Stop Bullying!

Oleh : Siti Muawanah, M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dalam pergaulan di sekolah sering kita jumpai perilaku peserta didik yang suka melakukan tindakan untuk mengejek, memukul, mengintimidasi, mengompas, memfitnah dan sebagainya. Perilaku ini dikategorikan dalam perilaku bullying.

Bullying sangat merugikan peserta didik yang menjadi korbannya. Korban bullying akan merasa tidak nyaman, terancam, terganggu konsentrasi belajarnya sampai pada ketakutan yang berlebihan. Jika tindakan bullying tidak dilawan akan semakin merugikan korbannya.

Bullying dalam buku IPS kelas 9 dikategorikan sebagai salah satu bentuk kenakalan remaja atau juvenille deliquency yaitu suatu bentuk gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh pengabaian sosial.

Penulisan artikel ini untuk meningkatkan pemahaman peserta didik tentang konsep bullying/perundungan. Menumbuhkan kemampuan peserta didiktentang dampak buruk bullying/perundungan. Menumbuhkan sikap yang dapat mendukung peserta didik tentang bahaya perilaku bullying serta berani melawan tindakan bullying/perundungan.

Victorian Department of Education and Early Childhood Development mendefinisikan bullying terjadi jika seseorang atau sekelompok orang mengganggu atau mengancam keselamatan dan kesehatan seseorang baik secara fisik maupun psokologis. Mengancam properti, reputasi atau penerimaan sosial seseorang serta dilakukan secara berulang dan terus menerus. Terdapat beberapa jenis-jenis bullying. Bullying dapat berbentuk tindakan fisik dan verbal yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung.

Baca juga:   Pabrik Kayu Lapis dalam Materi Kegiatan Pokok Ekonomi

Ada beberapa sebab bullying. Yakni terjadi karena tradisi turun temurun dari senior. Keinginan untuk balas dendam karena dulu pernah mendapatkan perilaku yang sama. Perasaan ingin menunjukkan kekuasaan dan kekuatan (superior). Kecewa karena orang lain tidak berperilaku sesuai dengan yang diharapkan. Dorongan untuk mendapatkan kepuasan. Dianggap menghina atau mengganggu kelompok tertentu (gank).

Dampak negatif dari bullying adalah terganggu fisiknya seperti cedera, terluka, sakit, dan sebagainya. Tertekan psikisnya (kejiwaannya) seperti takut, cemas, rasa tidak nyaman, resah, tertekan dan gejala tekanan psikis lain. Pergaulan sosial terganggu, seperti minder, menyendiri, grogi, pendiam dan tertutup. Terganggu prestasi belajarnya seperti nilai jelek, tidak konsentrasi belajar, lupa mengerjakan tugas, sampai menurunnya ranking atau tidak naik kelas. Kesedihan, depresi, kurang PD, jiwa tertutup. Tidak berprestasi, ingin pindah/putus sekolah. Ingin balas dendam.

Untuk mencegah agar kita tidak menjadi korban tindakan bullying antara lain yang dapat kita lakukan adalah hindari membawa atau memakai barang-barang mahal atau uang yang berlebihan. Jangan sendirian terutama di tempat sepi. Hindari cari gara-gara dengan pelaku bullying. Jangan berada di dekat dengan orang yang suka melakukan tindakan bullying atau berada di sekitar mereka. Kenali dan perhatikan pelaku bullying. Jangan ikut-ikutan melakukan tindakan bullying dalam bentuk apapun.

Baca juga:   Pembelajaran IPA Menyenangkan selama Masa Pandemi

Sedangkan untuk melawan pelaku bullying kita dapat mengambil sikap jadilah orang yang percaya diri dan tunjukan ketahanan diri bahwa kita tidak mau mengganggu dan diganggu. Bersikap tenang saat ada yang mengganggu. Jangan biarkan emosi terpancing. Jika melihat ada teman yang menjadi korban, maka tolonglah korban dan laporkan.

Lakukan perlawanan diikuti dengan berteriak, lari atau tindakan apapun sambil mencari pertolongan. Catatlah tempat, orang-orang yang terlibat dan jenis gangguan yang mereka lakukan, laporkan pada orang tua, guru atau pihak berwajib. Bullying sering terjadi di sekolah, dilakukan senior pada yunior karena adanya kecemburuan. Di rumah tangga terjadi KDRT. Di lingkungan terjadi terhadap kaum minoritas.

Jika melihat bullying jadilah pembela, yang benar. Lakukan sesuatu jangan diam, lebih baik menolong. Cobalah mendamaikan. Bicara dengan orang dekat pelaku bullying. Dan lapor pihak berwajib. (ss2/lis)

Guru SMP Negeri 1 Salatiga

Populer

Lainnya