceritakan suasana mencekam saat evakuasi. Apalagi di perumahan tersebut ada sejumlah lansia. Termasuk kedua orangtua Agung. Mereka tidak bisa berjalan cepat ketika air bah datang. Bahkan ibunya yang berusia 90 tahun sempat terjatuh dan kakinya bengkak.</p>
<p>Tak hanya itu, lanjut Agung, warga juga bekerja keras untuk menyelamatkan warga yang masih terjebak dalam rumah. Seorang tetangga wanita tak bisa keluar rumah karena pintu sudah tak bisa dibuka.</p>
<p>Terdorong tekanan air yang sudah menggenangi bagian dalam rumah dengan ketinggian lebih dari 0,5 meter. Warga mencoba mendobrak pintu dengan tendangan. Tapi gagal. “Akhirnya warga memecahkan kaca jendela, baru ibunya bisa ditolong keluar,” cerita Agung.<strong> (den/mg5/mg6/mg7/ton)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang di Perumahan Dinar Indah Meteseh</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/08/dua-orang-meninggal-akibat-banjir-bandang-di-perumahan-dinar-indah-meteseh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2023 03:59:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang]]></category>
		<category><![CDATA[banjir bandang perumahan dinar indah semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[perum dinar indah meteseh]]></category>
		<category><![CDATA[top]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411920</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang -Tanggul Sungai yang jebol dan letaknya tak jauh dari Perumahan Dinar Indah RT 6 RW 26, Kelurahan Meteseh, Tembalang, mulai diperbaiki sementara menggunakan bambu, serta sand bag, Sabtu (7/1). Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi banjir susulan di Sungai Pengkol, yang merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Babon. Sementara korban jiwa dari peristiwa ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> -Tanggul Sungai yang jebol dan letaknya tak jauh dari Perumahan Dinar Indah RT 6 RW 26, Kelurahan Meteseh, Tembalang, mulai diperbaiki sementara menggunakan bambu, serta sand bag, Sabtu (7/1).</p>
<p>Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi banjir susulan di Sungai Pengkol, yang merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Babon. Sementara korban jiwa dari peristiwa ini bertambah.</p>
<p>Pantauan <em>RADARSEMARANG.COM</em>, tanggul tampak mengganga karena tidak kuat menahan derasnya aliran air sungai. Lubang tanggul terlihat sepanjang 20 meter ini, letaknya hanya sekitar lima meter dari kawasan perumahan. Kemarin (7/1), warga dibantu relawan, TNI, Polri, Damkar dan BPBD Kota Semarang mulai membersihkan lumpur dan sampah sisa banjir.</p>
<p>Petugas PLN juga datang untuk menangani kelistrikan di sana, termasuk memotong pohon -pohon yang menyangkut di kabel. “Kita kerahkan personel TNI Polri, relawan, BPBD berusaha membangun kembali tanggul kemarin yang jebol 20 meter,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar saat ditemui <em>RADARSEMARANG.COM</em> di lokasi banjir.</p>
<p><span id="more-411920"></span></p>
<p>Pelaksana Lapangan BBWS Pemali Juwana Fredi Dwi mengatakan, paduan karung pasir dan bambu akan memperkuat tanggul sementara, untuk menambal tanggul yang jebol. “Ini yang sementara panjang 20 meter. Nanti kita kasih sand bag, sama karung, nanti bambu dipancang. Nantinya untuk permanen menunggu arahan,” kata Dwi.</p>
<p>Dari data yang ada, sebanyak 147 warga terdampak banjir di Dinar Indah. Posko bantuan banjir di masjid setempat pun, sampai kemarin, sibuk dengan distribusi bantuan yang diberikan masyarakat, berupa baju pantas pakai, sembako, hingga nasi bungkus.</p>
<p>Selain kerugian materi, banjir kemarin juga menelan dua korban jiwa. Sebelumnya satu korban bernama Agus Purbantoro, 57, warga Dinar Indah meninggal karena tidak bisa keluar rumah dan merupakan orang berkebutuhan khusus. Satu warga lainnya adalah warga Dukuh Krasak, bernama Zaenuri, 38 tahun.</p>
<p>“Tadi malam (kemarin, <em>red</em>) bertambah satu orang. Semua korban sudah dibawa ke RSWN agar lebih mudah proses memandikan jenazah korban,” kata Kepala Puskesmas Rowosari Mukti Setiawan</p>
<p>Selain korban meninggal, ada lima orang warga yang harus dirujuk ke RSUD KMRT Wongsonegoro (RSWN) karena butuh perawatan. Lima orang warga ini diketahui kondisinya sempat menurun usai terjadi banjir sehingga butuh penanganan yang lebih cepat.</p>
<p>“Ada yang kondisinya drop menurun, lalu hipotermia ada juga yang pasca operasi. Sebaiknya memang harus dirawat dulu. Sementara ini baik-baik saja. Akan diberikan perawatan yang terbaik oleh Rumah Sakit Wongsonegoro,” katanya.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Plt. Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan ,selain di Dinar Indah, banjir juga melanda wilayah Sendang Mulyo yang berdampak pada 150 warga, dan wilayah Rowosari yang berdampak pada sekitar 300 warga.</p>
<p>“Yang di Dinar Indah ini, kita minta untuk ngungsi dulu ke Gedung Diklat milik Pemerintah Kota Semarang, kita siapkan 38 kamar untuk para korban ini,” tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, Sub koordinator operasi pemeliharaan drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Hisyam Ashari menjelaskan DPU terus bergerak untuk melakukan pembersihan sisa banjir di beberapa wilayah, dan longsor di Pudak Payung.</p>
<p>“Di Dinar Indah ada pemasangan tanggul darurat dengan menggunakan karung kemudian juga menggunakan trucuk bambu dan sesek bambu. Jadi kita kolaborasi antara TNI, Polri kemudian BBWS dan PU Kota Semarang serta ada bantuan sandbag dari PLN yang berisi abu batubara untuk memperkuat sandbag di sana,” tambahnya. <strong>(den/ton)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semarang Atas Hujan Lebat, Debit Air Banjir Kanal Timur Naik</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/06/semarang-atas-hujan-lebat-debit-air-banjir-kanal-timur-naik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2023 15:02:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[banjir kanal timur semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[BKT]]></category>
		<category><![CDATA[semarang banjir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411790</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Hujan lebat yang mengguyur berbagai wilayah di Kota Semarang Jumat (6/1/2023) sore membuat debit air sungai Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang naik Sekitar pukul 21.00 WIB, kiriman air dari wilayah Semarang atas membuat ketinggian air di Pompa Waru itu menutupi pipa pembuangan. Hal tersebut membuat sejumlah wilayah seperti di Gayamsari Selatan RT [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Hujan lebat yang mengguyur berbagai wilayah di Kota Semarang Jumat (6/1/2023) sore membuat debit air sungai Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang naik</p>
<p>Sekitar pukul 21.00 WIB, kiriman air dari wilayah Semarang atas membuat ketinggian air di Pompa Waru itu menutupi pipa pembuangan. Hal tersebut membuat sejumlah wilayah seperti di Gayamsari Selatan RT 03/RW 3 Kelurahan Sendangguwo Semarang terendam.</p>
<p>Operator Pompa Wilayah Timur Eko Setyanto menuturkan, pompa yang berada di Tambakrejo 1 terpantau ketinggian air cukup tinggi, bahkan airnya sempat masuk ke pompa.</p>
<p>Sedangkan pompa yang berada di Tambakrejo 2 dinyalakan lantaran air mulai menggenang di permukiman. &#8220;Itu resapan air yang masuk ke kampung agar bisa mengurangi debit air di area supaya dibuang ke BKT, &#8221; jelas Eko.</p>
<p>Camat Gayamsari M Agus Junaidi mengimbau agar warganya selalu waspada banjir yang melanda secara tiba-tiba. &#8220;Untuk kita semua, siap siaga antisipasi hal-hal terburuk tidak terjadi, namun hal baik yang muncul, &#8221; imbuh Agus. <strong>(fgr/bas)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cegah Rob dan Banjir, Kebut Penyambungan Talud Tahap II</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/06/cegah-rob-dan-banjir-kebut-penyambungan-talud-tahap-ii/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2023 03:03:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BANJIR]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan penyambungan talud]]></category>
		<category><![CDATA[Tambaklorok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411714</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Pengerjaan proyek pembangunan penyambungan talud tahap kedua di Tambaklorok terus dikebut. Menyusul tingginya intensitas hujan yang berpotensi mendatangkan bencana banjir. Meski begitu, proyek yang diberi judul Pekerjaan Pengendalian Rob dan Banjir Tambaklorok Tahap II ini, masih digarap hingga Juli 2024. Proyek ini merupakan lanjutan dari tahap I Tambaklorok, yakni menyambung talud tengah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Pengerjaan proyek pembangunan penyambungan talud tahap kedua di Tambaklorok terus dikebut. Menyusul tingginya intensitas hujan yang berpotensi mendatangkan bencana banjir.</p>
<p>Meski begitu, proyek yang diberi judul Pekerjaan Pengendalian Rob dan Banjir Tambaklorok Tahap II ini, masih digarap hingga Juli 2024. Proyek ini merupakan lanjutan dari tahap I Tambaklorok, yakni menyambung talud tengah Tambaklorok.</p>
<p>Para pekerja proyek melakukan pemancangan CCSP 21 meter dari sisi barat atau sebelah Indonesia Power dan sisi timur atau di Kampung Tambakrejo, Tanjungmas, Semarang Utara. Proyek ini tak hanya untuk penanggulangan rob, tapi juga untuk menyempurnakan rencana pembangunan Kampung Wisata Bahari Tambaklorok.</p>
<p><span id="more-411714"></span></p>
<p>Kontraktor PT Basuki Sumber Sejahtera KSO, Yuta, 29, menjelaskan, pembangunan talud tahap kedua ini untuk menangani banjir rob di wilayah Tambakmulyo, Tambakrejo, dan Tanjungmas, Semarang Utara.</p>
<p>&#8220;Kontrak tahap kedua ini sejak 9 Desember 2022 hingga Juni 2024,&#8221; kata bagian Site Operation Manager ini.</p>
<p>Pelaksana Proyek, Derian Kusuma menambahkan, saat ini pihaknya sedang memperbaiki akses jalan terlebih dahulu untuk menunjang armada logistik sisi timur.</p>
<p>&#8220;Kemudian membuat workshop dan lahan stockpile. Ke depan akan ada kolam retensi di sisi barat dan timur yang di tunjang enam pompa untuk menanggulangi banjir,&#8221; katanya. <strong>(fgr/ida)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
