<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Angka Kematian Bayi &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/angka-kematian-bayi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Jan 2023 03:51:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.1</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>Angka Kematian Bayi &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bentuk Pusat Pembelajaran Keluarga</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/21/bentuk-pusat-pembelajaran-keluarga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2023 03:51:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Angka Kematian Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Angka Kematian Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[kasus pernikahan dini]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Pembelajaran Keluarga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=413454</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, KENDAL &#8211; Tingginya kasus pernikahan dini menjadi menjadi perhatian khusus Pemkab Kendal. Berbagai upaya bakal dilakukan untuk menurunkan kasus tersebut. Salah satunya dengan membentuk pusat pembelajaran keluarga (Puspaga). &#8220;Ini khusus untuk perlindungan anak agar terhindar dari pernikahan dini,&#8221; kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP2PA) Kabupaten Kendal Albertus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RADARSEMARANG.COM, KENDAL &#8211; Tingginya kasus pernikahan dini menjadi menjadi perhatian khusus Pemkab Kendal. Berbagai upaya bakal dilakukan untuk menurunkan kasus tersebut.<br />
Salah satunya dengan membentuk pusat pembelajaran keluarga (Puspaga). </p>
<p>&#8220;Ini khusus untuk perlindungan anak agar terhindar dari pernikahan dini,&#8221; kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP2PA) Kabupaten Kendal Albertus Hendri Setyawan.</p>
<p>Ia mengakui kasus pernikahan dini terus mengalami peningkatan. Per November 2022, sebanyak 151 anak mengajukan pernikahan dini. Tahun 2020 ada 160 anak mengajukan pernikahan dini, tahun 2021 sebanyak 196 anak.  </p>
<p>&#8220;Sebagian besar yang mengajukan anak perempuan usia sekolah dan rata-rata di bawah 18 tahun. Padahal di UU Perkawinan terbaru, minimal usia menikah itu 19 tahun,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ada beberapa faktor yang mendorong terjadinya pernikahan dini. Seperti canggihnya TIK, kemiskinan, pergaulan bebas, serta ekonomi yang rendah. </p>
<p>Selain itu, pernikahan dini membuat pendidikan anak terbengkalai, keterampilan SDM berkurang, sulit mendapat pekerjaan, anak yang dilahirkan berisiko stunting, hingga meningkatnya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). </p>
<p>&#8220;Jika dibiarkan program pengendalian penduduk tidak berhasil dan membuat SDM semakin tertinggal,&#8221; akunya. (dev/fth)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
