Implementasi Teknik Cipro (Citizen Prosedur) dalam Pembelajaran Teks Prosedur

Oleh : Purwaningsih

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pedoman pengaturan mengenai isi, tujuan serta bahan pelajaran disusun oleh kurikulum. Kurikulum disusun dengan mempertimbangkan berbagai hal yang sudah direncanakan dari tujuan kurikulum untuk hasil yang akan dicapai oleh siswa (Ruhimat, 2016). Tetapi rencana dari tujuan kurikulum tersebut tidak akan terlaksana tanpa adanya implementasi.

Perlu dilakukan suatu upaya, yaitu dengan mengimplementasikan suatu metode yang inovatif yang memungkinkan terjadinya kegiatan belajar mengajar sebagai pusat perhatian dan guru hanyalah sebagai fasilitator dalam mengupayakan situasi untuk memperkaya pengalaman belajar siswa. Untuk itu guru diharapkan pandai dalam memilih metode, teknik atau model pembelajaran sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Seperti yang terjadi di SMP N 2 Wonopringgo, sebagian besar siswa masih belum memahami materi dengan baik, pola pikir mereka hanya berpusat bagaimana harus mendapatkan nilai yang tinggi tanpa harus memahami materi secara utuh. Terkadang siswa merasa bosan, karena mungkin pembelajaran bersifat monoton, sehingga hasil yang diperolehpun tidak sesuai harapan. Oleh karena itu pada materi teks prosedur penulis memilih teknik yang dirasa cukup tepat, yaitu model pembelajaran Cipro (Citizen Prosedur).

Baca juga:   Kolaborasi Crossover Learning dengan Modul pada Materi Daya Hantar Listrik Larutan

Model pembelajaran ini mengajarkan peserta didik untuk aktif mendapatkan dan mengolah informasi terkait struktur dan ciri kebahasaan teks prosedur yang dipelajari. Adapun tujuan dari model pembelajaran Cipro itu sendiri pada dasarnya sebagai salah satu alternatif model pembelajaran bahasa yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh guru bahasa Indonesia dalam kegiatan belajar mengajar. Tujuan tersebut sejalan dengan pendapat Soekamto dan Winataputra (1995 : 78 ) yang mendefinisikan model pembelajaran sebagai kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar bagi para peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar.

Adapun tahap-tahap pelaksanaan model pembelajaran Cipro adalah sebagai berikut: 1) Guru melakukan apersepsi pada peserta didik, setelah itu guru menstimulus peserta didik dengan pemutaran video pembelajaran teks prosedur berisi langkah-langkah membuat sesuatu. Ketika menstimulus ini peserta didik diusahakan untuk menanya dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya pada guru. Secara terintegrasi guru juga menyampaikan materi tentang teks prosedur. 2) Guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok. Setelah itu, guru menyediakan teks prosedur yang akan ditelaah. Secara individu peserta didik diminta untuk mengamati, mengidentifikasi, dan menelaah teks prosedur yang telah disediakan. Proses ini, peserta didik menerapkan citizen prosedur yang tujuan akhirnya adalah hasil telaah struktur dan ciri kebahasaan teks prosedur. 3) Setelah masing-masing peserta didik mengamati, mengidentifikasi, dan menelaah teks prosedur, peserta didik ditugaskan untuk mengemukakan hasil pengamatannya dalam kelompoknya. Selanjutnya kelompok peserta didik membuat kesimpulan dan ringkasan dari hasil diskusi kelompok. 4) Dan tahap akhir, setelah kelompok selesai membuat kesimpulan dan ringkasan, kegiatan berikutnya diarahkan untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di hadapan kelompok lain. Kemudian hasil tulisan peserta didik dikumpulkan atau bisa diunggah di internet agar dapat dibaca orang lain.

Baca juga:   Melalui Teks Anekdot Pembelajaran Menjadi Menyenangkan

Populer

Lainnya