Plus Minus Penggunaan Internet di Masa Pandemi

Oleh: Susi Wahyuningrum, S. Psi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 sudah setahun lebih memaksa kita keluar dari zona nyaman. Seluruh dunia menghadapi perubahan yang luar biasa di hampir seluruh lini kehidupan. Mulai dari sosial, ekonomi, budaya, sampai dengan perkembangan teknologi dan informasi yang berkembang pesat untuk menjembatani kondisi tak terduga ini.

Perubahan gaya hidup pun tak dapat dihindari. Mau tidak mau kita harus memenuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Begitu juga di lingkup pendidikan, di mana siswa yang sehari-hari berangkat ke sekolah, dipaksa untuk belajar dari rumah, guru mengajar secara online karena harus memenuhi 5 M di atas. Pembelajaran tatap muka terpaksa dilaksanakan secara daring dengan kurikulum yang disederhanakan. Seluruh aktivitas pembelajaran dilakukan secara daring untuk menghindari tatap muka yang berpotensi menyebarkan Covid-19. Tidak hanya guru yang perlu menyesuaikannya, tetapi siswa pun mengalami perubahan yang luar biasa.
Siswa yang dalam kondisi normal biasanya tidak diperkenankan membawa atau mengoperasikan gawai, di masa pandemi ini wajib menggunakan gawai/laptop/kumputer untuk belajar karena mereka harus memakai internet untuk sekolah.

Saat ini, ketika melakukan pembelajaran secara daring di rumah, wajib menggunakan piranti yang dapat mengakses internet. Pemakaian internet yang biasanya melalui gawai/laptop/komputer, membawa pengaruh pada siswa yang sangat besar. Kadang jika tidak dipantau secara teliti, hal negatif mudah dilakukan, mereka bisa bermain game online yang banyak menyita waktu, bermain media sosial yang kalau tidak dilakukan secara bijak akan membawa dampak negatif dan penelusuran situs-situs di dunia maya yang bisa mendapat data apapun baik positif ataupun negatif.

Baca juga:   Menanamkan Nilai-Nilai Demokrasi pada Siswa di Sekolah

Siswa dapat dibekali dengan literasi digital sebagai pondasi bagi mereka untuk menggunakan internet sehari-hari. Kemajuan teknologi perlu diikuti perkembangannya sebagai suatu tuntutan hidup yang tak terelakkan. Informasi bias didapatkan dimana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja, sehingga informasi dapat diperoleh dengan lebih mudah, cepat, dan lebih murah. Penggunaan yang bijak dapat mendorong siswa untuk memiliki keterampilan abad 21 yang dirangkum dalam 4C (critical thinking, communication, collaboration, and creativity).

Peran orang tua sangat berpengaruh pada dampak baik atau buruk dari penggunaan internet bagi anak.Orang tua dengan berbagai latar belakang pendidikan, ekonomi, dan budaya memiliki keberagaman dalam menanggapinya. Fenomena yang terjadi adalah: Orang tua tidak mendampingi anak ketika melakukan pembelajaran daring. Orang tua belum memiliki pemahaman tentang bahaya penggunaan internet bagi anak. Orang tua memberikan fasilitas dan kebebasan pada anak untuk mengakses internet. Orang tua menjadi model yang kurang bijak dalam menggunakan internet.

Orang tua terlalu sibuk sehingga tidak ada waktu untuk memantau penggunaan internet.

Baca juga:   Pembelajaran Bahasa Inggris Sing A Song Atasi Kejenuhan Siswa

Orang tua tidak menguasai teknologi sehingga anak bebas mengakses internet. Orang tua yang bijak perlu memberikan batasan aman bagi anak dalam mengakses internet.
Beberapa hal yang perlu dilakukan adalah: Orang tua berperan sebagai teman yang mendampingi anak dalam keseharian. Orang tua melakukan edukasi penggunaan internet baik melalui gawai/laptop/komputer pada anak. Bersepakat dengan anak bahwa:
Anak harus jujur dengan apa yang dilakukan. Anak berjanji tidak mengakses situs yang tidak sesuai dengan usia. Anak berjanji tidak mengakses materi yang tidak pantas. Anak selektif dalam memilih teman di dunia maya. Memiliki etiket dan etika dalam bersosialisasi melalui media sosial.

Orang tua memblokir situs-situs yang tidak diperbolehkan untuk anak di bawah umur. Orang tua lebih memperhatikan kegiatan siswa, sesekali memantau penggunaan gawai/laptop/computer anak. Orang tua menjadi model yang baik dalam menggunakan gawai/laptop/komputer.

Sinergitas orang tua, sekolah dan masyarakat sangatlah diperlukan untuk dapat membimbing, mendampingi, dan memantau penggunaan internet pada anak. Bijaklah mensikapi keadaan yang memaksa kita untuk beradaptasi. Lakukan dengan penuh kesadaran dan keiklasan. Selalu menjaga kesehatan dan tetap semangat. Seperti yang diterapkan di SMPN 9 Salatiga. (ss2/zal)

Guru BK SMPN 9 Salatiga.

Populer

Lainnya