Blended Learning Tingkatkan Hasil Belajar Matematika

Oleh : Ahmad Solihin S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN merupakan salah satu aspek penting bagi kehidupan manusia. Sudah setahun lebih lamanya bangsa Indonesia dilanda pandemi Covid-19. Hal ini berpengaruh pada dunia pendidikan kita.

Kebijakan belajar dan bekerja dari rumah, tentu harus disikapi oleh guru dengan melakukan berbagai upaya untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Guru juga harus memperhatikan karakteristik siswa, sarana dan prasarana, serta lingkungan sekitar.

Guru tidak bisa memaksakan untuk melaksanakan pembelajaran secara daring penuh, jika siswa tidak mempunyai smartphone untuk mengakses internet atau tidak didukung oleh sinyal yang memadai. Begitu juga jika guru sendiri belum mempunyai kemampuan untuk memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran.

Apabila tidak memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran secara daring karena faktor siswa yang tidak siap, maka guru dapat memadukan pembelajaran jarak jauh dengan tatap muka (blended learning). Blended learning merupakan model pembelajaran yang menggabungkan pembelajaran tatap muka (face to face) dengan pembelajaran online (Bielawski dan Metcalf dalam Husamah, 2014).

Guru dapat memberikan sejumlah tugas dalam kurun waktu tertentu, misalnya dalam satu minggu, kemudian setiap akhir pekan tugasnya dikumpulkan. Dalam hal ini, guru dapat melaksanakan metode jemput bola, artinya guru sendiri yang mengantarkan tugas dan mengambil hasilnya ke rumah siswa masing-masing. Namun, guru harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan tetap menjaga jarak dan selalu memakai masker.

Baca juga:   Kuasai Permainan Bola Besar dengan Metode Part Practice

Pembelajaran melalui daring di SD Negeri Timbangsari, Lebakbarang, memiliki kendala umumnya di daerah pegunungan yaitu susahnya sinyal yang kuat dan lancar. hanya di titik tempat tertentu yang terdapat sinyal yang bagus, bahkan mingirim pesan lewat Whatshapp pun tidak langsung terkirim dan dibaca oleh siswa. Sehingga Pembelajaran melalui video conference melalui zoom tidak bisa diterapkan.

Model pembelajaran blended learning menjadi pilihan dalam mempelajari matematika kelas V KD 3.5 menjelaskan dan menentukan volume bangun ruang dengan menggunakan satuan volume (seperti kubus satuan) serta hubungan pangkat tiga dengan akar pangkat tiga. Pertama guru mengantarkan pembelajaran melalui grup whatshapp, menyampaikan materi melalui video pembelajaran yang sudah dibuat guru sendiri dan memberikan link youtube video yang bisa di akses dengan mencari posisi yang banyak sinyalnya dan dijadikan referensi berkaitan dengan materi yang sesuai. Siswa pun dapat bertanya mengenai hal yang belum dipahami melalui grup whatsapp kelas.

Selanjutnya guru memberikan tugas yang bisa siswa kerjakan dengan bimbingan orang tua di rumah. Setelah seminggu berselang guru mengecek tugas sekaligus menanyakan permasalahan siswa dalam mempelajari materi dengan cara studi visit ke rumah. Pengecekan langsung oleh guru juga membuat siswa lebih semangat dalam belajar.

Baca juga:   Tingkatkan Kemampuan Bercerita dengan Media Poster Keluarga

Pembelajaran melalui blended learning di Timbangsari lebih efektif dibandingkan daring penuh sehingga berlangsung kondusif dan kooperatif. Terbukti dapat mengatasi kesulitan belajar anak di masa pademi seperti saat ini. Siswa terbantu, kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik, keaktifan belajar siswa yang diharapkan dapat dicapai. Bahkan yang mengalami kesulitan belajar, dapat melakukan tanya jawab secara langsung dengan guru kelasnya. (ips3/ida)

Guru SD Negeri Timbangsari, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan

Populer

Lainnya