<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Event &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/event/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2023 02:21:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>Event &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Waga Lansia Tetap Semangat Jaga Kesehatan</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/31/waga-lansia-tetap-semangat-jaga-kesehatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2023 02:21:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[lomba kampung hebat]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Kampung Hebat 2023]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=414533</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Semangat warga RW 06 Kelurahan Palebon, Kecamatan Pedurungan dalam mewujudkan Kampung Hebat sangat hebat. Walaupun sebagian penduduk adalah lansia, semangat untuk selalu hidup sehat tidak pernah kendor. Baik individu maupun kelompok, rutin berolahraga untuk menjaga kesehatan. “Kegiatan yang mendukung kesehatan masyarakat, banyak macam ragamnya, baik secara fisik maupun mental spiritual,” tutur Lurah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Semangat warga RW 06 Kelurahan Palebon, Kecamatan Pedurungan dalam mewujudkan Kampung Hebat sangat hebat.</p>
<p>Walaupun sebagian penduduk adalah lansia, semangat untuk selalu hidup sehat tidak pernah kendor. Baik individu maupun kelompok, rutin berolahraga untuk menjaga kesehatan.</p>
<p>“Kegiatan yang mendukung kesehatan masyarakat, banyak macam ragamnya, baik secara fisik maupun mental spiritual,” tutur Lurah Palebon Andi A.F Sukonyono.</p>
<p>Secara fisik, lanjutnya kondisi balita dan baduta di wilayah ini semuanya sehat. Pertumbuhan dan perkembangan fisik serta psikologis 12 baduta normal. “Tidak ada yang terindikasi terkena masalah stunting,” tambah Ketua RW 06 Kelurahan Palebon Suyono</p>
<p>Di kampung ini juga terdapat 31 balita. Semua tidak menderita gizi buruk. Kondisi ini tak lepas dari peran PKK dalam mencegah stunting dan gizi buruk. Di antaranya dengan melakukan identifikasi sasaran dan sosialisasi pentingnya mencegah stunting.</p>
<p>“Keduanya dilakukan melalui kunjungan dari rumah ke rumah dan pelaksanaan kegiatan posyandu,” jelasnya.</p>
<p>Kader PKK dan posyandu juga aktif mendampingi ibu hamil. Aktivitas ini juga untuk menunjang terwujudkan lingkungan keluarga dan anak yang berkualitas. Kesadaran warga untuk mendapatkan vaksin Covid-19 juga baik. Sebagian besar warga sudah mendapatkan vaksin booster di kelurahan maupun secara mandiri di puskesmas dan rumah sakit.</p>
<p>Yang tak kalah penting adalah keberadaan lansia di kampung ini. Mereka tetap aktif berkegiatan. Seperti menggelar senam lansia, mengikuti posyandu lansia maupun pengajian.</p>
<p>Dalam seminggu, setidaknya ada tiga kali pelaksanaan senam yang digelar Klub Jantung Sehat (KJS) Warpoind’s (Warga Pondok Indah dan sekitarnya). Yakni pada Senin, Rabu dan Sabtu. <strong>(ton)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Unggulkan Taman dan Bank Sampah</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/30/unggulkan-taman-dan-bank-sampah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2023 02:01:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[lomba kampung hebat]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Kampung Hebat 2023]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=414404</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Genuk &#8211; Warga Kelurahan Sembungharjo, Kecamatan Genuk bersemangat mengikuti Lomba Kampung Hebat 2023. Kali ini, RW 08 mendaftar untuk kategori Kampung Pro Lingkungan. Lurah Sembungharjo Sumarjono menjelaskan, Kampung Pro Lingkungan Indah Permai terletak di wilayah Perum Sembungharjo Permai RW 08 Kelurahan Sembungharjo, tepatnya di Jalan Wolter Monginsidi Semarang. Warga memanfaatkan lahan pekarangan yang ada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Genuk</em></strong> &#8211; Warga Kelurahan Sembungharjo, Kecamatan Genuk bersemangat mengikuti Lomba Kampung Hebat 2023. Kali ini, RW 08 mendaftar untuk kategori Kampung Pro Lingkungan.</p>
<p>Lurah Sembungharjo Sumarjono menjelaskan, Kampung Pro Lingkungan Indah Permai terletak di wilayah Perum Sembungharjo Permai RW 08 Kelurahan Sembungharjo, tepatnya di Jalan Wolter Monginsidi Semarang. Warga memanfaatkan lahan pekarangan yang ada untuk ditanami berbagai tanaman, agar lingkungan menjadi lebih asri dan sejuk.</p>
<p>Wilayah RW 8 memanfaatkan fasilitas umum untuk dijadikan taman seperti taman Hati, Taman Toga. “Juga mengajak warga untuk membuat taman di rumah masing-masing,” tutur Penanggungjawab Kampung Pro Lingkungan Indah Permai Jumadi Eko Baruno</p>
<p>Di taman- taman tersebut terdapat biopori untuk resapan air di taman. Saluran air di wilayah lingkungan RW 08 juga mengalir dengan baik dan lancar, sehingga tidak terdapat genangan air yang mengakibatkan sarang nyamuk dan banjir. Di masing- masing rumah terdapat tong sampah agar menjaga kebersihan lingkungan.</p>
<p>Selain taman, program Kampung Pro Lingkungan Indah Permai juga mengusung kegiatan bank sampah. Kegiatannya antara lain pilah sampah, sehingga dapat mengurangi kapasitas sampah yang dikirim ke TPA.</p>
<p>Selain dapat mengurangi kapasitas sampah yang dikirim ke TPA, kegiatan bank sampah juga memiliki nilai ekonomis. Hasil dari bank sampah juga sudah dirasakan oleh warga secara langsung, sesuai moto dari bank sampah yaitu “Dari Sampah Menjadi Rupiah”.</p>
<p>“Salah satunya bisa membuat program Jogo Tonggo di saat pandemi Covid-19, dimana pembagian sembako untuk warga yang terdampak Covid-19 dari hasil ekonomi bank sampah dan swadaya masyarakat,” katanya. <strong>(ton)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Taman Toga ada di Setiap RT</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/30/taman-toga-ada-di-setiap-rt/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2023 02:00:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[lomba kampung hebat]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Kampung Hebat 2023]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=414398</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Kesadaran warga RW 04 Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati dalam sektor lingkungan cukup baik. Setiap wilayah RT memiliki taman tanaman obat keluarga (toga). Kampung RW 04 Rejosari Kelurahan Ngijo merupakan salah satu wilayah yang menerapkan keseimbangan dalam lingkungannya. Wilayah ini sudah memiliki pengelolaan yang memperhatikan kondisi lingkungan. “Suasana indah dan asri juga terlihat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Kesadaran warga RW 04 Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati dalam sektor lingkungan cukup baik. Setiap wilayah RT memiliki taman tanaman obat keluarga (toga).</p>
<p>Kampung RW 04 Rejosari Kelurahan Ngijo merupakan salah satu wilayah yang menerapkan keseimbangan dalam lingkungannya. Wilayah ini sudah memiliki pengelolaan yang memperhatikan kondisi lingkungan. “Suasana indah dan asri juga terlihat di wilayah ini dengan banyaknya tanaman keras maupun buah,” tutur Lurah Ngijo Lilis Puji Astuti.</p>
<p>Koordinator warga RW 04 Kelurahan Ngijo Rohadi menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan tergolong baik. Setiap ada kerja bakti, seluruh warga bergerak bersama membersihkan lingkungan.</p>
<p>Wilayah RW 04 memiliki Kelompok Wanita Tani (KWT) yang dikelola oleh ibu-ibu untuk berupaya menghasilkan ketahanan pangan. Tanaman yang dikelola meliputi empon-empon, sayuran dan juga tanaman lain yang bermanfaat. Taman toga ada di setiap RT.</p>
<p>Di wilayah RW 04 memiliki sistem drainase yang baik, yaitu selokan yang bersih dan lancar. Ada biopori dan setiap warga memiliki tong sampah. “Ruang terbuka hijau dimanfaatkan warga untuk aktivitas olahraga maupun sarana bermain bagi anak-anak,” jelasnya.<strong> (ton)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kampung Sentra Bandeng Angkat Ekonomi Warga</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/29/kampung-sentra-bandeng-angkat-ekonomi-warga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2023 04:41:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[lomba kampung hebat]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Kampung Hebat 2023]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=414366</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Gayamsari &#8211; Selama ini, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari dikenal sebagai salah satu daerah minus. Kampung Sentra Bandeng di wilayah RW 03 diproyeksikan sebagai program untuk mengangkat ekonomi masyarakat. Di wilayah ini, banyak dijumpai warga yang memiliki usaha di dunia pengolahan produk perikanan, terutama bandeng. Lurah Tambakrejo Sukiswo mengatakan, wilayahnya berada di wilayah pesisir pantai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Gayamsari</em></strong> &#8211; Selama ini, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari dikenal sebagai salah satu daerah minus. Kampung Sentra Bandeng di wilayah RW 03 diproyeksikan sebagai program untuk mengangkat ekonomi masyarakat.</p>
<p>Di wilayah ini, banyak dijumpai warga yang memiliki usaha di dunia pengolahan produk perikanan, terutama bandeng.</p>
<p>Lurah Tambakrejo Sukiswo mengatakan, wilayahnya berada di wilayah pesisir pantai dengan mata pencarian warga sebagian besar sebagai nelayan dan petani tambak. Produk yang terkenal dari Tambakrejo adalah produk olahan ikan, seperti bandeng presto, otak-otak bandeng, dan pepes bandeng presto.</p>
<p>“Banyaknya produsen pengolahan berbahan dasar bandeng sebagai penggerak utama di sektor ekonomi, baik melalui reseller, produksi dan sumberdaya manusia semua menggunakan sumberdaya dan potensi yang ada di wilayah,” katanya.</p>
<p>Penanggung jawab Kampung kreatif dan Inovatif RW 03 Tambakrejo Rina Setyaningsih ada sejumlah potensi yang menjadi dasar untuk mendaftar Lomba Kampung Hebat kategori Kampung Kreatif dan Inovatif.</p>
<p>Di antaranya, warga RT 05 RW 03 sebagian besar bekerja sebagai pengolah dan penjual produk hasil laut, antara lain ikan bandeng.</p>
<p>“Potensi lainnya, adanya anggota binaan dari CSR sehingga meningkatkan hasil produksi dan kreativitas dalam pengolahan dan pemasaran produk olahan bandeng,” jelasnya. <strong>(ton)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jumat Berkah Bantu Warga yang Susah</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/29/jumat-berkah-bantu-warga-yang-susah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2023 04:39:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[lomba kampung hebat]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Kampung Hebat 2023]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=414363</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Pandemi Covid-19 memacu warga untuk kreatif. Termasuk dalam hal sosial. Seperti yang dilakukan warga RW 03 Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Gajahmungkur yang memiliki program sosial Jumat berkah. Lurah Karangrejo Sudarsono menjelaskan, Jumat berkah adalah kegiatan kemanusiaan yang diadakan PKK RW 03. Gagasan ini muncul pada saat maraknya pandemi Covid -19 antara 2020-2021. Karena [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Pandemi Covid-19 memacu warga untuk kreatif. Termasuk dalam hal sosial. Seperti yang dilakukan warga RW 03 Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Gajahmungkur yang memiliki program sosial Jumat berkah.</p>
<p>Lurah Karangrejo Sudarsono menjelaskan, Jumat berkah adalah kegiatan kemanusiaan yang diadakan PKK RW 03. Gagasan ini muncul pada saat maraknya pandemi Covid -19 antara 2020-2021.</p>
<p>Karena banyak warga yang terkena PHK dan tidak punya pekerjaan, maka PKK RW 03 berinisiatif mengadakan Jumat berkah dengan tema</p>
<p>“Boleh ambil sedekah ini dan boleh memberi sedekah ini”. “Artinya masyarakat umum dan warga Karangrejo boleh memberi dan mengambil sedekah ini,” katanya.</p>
<p>Penanggung jawab Kampung kreatif dan inovatif RW 03 Kelurahan Karangrejo Darsiyo menjelaskan, cara pelaksanaannya, warga bisa memberikan sumbangan atau bantuan seikhlasnya berupa sayuran, buah, sembako, uang, gas dan lain-lain.</p>
<p>Kemudian sumbangan tersebut dipilah-pilah dan dimasukkan dalam keranjang. Setiap keranjang berisi beras, sayuran, buah, telur, mi instan, minyak goreng. Selanjutnya, keranjang digantungkan pada tempat yang telah disediakan. Warga boleh mengambil sumbangan atau bantuan yang digantungkan tadi.</p>
<p>Menurutnya, program Jumat Berkah sudah berjalan dari Juni 2020 sampai Januari 2023. Kegiatan ini terbukti bisa membantu warga lain yang kesusahan. “Kami berharap program Jumat Berkah di RW 03 Karangrejo ini semoga dapat berjalan terus, tidak berhenti,” ujar Darsiyo. <strong>(ton)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tidak Bosan Angkat Budaya Tradisional</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/29/tidak-bosan-angkat-budaya-tradisional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2023 04:37:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[lomba kampung hebat]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Kampung Hebat 2023]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=414359</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Berbagai kesenian menjadi daya tarik di Kampung Seni dan Budaya RW 04 Kelurahan Kaliwiru, Kecamatan Candisari. Di sana ada sanggar seni, pemahat patung, perajin wayang kardus dan keterampilan seni lainnya. Seperti perhelatan Lomba Kampung Hebat sebelumnya, kampung ini kembali mendaftar untuk kategori Kampung kreatif dan Inovatif. “Kampung kami banyak mengangkat budaya Jawa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Berbagai kesenian menjadi daya tarik di Kampung Seni dan Budaya RW 04 Kelurahan Kaliwiru, Kecamatan Candisari.</p>
<p>Di sana ada sanggar seni, pemahat patung, perajin wayang kardus dan keterampilan seni lainnya. Seperti perhelatan Lomba Kampung Hebat sebelumnya, kampung ini kembali mendaftar untuk kategori Kampung kreatif dan Inovatif.</p>
<p>“Kampung kami banyak mengangkat budaya Jawa atau daerah,” jelas Plt Lurah Kaliwiru Sri Martini.</p>
<p>Kampung ini bisa dikatakan sebagai kampungnya seniman. Di kampung Kreatif dan Inovatif ini, terdapat sejumlah pelaku seni yang membawa nama Indonesia ke kancah internasional. Contohnya Suwandi, pelaku seni tradisional ketoprak, wayang orang, karawitan. Ia merupakan salah satu penggagas Sanggar Dewandaru RW 04.</p>
<p>Dari berkesenian, Suwandi pernah menjelajahi sejumlah negara asing pada era 1994-1997. Di antaranya Australia, Tiongkok, Austria, Ceko, India, Jepang dan lainnya. Ia merupakan bagian dari tim yang diberangkatkan pemerintah untuk mengenalkan kesenian asli Indonesia pada masyarakat luar negeri. “Kami membawakan wayang orang Ramayana,” jelas Suwandi.</p>
<p>Seniman lainnya adalah Suwarso, seorang perajin wayang kardus. Wayang berbahan baku kertas bisa dibuat dalam waktu lima hari. Ia masih konsisten menekuni seni ini.</p>
<p>Sektor UMKM juga ada. Warga di kampung ini memproduksi sejumlah cemilan. Seperti eggroll, cistik bayam dan keju, brownis, lumpia mini, sambal pecel. <strong>(ton)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Andalkan Dua Kampung Tematik Flora dan Jamu</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/27/andalkan-dua-kampung-tematik-flora-dan-jamu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2023 03:07:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[kampung hebat 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Kampung Hebat 2023]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=414144</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang — Warga RW 10 Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen menjadi salah satu peserta Lomba Kampung Hebat 2023 untuk kategori Kampung Urban Farming atau Kampung Mandiri Pangan. Di kampung Sumbersari ini terdapat dua kampung tematik khusus untuk tanaman hias, sayuran maupun tanaman obat keluarga (toga). Yakni Kampung tematik flora dan Kampung tematik Jamu. “Sebelum menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> — Warga RW 10 Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen menjadi salah satu peserta Lomba Kampung Hebat 2023 untuk kategori Kampung Urban Farming atau Kampung Mandiri Pangan.</p>
<p>Di kampung Sumbersari ini terdapat dua kampung tematik khusus untuk tanaman hias, sayuran maupun tanaman obat keluarga (toga). Yakni Kampung tematik flora dan Kampung tematik Jamu.</p>
<p>“Sebelum menjadi kampung tematik, kedua kampung tersebut sudah lama memiliki ciri khas masing-masing di bidang pangan dan hortikultura,” tutur Penanggung Jawab Lomba Kampung Hebat RW 10 Kelurahan Wonolopo Eko Susanto.</p>
<p>Dijelaskan lebih lanjut, Kampung Flora memiliki dua organisasi di bidang pangan dan hortikultura. Yakni Kelompok Tani (KT) Kampoeng Flora dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kampoeng Flora. KT Kampoeng Flora memiliki 30 anggota. Mereka focus pada tanaman hias dan hortikultura.</p>
<p>Setiap anggota memiliki nursery di rumah masing-masing dengan memanfaatkan pekarangan. Produk yang dipasarkan berupa tanaman hias, media tanam pupuk dan sarana pertanian. Pemasaran tanaman hias melalui bazar, pameran dan media online.</p>
<p>Sedangkan KWT Kampoeng Flora beranggotakan 20 orang dengan focus pada kebunsayur kelompok, kebun hidroponik, budidaya ikan dalam ember (budikdamber) dan tempat pelatihan urban farming.</p>
<p>Produk yang dihasilkan berupa sayur mayur, teh telang, teh rosella dan teh pegagan yang sudah dikemas dalam betuk teh celup. “Dua kelompok ini di bawah binaan Dinas Pertanian Kota Semarang dan sudah terdaftar di Sistem Informasi Penyuluhan pertanian (Simluhtan),” katanya.</p>
<p>Kampung Jamu yang berdekatan dengan Kampung Flora, hampir 30 persen warganya merupakan pengrajin dan penjual jamu tradisional.</p>
<p>Usaha ini tertata dengan manajemen yang cukup rapi dengan pertemuan rutin kelompok paguyuban jamu Sumber Husada. Jumlah anggotanya ada 50 orang. Kampung Jamu memiliki tempat edukasi berupa Green House dan kebun Toga. <strong>(ton)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kampung Urban Farming Jadi Penyemangat Berkebun</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/27/kampung-urban-farming-jadi-penyemangat-berkebun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2023 03:05:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[kamung hebat 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Kampung Hebat 2023]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=414141</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang — Pertanian perkotaan atau urban farming menjadi salah satu tren di kota-kota besar, termasuk Kota Semarang. Pola ini menjadi jawaban atas sempitnya lahan di rumah-rumah warga yang masuk wilayah kota. Sebagai bentuk dukungan pada aktivitas warga Semarang, Lomba Kampung Hebat 2023 memasukkan Kampung Urban Farming atau Kampung Mandiri Pangan menjadi kategori baru yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> — Pertanian perkotaan atau urban farming menjadi salah satu tren di kota-kota besar, termasuk Kota Semarang. Pola ini menjadi jawaban atas sempitnya lahan di rumah-rumah warga yang masuk wilayah kota.</p>
<p>Sebagai bentuk dukungan pada aktivitas warga Semarang, Lomba Kampung Hebat 2023 memasukkan Kampung Urban Farming atau Kampung Mandiri Pangan menjadi kategori baru yang dipertandingkan.</p>
<p>“Kami harapkan dengan adanya kategori urban farming ini, kampung-kampung yang sudah memiliki program urban farming bisa makin bersemangat dalam bercocok tanam,” ujar Ketua Panitia Lomba Kampung Hebat 2023 Sugiyanto Wiyono Kamis (26/1).</p>
<p>Kategori Kampung urban Farming dimunculkan untuk mendukung ketahanan pangan di Kota Semarang. Warga bisa memanfaatkan lahan yang ada di wilayah masing-masing untuk bertani. Meskipun lahan yang ada cukup sempit, tapi ada berbagai cara untuk menyiasatinya.</p>
<p>“Tentu kreativitas warga dalam memanfaatkan lahan yang ada akan jadi salah satu poin penilaian,” tambahnya.</p>
<p>Kategori ini sejalan dengan program Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang juga menggalakkan urban farming di berbagai wilayah.</p>
<p>Mulai dari kampung, sekolah hingga instansi pemerintah. Sehingga Lomba Kampung Hebat ini diharapkan bisa jadi penyemangat warga untuk memajukan kampungnya masing-masing lewat bercocok tanam.</p>
<p>Selain Kampung Urban Farming, ada tiga kategori lagi yang dilombakan. Yakni Kampung pro Lingkungan, Kampung Sehat dan Kampung Kreatif dan Inovatif.</p>
<p>Saat ini, para peserta dari 177 kelurahan se-Kota Semarang sedang diteliti berkas administrasinya. Selanjutnya mereka akan mengikuti seleksi secara daring untuk bisa maju ke tahap berikutnya. <strong>(ton)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kelurahan Gercep Daftar Lomba Kampung Hebat 2023</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/18/kelurahan-gercep-daftar-lomba-kampung-hebat-2023/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ap]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2023 02:06:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Kampung Hebat 2023]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=413032</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Semarang &#8211; Masa pendaftaran Lomba Kampung Hebat 2023 sudah dibuka sejak 9 Januari 2023. Sejumlah kelurahan langsung gercep alias gerak cepat. Mereka mulai menyerahkan berkas-berkas administrasi untuk bisa ikut berkompetisi. Pendaftaran dibuka hingga 20 Januari 2023 mendatang. Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara tercatat sebagai peserta pertama yang mendaftar. Berkas pendaftaran telah dikirimkan ke email [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Semarang</em></strong> &#8211; Masa pendaftaran Lomba Kampung Hebat 2023 sudah dibuka sejak 9 Januari 2023. Sejumlah kelurahan langsung gercep alias gerak cepat.</p>
<p>Mereka mulai menyerahkan berkas-berkas administrasi untuk bisa ikut berkompetisi. Pendaftaran dibuka hingga 20 Januari 2023 mendatang.</p>
<p>Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara tercatat sebagai peserta pertama yang mendaftar. Berkas pendaftaran telah dikirimkan ke email <em>kampunghebat@RADARSEMARANG.COM</em> pada Jumat (13/1). Kelurahan yang dipimpin Lurah Emi Setiana Estu Handayani ini mendaftarkan RW 12 untuk kategori Kampung <em>Urban Farming</em>.</p>
<p>Peserta juga bisa menyerahkan langsung berkas pendaftaran ke kantor <em>RADARSEMARANG.COM</em> di Jalan Veteran No 55 Lempongsari, Gajahmungkur, Kota Semarang. Seperti yang dilakukan Kelurahan Salaman Mloyo, Kecamatan Semarang Barat.</p>
<p>Selasa (17/1) kemarin, Sekretaris Kelurahan Salaman Mloyo Koeri mendaftarkan RW 03 untuk kategori Kampung <em>Urban Farming</em>. “Warga sangat antusias untuk mengikuti Lomba Kampung Hebat ini,” jelas Koeri.</p>
<p>Peserta lain yang sudah mendaftar adalah RW 02 Kelurahan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur di kategori Kampung <em>Urban Farming</em>, RW 04 Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candisari (Kampung <em>Urban Farming</em>), RW 01 Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunungpati (Kampung Pro Lingkungan), RW 02 Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat (Kampung Pro Lingkungan) dan RW 17 Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik (Kampung Kreatif dan Inovatif).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
