Penggunaan Media Online dalam Pembelajaran PAI di Masa Pandemi Covid-19

Oleh : Ridwan Budi Purwanto, S.PdI

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 yang masih melanda negara tercinta kita, mempengarui dalam berbagai bidang. Termasuk dalam bidang pendidikan. Awal kemunculan virus korona diduga di pasar hewan Wuhan, China, sampai akhirnya menyebar ke seluruh penjuru dunia. Sejak awal kemunculan virus ini menjadikan masalah bagi dunia. Keberadaan virus ini juga mempengarui bidang ekonomi dan sosial.
Awalnya pemerintah menerapkan social distancing atau pembatasan jarak, berharap bisa mencegah penyebaran virus korona. Namun itu belum cukup bisa mencegah meluasnya korona.

Lalu pemerintah meliburkan sekolah dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, perguruan tinggi tanpa batas waktu yang belum ditentukan. Pemerintah sadar bahwa pendidikan adalah salah satu komponen yang sangat penting dalam kemajuan bangsa ini, maka dibuat kebijakan bahwa pembelajaran dilakukan di rumah.

Dengan kebijakan tersebut, pendidik dituntut membuat media pembelajaran inovasi dengan memanfaatkan media online. Dengan kondisi pandemi ini maka pendidikan juga dipaksa bertransformasi beradaptasi tiba-tiba dengan pembelajaran di rumah. Dan ini sangatlah tidak mudah karena semua belum siap.

Baca juga:   Tingkatkan Hasil Lompat Jauh dengan Manfaatkan Ban Bekas

Penulis juga berpikir masa yang akan datang pasti model pembelajaran akan bergeser dengan drastis, maka saat inilah kita bisa mulai mengubah model pembelajaran dari konvensional ke arah berbasis teknologi.

Oleh karena itu guru PAI harus segera berubah model pembelajarannya dengan menggunakan media online. Menciptakan inovasi-inovasi yang akan membuat peserta didik lebih tertarik. Di SMPN 1 Pringsurat, Kabupaten Temanggung dalam pembelajaran menggunakan media online dengan berbagai inovasi.

Menurut Michael Moore (2013), pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai bagian dari metode pembelajaran dimana perilaku mengajar dieksekusi terpisah dari perilaku belajar. Termasuk yang dilakukan di hadapan peserta didik. Sehingga komunikasi antara guru dan pelajar harus difasilitasi dengan alat cetak, elektronik, mekanik, atau lainnya.

Namun pembelajaran jarak jauh menggunakan teknologi juga sering dikeluhkan orang tua. Mungkin teknologi sudah dikenal di kalangan peserta didik akan tetapi dari sisi pengoperasionalnya belum semua familiar terutama peserta didik usia dini.

Meski dalam keterbatasan, pembelajaran jarak jauh (PJJ) tetap harus jalan. Maka harus dicari model pembelajaran secara online paling mudah sehingga peserta didik juga tidak kesulitan. Guru menggunakan media online terutama sosial media pada jejaring internet, Facebook, Instragram, website dan WhatsApp.

Baca juga:   Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Membentuk Karakter Siswa

Dengan menggunakan media sosial itu dalam pembelajaran kita bisa berkomunikasi antara guru dan siswa. Berbagi, berpartisipasi walaupun dengan jarak jauh. Itu sangat efektif dan secara kebetulan anak juga sangat menyukai media sosial tersebut sehingga pembelajaran bisa sangat efektif menyenangkan. Mempunyai interaktivitas yang sangat tinggi, di samping itu juga memerlukan biaya operasional yang sangat rendah dibanding pembelajaran tatap muka (biaya transportasi, jajan dll). Karena sifatnya yang virtual maka lebih fleksibel terhadap kegiatan belajar mengajar.

Dalam pembelajaran tradisional guru dianggap paling tahu dan siswa dianggap kurang tahu sehinggga diberi dan diberi terus. Sedangkan pembelajaran e- learning terpusat pada pelajar. Sehingga pelajar lebih mandiri lebih mencari sendiri bisa eksplore dan yang penting lebih bertanggung jawab terhadap pembelajaran tersebut. (pm1/lis)

Guru Pendidikan Agama Islam SMPN 1 Pringsurat, Kabupaten Temanggung

Populer

Lainnya