Belajar Jenis-Jenis Daun melalui Observasi Lingkungan Sekolah

Oleh : Mahsunah

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PADA umumnya pembelajaran di sekolah berlangsung di dalam ruang dengan berbagai aktivitas. Jika hal ini berlangsung setiap hari, pasti peserta didik akan merasa jenuh dan bosan hingga dapat menurunkan semangat belajar. Oleh Karena itu, guru harus selalu bervariasi dalam menyuguhkan pembelajaran agar peserta didik tidak merasa bosan dan selalu bersemangat dalam belajar.

Salah satu variasi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran sekolah adalah observasi lingkungan sekitar sekolah sebagai sarana belajar. Lingkungan sekolah bisa dianggap sebagai keadaan sekolah yang menjadi tempat belajar. Hal ini turut mempengaruhi keberhasilan anak dalam proses belajar, setelah lingkungan keluarga.
Menurut Suharsimi Arikunto Observasi, lingkungan merupakan suatu pengamatan secara langsung terhadap suatu objek yang terdapat pada lingkungan, baik yang sedang berlangsung saat itu atau masih berjalan yang melingkupi berbagai aktivitas perhatian terhadap suatu kajian objek dengan menggunakan penginderaan.

Lingkungan sekolah mempunyai beberapa manfaat, di antaranya, 1) mengatasi kebosanan dalam belajar, 2) memberikan suasana belajar yang unik bagi siswa, 3) memberikan suatu pembelajaran yang bisa membuat siswa lebih berprestasi, 4) sebagai sarana belajar yang kompetitif, 5) membuat peserta didik lebih nyaman dalam belajar, 6) melalui observasi lingkungan ini guru dapat menjelaskan jenis-jenis daun pada peserta didik serta dapat menunjukkan contoh daunnya secara langsung. Misalnya guru menjelaskan jenis daun menjari pada peserta didik, maka guru dapat mengajak peserta didik mendekat pada tanaman singkong. Selain itu, guru dapat menunjukkan daun papaya sebagai contoh lain atau peserta didik dapat diminta mengambil daun lain sejenis. Jika daun yang diambil oleh para pesera didik itu sesuai dengan jenis daun yang diminta oleh guru, itu menunjukkan bahwa peserta didik sudah paham dan sebaliknya. Setelah itu, guru melanjutkan penjelasan mengenai jenis daun yang lain. Daun menyirip misalnya, setelah memberikan penjelasan, guru dapat meminta para peserta didik untuk menemukan jenis daun menyirip yang terdapat pada lingkungan sekitar sekolah. Semua peserta didik akan aktif mencari jenis daun sesuai dengan penjelasan guru dan para peserta didik merasa senang dengan pembelajaran yang berlangsung di luar kelas dengan melakukan pengamatan langsung pada objek pembelajaran.

Baca juga:   Belajar Sistem Tata Surya lebih Bermakna dengan Kooperatif Jigsaw

Pengamatan secara langsung pada objek tertentu dapat merangsang peserta didik untuk berpikir aktif mencocokkan penjelasan materi dengan objek yang diamati serta kreatif untuk mencari objek yang serupa. Dengan begitu, pembelajaran akan menjadi menyenangkan. Peserta didik aktif mengikuti pembelajaran dan pastinya tidak cepat bosan seperti belajar di dalam kelas. Karena mereka bisa belajar sambil jalan-jalan. Terpenting tujuan pembelajaran tercapai.

Setelah kegiatan observasi lingkungan selesai, guru dapat mengajak peserta didik kembali ke kelas dan memberikan penguatan materi serta sekedar evaluasi pembelajaran. Evaluasi dapat dilakukan guru dengan meminta peserta didik menunjukkan daun-daun yang mereka ambil dari kegiatan observasi langsung dan bergantian. Ternyata pembelajaran melalui observasi lingkungan dapat memudahkan peserta didik memahami materi pembelajaran jenis-jenis daun. Bahkan lebih senang dalam mengikuti proses pembelajaran.

Kesimpulannya, lingkungan sekolah memiliki makna penting bagi peserta didik. Karena itu, melalui lingkungan sekolah dapat membentuk manusia yang dewasa dalam berinteraksi dengan sesama peserta didik, sehingga dapat memberikan suasana aman, nyaman, dan kondusif dalam pembelajaran. (agu2/ida)

Baca juga:   Rekayasa Pendidikan  untuk Pembentukan Karakter Generasi Abad 21

Guru SDN Karangrowo 1, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak

Populer

Lainnya