Mengoptimalkan Pembelajaran Tata Surya dengan Jigsaw

Oleh : Al Hikmah, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PERBAIKAN mutu pendidikan di Indonesia selalu dilaksanakan dengan berbagai cara. Salah satu upaya yang ditempuh untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan mutu proses pembelajaran di sekolah.

Pembelajaran yang dilakukan antara guru dan siswa hendaknya mengacu pada peningkatan aktivitas dan partisipasi siswa. Guru tidak hanya sekedar mengajar menyampaikan pengetahuan kepada siswa, akan tetapi guru diharapkan mampu membawa siswa untuk aktif dan berperan dalam pembelajaran.

Pembelajaran IPA di kelas 6 SD Negeri Srondol Wetan 06 materi Tata Surya dirasakan guru belum berhasil mendapatkan hasil belajar yang maksimal . Hasil ulangan harian siswa banyak yang tidak mencapai KKM yang ditetapkan.

Pada proses pembelajaran masih banyak siswa yang kurang bersemangat, siswa kurang aktif baik dalam berpendapat, mengajukan pertanyaan maupun menjawab. Siswa hanya mencatat, melihat apa yang ditampilkan guru pada layar LCD namun tidak terlihat siswa memahami apa yang diajarkan.

Hal ini terbukti setelah guru menyampaikan beberapa pertanyaan hanya beberapa siswa saja yang dapat menjawab dan memahami materi.

Dalam proses belajar mengajar ada beberapa faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran. Pemilihan model pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang diajarkan juga merupakan hal yang berpengaruh pada berhasilnya poroses pembelajaran.

Dari permasalahan yang muncul, penulis memilih model pembelajaran yang dapat menarik perhatian peserta didik, membuat peserta didik lebih semangat, serta dapat membangkitkan minat belajar siswa, dan tidak membosankan. Model pembelajaran yang digunakan adalah model cooperative jigsaw.

Dipilihnya model pembelajaran cooperative jigsaw karena penulis menganggap model ini sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Model ini juga merupakan model pembelajara yang dapat meningkatkan partisipasi siswa. Sudrajat (2010;5) menjelaskan bahwa pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah suatu tipe pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan materi tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya.

Baca juga:   Lingkaran Milenium, Belajar Pecahan Jadi Mudah

Dalam jigsaw terdapat kelompok asal dan kelompok ahli. Kelompok asal adalah kelompok yang dibentuk guru di awal pembelajaran. Sedangkan kelompok ahli yaitu kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok lain (kelompok asal) yang ditugaskan untuk mendalami topik tertentu untuk kemudian dijelaskan kepada anggota kelompok asal.

Para anggota dari kelompok asal yang berbeda, bertemu dengan topik yang sama dalam kelompok ahli untuk berdiskusi dan membahas materi yang ditugaskan pada masing-masing anggota kelompok serta membantu satu sama lain untuk mempelajari topik mereka tersebut.

Zaini (2008;56) menjelaskan bahwa model pembelajaran Jigsaw merupakan strategi yang menarik untuk digunakan, jika materi yang akan dipelajari dapat dibagi menjadi beberapa bagian dan materi tersebut tidak mengharuskan urutan penyampaian.

Kelebihan strategi ini adalah dapat melibatkan seluruh peserta didik dalam belajar dan sekaligus mengajarkan kepada orang lain. Seperti halnya pada materi Tata Surya yang dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai jumlah anggota kelompok asal.

Langkah-langkah model pembelajaran ini adalah ke satuGuru dapat menjabarkan isi topik secara umum, memotivasi siswa dan menjelaskan tujuan dipelajarinya topik tersebut. Ke dua .siswa dibagi dalam kelompok inti ( kelompok asal ) beranggotakan 4/5 orang, setiap siswa diberi nomor kepala misalnya A,B,C,D. dan E. Langkah ke tiga membagi tugas sesuai dengan materi, masing-masing siswa dalam kolompok mendapat tugas yang berbeda, nomor kepala yang sama mendapat tugas yang sama pada masing-masing kelompok. Ke empat, kumpulkan masing-masing siswa yang memiliki tugas yang sama menjadi satu kelompok ahli.

Baca juga:   Sumber Daya Manusia yang Lemah dalam Menguasai Teknologi Informasi

Dalam kelompok ahli siswa diberi tugas belajar bersama untuk menjadi ahli membahas materi sesuai dengan tanggung jawabnya. Semua anggota kelompok ahli harus dapat memahami dan dapat menyampaikan informasi tentang materi yang didiskusikan kepada kelompok asal.

Langkah ke lima apabila tugas sudah selesai dikerjakan dalam kelompok ahli masing-masing siswa kembali kekelompok asal. Beri kesempatan secara bergiliran masing-masing siswa untuk menyampaikan hasil dari tugas di kelompok asal. Ke enam, selanjutnya dilakukan presentasi masing-masing kelompok atau dilakukan pengundian salah satu untuk menyajikan hasil diskusi kelompok yang telah dilakukan agar guru dapat menyamakan persepsi pada materi pembelajaran yang telah didiskusikan. Selesai presentasi guru memberikan soal-soal untuk mengukur sejauh mana penguasaan siswa terhadap materi.

Penggunaan model pembelajaran cooperative jigsaw pada materi Tata Surya di kelas VI SD Negeri Srondol Wetan 06 dapat meningkatkan kreativitas, partisipasi, motivasi, dan hasil belajar siswa. Dalam pembelajaran ini, siswa juga memiliki banyak kesempatan untuk mengemukakan pendapat dan dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Rata-rata nilai ulangan harian mengalami peningkatan.Siswa bersemangat dalam pembelajaran. (ips2/zal)

Guru SDN Srondol Wetan 06, Semarang

Populer

Lainnya