Pembelajaran Daring Fantastis dengan LMS Gratis

Oleh: Satria Yudha Wicaksono, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID,Pandemi Covid-19 masih belum usai. Lonjakan pasien yang semakin tinggi membuat seluruh kegiatan dalam segala bidang mulai dari ekonomi, bisnis, pemerintahan sampai pendidikan kembali harus dilaksanakan dari rumah. Sempat masuk beberapa hari dan minggu namun terpaksa kegiatan belajar mengajar harus dilakukan secara jarak jauh lagi. Tidak perlu terlalu kalut dengan keadaan, dunia pendidikan di Indonesia harus tetap bangkit. Kegiatan pembelajaran masih bisa berjalan dengan sistem pembelajaran elektronik (e-learning) secara daring dengan metode pembelajaran yang inovatif dan memanfaatkan kelas virtual dari Learning Managemant System (LMS) yang lebih futuristik lagi.

Menurut Hartanto dan Purbo (2002:1), “E-learning dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya”. E-learning ini tentu saja tidak dapat terlaksana jika tidak ada sarana pendukungnya seperti LMS. Learning Managemant System menurut Ellis (2009:1) adalah suatu perangkat lunak (software) untuk keperluan administrasi, dokumentasi, laporan sebuah kegiatan, kegiatan belajar mengajar dan kegiatan secara online. Dalam masa pandemi Covid-19 ini banyak universitas ataupun sekolah-sekolah yang sudah mulai menggunakan LMS untuk e-learning mereka sehingga walaupun siswa tidak ke sekolah, masih bisa belajar di rumah.

Baca juga:   Benda Cagar Budaya, Media Pembelajaran Lokal

Dengan adanya LMS yang berbasis web ini, guru bisa mengupload materi, bahan ajar, LKPD dan memberikan informasi-informasi pengumuman maupun kegiatan. Ada beberapa LMS yang bisa guru manfaatkan dan dapatkan secara gratis. Walaupun gratis bukan berarti tidak bagus. Fitur yang diberikan oleh LMS gratisan ini sudah cukup komplit dan bisa digunakan untuk proses pembelajaran. Ada banyak pilihan untuk LMS gratis ini, salah satunya adalah Google Classroom. Tampilan Google Classroom sederhana dan mudah dioperasikan. Dalam pembelajaran daring pemilihan LMS sangat penting. LMS harus dapat dioperasikan oleh guru dan juga siswa sehingga penyampaian pesan dapat terlaksana dengan baik dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Selain penggunaan LMS, tentu saja pemilihan model pembelajaran yang inovatif juga hal penting. Penulis yang juga sebagai guru di SDN 3 Ketringan, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora dalam pembelajaran kelas V tema 1 Organ Gerak Hewan dan Manusia menggunakan Google Classroom dengan membagi kelas menjadi beberapa kelompok belajar kecil berdasarkan tingkat kompetensi yang sama dan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PJBL).

Baca juga:   Dengan POE Belajar Lebih Mengasyikkan

Menurut Daryanto dan Raharjo (2012:162), “Project Based Learning adalah model pembelajaran yang yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dan beraktifitas secara nyata”.

Dalam situasi seperti ini pembelajaran PJBL ini sangat cocok. Siswa dapat menikmati mengerjakan tugas yang diberikan guru sesuai kemampuannya. Siswa dapat bekerja sama dalam kelompoknya, memunculkan rasa empatinya serta menghilangkan rasa jenuh.

Di masa pandemi ini guru harus membuat suasana belajar yang menyenangkan bukan hanya untuk siswanya tapi juga untuk dirinya sendiri. Tanamkan bahwa belajar dan mengajar itu kegiatan yang menyenangkan meski terpisah jarak. Buat suasana positif dan seru saat pembelajaran walaupun menggunakan LMS gratis dengan model pembelajaran yang inovatif dapat membuat pembelajaran daring jadi fantastis. (pm1/lis)

Guru Kelas V SDN 3 Ketringan, Kec. Jiken, Kabupaten Blora.

Populer

Lainnya