Redesain Layanan Bimbingan dan Konseling

Oleh: Waskitho Asmara Adi, S.Pd., M.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, DEWASA ini perkembangan kecanggihan teknologi informasi semakin masif. Adanya perubahan ini telah merubah tataran di hampir segala lini kehidupan. Seiring dengan masa pandemi Covid-19 yang belum juga berhenti, pemanfaatan teknologi informasi menjadi salah satu solusi.

Tatkala dulu siswa belajar dari sekolah, kini harus belajar dari rumah. Seketika itu pula perubahan kegiatan belajar berubah. Bukan hanya guru dan siswa yang dipaksa untuk memanfaatkan teknologi informasi. Namun orang tua pun juga didorong untuk mampu melakukan penyesuain. Fakta ini menyiratkan makna bahwa pembelajaran jarak jauh sangat membutuhkan sarana informasi yang cepat, efisien, serta tidak terbatas akan ruang dan waktu.

Pun demikian dengan layanan bimbingan dan konseling. Pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling secara daring melalui internet memerlukan sejumlah perangkat media yang disesuaikan dengan sifat bimbingan. Ketersediaan peralatan dan penguasaan teknologi sangat diperlukan oleh semua pihak, yakni guru, siswa bahkan orang tua. Demikian juga ketersediaan biaya kuota, jaringan dan alokasi waktu yang padat merupakan tantangan tersendiri (Satriah, dkk., 2020).

Menjawab tantangan demikian, maka guru BK perlu mempersiapkan diri agar terbiasa dengan pola interaksi dan komunikasi melalui internet. Guru BK sebagai bagian dari masyarakat digital perlu memiliki kecermatan dalam memilih dan menggunakan teknologi. Implikasinya guru BK terampil memilih aplikasi perangkat lunak dalam peningkatan layanan pribadi, karir, belajar dan sosial.

Baca juga:   Komik Bervisi SETS untuk Belajar IPA

Beberapa media pembelajaran daring yang dapat dijadikan pilihan dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling, di antaranya whatsapp group, google suite for education, media online ruang guru, zoom dan beberapa platform media digital yang lain.

Aplikasi pendukung lain yang dapat membantu berlangsungnya proses konseling adalah aplikasi cyber counseling (konseling berbasis dunia maya). Layanan ini memungkinkan bertatap muka tanpa menuntut kehadiran secara fisik dan dapat dilakukan kapan saja serta di mana saja. Dengan model konseling ini, guru BK dan siswa tetap dapat bertatap muka. Sehingga dapat terbangun komunikasi verbal sebagai inti dari konseling. Guru BK juga dapat melihat gerak gerik siswa sehingga dapat menunjukkan empati dan perhatian penuh pada siswa.

Aplikasi berikutnya yang dapat digunakan untuk bimbingan klasikal adalah goggle classroom, moodle, microsoft teams dan kelas maya dari rumah belajar. Semua aplikasi tersebut adalah contoh aplikasi learning management system (LMS) yang dapat dikembangkan untuk memfasilitasi terselenggaranya bimbingan klasikal. Melalui aplikasi ini, guru BK akan mendapatkan kemudahan dalam mengelola kelas yang diampunya. Siswa juga akan lebih mudah untuk mempelajari materi yang disampaikan serta mudah melihat dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.
Dalam hal evaluasi layanan bimbingan dan konseling, guru BK dapat memanfaatkan google form guna mengetahui hasil pemahaman siswa melalui penyebaran angket atau skala penilaian. Aplikasi google form sangat efektif digunakan dalam penggalian data. Guru BK tidak perlu melalukan input data, namun akan mendapatkan gambaran hasil evaluasi secara cepat dalam bentuk tabulasi data.
Berangkat dari pemikiran demikian, guru BK perlu memiliki komitmen yang kuat untuk memastikan layanan bimbingan tetap berjalan. Meski dalam praktiknya tidak mudah, layanan secara daring pada masa pandemi saat ini menjadi solusi untuk diikuti oleh siswa dalam waktu bersamaan meski di tempat yang berbeda.

Baca juga:   Penguatan Pendidikan Karakter Disiplin Siswa melalui PJJ di Masa Pandemi

Akhirnya, meski kelak kemudian hari pandemi telah usai, guru BK tetap dapat melaksanakan layanan bimbingan dan konseling secara daring. Bahkan model layanan bimbingan secara daring dapat dijadikan role model pada masa mendatang mengingat layanan secara daring tidak mengurangi esensi meski tanpa tatap muka secara fisik. Seperti yang diterapkan di SMPN 2 Salatiga. (dd2/zal)

Guru SMPN 2 Salatiga

Populer

Lainnya