Pembelajaran Teks Deskripsi menjadi Menarik dengan Diagram Fishbone

Oleh : Handis Salamah, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Berawal dari membaca rubrik majalah dinding kelas, terdapat gambar diagram tulang ikan dengan beberapa tulisan di dalamnya. Gambar tersebut berisi seperti peta konsep unsur-unsur intrinsik cerita. Menurut penulis hal ini menginspirasi para guru untuk mengajarkan materi teks deskripsi di kelas VII dengan media tersebut.

Setelah membaca referensi yang ada, ternyata media yang dimaksud disebut media diagram Fishbone, yaitu diagram bentuk kerangka tulang ikan. Imajinasi penulis langsung membayangkan media tersebut dapat digunakan untuk menjelaskan berbagai materi pembelajaran teks. Salah satunya dalam mengajarkan teks deskripsi. Meskipun sebenarnya teknik diagram Fishbone untuk menjelaskan sebab akibat suatu masalah, tetapi kita dapat mencoba menjadikan teknik tersebut sebagai media pembelajaran yang efektif dan menarik.

Dalam gambaran tersebut, siswa akan tertarik dengan menggambar ikan atau model tulang ikan di atas kertas asturo yang berwarna atau karton yang kemudian diberi warna-warni tinta spidol dan hiasan aksesoris sesuai selera mereka. Siswa dibimbing dengan mengambil ciri-ciri yang dideskripsikan dalam teks dengan guru memberikan contoh. Siswa lebih mudah menggambarkan ciri-ciri dari teks deskripsi yang dipilihnya dengan membaca terlebih dulu. Dari situlah kita dapat mencoba mengaplikasikan media diagram Fishbone terkait konsep Kurikulum 2013.

Baca juga:   Aplikasi Belajar IPA Terapan dengan Program Sekolah Adiwiyata

Salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa kelas VII dalam Kurikulum 2013 adalah 4.1 menjelaskan isi teks deskripsi tentang sesuatu (objek budaya atau peristiwa alam/sosial di sekitar peserta didik) yang didengar dan dibaca secara lisan, tulis, dan visual. Berdasarkan kompetensi dasar tersebut, pembelajaran menjelaskan isi teks deskripsi dapat dilakukan dalam dua bentuk keterampilan berbahasa, yaitu bentuk lisan dan tulisan.

Diagram Fishbone (diagram tulang ikan) sering juga disebut cause and effect diagram atau ishikawa diagram diperkenalkan oleh Dr. Kaouru Ishikawa, seorang ahli pengendalian kualitas dari Jepang. Sebagai satu dari tujuh alat kualitas dasar (7 basic quality tools) (Tague, 2005 hlm : 247). Penyebutan diagram ini sebagai diagram Fishbone karena diagram ini bentuknya menyerupai kerangka tulang ikan.

Penggunaan teknik diagram Fishbone dalam proses belajar mengajar adalah untuk menentukan hubungan sebab akibat dalam sebuah gagasan atau peristiwa yang kompleks. Teknik diagram Fishbone merupakan teknik pembelajaran yang baik digunakan dalam proses belajar mengajar keterampilan membaca teks deskripsi karena teknik ini dapat disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik siswa.

Baca juga:   Mudah Pahami Bacaan Alquran dengan Puzzle Jigsaw          

Terkait dengan pembelajaran teks deskripsi khususnya, diagram Fishbone dapat menjelaskan isi teks deskripsi misalnya melalui ciri-ciri fisik maupun nonfisik seseorang, suatu tempat, suatu benda, atau suatu hal dengan diberi variasi warna atau hiasan yang menarik siswa.

Penggunaan teknik diagram Fishbone ini juga dapat disesuaikan dengan struktur teks deskripsi, yaitu deskripsi umum dan deskripsi bagian. Deskripsi umumnya dapat ditulis pada bagian gambar kepala ikan dan deskripsi bagiannya dapat ditulis pada bagian tulang-tulang ikannya. Siswa harus mampu membaca dengan baik terlebih dulu untuk selanjutnya dapat menuangkan ciri-ciri atau isi teks deskripsi ke dalam diagram Fishbone. Produknya digunakan untuk menjelaskan isi teks deskripsi. (dd1/ton)

Guru Bahasa Indonesia SMP N 3 Suruh Kabupaten Semarang

Populer

Lainnya