Video Bercerita Tingkatkan Minat Belajar IPS

Oleh: Sus Harinti, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 yang belum kunjung berakhir menghadirkan kesulitan bagi guru dan peserta didik dalam pembelajaran. Hambatan ini juga terjadi dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di jenjang Sekolah Menengah Pertama. Materi IPS yang padat menyebabkan rendahnya minat belajar peserta didik. Selain itu, rendahnya minat baca peserta didik membuat hasil belajar tidak optimal.

Rendahnya minat peserta didik untuk membaca dan mempelajari materi IPS perlu diatasi. Mengapa? Materi IPS bermuatan nilai-nilai nasionalisme yang penting untuk keberlangsungan bangsa Indonesia. Peserta didik wajib dilatih untuk mengenal bangsanya sendiri untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air atau nasionalisme.

Salah satu materi IPS yang menumbuhkan semangat nasionalisme di jenjang kelas VII semester genap adalah kehidupan masyarakat Indonesia pada masa praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam. Melalui materi ini, peserta didik dapat mengenal dan memahami sejarah bangsanya sehingga timbul rasa nasionalisme. Namun demikian, materi ini cukup menantang karena banyaknya materi yang harus dibaca dan dipelajari peserta didik dalam waktu yang terbatas sehingga mereka cenderung kesulitan memahami isi materi.

Baca juga:   Blended Learning dalam Pembelajaran Ekonomi Materi Koperasi

Hal ini berakibat pada capaian nilai yang kurang optimal. Berdasarkan pengamatan, sebagian peserta didik masih meraih nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum.

Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menerapkan teknik video bercerita berbasis Project Based Learning. Wahyuni (2019) menyatakan bahwa Project Based Learning adalah model pembelajaran yang memberikan kesempatan pada pendidik untuk mengelola pembelajaran dengan melibatkan kerja proyek. Kerja proyek memuat tugas tugas yang kompleks berdasarkan permasalahan. Penugasan berupa proyek ini diharapkan dapat menarik peserta didik untuk mempelajari materi karena sifatnya yang kontekstual.

Pada pembelajaran IPS di SMP Negeri 2 Salatiga, video bercerita digunakan untuk mengajarkan materi masyarakat Indonesia pada masa pra-aksara, Hindu-Buddha, dan Islam. Langkah pertama, guru memberikan proyek kepada peserta didik untuk memilih topik yang disukai dalam materi yang tersaji.

Selanjutnya, peserta didik membuat rencana pembuatan video berdasarkan ketentuan yang dibuat guru. Kemudian, guru memandu siswa menetapkan penjadwalan. Untuk proyek ini, peserta didik diberi waktu dua minggu untuk menyelesaikan video secara individu. Pada tahap selanjutnya, guru memantau perkembangan penyelesaian proyek peserta didik melalui WhatsApp grup dan prakasita Classroom SMPN 2 Salatiga. Terakhir, peserta didik mengumpulkan proyeknya melalui prakasita Classroom untuk dinilai dan diberi umpan balik.

Baca juga:   Kreativitas Tersembunyi di Balik Batik Tie Die saat Pandemi

Penerapan video bercerita berbasis Project Based Learning menunjukkan beberapa dampak yang positif. Pertama, anak-anak lebih tertarik pada materi yang tersaji. Hal ini karena peserta didik memilih materi sendiri yang ingin diceritakan. Ada 3 pilihan yang tersedia. Masa pra-aksara, masa Hindu Budha dan masa Islam.
Kemudian, secara otomatis peserta didik membaca materi untuk dapat membuat video. Dengan kata lain, penugasan ini dapat meningkatkan literasi peserta didik.

Dampak lain yang dapat diamati adalah peserta didik senang ketika video hasil karya mereka ditayangkan. Hal ini memupuk rasa percaya diri dan semangat nasionalisme. Hasil belajar peserta didik pun cenderung meningkat. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa video bercerita berbasis project based learning dapat meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS. Khususnya pada materi masyarakat Indonesia pada masa pra-aksara, Hindu-Budha dan Islam. (dd/lis)

Guru IPS SMPN 2 Salatiga

Populer

Lainnya