Belajar ASEAN Lebih Asyik melalui Permainan Monopoli

Oleh: Lia Aprianti, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Sekarang ini masih banyak guru yang menggunakan metode ceramah pada saat penyampaian materi pembelajaran dan kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik. Oleh sebab itu, pembelajaran akan berasa membosankan dan terkesan monoton. Peran guru sangatlah penting dalam hal membantu peserta didik dalam belajar, disisi lain perkembangan teknologi juga sangatlah berpengaruh besar dalam perkembangan media pembelajaran.

Perkembangan teknologi menjadi salah satu jalan pintas bagi setiap individu untuk mengembangkan segala aspek, misal pada kreativitas setiap individu. Sebagaimana dalam hal kurangnya media pembelajaran yang menarik, maka guru dapat menggunakan perkembangan teknologi yang sudah ada untuk mendukung pembuatan media pembelajaran yang menarik. Sebagai contohnya, jika tidak tahu cara pembuatan media pembelajaran maka guru bisa mencari tutorialnya di platfrom Youtube atau Google.

Media pembelajaran merupakan alat penyampai informasi pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Penyalur pesan atau pembelajaran dari guru kepada peserta didik akan tercapai secara maksimal, salah satunya dengan adanya media pembelajaran yang menarik. Maka dari itu untuk mewujudkan media pembelajaran yang menarik, penulis menerapkan media pembelajaran “Monopoli ASEAN” pada peserta didik kelas VI semester 1 SD Negeri 03 Sumurjomblangbogo. Permainan monopoli ini sangatlah cocok bagi peserta didik SD. Sebab, pada dasarnya anak tidak bisa lepas dari hal yang berbau permainan. Permainan ini tidak hanya bagi anak-anak, namun juga sampai remaja.

Baca juga:   Optimalisasi Belajar IPA melalui Video Pembelajaran Masa Pandemi

Materi yang digunakan pada pengembangan media pembelajaran Monopoli ASEAN adalah materi pada Tema 1 Subtema 1 Tumbuhan Sahabatku pada pembelajaran 1 dengan muatan pelajaran IPA, IPS dan Bahasa Indonesia. Adapun materi membahas tentang karakteristik wilayah ASEAN dalam sosial budaya dan perkembangbiakan generatif. Setelah menentukan rumusan Kompetensi Dasar dan Indikator, selanjutnya menentukan tujuan dari pembelajaraan.

Tujuan dari pembelajaran dengan media ini adalah: pertama, setelah membaca tentang ASEAN dan kehidupan sosial budaya dalam materi yang telah disediakan dalam Monopoli ASEAN, siswa dapat membedakan kehidupan sosial budaya dari beberapa negara ASEAN. Kedua, melalui media pembelajaran Monopoli ASEAN atau game Monopoli ASEAN peserta didik dapat menjawab beberapa soal yang telah disediakan dalam permainan tentang perbedaan kehidupan sosial budaya di negara ASEAN.
Ketiga, setelah membaca materi yang telah disediakan dalam permainan, peserta didik menentukan ide pokok dan informasi penting dari materi tersebut. Keempat, setelah membaca materi yang telah disediakan dalam permainan Monopoli ASEAN, peserta didik dapat mengembangkan pokok pikiran atau menyimpulkan materi dengan menggunakan bahasa sendiri. Kelima, setelah membaca materi tentang bunga yang terdapat dalam game Monopoli ASEAN, peserta didik dapat mengidentifikasi perkembangbiakan generatif.

Keenam, setelah membaca materi tentang bunga yang terdapat dalam game Monopoli ASEAN peserta didik dapat mengidentifikasi manfaat perkembangbiakan generatif. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut, peserta didik perwakilan dari tiap kelompok diajak bermain monopoli secara bergiliran. Dan anggota kelompok berkewajiban untuk ikut andil menjawab setiap kuis dan tantangan. Permainan monopoli itu berisi kuis atau pertanyaan-pertanyaan, tantangan, kesempatan dan gambar mengenai materi ASEAN.

Baca juga:   Pembelajaran IPS Lebih Semangat dengan Metode Talking Stick

Pada aspek tampilan secara menyeluruh terdapat tiga indikator yaitu media relevan dengan materi ajar, jenis huruf pada teks mudah dibaca, ukuran huruf yang digunakan sudah sesuai dengan konten media. Pada aspek bahasa yang digunakan pada game terdapat dua indikator, yaitu bahasa yang digunakan mudah dipahami dan kemudahan dalam membaca tulisan pada game. Aspek isi memiliki tiga indikator, yakni kemenarikan isi game, penggunaan soal pada game, alur atau aturan pada game mudah untuk dipahami. Sedangkan pada aspek keterkaitan elemen satu sama lain memiliki dua indikator, yakni aturan dan teks yang disajikan pada game saling terkait, keterkaitan antar layout.

Kemudian aspek yang terakhir, keseimbangan elemen media yang memiliki dua indikator, yaitu keseimbangan besar kecilnya kartu pada game, serta tata letak kartu dan tulisan pada game. (Mahesti & Koeswanti, 2021). Adapun cara pembuatan medianya bisa memanfaatkan fitur yang ada di Microsoft Power Point dan juga cara-caranya lebih mudah dipahami tinggal meningkatkan kreativitas saja. Dalam permainan monopoli ini, peserta didik menjadi aktif dan lebih mudah untuk memahami materi. (ct1/aro)

Guru Kelas 6 SDN 03 Sumurjomblangbogo, Kec. Bojong, Kab. Pekalongan

Populer

Lainnya