RME dan Kinemaster Bangkitkan Nilai Materi Peluang yang berkarakter

Oleh : Alfiah, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Mencari ilmu di masa pandemi Covid 19 merupakan tantangan bagi peserta didik. Virus korona hampir melumpuhkan sebagian besar aktivitas di dunia. Demikian pula dalam dunia pendidikan di sekolah maupun di berbagai disiplin ilmu. Satu tahun lebih peserta didik belajar secara daring. Semua kegiatan belajar mengajar yang disampaikan guru diterima peserta didik melalui online. Peserta didik hanya bisa mengakses pembelajaran sekolah dengan sarana HP, laptop tergantung tingkat kemampuan ekonomi orang tua dan kemauan belajar peserta didik tersebut.

Diakui maupun tidak,masa pandemi Covid 19 mengubah pola pembelajaran tatap muka menjadi online membuat hampir sebagian generasi penerus kehilangan pendidikan karakter. Hal ini bisa diamati dari perilaku anak di sekitar lingkungan kita. Di saat kita melaksanakan Work from Home barulah kita menyadari kalau banyak anak seusia sekolah sekitar kita bermain seharian di luar rumah, walau kemungkinan mereka menyelesaikan tugas sekolah di malam hari. Tetapi dari sini pendidikan karakter peserta didik belum bisa terkontrol oleh guru secara maksimal,atau bahkan tak terjangkau sama sekali oleh guru sebagai pendidik.

Baca juga:   Permainan Sederhana Membuat Pelajaran IPS Menjadi Berbeda

Kompetensi inti aspek pengetahuan pada belajar luring mengupayakan agar peserta didik tuntas dari semua mata pelajaran untuk kurikulum tertentu. Peserta didik kelas VIII akan dihadapkan dengan hal baru berupa program resmi pemerintah dengan diterapkannya program Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) yang dilaksanakan melalui kelas sampel. Di mana AKM merupakan tolak ukur keberhasilan sekolah dalam mendidik peserta didik Walaupun AKM bukan pengganti Ujian Nasional,namun keberadaannya membuat peserta didik masih banyak belum paham, terutama kelas VIII yang masih menganggap AKM merupakan wujud lain dari ujian nasional. Padahal setelah peserta didik menempuh AKM di kelas delapan, berarti di kelas sembilan sudah tidak mengikuti ujian nasional. Berlatar belakang dari hal inilah, guru matematika SMP Negeri 34 memutar pikiran mencari cara menyampaikan ilmu sekaligus penanaman karakter dapat terpenuhi di masa pandemi Covid 19.

Materi Peluang merupakan bab terakhir kelas VIII yang penyajiannya di semester dua, biasanya merupakan bab yang terabaikan karena letak pembagian pemetaan jam pelajaran. Di masa PJJ seperti sekarang, tidak dapat dipungkiri cara penyampaiannya konsep materi dari bab ke bab disampaikan dengan cepat-cepat. Tentunya hal ini akan mengganggu dalam pelajaran matematika. Di mana konsep yang disampaikan harus disertai penerapan soal beserta pembahasannya. Peserta didik cenderung mencari cara mudah, cepat dan benar dalam menguasai konsep ataupun mencapai nilai yang diharapkan. Mereka membutuhkan strategi valid dalam mengingat konsep peluang di penghujung akhir semester.

Baca juga:   Meningkatkan Hasil Pembelajaran Matematika melalui Google Meet

Populer

Lainnya