<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Banjir Bandang &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/banjir-bandang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jan 2023 02:36:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>Banjir Bandang &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dewan Minta Pemkot Semarang Fasilitasi Relokasi Warga Perum Dinar Indah</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/12/dewan-minta-pemkot-semarang-fasilitasi-relokasi-warga-perum-dinar-indah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2023 02:36:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang]]></category>
		<category><![CDATA[banjir perum dinar indah semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Perum dinar indah semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=412342</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang – Banjir bandang yang terjadi di Perumahan Dinar Indah, Meteseh, Tembalang, Jumat (6/1) lalu, membuat DPRD Kota Semarang angkat suara. Wakil rakyat ini mendesak Pemkot Semarang untuk memfasilitasi relokasi dan melakukan evaluasi perizinan perumahan yang dilakukan pengembang di Ibu Kota Jateng ini. Salah satu yang paling mendasar adalah terkait pendirian perumahan di kawasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em> – </strong>Banjir bandang yang terjadi di Perumahan Dinar Indah, Meteseh, Tembalang, Jumat (6/1) lalu, membuat DPRD Kota Semarang angkat suara.</p>
<p>Wakil rakyat ini mendesak Pemkot Semarang untuk memfasilitasi relokasi dan melakukan evaluasi perizinan perumahan yang dilakukan pengembang di Ibu Kota Jateng ini.</p>
<p>Salah satu yang paling mendasar adalah terkait pendirian perumahan di kawasan rawan bencana. Misalnya dekat dengan tanggul dan lainnya. Tujuannya tak lain agar masyarakat tidak dirugikan oleh pengembang nakal.</p>
<p>“Harus ada eveluasi dari segi tata ruang. Misalnya, perumahan yang dekat dengan sungai. Jika ada talut yang jebol, masyarakat yang akan terdampak. Sehingga perizinan harusnya tidak diberikan,”kata Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Joko Santoso kepada <em>RADARSEMARANG.COM</em>, Rabu (11/1).</p>
<p>Dinas Penataan Ruang (Disatru), kata dia, harus berhati-hati ketika memberikan izin pembangunan. Jika memang memiliki risiko tinggi terhadap bencana ataupun menyalahi aturan, idealnya perizinan tidak usah diberikan. “Kami minta agar Distaru ini berhati-hati ketika mengeluarkan izin, kalau risiko bencana tinggi <em>ya</em> jangan dibuatkan,” tegasnya.</p>
<p>Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang Suharsono juga mendesak agar ada relokasi warga Dinar Indah. Selain itu, juga segera meminta BBWS Pemali-Juana dan DPU Kota Semarang untuk memperkuat tanggul agar warga tidak kembali menjadi korban.</p>
<p>“Idealnya memang direlokasi. Pemkot saya minta bisa memfasilitasi. Apalagi kejadian banjir di Dinar Indah ini selalu terulang,” katanya.</p>
<p>Normalisasi, lanjut dia, juga diperlukan di Sungai Babon. Selain itu, komunikasi dengan Kabupaten Semarang juga diperlukan untuk penanganan banjir yang menyeluruh, yakni dari hulu sampai ke hilir. “Pemkot harus koordinasi intensif dengan Pemkab Semarang dalam penanganan banjir di hilir Sungai Babon yang hulunya ada di Ungaran,” ungkapnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perbaikan Tanggul Sungai Pengkol Capai 50 Persen</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/10/perbaikan-tanggul-sungai-pengkol-capai-50-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2023 01:47:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BANJIR]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Pengkol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=412106</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Sebanyak 5.000 karung pasir digunakan untuk memperbaiki tanggul Sungai Pengkol yang jebol pada Jumat (6/1) lalu. Perbaikan yang dilaksanakan oleh tim gabungan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, BBWS Pemali-Juana, dan tim gabungan TNI-Polri ini sudah mencapai 50 persen. Kurang lebih 30 personel tim gabungan dan 50 personel DPU diterjunkan untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Sebanyak 5.000 karung pasir digunakan untuk memperbaiki tanggul Sungai Pengkol yang jebol pada Jumat (6/1) lalu.</p>
<p>Perbaikan yang dilaksanakan oleh tim gabungan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, BBWS Pemali-Juana, dan tim gabungan TNI-Polri ini sudah mencapai 50 persen.</p>
<p>Kurang lebih 30 personel tim gabungan dan 50 personel DPU diterjunkan untuk memperbaiki tanggul yang jebol. Mereka saling membantu mengangkat kesdam atau karung pasir dan melakukan penambalan dengan diperkokoh menggunakan split bambu.</p>
<p>Pengawas Lapangan Penambalan Tanggul Meteseh Fajar Utomo mengatakan, tanggul yang jebol memiliki panjang 20 meter dengan ketinggian tiga meter. Penambalan tanggul tersebut dibuat menggunakan karung pasir dan split bambu.</p>
<p>“Sifatnya memang tanggul sementara, dibuat menggunakan karung pasir juga di split sama bambu,” jelasnya saat ditemui di lokasi perbaikan tanggul di dekat Perumahan Dinar Indah, Meteseh, Tembalang, Senin (9/1).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Percepat Realisasi Tanggul Laut di Pantura</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/09/percepat-realisasi-tanggul-laut-di-pantura/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2023 02:29:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang]]></category>
		<category><![CDATA[banjir musiman]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Gerindra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411992</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Banjir bandang di sejumlah titik di Jateng menjadi persoalan serius dan harus dicarikan solusi jangka panjang. Sebab, rata-rata banjir akibat meluapnya air sungai dan air laut. Termasuk di Kota Semarang. Untuk itu, pembangunan talut di sepanjang pantai utara se-Jateng menjadi salah satu yang harus segera direalisasikan. Sehingga, banjir musiman yang kerap melanda [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, Semarang</strong> &#8211; Banjir bandang di sejumlah titik di Jateng menjadi persoalan serius dan harus dicarikan solusi jangka panjang. Sebab, rata-rata banjir akibat meluapnya air sungai dan air laut. Termasuk di Kota Semarang.</p>
<p>Untuk itu, pembangunan talut di sepanjang pantai utara se-Jateng menjadi salah satu yang harus segera direalisasikan. Sehingga, banjir musiman yang kerap melanda masyarakat bisa segera diatasi.</p>
<p>&#8220;Kami akan mendorong pemerintah pusat turun tangan segera menyelesaikan masalah banjir ini,&#8221; kata Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani saat meninjau korban banjir di Kelurahan Trimulyo, Genuk.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejumlah Titik Tanggul di Sungai Plumbon Kritis</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/09/sejumlah-titik-tanggul-di-sungai-plumbon-kritis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2023 02:14:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Features]]></category>
		<category><![CDATA[BANJIR]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[sungai babon]]></category>
		<category><![CDATA[sungai Plumbon]]></category>
		<category><![CDATA[TANGGUL JEBOL]]></category>
		<category><![CDATA[top]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411982</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Banjir yang terjadi di Kota Semarang selain karena curah hujan tinggi, juga lantaran tanggul sungai yang jebol. Di antaranya, tanggul Sungai Plumbon di Tugu, dan Sungai Pengkol di Meteseh,Tembalang. Lalu, bagaimana dengan kondisi tanggul sungai lainnya? Tingginya sedimentasi Sungai Plumbon ditambah dengan usia tanggul yang cukup tua, membuat hampir semua titik tanggul [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Banjir yang terjadi di Kota Semarang selain karena curah hujan tinggi, juga lantaran tanggul sungai yang jebol. Di antaranya, tanggul Sungai Plumbon di Tugu, dan Sungai Pengkol di Meteseh,Tembalang. Lalu, bagaimana dengan kondisi tanggul sungai lainnya?</p>
<p>Tingginya sedimentasi Sungai Plumbon ditambah dengan usia tanggul yang cukup tua, membuat hampir semua titik tanggul di sungai yang membelah Kelurahan Mangunharjo dan Mangkang Wetan ini masuk dalam kategori kritis.</p>
<p>Tiap curah hujan tinggi, kekuatan tanggul seakan nampak diuji. Beberapa kali titik tanggul sungai ini jebol. Bahkan letaknya berpindah. Jika satu titik jebol lalu dibenahi, titik lainnya menyusul jebol.</p>
<p>Sebelumnya, di wilayah RT 4 RW 4, sekitar November 2022 lalu juga jebol, dan membuat rumah warga tergenang.</p>
<p>Terbaru, jebolnya tanggul di RT 3 RW 4, Sabtu (31/12/2022) lalu, merendam dan memporak-porandakan perkampungan yang letaknya berdekatan dengan bibir tanggul.</p>
<p>&#8220;Memang banyak titik tanggul yang rawan, karena sedimentasi dan usia tanggul yang sudah cukup tua. Warga <em>waswas</em> setiap kali hujan deras,&#8221; kata Camat Tugu Pranyoto kepada <em>RADARSEMARANG.COM</em>, belum lama ini.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Dinar Indah Semarang Harus Panjat Pohon dan Jebol Atap agar Bisa Selamat dari Banjir Bandang</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/08/warga-dinar-indah-semarang-harus-panjat-pohon-dan-jebol-atap-agar-bisa-selamat-dari-banjir-bandang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2023 04:04:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bajir Bandang Perum Dinar Indah Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Perum dinar indah semarang]]></category>
		<category><![CDATA[top]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411922</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Banjir bandang yang terjadi di Perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang Jumat (6/1) petang, menjadi banjir terbesar dalam sejarah warga RT 6 RW 26. Begitu juga dengan warga Perum Arion Mas 6, Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Banjir mengingatkan warga Perumahan Dinar Indah pada peristiwa serupa di 2014. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Banjir bandang yang terjadi di Perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang Jumat (6/1) petang, menjadi banjir terbesar dalam sejarah warga RT 6 RW 26. Begitu juga dengan warga Perum Arion Mas 6, Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.</p>
<p>Banjir mengingatkan warga Perumahan Dinar Indah pada peristiwa serupa di 2014. Pihak pengembang perumahan tidak mau bertanggung jawab, dan memilih menghilang. Kemarin, banjir dahsyat membuat kawasan ini porak-poranda, bahkan ketinggian air limpasan dan jebolnya tanggul dari Sungai Pengkol DAS Babon, mencapai hampir 3 meter.</p>
<p>Seno, salah satu warga menceritakan detik-detik banjir bandang. Air mulai masuk perumahan sekitar pukul 15.00 petang. Pria berusia 52 tahun ini, menjadi saksi jebolnya tanggul. Beruntung koordinator Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) ini masih bisa menyelamatkan diri.</p>
<p>&#8220;Saya sempat melihat sungai posisinya 10 sentimeter dari bibir tanggul. Nggak sampai hitungan menit, tanggulnya jebol dan air datang secara tiba-tiba,&#8221; katanya saat ditemui di Masjid tempat evakuasi warga Sabtu (7/1).</p>
<p><span id="more-411922"></span></p>
<p>Menurutnya alarm <em>early warning system</em> (EWS) yang menjadi tanda peringatan bencana sudah meraung-raung, karena air sungai sudah masuk ke permukiman warga. Saat itu pula, banyak warga yang keluar rumah dan menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.</p>
<p>&#8220;Pompa air juga menyala, tapi aliran air (sungai) sangat deras. Bahkan saya sempat pegangan tiang kabel telepon, kemudian dilempar selang sama anak saya,&#8221; ujarnya sambil menjelaskan kengerian saat banjir melanda.</p>
<p>Setelah itu, Seno berusaha merambat dan naik memanjat pohon, agar tidak terbawa aliran air. Ia masih sempat berusaha menyelamatkan tetangga lainnya yang merupakan lansia. Kala itu, air yang menggenangi perumahan sudah setinggi sekitar 2,5 meter. &#8220;Jebol atap rumah warga, buat nolong. Tapi setelah itu ada evakuasi dari relawan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Menurut informasi yang dihimpun, banjir kerap melanda wilayah Dinar Indah sejak 2014. Konon perumahan ini dibangun sejak 2013 lalu. Musibah banjir juga sempat terjadi pada tahun 2014, 2021 dan paling parah pada Jumat (6/1) kemarin. Selain rumah, ada 20 sepeda motor dan empat mobil milik warga yang juga terendam. &#8220;Tahun 2014 dulu tanggul ya jebol, pengembang tidak tahu ke mana,&#8221; keluhnya.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Maria, korban lainnya, mengaku sempat menyelamatkan salah satu motornya ke daerah yang lebih tinggi. Namun setelah ia mau kembali ke rumah, air bah yang deras sudah menghadang. &#8220;Mungkin kalau tidak manjat dan pegangan, (saya) bisa hanyut. Airnya kenceng banget,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Dari video yang beredar, kedalaman air hampir mencapai atap rumah warga, sehingga warga tidak bisa menyelamatkan barang-barang berharga. &#8220;Iya mas, videonya memang seperti itu, dua meter lebih,&#8221; tuturnya</p>
<p>Mega, warga lainnya, hanya bisa pasrah. Perempuan yang membuka usaha di bidang jahit ini, harus merelakan kain dan mesin jahit yang dia memiliki terendam air. “Tadi tidak sempat membawa apa-apa, beberapa mesin jahit yang saya gunakan untuk kerja juga terendam. Ketinggian air mencapai dua meter lebih,” kata Mega.</p>
<p>Mobil, motor, dan barang elektronik miliknya ataupun korban lainnya terpaksa tidak bisa diselamatkan karena air bah datang dalam hitungan menit, dan langsung menenggelamkan perumahan Dinar Indah. Ia memperkirakan banjir ini, terjadi karena curah hujan di wilayah atas sangat tinggi. “Mungkin banjir kiriman, selain itu juga tanggulnya jebol. Jadi tahun ini sangat parah, bahkan sampai ada korban jiwa,” bebernya.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Sebagian warga Perumahan Dinar Indah kehilangan barang berharga mereka. Akbar, salah satu warga RT 6 RW 26 Kelurahan Meteseh, mengatakan, beberapa alat elektronik miliknya raib terbawa arus. Sisanya rusak terendam air. &#8220;Kami mengutamakan evakuasi anak-anak, keluarga dan orang tua, kalau semuanya sudah aman baru mengevaluasi barang-barang, jadi memang tidak sempat karena air naik sangat cepat,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebagian warga yang rumahnya terendam banjir memilih mengungsi. Seperti Diana, warga RT 6 RW 26 Kelurahan Meteseh. Diana memiliki 3 orang anak yang berumur 8 tahun, 6 tahun, dan 5 tahun. Ketiganya diungsikan di rumah adiknya. &#8220;Anak-anak ngungsi di rumah adik saya, karena saya takut mereka trauma kalau harus menetap di pengungsian umum,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Diana belum sempat mengamankan barang-barangnyaketika ketinggian air sudah mencapai pintu rumah. Surat-surat berharga miliknya ikut terendam banjir, hanya sertifikat tanah yang berhasil diselamatkan. Meski begitu, ia bersyukur lantaran masih diberi kesehatan dan keselamatan hingga kini.</p>
<p>&#8220;Saya berharap kedepannya ada relokasi, karena banjir bisa terjadi kapan saja, apalagi ini bukan kali pertama,&#8221; katanya.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Suasana mencekam juga dialami warga Perum Arion Mas 6, Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Sebab permukiman mereka berada di pinggir sungai yang sama dengan penyebab banjir di Dinar Indah. Bahkan lokasi perumahan ini dikelilingi jalur sungai yang melingkar berbentuk mirip huruf “U”.</p>
<p>“Kali ini banjir yang terparah. Baju, lemari, kulkas dan barang saya lainnya kebanjiran,” tutur Suyatno, warga RT 4 RW 28 Perum Arion Mas 6. Ketinggian air di depan rumahnya sekitar 1 meter. Di titik lain ada yang lebih dari 1,5 meter.</p>
<p>Agung, juga warga RT 4 RW 28, menceritakan suasana mencekam saat evakuasi. Apalagi di perumahan tersebut ada sejumlah lansia. Termasuk kedua orangtua Agung. Mereka tidak bisa berjalan cepat ketika air bah datang. Bahkan ibunya yang berusia 90 tahun sempat terjatuh dan kakinya bengkak.</p>
<p>Tak hanya itu, lanjut Agung, warga juga bekerja keras untuk menyelamatkan warga yang masih terjebak dalam rumah. Seorang tetangga wanita tak bisa keluar rumah karena pintu sudah tak bisa dibuka.</p>
<p>Terdorong tekanan air yang sudah menggenangi bagian dalam rumah dengan ketinggian lebih dari 0,5 meter. Warga mencoba mendobrak pintu dengan tendangan. Tapi gagal. “Akhirnya warga memecahkan kaca jendela, baru ibunya bisa ditolong keluar,” cerita Agung.<strong> (den/mg5/mg6/mg7/ton)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang di Perumahan Dinar Indah Meteseh</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/08/dua-orang-meninggal-akibat-banjir-bandang-di-perumahan-dinar-indah-meteseh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2023 03:59:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang]]></category>
		<category><![CDATA[banjir bandang perumahan dinar indah semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[perum dinar indah meteseh]]></category>
		<category><![CDATA[top]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411920</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang -Tanggul Sungai yang jebol dan letaknya tak jauh dari Perumahan Dinar Indah RT 6 RW 26, Kelurahan Meteseh, Tembalang, mulai diperbaiki sementara menggunakan bambu, serta sand bag, Sabtu (7/1). Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi banjir susulan di Sungai Pengkol, yang merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Babon. Sementara korban jiwa dari peristiwa ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> -Tanggul Sungai yang jebol dan letaknya tak jauh dari Perumahan Dinar Indah RT 6 RW 26, Kelurahan Meteseh, Tembalang, mulai diperbaiki sementara menggunakan bambu, serta sand bag, Sabtu (7/1).</p>
<p>Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi banjir susulan di Sungai Pengkol, yang merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Babon. Sementara korban jiwa dari peristiwa ini bertambah.</p>
<p>Pantauan <em>RADARSEMARANG.COM</em>, tanggul tampak mengganga karena tidak kuat menahan derasnya aliran air sungai. Lubang tanggul terlihat sepanjang 20 meter ini, letaknya hanya sekitar lima meter dari kawasan perumahan. Kemarin (7/1), warga dibantu relawan, TNI, Polri, Damkar dan BPBD Kota Semarang mulai membersihkan lumpur dan sampah sisa banjir.</p>
<p>Petugas PLN juga datang untuk menangani kelistrikan di sana, termasuk memotong pohon -pohon yang menyangkut di kabel. “Kita kerahkan personel TNI Polri, relawan, BPBD berusaha membangun kembali tanggul kemarin yang jebol 20 meter,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar saat ditemui <em>RADARSEMARANG.COM</em> di lokasi banjir.</p>
<p><span id="more-411920"></span></p>
<p>Pelaksana Lapangan BBWS Pemali Juwana Fredi Dwi mengatakan, paduan karung pasir dan bambu akan memperkuat tanggul sementara, untuk menambal tanggul yang jebol. “Ini yang sementara panjang 20 meter. Nanti kita kasih sand bag, sama karung, nanti bambu dipancang. Nantinya untuk permanen menunggu arahan,” kata Dwi.</p>
<p>Dari data yang ada, sebanyak 147 warga terdampak banjir di Dinar Indah. Posko bantuan banjir di masjid setempat pun, sampai kemarin, sibuk dengan distribusi bantuan yang diberikan masyarakat, berupa baju pantas pakai, sembako, hingga nasi bungkus.</p>
<p>Selain kerugian materi, banjir kemarin juga menelan dua korban jiwa. Sebelumnya satu korban bernama Agus Purbantoro, 57, warga Dinar Indah meninggal karena tidak bisa keluar rumah dan merupakan orang berkebutuhan khusus. Satu warga lainnya adalah warga Dukuh Krasak, bernama Zaenuri, 38 tahun.</p>
<p>“Tadi malam (kemarin, <em>red</em>) bertambah satu orang. Semua korban sudah dibawa ke RSWN agar lebih mudah proses memandikan jenazah korban,” kata Kepala Puskesmas Rowosari Mukti Setiawan</p>
<p>Selain korban meninggal, ada lima orang warga yang harus dirujuk ke RSUD KMRT Wongsonegoro (RSWN) karena butuh perawatan. Lima orang warga ini diketahui kondisinya sempat menurun usai terjadi banjir sehingga butuh penanganan yang lebih cepat.</p>
<p>“Ada yang kondisinya drop menurun, lalu hipotermia ada juga yang pasca operasi. Sebaiknya memang harus dirawat dulu. Sementara ini baik-baik saja. Akan diberikan perawatan yang terbaik oleh Rumah Sakit Wongsonegoro,” katanya.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Plt. Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan ,selain di Dinar Indah, banjir juga melanda wilayah Sendang Mulyo yang berdampak pada 150 warga, dan wilayah Rowosari yang berdampak pada sekitar 300 warga.</p>
<p>“Yang di Dinar Indah ini, kita minta untuk ngungsi dulu ke Gedung Diklat milik Pemerintah Kota Semarang, kita siapkan 38 kamar untuk para korban ini,” tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, Sub koordinator operasi pemeliharaan drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Hisyam Ashari menjelaskan DPU terus bergerak untuk melakukan pembersihan sisa banjir di beberapa wilayah, dan longsor di Pudak Payung.</p>
<p>“Di Dinar Indah ada pemasangan tanggul darurat dengan menggunakan karung kemudian juga menggunakan trucuk bambu dan sesek bambu. Jadi kita kolaborasi antara TNI, Polri kemudian BBWS dan PU Kota Semarang serta ada bantuan sandbag dari PLN yang berisi abu batubara untuk memperkuat sandbag di sana,” tambahnya. <strong>(den/ton)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir Bandang Tinggalkan Lumpur di Perum Arion Mas 6 Kebonbatur Mranggen</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/07/banjir-bandang-tinggalkan-lumpur-di-perum-arion-mas-6-kebonbatur-mranggen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2023 03:58:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Baniir batang kebonbatur mranggen]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang]]></category>
		<category><![CDATA[perum arion mas 6]]></category>
		<category><![CDATA[top]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411863</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG,ID, Demak – Warga Perum Arion Mas 6, Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak tidak bisa bersantai saat akhir pekan. Sebab, rumah mereka pada Jumat (6/1/2023) sore diterjang banjir. Air bah yang datang merupakan imbas dari jebolnya tanggul di dekat Perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Sabtu (7/1/2023) pagi, warga yang sempat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG,ID, <em>Demak</em></strong> – Warga Perum Arion Mas 6, Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak tidak bisa bersantai saat akhir pekan. Sebab, rumah mereka pada Jumat (6/1/2023) sore diterjang banjir. Air bah yang datang merupakan imbas dari jebolnya tanggul di dekat Perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.</p>
<p>Sabtu (7/1/2023) pagi, warga yang sempat semalaman mengungsi, kembali ke kampung mereka untuk bersih-bersih.</p>
<p>Air memang sudah surut, Tapi meninggalkan sampah, kotoran dan lumpur yang bahkan sampai masuk ke dalam rumah.</p>
<p>Ketua RT 4 RW 28 Desa Kebonbatur, Mranggen Udi Pitoyo merupakan salah satu korban yang menderita kerugian cukup parah. Tembok dapur rumahnya jebol karena tak kuat menahan terjangan arus air deras dengan ketinggian sekitar 1,5 meter. “Barang-barang banyak yang rusak dan hanyut,” katanya saat bersih-bersih rumah Sabtu (7/1/2023) pagi.</p>
<p><span id="more-411863"></span></p>
<p>Banjir terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, Udi bersama istri dan anaknya sedang tidak ada di rumah. Ia dikabari warga bahwa lingkungan permukiman mereka diterjang banjir. Ketika ditengok, kondisi sudah parah. Sebab rumahnya berada di dekat sungai dan dekat perlintasan utara luapan banjir. “Tembok belakang rumah roboh, air tingginya sekitar 1,5 meter,” jelasnya sambal menunjukkan sisa-sisa garis ketinggian air di tembok rumah.</p>
<p>Agung, warga RT 4, RW 28 menambahkan, saat kejadian ia berada di rumah. Tiba-tiba ada warga yang berteriak dan minta warga lainnya keluar dari rumah, karena banjir datang dengan cepat. Agung segera mengajak kedua orangtuanya, Sunondo, 93, dan Parwati,90, untuk mengungsi. Tapi baru sekitar 30 meter keluar dari rumah, ketinggian air sudah melebihi perut orang dewasa atau lebih dari 60 sentimeter. “Ibu saya sempat jatuh. Kakinya bengkak,” ujarnya. Kedua orangtua Agung untuk sementara diungsikan di rumah saudara di Ketileng, Kota Semarang.</p>
<p>Dijelaskannya, ini merupakan banjir kedua yang menerjang Arion Mas 6. Setahun, banjir juga mereka temui. Tapi ketinggian air hanya sekitar 30-50 sentimeter. “Kali ini yang terparah. Rumah saya kemasukan air sekitar satu meter. Bapak sepertinya trauma, mungkin nanti tridak mau lagi tinggal di sini,” ujarnya. <strong>(ton)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Desa Mulai Kesulitan Air Bersih</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/07/warga-desa-mulai-kesulitan-air-bersih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2023 03:20:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan irigasi pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Desa Mulai Kesulitan Air Bersih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411831</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, KENDAL &#8211; Banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Limbangan merusak sejumlah fasilitas umum. Mulai dari jalan, balai desa, rumah warga, saluran air, hingga obyek wisata. Data dari Pemerintah Kecamatan Limbangan, saat ini ada 8 desa yang terkena dampak banjir bandang Rabu (4/1) lalu. Di antaranya Desa Gondang, Gonoharjo, Peron, Limbangan, Sriwulan, Pakis, Tambahsari, dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, KENDAL &#8211; Banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Limbangan merusak sejumlah fasilitas umum. Mulai dari jalan, balai desa, rumah warga, saluran air, hingga obyek wisata.</p>
<p>Data dari Pemerintah Kecamatan Limbangan, saat ini ada 8 desa yang terkena dampak banjir bandang Rabu (4/1) lalu. Di antaranya Desa Gondang, Gonoharjo, Peron, Limbangan, Sriwulan, Pakis, Tambahsari, dan Kedungboto. </p>
<p>Adapun kerusakan tiap desa berbeda-beda. Di Desa Kedungboto, akibat curah hujan yang tinggi disertai angin kencang mengakibatkan atap rumah warga roboh.</p>
<p>Camat Limbangan Alfebian Yulando mengatakan, diperkirakan terjadi erosi di area gunung dan sekitar pinggiran Sungai Promasan, Desa Gonoharjo. Itu membuat DAM Seklakah Sungai Promasan ambrol. </p>
<p>&#8220;Saluran air di dua dusun ikut rusak sehingga warga kesulitan mendapatkan air bersih. Ambruknya DAM Seklakah juga menyebabkan 38 hektar sawah terancam tidak bisa dialiri air,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, di Desa Peron juga terjadi tanah longsor dan pipa saluran air hanyut terbawa banjir Sungai Kaliringin. Akibatnya jaringan irigasi pertanian jalur Peron-Serang seluas 100 hektar dan irigasi tersier mengalami kerusakan berat dan terputus. </p>
<p>Sementara itu, di Desa Limbangan, derasnya banjir di sungai membuat senderah rumah warga tergerus air. Sehingga pondasi rumah retak dan rusak. </p>
<p>&#8220;Dampak banjir bandang sangat luar biasa. Fasilitas umum juga rusak. Termasuk area pertanian warga. Kami juga sedang koordinasi dengan Pemkab untuk penanganan kepada warga,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Meski begitu, Alfebian bersama warga setempat langsung melakukan kerja bakti dan gotong royong untuk membersihkan jalan yang tertimbun longsor. Pihaknya juga mengkondisikan warganya supaya tidak panik apabila terjadi bencana susulan. </p>
<p>&#8220;Kita butuh bantuan untuk penanganan. Terutama air bersih untuk kebutuhan sehari-hari warga. Karena banyak pipa air yang rusak,&#8221; akunya. (dev/fth)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinar Indah Banjir, Anak-Anak dan Wanita Diungsikan ke Balai Diklat</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/07/dinar-indah-banjir-anak-anak-dan-wanita-diungsikan-ke-balai-diklat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2023 02:39:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BANJIR]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar Indah]]></category>
		<category><![CDATA[perumahan Dinar Indah]]></category>
		<category><![CDATA[Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411822</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, BANJIR bandang yang terjadi di Perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Jumat (6/1) sore kemarin, mengejutkan aparat Pemkot Semarang. Pasalnya, baru selesai menangani banjir di wilayah Genuk, Gayamsari, dan Tugu, bencana banjir kembali datang. Bahkan, kali ini lebih dahsyat karena sampai menelan korban jiwa. Kemarin, selesai rakor TEPRA dengan kepala OPD, camat dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, BANJIR bandang yang terjadi di Perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Jumat (6/1) sore kemarin, mengejutkan aparat Pemkot Semarang. </p>
<p>Pasalnya, baru selesai menangani banjir di wilayah Genuk, Gayamsari, dan Tugu, bencana banjir kembali datang. Bahkan, kali ini lebih dahsyat karena sampai menelan korban jiwa.</p>
<p>Kemarin, selesai rakor TEPRA dengan kepala OPD, camat dan lurah kemarin, Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama Forkompinda Kota Semarang langsung mendatangi lokasi banjir. </p>
<p>Mbak Ita –sapaan akrab Plt wali kota—tiba di lokasi sekitar pukul 18.30. Ia sempat berbincang dengan warga korban banjir. Mbak Ita sendiri pada banjir 2021 juga datang ke Perumahan Dinar Indah.</p>
<p>Selain karena tanggul Sungai Pengkol jebol, perumahan ini juga merupakan daerah cekungan. </p>
<p>“Ini terjadi karena daerah cekungan, sehingga kerap terendam banjir dan diperparah dengan tanggul sungai yang jebol,” kata Mbak Ita saat berbincang dengan salah satu warga.</p>
<p>Menurut Mbak Ita, seharusnya pihak pengembang perumahan harus bertanggungjawab. Namun menurut informasi yang dihimpun, pihak pengembang sudah kabur lama. Selain itu, aset yang ada di perumahan tersebut juga belum diserahkan ke Pemkot Semarang. </p>
<p>“Karena cekungan, jalan keluarnya ya direlokasi,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan,  jebolnya tanggul Sungai Pengkol di dekat Perumahan Dinar Indah ini dikarenakan curah hujan yang tinggi dan kiriman air dari Ungaran. Total korban yang terdampak banjir bandang ini sebanyak 37 KK atau 184 jiwa.</p>
<p>“(hujan deras) Dua hari yang lalu hampir meluap, tapi tidak sampai banjir. Dinar Indah ini memang langganan banjir kalau curah hujan tinggi,” bebernya.</p>
<p>Karena berkali-kali banjir, Mbak Ita meminta warga untuk pindah, karena lokasi berada di daerah cekungan sungai yang cukup rawan.  </p>
<p>“Alhamdulillah tadi mereka akhirnya mau pindah setelah beberapa waktu yang lalu tidak mau,” katanya.</p>
<p>Mbak Ita mengaku sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, karena Sungai Pengkol merupakan wewenang pemerintah pusat. Namun Pemkot Semarang melalui DPU akan membuat tanggul sementara.</p>
<p>“Kita sudah berkoordinasi dengan BBWS, aliran sungai ini ke Pucang Gading dan Sungai Babon, saya minta warga tetap waspada, karena curah hujan masih tinggi. Tadi DPU bilang, air dari bendungan Ungaran sudah mulai surut,” katanya.</p>
<p>Kemarin, Pemkot Semarang sudah melakukan sejumlah tindakan, seperti mengirimkan batuan logistik dan bantuan makanan. Dapur umum yang seharusnya ditutup kemarin sore, kembali diaktifkan. </p>
<p>“Di balai kota masih ada dapur umum yang seharuanya sudah tutup sore ini (kemarin), mendengar ini akhirnya dapur umum menyiapkan sampai malam ini (tadi malam). Kami langsung kirim,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Para korban banjir, lanjut Mbak Ita, akan diungsikan ke Gedung Diklat milik Pemerintah Kota Semarang tidak jauh dari lokasi kejadian. </p>
<p>“Anak-anak dan wanita nanti dibawa ke Balai Diklat. Kebutuhan makanan akan kami cukupi.Tadi juga ada korban jiwa, katanya berkebutuhan khusus, dan saudaranya sedang bekerja. Tapi sudah diurus ke RSWN,”katanya. (den/aro)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petugas Gabungan Evakuasi Warga yang Terjebak Banjir Bandang Kebonbatur Mranggen</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/07/petugas-gabungan-evakuasi-warga-yang-terjebak-banjir-bandang-kebonbatur-mranggen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2023 01:58:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BANJIR]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir bandang kebonbatur mranggen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411808</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Demak &#8212; Banjir bandang menerjang wilayah Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen Jumat (6/1/2023) petang. Kejadian bencana yang diawali dengan jebolnya tanggul sungai di daerah Meteseh, Tembalang, Kota Semarang ini berdampak hingga Kabupaten Demak, utamanya yang ada di wilayah Kebonbatur dan sepanjang Sungai Dombo Kecamatan Sayung sebagai wilayah hilir. Terkait peristiwa ini, Kapolres Demak AKBP Budi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Dema</em><em>k</em></strong> &#8212; Banjir bandang menerjang wilayah Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen Jumat (6/1/2023) petang. Kejadian bencana yang diawali dengan jebolnya tanggul sungai di daerah Meteseh, Tembalang, Kota Semarang ini berdampak hingga Kabupaten Demak, utamanya yang ada di wilayah Kebonbatur dan sepanjang Sungai Dombo Kecamatan Sayung sebagai wilayah hilir.</p>
<p>Terkait peristiwa ini, Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono bersama Tim SAR Polres Demak bergerak cepat untuk melakukan evakuasi ratusan warga yang terkepung banjir setinggi 50 cm hingga 1 meter di Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jumat (6/1) malam.</p>
<p>&#8220;Sampai saat ini di wilayah perumahan Desa Kebonbatur masih terendam banjir,&#8221; kata Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono, Sabtu (7/1/2023).</p>
<p>Kapolres menyampaikan, Tim SAR Polres Demak melakukan evakuasi warga bersama TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan relawan. Evakuasi dilakukan dengan membawa perahu karet hingga menggendong warga ketempat aman dari banjir.</p>
<p>&#8220;Kita lakukan evakuasi terhadap masyarakat yang rumahnya terendam banjir. Selain itu, personel juga melakukan patroli untuk mencegah aksi pencurian di rumah yang ditinggal pemiliknya,&#8221;katanya.</p>
<p>Selain itu, pihaknya juga mendirikan dapur umum bagi warga terdampak jebolnya tanggul Sungai Babon. Sebab, rusaknya tanggul membuat ratusan rumah terendam banjir di wilayah tersebut.</p>
<p>&#8220;Sekarang ini kita sudah siapkan dapur umum dan posko kesehatan bagi warga terdampak banjir. Kami akan terus memantau perkembangan banjir di Desa Kebonbatur hingga situasi dapat terkendali,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dalam proses evakuasi, kata kapolres, ada beberapa warga yang dilarikan ke rumah sakit maupun puskesmas terdekat karena sakit.</p>
<p>&#8220;Ada 3 warga yang sakit sehingga kami bawa ke rumah sakit Wongsonegoro Semarang dan Puskesmas Mranggen. Bagi warga yang merasa tidak enak badan segera saja ke posko kesehatan yang kami dirikan. Disana kami sediakan vitamin dan obat &#8211; obatan gratis untuk masyarakat,&#8221;katanya. <strong>(hib/bas)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
