Pembelajaran Diskusi Kelompok melalui WA Grup di Kelas Atas

Oleh : Tatik Dwi Untari, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Semenjak dunia dilanda pandemi Covid-19, tatanan kehidupan menjadi porak poranda, tidak terkecuali dunia pendidikan. Sejak Maret 2020 pembelajaran yang semula dilaksanakan secara tatap muka beralih menjadi pembelajaran dalam jaringan.

Hal ini bertujuan untuk menghentikan laju penularan Covid-19 yang mengganas. Dalam pembelajaran daring guru dan siswa dipaksa untuk siap melaksanakan perubahan moda pembelajaran dari pembelajaran tatap muka menjadi tatap maya.

Pada moda pembelajaran dalam jaringan (tatap maya) hal termudah adalah menggunakan smartphone terutama aplikasi WhatsApp grup. Metode pembelajaran dilaksanakan melalui jarak jauh menggunakan aplikasi WhatsApp grup yang begitu mudah.

Metode pembelajaran merupakan suatu cara yang digunakan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu metode yang dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa yaitu metode diskusi.

Metode diskusi merupakan salah satu dari beberapa metode pembelajaran yang umum digunakan dalam dunia pendidikan, diskusi merupakan proses komunikasi satu dengan yang lain, saling berbagi gagasan dan pendapat.

Menurut Mulyasa (2011:116), “Diskusi dapat diartikan sebagai percakapan responsif yang dijalin oleh pertanyaan-pertanyaan problematis yang diarahkan untuk memperoleh pemecahan masalah”. Pembelajaran dengan metode diskusi ini memberi peluang pada siswa untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran.

Baca juga:   Tingkatkan Prestasi Akademik Siswa melalui Pembelajaran Jigsaw dan NHT

Sedangkan Slavin (Baharudin, 2008: 116-117) menyatakan bahwa dalam proses belajar mengajar siswa harus terlibat aktif dan guru menjadi pusat kegiatan belajar dan pembelajaran di kelas. Guru dapat memfasilitasi proses ini dengan menggunakan cara-cara yang membuat sebuah informasi menjadi bermakna dan relevan bagi siswa.

Untuk itu, guru harus memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan ide-ide mereka sendiri, disamping mengajarkan siswa untuk menyadari dan sadar akan strategi belajar mereka sendiri.

Melalui penerapan metode diskusi siswa dapat mendiskusikan permasalahan yang bersifat tematik, mencari referensi yang relevan sesuai dengan masalah yang di diskusikan, menuliskan laporan hasil diskusi, mengemukakan pendapat, bahkan dapat menyanggah pendapat yang lain.

Metode diskusi ini mendorong terhadap munculnya pola komunikasi dua arah, baik antara siswa dengan guru maupun siswa dengan siswa. Sehingga dengan penerapan metode diskusi memungkinkan setiap individu siswa untuk ikut berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran sejarah.

Hal ini sejalan dengan pendapat Djamarah (2010:87-88) yang menyatakan dalam proses diskusi ini, proses belajar mengajar terjadi, dimana interaksi antara dua atau lebih individu yang terlibat, saling tukar menukar pengalaman, informasi, memecahkan masalah dapat terjadi, juga semua aktif, tidak ada yang pasif sebagai pendengar saja.

Baca juga:   Peran Penting Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak

Pembelajaran diskusi di kelas VI SD Negeri 2 Kembaran Kulon, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga siswa dibagi menjadi empat kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 6 sampai 8 anak dan masing-masing kelompok dibuatkan grup WhatsApp serta diberi nama sesuai dengan kesepakatan masing-masing anggota.

Misalnya kelompok satu diberi nama Jenderal Sudirman maka di deskripsi grup diberi nama Kelompok Jenderal Sudirman. Begitu pula dengan kelompok lain menyesuaikan dengan nama kelompoknya. Tugas masing-masing kelompok diberikan melalui WhatsApp grup dan dibahas melalui grup tersebut. Siswa seringkali menggunakan voice note untuk menjawab pertanyaan, menyanggah jawaban teman, dan mengajukan pertanyaan.

Begitupula dengan guru seringkali menggunakan voice note untuk menjelaskan materi dan menjawab pertanyaan, selain menggunakan video pembelajaran. Dengan menggunakan metode belajar diskusi melalui aplikasi WhatsApp grup kegiatan pembelajaran menjadi hidup dan tidak membosankan. (pb1/lis)

Guru Kelas VI SDN 2 Kembaran Kulon, Kec Purbalingga, Kab. Purbalingga

Populer

Lainnya