Deteksi Dini Emosi dan Perilaku Anak dengan Strength And Dificulties Questionnaire

Oleh : Prasetiyo Wibowo, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Masa pandemi berlangsung lebih dari setahun ini menunjukkan adanya gejala mental emosional pada anak remaja: depresi, cemas, stres psikologis, keluhan fisik (badan sakit dan kesulitan nafas), clinginess, inatensi, iritabel, hilang nafsu makan, kelelahan, mimpi buruk, obsessive requests for updates. Ketakutan kematian akan keluarga, gangguan tidur, dan agitasi (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7363598/).

Dari data tersebut ini menjadi bukti di lingkungan keluarga masyarakat maupun di dunia pendidikan harus mampu tanggap demi keberlangsungan pertumbuhan dan perkembangan para anak dan remaja.

Apa yang harus kita lakukan dan persiapkan untuk menghadapai permasalahan tersebut, langkah-langkah yang bisa ditempuh yaitu deteksi dini, tatalaksana, peningkatan kemampuan mengatasi masalah (life skill) melalui pendidikan keterampilan hidup sehat (PKHS).

Deteksi dini merupakah langkah awal untuk mengetahui masalah mental dan emosional anak dengan menggunakan intrumen kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ), SDQ adalah suatu alat ukur atau skala psikologi yang terdiri dari 25 item dengan lima aspek yang akan diukur yaitu gejala emosional, masalah perilaku, hiperaktivitas, masalah teman sebaya dan prososial. Tujuan penyusunan skala SDQ untuk mengetahui masalah yang berhubungan dengan emosional dan perilaku pada anak-anak dan remaja, dan mengetahui tingkat kesiapan belajar pada anak (Goodman, 1997).

Baca juga:   Kunjungan Rumah Meningkatkan Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Jarak Jauh

SDQ adalah kuesioner untuk deteksi dini masalah perilaku dan emosi pada anak dan remaja berusia 4 – 18 tahun. Kuesioner SDQ mudah didapat, bisa melalui download di internet bahkan sudah ada yang tersebar di berbagai media. Maupun dari pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan pemerintah maupun lembaga swasta lainnya, yang didalamnya sudah berisi intrumen, interpretasi dan skoring analisis.

SDQ sangat cocok sekali bagi guru BK sebagai bahan asesmen sebagai bahan menyusun program bimbingan konseling di sekolah. Di masa pembelajaran jarak jauh instrumen kuesioner bisa memanfaatkan google form sebagai upaya pengumpulan data kuesioner tanpa harus tatap muka atau tanpa bertemu langsung dengan peserta didik, keuntungannya pengisian kuesioner ini dapat dilakukan di manapun dan kapanpun dengan syarat harus terhubung dengan internet dan data bisa terhimpun sangat cepat dibandingan dengan model konvensional.

Peran SDQ adalah mendeskripsikan masalah mental dan emosional pada peserta didik atau klien. Di dunia pendidikan sangat diperlukan assesmen bagi peserta didik yang merupakan bentuk mengenali kepribadian dan karakter masing-masing anak.

Bagi guru Bimbingan Konseling sangat terbantukan dengan memanfaatkan intrumen assesmen ini sebagai prasarat pelayanan bimbingan dalam mendampingi peserta didik dalam mempersiapkan kompetensi yang mandiri serta yang siap secara jasmani maupun mentalnya.

Baca juga:   Kreativitas Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Alur deteksi dini dan rujukan SDQ berbeda dengan SRQ, alur SDQ lebih condong ke tiga rentang skor normal, borderline maupun abnormal. Tindakan yang paling banyak terjadi adalah rentang normal. Sehingga tindak lanjut untuk rentang ini ke arah sosialisasi, informasi.

Sedangkan rentang borderline melalui bimbingan ataupun konseling oleh guru BK tentang menjaga tetap sehat jiwa atau bisa rujuk ke fasyankes berhubungan dengan prevensi gangguan jiwa. Jikalau hasil skor anak pada rentang abnormal maka lebih khusus rujuk ke fasyankes terdekat dilanjutkan dengan pemeriksaan lanjutan wawancara psikiatrik.

Kesimpulan tindak lanjut setelah terdeksi melalui asesmen SDQ ada langkah-langkah selanjutnya yang perlu digaris bawahi dan harus dilakukan. Yaitu konseling untuk keluarga dan remaja bagi hasil SDQ dengan skor rentang yang normal. Merujuk ke psikiatri untuk hasil SDQ dengan skor rentang yang abnormal. Dengan begitu instrumen SDQ sangat penting untuk mengungkap masalah kesehatan jiwa anak dan remaja khususnya yang diterapkan pada responden di dunia pendidikan. (gb2/lis)

Guru Bimbingan dan Konseling SMAN 1 Ambarawa

Populer

Lainnya